Archive for the ‘Puncak, Bogor’ Category

Akhirnyaaa…setelah hampir setahun lamanya ga liburan gegara suami pindah based + hamidun, kami liburan kembaliii yeaayyy ^^.  Ayah niiih, buat surprise akhir tahun untuk ibuuu. Katanya Ibu sekarang sering marah2, wajahnya nekuk mulu ke bawah, kurang piknik neh (*ayah ngerti ajaaa). Ya iyalaaah, udah 8 tahun kosong, begitu punya baby kok berasa punya anak pertama lagi. Semua2nya udah lupa, siklus hiduppun jadi berubah banyak. Malam kapaannn, siang kapaaan, tiba2 nyadar ni mata udah kayak panda :p.

Berhubung baby masih 1 bulan, ga bisa lama, akhirnya pilih yang dekat ajaa. Be O Ge O R, BOGOR. Yang dibawa..yah biasa wkwkwk, orang sekampung. Ada saya, suami, Alif, baby Senja, ipar plus 3 anaknya, lalu bou, terakhir adalah mama saya. Total 9 orang dalam 1 mobil. Safe ga sih ini :(, jangan ditiru yak. Ini untung aja Sentul dekat dari Bogor, kalau ke Bandung mah ga bakal berani.

Sentul sekarang mah udah banyak yaa objek wisatanya. Nah yang sempat kami kunjungi adalah Hutan Pinus, Taman Budaya dan Jungleland sajaa. Untuk hotel, karena udah pernah nyicip di Harris, jadi ayah mau nyobain yang baru. Namanya Hotel Neo+Green Savana. Gimana review liburan kali ini?

Hutan Pinus Gunung Pancar

Ini objek wisata yang pertama kali kami kunjungi. Biaya masuknya murah, 2rb/orang kalo ga salah. Laluuu karena disebut hutan pinus, jadi ekspektasinya udah seperti yang di Puncak aja hohoho. Perjalanan kesana mendakiii terus, jadi agak cemas nih mobil kuat apa engga. 9 orang gitu looo. Sampai disana aku liat looo koook hutan pinusnya dialasi ilalang? Bubarlah rencana poto2 cantik ala India kaaan. Nyari2 stopsite mana yang kece kok ga nemu2 yaaa. Akhirnya sampailah kita ke tempat yang jual minuman kelapa muda, dan lokasinya seperti tanah lapang. Kamipun singgah berhubung sudah jam 10an, mulai haus dan lapar. Begitu parkir di dalam, ternyata ga ada yang jual makanan hiks.

Untungnyaaa iparku surprise bawa nasi bekal wkwkwk. Wah cocok banget, soalnya si tanah lapang ini memang diperuntukkan untuk piknik. Kamipun sewa tikar (20 ribuan sampai puas) dan gelar makanan. Lalu keliliiing, dan dapatlah spot2 yang cukup menarik untuk foto2 :D. Bisalah dapat pemandangan pinus walo cuma sedikiitt. Enaknya liburan rombongan itu ya begini ini yaaa. Heboh, rameeee, terus kalo nemu hal yang ga sesuai ekspektasi – kita saling hibur2 diri jadi kembali ceria lagi deh. Ganti2an foto, serasa kita paling rame deh disana wkwkwk. Berujung puas dan senaaaaanggg. Jadi saran saya kalo kesini..bawalah bekal ya. Disana ciyus cuma jual kelapa muda doaang, plus pop mie, udah itu aja. Nah pas turunnya, ndilalah ketemu tuuh hutan pinus yang cakep di sebelah kiri. Ada jalan setapaknya segala. Lah jadiii…jadiii tadi kami salah lokasi duuooong wkwkwkw. Yah sudahlah, yang penting wis kenyang. Besok2 lebih teliti lagi nyarinya :p

img-20170117-wa0088

hutan pinus1.jpg

Taman Budaya

Kelar dari hutan pinus, belum bisa check in kaan secara belum jam 2. Akhirnya kita memutuskan untuk ke Taman Budaya yang lokasinya pas di sebelah hotel. Berhubung waktu terbatas, plus cuaca udah mendung2 sedap, kami tidak bisa menjelajah taman ini dengan maksimal. Yang pasti toiletnya tidak begitu rapi/bersih. Musholanya tersembunyi, hanya seluas kamar, namun kebersihannya cukup. Yang kece pemandangan dan mainan2nya :D. Terhampar di lokasi bagian belakang, menghadap ke gunung dan lapangan hijau yang sangat luassss, terdapat berbagai permainan seperti becak2an, sepeda, flying fox, dll (*ga sempat liat banyak karena kudu bawa stroller hehehe). Pokoknya mah kalo bawa anak kesini dijamin seneeeeng. Foodcourtnya juga ada macam2 jenis makanan dan kebersihannya terjaga. Saya juga bingung dimana letak “kebudayaan”nya tempat ini wkwkwk, apa kelewat sama kami ya. Gratisss ini biaya masuknya yaaaa, sok kunjungi atuh. Kalo permainannya kisaran 20-25rb/orang.

Taman Budaya, Sentul compress.jpg

Taman Budaya, Sentul2 compress.jpg

Hotel Neo+Green Savana

I must say that I loveeeeee this hotel :D. Ga gitu banyak kamarnya, dan cuma 2 lantai kalo ga salah. Ga sesuai dengan parkirannya yang luaaasss. Suami pesenin 3 kamar, ada connecting doornya, dan semuanya langsung menghadap ke pool. Anak2 sukaaa, Udah gitu, tiap kamar ada teras dan sofanyaa. Kamarnya pun luas banget, cocok bagi saya yang bawa bayik. Kamar mandinyapun besaarr, terpisah antara shower, toilet, dan wastafel. Bednya juga yang ukuran 200 apa yak. Pokoknya kami cinta deh sama kamarnya. Manapula saya dan keluarga itu tipikal yang suka rame ahhahaha, jadi senang aja gituh dengar suara anak2 pada jebar jebur di pool depan kamar. Kitanya nontonin :p.

Untuk ukuran sarapan, cukup banyak variasi dan rasanya juga lumayan. Kalau kemarin di Sentul ada senam pagi dan ruangan indoor kids zone, disini ga ada. Tapi pas di lobi hotel kedatangannya, sama2 menyediakan minuman dan camilan. Ratenya juga hampir sama. Cuma karena kami datang sedang peak season jadi dapat rate lebih tinggi.

Di bawah yaa fotonyaa. Karena sibuk endang endong anak jadi ga sempat foto kamarnya dengan bagus. Itu si Alif n the gank minta nginapnya 2 malam. Katanya kalo 1 malam ga puas berenangnya. Yaaah Nak. Kalau 2 malam mah kamarnya udah ga ada lagi. Udah pada dibooking orang buat tahun baruan, pan disini bakal ada pesta kembang apiiih (*padahal andai adapun keknya ga kuat duitnya :p).

Hotel Neo Green Savana compress.jpg

Jungle Land

Berhubung peak season, biaya masuknya jadi 250rb/orang. Tapi karena ayah pake paket Simpati atau apaa gitu, akhirnya bayar 175rb/orang. Yang masuk hanya ayah dan bocils. Kita yang tua2 ini mah…mau main apa siiih di dalam. Daripada ngedumel minta pulang muluk, mendingan kita nunggu di luar :D. Nah enaknya Jungle Land ini adalah…mereka memang menyediakan tempat untuk para penunggu. Dinaungi oleh atap yang super tinggi sehingga angin bisa masuk, di sekelilingnya juga ada berbagai tempat makan dan toko2 yang jualan makanan. Juga banyak spot cantik untuk selfie :p. Ga bosenlah nunggu 4 jam disana. Sayang musholanya jauh dan tersembunyi.

Kalau dalam Jungle Land permainannya seperti apaaa, bisa liat postingan yang ini yak. Namapun musim liburan, anak2 komen di dalam sana antri panjaaaaaang. 4 jam cuma dapat 3 wahana. Yah tapi mereka tetap senang, apalagi habis main apa tuh…wahana yang kita duduk, diangkat tinggi ke atas, lalu dihempaskan ke bawah, lalu diangkat tinggi lagii. Nah itu! Itu jadi favorit mereka.

Jungleland Sentul compress.jpg

jungleland-sentul2-compress

Untuk makan malam, kami mencoba Restoran Karimata. Semacam lesehan, dengan menu ikan2, ada ayam, seafood, dan nasi goreng gitu deh. Tempatnya luaasss dan bersih, makanannya lumayan enak. Perorang sepertinya kena sekitar 60rban. Lokasinya…nah ini dia nih. Lokasinya sangat2 berpotensi membuat kita salah jalan wkwkwk. Jadi restorannya tersembunyi, ga bisa dilihat dari jalan utama. Masalahnya dia ada sebelum pintu tol. Kalau ga hati2, wah…bisa kebablasan ke tol hehehe. Ditambah lagi kalo kebablasan untuk muter, bisa2 balik ke Jakarta deeeh :p. Jadi gini yaa..lokasinya menuju pintu tol. Sebelum pintu tol, lihat ke sebelah kiri. Kalau nemu jalan agak kecil, dari tanah dan mendaki, udah ikutin aja. Nanti tembusnya pasti di restoran itu :). Jangan niru kita, yang kemarin serba ragu2. “Ini ga yaa jalannya.  Eh kok kecil. Eh kok gelap. Eh kok ga da papan nama Karimata”…dan akhirnyaaa muluslah kami tiba2 sudah meluncur ke pintu tol wkwkwkw. Sebel banget secara udah jam 8 malam dan dalam kondisi sangat lapar. Akhirnya kudu muter deeeh and it took 30 minutes! Wew! Kagak ada fotonya yeee, soal udah lapar beraaattt.

Sekian dulu cerita liburan kali ini. Salam dari kami semuaaa. Sampai ketemu di liburan berikutnya yaaa ^^.

.

.

.

Special Notes untuk ayah:

Oh ayah…walaupun yah kita ga sempat jalan di setapak hutan pinusnya, lalu Ibu ga ikut berenang, sibuk dorong stroller sana sini, ga menikmati wahana Jungle Land jugak, berasa tetap concern ke bayik cuma biasanya gendong di rumah sekarang gendong di Sentul, tapi ibu tetap senaaaang ^^. You are my sweetest, as always :*

hutan pinus2 compress.jpg

 

 

 

Kali ini saya sengaja mereview ulang Hotel Seruni, Puncak. Sebenarnya saya sudah pernah membuat postingan tentang Hotel Seruni, namun postingan itu lebih menghighlight tentang tempat wisata, jadilah si Seruni ini tidak begitu kentara bagusnya. Walhasil pengunjung blog saya lebih memilih menginap di Grand Ussu :D. Saya tidak bermaksud mengatakan Seruni lebih bagus daripada Ussu loh, cuma saya merasa tidak mereviewnya secara adil. Jadi akan saya ulas ulang yaaa.

Menurut saya yang sempat beberapa kali icip2 hotel di daerah Puncak, inilah penilaiannya.

  1. Grand Ussu – bagus, bersih, lokasi tidak terlalu ke atas, ga sampai 10 menit dari Cimory Resto, ada banyak pilihan tipe penginapannya. Pool kecil, lebih untuk anak2 tapi cukuplah ^^. Makin ke belakang, bangunannya makin baru. Nah, untuk view kamar yang bagus…harus bisa pilih2 tipe kamarnya. Bisa ditanyakan ke bagian pemesanan. Postingan lengkapnya sudah saya bahas disini dan di sini (untuk villa Tulipnya ya).
  2. Seruni, The Fountain Hotel – hotel yang baguusss dan besaaaarrr sekali menurut saya. Postingan lengkapnya akan saya bahas di bawah.
  3. Pesona Alam Resort – bangunannya lebih baru daripada Seruni, namun juga tak kalah bagusnya ^^. Postingan lengkapnya sudah saya bahas disini.
  4. Grand Hill – Bagus juga si, view juga oke. Cuma sorry to say, saya lebih suka 3 hotel di atas. Grand Hill menurut saya terlalu…tenang :D. Saya lebih suka yang ada teriakan anak2. Grand Hill belum pernah saya review karena foto2nya menghilang entah kemana dan so far belum ingin balik kesana lagi.
  5. Bungalow di Taman Safari – udah lamaa banget, tahun 2010. Karena spooky, jadi ga pernah datang lagi. Selang 6 tahun berlalu, bisa jadi sekarang sudah berubah lebih baik yaaa. Postingan lengkapnya ada disini.
  6. Villa di Kota Bunga, Cipanas – murah, terletak di komplek perumahan yang mewah dan besar. Luas banget. Tapi jauhnya juga ga kira2 hehehe. Cocok banget untuk liburan bareng keluarga besar dan yang hendak mengunjungi Taman Bunga Nusantara yang bagus itu. Postingan lengkapnya saya bahas disini.
  7. ….eh ternyata baru 6 ya, hehehe.

Oke, kita bahas Seruni Hotel ya. Untuk melihat foto2 yang lebih lengkap dan no telvon reservasi, bisa buka web ini. Jadi dari jalan utama Cianjur Cisarua itu, Seruni Hotel arahnya sama dengan ke Taman Safari, sama2 belok ke kanan. Bedanya nanti pas ketemu percabangan, Safari ambil jalan ke kanan, Seruni ke kiriii..alias ke jalan kampung yang lumayan kecil. Susuri aj terus biarwalau bingung2 kenapa kok jalannya seperti itu kekekek. Sama, saya juga bingung awalnya. Even pas ketemu gerbang Seruni pun saya masih bingung. Gimana ini, kok kebesarannya tak terlihat? Tapi setelah melewati gerbang, tepatnya setelah melewati lorong sempitnya, kemudian belok ke kanan, waaah sudahlah terjawab sudah semua kebingungan. Pemandangan yang terlihat subhanallah, bagus bangettttt. Percaya deh, kamu mesti langsung berdecak kagum.

jalur pesona

Eniwei eniho, hotelnya pun buesar sangat ya. 1 hotelnya aj udah gede, ini dibangun 3 pulak, berjejeran. Perasaan 1 hotelnya aj kamarnya hampir 100? Konglomerat siapa sih yang punya ini hotel? Lahannya berbukit-bukit. Ada 3 Seruni ya: Seruni 1, Seruni 2, dan Seruni 3. Makin besar angkanya, makin baru bangunannya, makin luas ukuran kamarnya, dan makin di atas lokasi bangunannya, makin mahal pula harganya :D. Kalau ga salah tahun 2013an gitu, Seruni 1 harganya masih ada yang 500-600rb. Nah Seruni 2 dan 3 sudah kisaran 750-850rb. Di tiap Seruni ada poolnya, nyammi. Ada playgroundnya juga. Dan air mancur bertebaran dimana2, pun gede2 ukurannya. Susah nii saya menceritakannya, datang ajalaah kesana kekeke. Misalnya nih kamu mau ke Taman Safari, sok singgahin aj buat liat2, toh kagak bayar ini. Bahkan andai kamu numpang berenangpun disana, bisa loh gratisan saking besarnya hotel itu (*e tapi saya ga ngajarin loh ya :p).

seruni2.jpg

Pemandangan depan kamarnya langsung ke lembah dan gunung ^^. Ada playground juga buat anak kecil. Disini banyak tangga jadi kalau mau menjelajah seluruh kawasan hotel, siapin nafas aja :p.

Saya sudah menginap disana berkali2.

Saya pernah pesan villa di Seruni 1. Ceritanya ada disini. Kelebihannya, mobil di parkir dekat kamar. Kekurangannya, yang namanya villa itu tadinya saya kira rumah. Ternyata eee…3 kamar bersebelahan yang disewakan untuk 1 keluarga. Laaah piye iki. Kurang worthed lah. Saya pernah juga pesan kamar di Seruni 2. Besaar dan bagus. Depan kamar itu balkon yang seluas 3x lapangan voli. Kalau punya anak pasti bebas deh larian2 disana bawa mobil2an. Nah yang Seruni 3 belum pernah saya coba. Kalau kamu datang membawa rombongan keluarga, lebih baik memesan kamar di Seruni 2, tinggal tambahkan bed. Bisa muat 2 bed. Kalau mau menginap disana saat wiken, yaa bookinglah  2-3 minggu sebelumnya. Kalau mau menginap untuk Natal dan tahun baru (karena disini akan dinyalakan kembang api yak), bookinglah 2 bulan sebelumnya. Karena Puncak macet banget saat wiken, saya biasanya menginap di hari Jumat.

Kolam renangnya ada 3. Kolam renang Seruni 1 adalah yang paling sepi, enggak tahu kenapa. Mungkin karena lokasinya paling bawah dan kudu menuruni tangga yang lumenjen banyak. Kolam renang Seruni 2 adalah yang paling besar karena terdiri dari 3 buah pool bersusun ^^. Kolam renang Seruni 3 adalah beach pool, jadi ada pasir2nya gitu. Anak2 pasti senang banget berenang disini. Dalam sehari, kami bisa pindah2 kolam renang hahahaha, niat banget memang ya. Kalau sudah menginap di hotel ini, kayaknya ga mood lagi untuk mengunjungi Taman Safarinya. Biasanya anak2 akan lebih memilih menikmati renang2 di hotel saja :D.

seruni1

a) pool Seruni 1, b) beach pool Seruni 3: ada pasirnya loh ^^, c) 3 pool bersusun di Seruni 2, d) pool terbawah di Seruni 2, e) pool tengah di Seruni 2.

Untuk makanan. Harga hotel sudah mencakup makanan. Rasanya standard saja, pun penyusunan makanan di restoran tidak begitu menarik. Tapi karena sudah gratis, yaa lebih baik dimanfaatkan fasilitas ini. Untuk delivery ke kamar, saya sarankan mendingan cari di luar. Di sepanjang jalan dari Seruni Hotel menuju ke jalan raya Puncak itu ada beberapa rumah makan kecil. Walau tidak banyak, rasanya lumayan dan murah.

Demikian yaa review untuk Hotel Seruni. Selamat berlibuuur ^^. Ingat, kalau mau menginap, jangan menunda2 bookingnya. Bayarnya belakangan kok.

seruni3.jpg

Semoga info ini bermanfaat, aamiiiin.

 

 

Awal tahun ini saya mengambil jatah rest n relax dari kantor. Tujuannya ke Puncak hehehe. Puncak melulu yaa. Tapi Puncak kali ini agak beda karena kami mau mencoba hotel baru yang sedang happening itu loo. Namanya Pesona Alam Resort. Lokasinya ada sebelum pintu masuk Taman Safari, tepatnya di sebelah kiri. Jadi dari jalan raya Puncak (Ciawi-Cianjur) itu, belok kanan ke jalan Taman Safari. Nanti akan ketemu cabang 2. Sebelah kiri (yang agak kecil) akan mengarah ke Hotel Seruni, hotel favorit saya. Sebelah kanan akan mengarah ke Taman Safari. Nah susurin saja jalannya, nanti di sebelah kiri akan ketemu gerbang Pesona Alam. Gerbangnya sendiri agak menjorok masuk ke dalam, jadi jangan sampai kelewatan ya.

jalur pesona

Dari jalan raya Puncak (Ciawi-Cianjur), masuk ke jl Taman Safari. Yang merah mengarah ke Hotel Seruni (bagus juga hotelnya ^^), yang hitam mengarah ke pintu masuk Taman Safari. Nanti di garis putus2 itu akan terlihat gerbang Pesona Alam.

Bentuk gerbangnya udah cakep. Begitu masuk gerbang, lebih cakep lagiii. Hotel ini seperti berdiri di lahan yang amat luas. Ada villa pribadi juga di dalamnya, ada cafe tempat ngopi, juga ada hutan mini yang banyak pohon pinus ^^. Lahannya berkontur, membuat pemandangannya menjadi lebih apik. Kebetulan pula lagi mendung, jadinya berkabut gitu. Serasa di luar negeri deh haks2. Jalannya bagus dengan trotoar yang rapih. Enaaaak banget buat jalan kaki dan sepedaan. Oiya untuk hotel ini, karena takut kehabisan jadi saya booking dulu via bookingdotcom. Kalau ga salah ratenya 975 ribuan. Saya pilih kamar di lantai 5 dengan view menghadap ke gunung. Dengan harga segitu, kami sudah mendapatkan sarapan gratis di hotel untuk 2 orang. Anak2 dianggap gratis.

pesona1.jpg

Masuk ke lobinya, hedeh weleh rame pisan yaaa. Sepertinya hotel ini sudah terkenal banget jadi banyak yang menginap meskipun bukan untuk wiken. Dari atas pemandangannya langsung ke gunung dan hutan pinus. Cukup lama nih menunggu agar kamarnya siap. Begitu bisa check-in saya langsung ke atas untuk melihat kamarnya. Bagus ^^, terkesan lebih baru daripada kamar2 di Hotel Seruni. Tapi luasnya sepertinya agak pas2an nih untuk menambah bed di bawah. Untungnya ada day bed, jadi bila keluarga yang menginap sekitar 3-4 orang, masih terhitung nyaman. Ada guliiing dan sajadah (*tumben ya hotel menyediakan guling+sajadah). Yang disayangkan dari kamar ini adalah bantalnya yang trepes T-T. Kalau menginap disini lagi, tampaknya saya akan membawa bantal sendiri.

pesona2.jpg

Yang kiri atas itu pemandangan depan kamar saya ^^

Harus diakui bahwa pembangunan hotel ini sangat memperhatikan unsur estetika. Rasanya di segala sudutnya bisa dijadikan tempat foto. Di bawah ada taman dengan rumput sintetis. Jadi ga usah cemas kaki terkena becek air hujan. Kemudian ada sofa rotan dengan dudukan warna biru cerah. Kontras sekali dengan rumput sintetisnya yang hijau tua. Ditambah langit yang terang, waaah, corner ini jadi favorit pelanggan hotel untuk berfoto ^^. Taman2nya pun rapi. Ada area sepak bola mini, namun Alif lebih tertarik main trampolin sih. Disini juga bisa menyewa sepeda gratis untuk mengelilingi komplek hotel, menikmati indahnya hutan pinus. Kolam renangnya memang tidak begitu luas heheheh, tapi disediakan 4 bantal apung untuk berjemur di air gituuuu. Warna-warnanya menarik, dijamin anak2 pasti suka. Ada lift, ada tangga, ada juga bidang miringnya jadi bagi para tamu hotel yang memakai kursi roda, dijamin bisa menikmati hotel ini dengan nyaman.

Yang menurut saya kurang worth it adalah sarapannya :p. Sekali sarapan disini dikenakan 100rb/orang. Saya sudah excited datang ke restorannya. Tampilannya memang kece, menu macam2, tapi ternyata rasanya standar saja. Saya cuma makan bubur ayam. Alif dan suami makan nasi goreng, lalu kami tak berkeinginan untuk mencoba menu lain. Wah, asa mubazir, besok2 saya sarapan di luar saja. Kalau mau memesan kamar tanpa sarapan, bisa booking langsung ke hotelnya atau ke klikhotel.com ya.

Kami juga datang ke Club Huis, semacam rumah zaman Belanda yang menyediakan minuman dan makanan ringan. Lokasinya di tengah hutan pinus, dan dari sana bisa memandang ke villa2 di bawah. Baguuus deh ^^, walo menurut saya rasa makanannya sih standar saja tapi ambiencenya dapat banget.

pesona3.jpg

Club Huis. Bisa brunch cantik disini ^^

Jadi…apakah saya akan datang kesini lagi? Definitely, yes!

Eh betewe2, selama menginap disana terjadi suatu tragedi. Anak saya lupa membawa kopernya *_*, jadi baju ganti, baju renang, celana dalam, dll bablas tinggal di Depok. Terus yang bersangkutan cuma senyam senyum nyengir aja gitu. Pusing nyari gantinya dimana. Ternyata ada toko yang dekat. Jadi keluar dari Jl Taman Safari, turun sedikit ke Jl Raya Puncak, nanti tak jauh dari sana di sebelah kanan ada swalayan bernama..lupa hehehe. Tapi jualan bajunya cukup lengkap, lumayan banget kalau terjadi kasus seperti saya ini 🙂

S.e.l.a.m.a.t       M.e.n.c.o.b.a.    😀

pesona4.jpg

clubhuis

 

Selain menginap di Pesona Alam Resort (reviewnya bisa dilihat disini), pengalaman baru yang saya dapatkan di liburan kali ini adalah TERJUN PAYUNG :D. Duluuu memang sering melihat orang terjun payung di Puncak, tapi saya mikir itu TNI lagi latihan hahahaha. Setelah baca Naked Traveler, barulah saya ngeh, owalaaahhh itu tuh dibuka untuk umum toh? Bisa tandeman pula sama ahlinya. Maulah kita coba kalau begetooo. Berapa tarifnya? 350rb? Berapa lama terbangnya? (*biasa, perhitungan). Oh 15 menit..jadi 1 menit dihargai sekian puluh ribu wkwkwkkw. Karena merasa masih sanggup bayar, jadi pengen nyoba. Namun apa dikata, tiap ke Puncak e lupa bawa sepatu kets. Terus jamnya ga cocok. Terus kelewat mulu lokasinya. Belum diitung suami cemas jadi larang2. Akhirnya gagal again, gagal again. Nah pada kesempatan kali ini saya bersikeras alias maksa. Masa 3 tahun ke Puncak, gagal mulu?

Lokasi Terjun Payung alias paralayang ini ada setelah Mesjid Atta’wun. Jadi begitu melewati Puncak Pass dan ada mesjid di sebelah kanan (dari arah Jakarta), berjalanlah agak pelan sedikit sambil longok2 ke sebelah kanan. Longok2 ini penting adanya karena seringkali saya kelewatan. Nanti akan kelihatan plang bertuliskan “Bukit Gantole”. Jalannya mendaki, susurin saja sampai ke parkiran bagian atas. Untuk naik ke atas, ada retribusi. Kalau ga salah kemarin 1 mobil isi 3 orang kenanya 35rb gitu deh. Dari parkiran, sambil jalan kaki mendaki jalan yang tidak begitu lebar, kami melihat ada banyak warung2 makanan di kiri kanan jalan. Kebetulan bulan Januari itu sudah musim penghujan, jadi sebentar saja langit mulai mendung padahal sebelumnya cerah. Saat kami sampai di atas, yang mana masih sekitar jam 11-an, ternyata sudah ramai sajaaa. Mau daftar, sudah ditolak. Pendaftaran akan dibuka lagi jam 1 siang.

20160103_104843

Ramee. Dari anak-anak sampai orang dewasa ada. Insya Allah tempatnya aman, yang penting anak kita dijaga. Walau ga terjun payung, kita tetap boleh datang kesana untuk melihat-lihat 🙂

Akhirnya kami memilih melihat2 dulu. Ada banyak wisatawan juga yang mau terjun. Bisa terjun atau tidak, sangat dipengaruhi oleh kondisi angin saat itu. Saya lihat orang2 yang terjun itu membawa tongsis :D. Ternyata boleh loh berfoto2 sembari terbang. Belum lama kami melihat2, eeeh turunlah hujan. Mau ga mau paralayang dihentikan sampai cuaca kondusif. Saya, suami dan Alif terburu2 turun ke bawah dan akhirnya mampir ke warung2 tadi. Kami memesan menu yang berbeda2, dan harus saya akui, pssttt psssttt rasa makanannya agak kurang cocok. Better kalau makan disini order mie instant saja kali ya. Lalu Alif tiba-tiba pengen pipis pulaaak. Cilakanya toilet cuma ada di parkiran yang nun jauh di bawah. Akhirnya berhujan2lah kami kesana karena sepanjang jalan tidak ada atap yang bisa meneduhi. By the way, toiletnya cukup bersih, ada 4 toilet saja. Kami putuskan untuk datang kembali besok pagi. Hari ini tampak tidak akan kebagian giliran.

Naaaah besoknyaa, tepatnya hari Senin jam 9, kami bertiga sudah nongol kembali di bukit ini. Alhamdulillah, tindakan yang tepat sekali karena cuaca lagi seger2nya, terus yang antri belum terlalu banyak. Daftar langsung diterima, langsung tanda tangani surat perjanjian (semacam surat pernyataan bahwa bila terjadi resiko ini itu, ya tanggung sendiri), dan tak berapa lama saya dipanggil untuk meluncur. Sudah saya utus suami untuk bersiap mengambil foto2 keren saya sebelum meluncur. Saya pilih parasut warna merah, sayangnya ga dikabulin (*ya eyalah, siapa loo?). Terus saya tandeman sama instruktur yang lebih muda dari saya. Setelah dipasangkan tas gede di punggung, saya disuruh lari menuruni pelataran yang tak sampai 20 m itu..

“Lari Mbak, lariiii!”, kata instrukturnya. Iyaaa ini aku sudah usaha Mas, tapi gak maju-majuu. Lah mau lari gimana? Angin kencang menghantam kita jadi walau perasaan udah lari kencang tapi kok masih di situ2 saja :p. E tiba2 payungnya mengembang dan instrukturnya udah nenggek di belakang saya. Owalaah, saya sudah mengudara toh ^^. Apa perasaan saya saat di udara? Ah biasa saja. Seperti naik motor kencang di jalanan gunung yang sepi. Jadi yang terasa adalah dinginnya angin yang membelai2 pipi kita. Syahdu dan tenang, sambil memandang pemandangan kebun teh, jalan, dan rumah2 di bawah sana. Takut ga? Engga. Dan saya jamin teman2 juga gak akan takut kok soal tenang dan santai sekali. Masnya bilang, “Mbak bisa foto2 kok. Keluarkan saja kameranya.” Sayapun lalu mengambil HP dan mulai jeprat jepret.

gantole1

gantole2

Sampai pada suatu ketika….Masnya nanya.

“Sudah Mbak ambil fotonya?”. Sudah Mas. “Oke mau terbangnya begini terus, atau mau manuver?” Manuver doong, bosan kalau gini2 aja mas (*sombong). “Oke…”. Lalu dengan sekali sentakan, payung kami langsung berputar ke kiri, ke kanan, ke kiri, ke kanan dengan tajam. Huwaaaaaaaa, aaaaaa!!! Tidaakkkkkkk! Jangan, udah Maaasss!! “Oh udah? Beneran?” Iyaaa benerrr, nanti hp saya jatuh, saya rugi Masss T-T.

E asli, langsung pusing dan mual. Selama manuver yang tidak sampai 10 detik itu, saya ga berani membuka mata. Rasanya seperti naik roller coaster dan saya benar2 takut HP saya jatuh karena tangan ini langsung gemeteran saking mualnya. Samsung S4 melayang sia2? Aaaaak, janganlaaah. Saya buru2 masukkan HP ke dalam tas, lalu siap untuk bermanuver lagi namun sayangnya ga bisa karena jarak kami sudah terlalu dekat dengan landasan. Sayapun mendarat dengan mulus ga pake baset2 di landasan rumput ^^. Alhamdulillah. Masnya bilang, pernah dalam sesi terjun payung, kabut tiba2 menebal sehingga landasan ga kelihatan, akhirnya mereka mengawang2 dan mendarat di Jonggol. Ampun dah, seberani apapun saya, kalau sampai ngalamin peristiwa kayak gitu keknya ga mau jugaaa.

gantole2

gantole3.jpg

Suami ikut terjun juga (*setelah saya bujuk2, eym)

Setelah melepas semua peralatan, saya menuju tenda. Disana sudah ada foto2 kita saat mau mendarat yang diambil oleh para pemotret. Bila mau diambil, harganya 25rb/buah. Lalu untuk kembali ke Bukit Gantole tadi, disediakan angkot. Saran saya, langsung tanya ke orang disana dimana angkotnya jadi bisa segera berangkat. Kalo kita diam2 saja, maka yaaa ga berangkat2 :p. Karena dikirain kita masih betah istirahat di bawah

Kesimpulannya, terjun payung itu asiiiiiikkkk banget. Recommended. Btw, suami saya ikutan terjun, dan dapat manuver juga. Cuma manuvernya beda. Diajak terbang pelan namun berputar2, lama2 jadi pusing. Nah, anda dapat manuver yang seperti apakah? Cobain yuuuukkk.

IMG-20160104-WA0029

 

 

 

 

 

Sekarang kalau liat warna oranye, selain jeruk gw jadi ingat hotel Harris :D. Jadi selama liburan di Jungleland Sentul, kami memutuskan untuk menginap di hotel ini karena ada poolnya. Bagi keluarga saya, pool hotel itu hukumnya wajib soalnya bocil2 pada demeeeennn banget berendam. Karena bahagianya melihat mereka berbahagia, akhirnya tiap nginap mesti deh kami cari hotel yang ada poolnya.

Dari Jungleland, hotel ini hanya berjarak sekitar 10-15 menit perjalanan. Deket kok, cuma jalan masuknya itu ampun deh. Sama sekali ga mencirikan sebuah hotel yang bagus T-T. Udahlah sempit, berbatu, berlubang, berair…padahal di sebelah jalan itu ada jalan mulus lumus haluss. Kenapaaaa coba kami ga diperbolehkan untuk lewat jalan yang itu? Hanya rumput bergoyang yang tahu jawabannya..

Pas datang kita akan dijamu dengan minuman oranye jus pepaya. Di tengah cuaca seterik ini, segelas kecil jus pepaya cukup membantu. Eh enggak ding, kurang ternyata. Masih haus, hahahah akhirnya saya nambah sampai 3 gelas. Haus banget bo! Panass! Oh iyaa, mau lihat serba oranyenya hotel ini? Simak foto2 di bawah yaaa.

IMG_1377

IMG_1398

 Menyenangkan! Di hotel ini ada bantal guling \^^/. Slipperynya juga unik dan oranyee

Liat foto di atas! Di hotel ini ada bantal guling \^^/, yeeeaayy. Slipperynya juga unik dan oranyee. Tambah lagi poolnya juga kece looo. Lantainya dari kayu, saya sukaaaaaa sekali. Bocil2 pada senang berenang disini. Selain itu sekitar jam 9-an pagi juga senam pagi loh untuk anak2. Alif dan sepupunya semangat sekali ikut senam pagi ini :D.

IMG_1382

IMG_1387

1554367_10202975295157363_8896739913420909833_n

Untuk sarapan, rasanya standar aja. Kalau ga salah, perkamar itu untuk makanan nambah 120rb deh. Saran saya kalau di luar ada yang lebih murah, mendingan ke sana sambil jalan2 lihat Sentulnya. Kebetulan kita disini ambil paket sarapan karena bocil kalo sudah di kolam pasti susah disuruh berhenti.

Untuk makan malam, kami nyobain Ah-Poeng Restaurant yang terkenal itu. Karena malam, ga begitu terlihat jelas bentuk Ah-Poeng seperti apa, tapi yang bikin kaget parkirannya rameeeeeeee banget. Cari tempat parkir kok susaaah banget, akhirnya dapat di ujung sekali. Sempat heran juga kenapa ya kok rame banget? Apa istimewanya?

Kalau dilihat dari malam hari, saya cuma bisa menyimpulkan bahwa ini adalah foodcourt maha besar. Jadi buanyak banget pilihan makanannya. Pas masuk restauranynya, saya kira batas Ah Poeng cuma sampai sejauh mata memandang. Ternyata book, masih jauuh panjang ke belakang, pake belok kiri belok kanan, belok kiri lagi. Gatau deh ada berapa stand makanan disana. Mungkin ratusan yaa.

Yang agak bikin sebel adalah sistem pembayarannya itu kan pakai kartu. Jadi kita beli kartu dengan nominal sekian rupiah. Kemudian kartu itu akan berfungsi sebagai ATM ya. Jadi misalnya kita pergi ke stand makanan A dan memesan menu nasi kebuli maka di stand tersebut si kartu ATM akan digesek sehingga nominalnya akan berkurang sedikit demi sedikit sesuai makanan yang kita order.

Masalahnya, kami ini kan baru disini. Ada 6 orang pula, dalam kondisi lapar dan tempatnya pun rame sangat. Si A pengen mie, si B pengen pecel, si C minumnya mau es teler, si D ngidam nasi goreng yang mana itu stand makanan tersebar entah dimana2. Kita gatau stand nasi goreng ada dimana, stand pecel pincuk ada dimana, maka jadilah dikitarin satu2. Kalau orang dewasa pasti mudah yaa, bakal ganti menu makanan yang gampang ditemukan, cuma kalo bocil mana bisa diajak kong kalikong kayak gitu. Jadilah kita berpencar agar lebih cepat ketemu tu stand, eee udah nemu pun ga bisa dibeli juga soal kartu ATMnya di bawa ayah. Mau nelvon ayah, hp lobet. Ditungguin, si bocil udah teriak2 kelaparan. Mana berisiiiik banget sama orang lalu lalang. Mau beli kartu lagi, eee pas pula pada ga bawa dompet, semua uang ada di ayah, hukksss. Hadeh, sebel bin kesel pas waktu disana itu.

Udah pernah sih makan pake sistem seperti itu tapi luas food courtnya ga sampe sebegitu besarnya dan yang datang juga ga sampai sebegitu ramenya. Wah horor :D, dan ternyata rasanya juga standar saja. Mungkin karena pengaruh suasana sih yaa. Mungkin kalau datang pagi dan masih sepi, kondisi segar, tidak cape, semua orang bawa dompet, hp pada full baterainya dan semua orang pegang kartu kayaknya bakal oke nih makan di Ah Poeng wkwkwk.

Akhir kata, Harris Hotel recommended dan Sentul juga baguuusss :). Beberapa tahun lagi saat pohon sudah semakin banyak, tempat ini akan menjadi jauh lebih menyenangkan. See u in the next posts 😉

 

 

Tersebutlah di suatu hari ayah berkata. “Liburan lagi yuk rame2 sama ponakan.” Ibu langsung setuju (*memangnya pernah nolak? hahah). Mau kemana, Yah? “Ibu aja yang tentukan, yaa”, kata ayah —> as usual zzzz. Ya udah googling sana sini bingung mana lagi yang belum dikunjungi. Mana ibu juga pengen sambil wisata hotel. Tadinya mau ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah) sekalian ke waterbomnya secara lom pernah tapi..TMII ada hotelnya ga ya? Hotelnya ada poolnya ga ya? Belum lagi tuntas mencari tahu tentang si  TMII, tiba2 teringatlah ibu dengan Jungleland :D. Langsung browsing. 3 blog menyatakan bahwa Jungleland panas, tapi ibu ga peduli soalnya disana tersedia hotel yang ada poolnya ^^. Jadilah set2, we go to Jungleland!!

Berangkaatttt!

Berangkaatttt!

Sebelumnya saya memang belum pernah ke Sentul. Ga punya bayangan Sentul kayak apa. Malah kalo orang bilang “Sentul”, saya ingatnya rokok “Bentul”. Aneh yaa tapi memang gitulah pikiran saya. Jadi pas tanya2 ke ayah, Sentul tu gimana Yah? Ayah bilang, “Dingiiin, banyak rumah bagus. Enak deh disana.” Lah kok beda ya dengan keterangan di blog o_O.

Perjalanan menuju ke Sentul sangat lancar sekali. Bayangkan kalo kami ke Bandung-Bogor-Puncak, mungkin udah eneg sama macetnya ya. Kami berangkat jam 7.30, ga pake ngebut, singgah2 segala dan sampai di tujuan mendekati jam 9.

Kesan pertama sampai di Sentul. APANYA YANG DINGIIIIIIINNNNN?? INI MAH PANAS BANGETTTT BANGETTT BANGETTTTT. Iya betul banyak rumah bagus. Bahkan sempat2nya kita ambil brosur yang dideliver oleh petugasnya di pinggir jalan. Book rumah tipe 50/60 aja 900jt book. Uhuuukkkk!! (*batuk). Terus banyak orang yang sepedaan disini, wajar sih soal jalanannya lebaaarrr mulussss dan baguusss. Tapi teuteup, panas ya cyin. Untung aja kita sudah bawa payung, topi, sun screen which is amat sangat berguna selama disini. Tapi perlu 1 item lagi sepertinya yaitu kacamata item. Eeuughh, silau banget. Kebayang deh saya makin tua gara2 sibuk nyipitin mata dan mengerutkan kening saking okenya sinar matahari.

Kebetulan di Jungleland lagi ada special price. Jadi tiket masuk yang harusnya 200rb menjadi 150rb. Ada juga tiket VIP tapi keknya ga worth it buat dibeli secara Jungleland belum serame Dufan ini. Anak2 yang tingginya di bawah 80cm, gratis. Sayang bocil2 yang gw bawa pada subur2 badannya. Saat weekend si Jungleland buka jam 9. Berikut kondisi lorong menuju pintu tiket JungleLand.

Miirp gatenya USS, Singapore ya?

Miirp gatenya USS, Singapore ya?

Tas diborong ayah semua di bahu kiri dan kanan, termasuk tas ibu. Suami idaman :*

Tas diborong ayah semua di bahu kiri dan kanan, termasuk tas ibu. Suami idaman :*

Ada kapal nabi Nuh di dalamnya :D

Ada kapal nabi Nuh di dalamnya 😀

Begitu lewat gerbang masuk, bukannya singgah ke wahana pertama, kita malah mampir ke toko minuman. Ini gimana ya bok ya, susah menjelaskannya. Panas niaaan sampe jalan aja cape. Lumayan nih habis minum jadi agak segeran. Akhirnya berhubung jam 9-an cuaca kok masih semarak, kita pilih permainan yang berangin2 dulu lah. Maka kami pun naik Kolecer (sebangsa bianglala).

Foto dulu depan Kolecer (bianglala)

Foto dulu depan Kolecer (bianglala)

Tepat sekali memutuskan untuk naik Kolecer di cuaca sepanas ini. Kolecernya ga sebesar di Dufan, pasti ya. Tapi bagus kok. Dari atas kita bisa melihat seberapa luas Jungleland ini. Keknya belum jadi semua nih. Saya melihat disini nanti bakal ada dibangun train untuk mengelilingi si Jungleland. Kemudian..mau tunggu berapa tahunpun keknya memang ga bakalan teduh deh disini soale perasaan jumlah pohonnya memang dikit kok. Wahana untuk orang dewasa kumpul di satu area dan pas saya lihat, hmmppp lumayan juga ya bikin ketar ketir. Tampak menyeramkan.

Selama naik Kolecer, anak2 merasa senang :). Selagi mereka haha hihi, emaknya sibuk berdoa biar cuaca agak mendungan jadi enak buat bermain soal pohon disini benar2 tiada bisa diharapkan. Alhamdulillah, memang Allah baiiik banget. Mendung bo!! Teduh! Jadilah kami bisa menjelajahi Jungleland dengan lebih santai :D.

IMG_20140419_131115[1]

Maka kemudian kita mengarah ke semua wahana anak2 seperti Bom Bom Car, Ceblak Ceblok, Ontang Anting, Perahu dan Tembak2an. Syukurlah semua pada berani, ga ada yang nangis tuuuh. Gitu doong bocil2ku, jangan mudah nangis yaa. Walau cuaca ada panas2nya tapi mereka tetap bersemangat dan senang. Alhamdulillah, Junglelandnya tetap bermakna.

IMG_1278

Alif deg2an mau meluncur, ternyata eeehh biasa aj. Rendah banget si soalnya :D

Alif deg2an mau meluncur, ternyata eeehh biasa aj. Rendah banget si soalnya 😀

Ayah dan gaitsha sebangku, main Ontang Anting dewasa

Ayah dan gaitsha sebangku, main Ontang Anting dewasa

Ontang anting mini. Terlalu rendah jadi kurang menantang. Beberapa malah terlihat mengantuk :p

Ontang anting mini. Terlalu rendah jadi kurang menantang. Beberapa malah terlihat mengantuk :p

Yang ini lumayan menantang. Bocil pada ketawa2 seremm hehehe

Yang ini lumayan menantang. Bocil pada ketawa2 seremm hehehe

Nah kelar nemenin anak2 main, tentulah si ibu ingin juga main. Tapi ga mau sendirian. Maunya ditemani sama si ayah. Maka terpilihlah wahana yang saat itu lagi ada pas di depan mata. Pesawat. Dari tadi ngeliatinnya memang rada nyesss gimana gitu.  Keknya oke banget. Ibu geret ayah agar ikut nyobain juga. Antrinya ga pake lama. Beberapa pengantri begitu sudah lihat wahana beratraksi ada yang mundur teratur mengundurkan diri. Nah pas tiba giliran kita, pengamanpun dipasang. Ayah ngucap2 sambil berkata, “Apakah ada kemungkinan aku keluar dari wahana ini sekarang?” —> ngomong apa sih Yah, hadapilah kenyataan ini (sahut ibu dalam hati).

Dan akhirnya wahana pun berjalan maju melingkar. Pertama diayun 90º ke kiri dan ke kanan. Masih bisa ketawa2. Lalu diayun 135º, peserta mulai cuma bisa senyum. Lalu diayun 180º kiri kanan, mulai ada teriak “aaaa!”. Lalu diayun 360º. Lalu diayun 360º tapi kemudian dihentikan bangkunya pas kita lagi di atas banget. Jadi muka ngadap ke bawah. Lalu diayun 360º tapi sambil mundur. Lalu diayun 360º sambil mundur dan dihentikan di atas. Rasanya sejam lamanya tuh permainan. Ditambah backsound begini nih dari kursi sebelah saya. “Astaghfirullah!! Anjriiitttt!! Ampuuun!!! Aseemmm!! Udahhhhh, stoopppp!! AAAAAAAAAA!! Ya Allaaaaahhh!!” –> suaranya ayah gedeeeeeee banget. Ibu jadi ga khusuk :(.

Kalau dari foto tidak terkesan menyeramkan yaa, tapi aslinya itu diayun dengan kecepatan cahaya (*lebay) jadi cukup bikin keder. Apalagi ayah usianya sudah...heheh sudah...

Kalau dari foto tidak terkesan menyeramkan yaa, tapi aslinya itu diayun bolak balik dengan kecepatan cahaya (*lebay) jadi cukup bikin keder. Apalagi ayah usianya sudah…heheh sudah…

Kelar permainan, ayah lunglai. Ibu juga mulai ngerasa mual. Anak2 pun mulai lapar. Akhirnya kita makan di foodcourtnya, semacam KFC gitu. Waktu tepat di jam 12, kita memutuskan untuk keluar.

Kesan terakhir terhadap Jungleland.

  1. Walo panas tapi recommended kok. Antriannya ga panjang.
  2. Ke depannya pasti akan jauh lebih bagus. Nanti kalau sudah lengkap kami akan berkunjung ke sini lagi.
  3. Wahana untuk dewasa juga lumayan serem loh. Tadinya saya mau mencoba 3 wahana seram lainnya tapi agak susah soalnya anak2 udah pengen pulang dan berenang di hotel.
  4. Jangan lupa untuk bawa payung, topi, kacamata hitam, dan sun screen yaa kalo kesini :).
  5. Sebelum kesini, telvon dulu pihak Jungleland. Kali ada promo yang bisa dimanfaatkan.
  6. Rekomendasi saya kalau bawa bocil kesini sih mending rame2. Jadi mereka punya teman dan asik sendiri sehingga tidak begitu peduli dengan panasnya. Kalau sama ortu doang, keknya rada garing ya gegara ortunya udah bad mood saking panasnya hehheeh.

Silakan lanjut ke postingan review Hotel Harris, Sentul yaaa ^^.

IMG_20140419_130302[1]

 

Minggu ini ayah sibuk banget deh sama cenang2nya, heuu. Jumat udah cuti, sama 9 orang temannya mau kemping di hutan manaaaa gitu. Terus balik Sabtu, ee minggunya pergi nonton konser Metallica. Sementara istri ga dibolehin ikut nonton, takut ditowal towel katanya qiqiqi. Jadi aku ngapain dong tanpa ayaaah? (*merengek manja). “Ya udah ayang liburan aj, ajak mama ya.”

Waaksss, sungguh penyelesaian yang win-win solution. Langsung saya ngajak adek ikutan, plus bbm doi, minta cari tempat buat rekreasi sambil nginep semalam aja. Dari beberapa opsi, terpilihlah Aston Hotel di kawasan Bogor Nirwana Residence. Kenapa pilih ini? Karena hotelnya lagi beken keknya ya, begitu googling, nama yang nongol pertama ya hotel iniih, plus.. nyebrang aj langsung sampe ke The Jungle Waterpark :D. Dika bilang juga poolnya Aston lumayan bagus, cucoklah keknya buat Alif.

Maka langsung saya cuss liat agoda.com. Terkliklah kamar dengan tipe condotel 1 kamar. Abis itu pesan extra bed, eeh kok harganya hampir sama dengan condotel 2 kamar :(. Jadi nyesal deh huhuhu. Terus harganya per tipe kamar juga hampir sama dengan harga resmi dari hotel kalo pesen via talipun. Berhubung lagi ribet sama bisnis yang sedang ditekuni (*apaa coba), akhirnya ga mau poniang, ya sudah saya pesan via agoda aj. Beda2 tipis ini.

Adek udah bersabda sih, katanya kalo ke Bogor harus pagi banget. Karena jam 10 pagi hari Sabtu pasti udah macet. Tapi tau sendiri gimana nyokap, kaga bisa diajak ontem. Jadilah sampai Bogor jam 10 yang yesss!, jam mulainya kemacetan. Panasss pula. Pasrah liat mobil jalan cuma gelesot2. Jadi bener tuh, kalo ke Bogor pas hari Sabtu kalo bisa emang pagi, jam 7 gitu deh. Kalo siang, waaa dijamin kapok T-T.

Untuk makan siang, kita wisata kuliner di RM. Ayam Geprek Istimewa, Jl Bangbarung Raya. Puaaas banget makan disini. Semua lauknya enak dan dagingnya empuk2, baik itu iganya, empalnya, ayamnya. Berempat cuma kena 180rb, worth it menurut eke :D. Minuman aj yang kurang banyak variasinya, tapi secara saya sukanya air mineral, jadi ga gitu ngepek hohoho.

Keluar dari sana, macet lageee. Tak tinggal bubuk, eee tiba2 udah sampe di Bogor Nirwana Residence. Ini kayak opo yoo. Koyok kota dalam kota hihihi. Jalannya lebar2, perumahannya bagus2, milyaran mesti yoo. Bukan level saya (*numpang lewat aj). View dari kompleks perumahan itu langsung ke Gunung Salak. Bagus dan luas deh. Arsitektur bangunannya juga lucuk2.

Begitu sampai di Aston, liat hotelnya. Yayaya, memang ciamik yaa. Tingginya mungkin hanya 6 lantai, alias tidak begitu tinggi tapi melebar ke samping. Condo yang gw pesan nooh di ujung sonooh. Musti ngelewatin lorong2 dan jembatan dalam hotel. Ngelewatin lorongnya jadi keingat lorong rumah sakit mewah. Kiri kanannya kan pintu kamar, jadi kerasa seperti pintu ruang praktek dokter hohoho. Ngeliwatin jembatannya yang melintas sungai kok ya jadi keingat lantai bandara Cengkareng. Apa hubungannyaaa coba. Ngeliat bangunan condonya jadi keingat asrama. Yang baca mesti bingung, tapi memang itu yang terlintas di pikiran saya. Yang artinya, saya sukaaa deh sama arsitekturnyaa hehehe.

condotel Aston Hotel

condotel Aston Hotel

jembatan dalam hotel yang menyeberangi sungai kecil

jembatan dalam hotel yang menyeberangi sungai kecil

lorong condotel menuju pool

pool dewasa (atas), pool anak2 (bawah)

pool dewasa (atas), pool anak2 (bawah)

Cuma sampai di condo, agak2 kuciwa yaa. Dengan harga segitu, kok luasnya tidak seperti perkiraan. Dulu pernah nginap juga di condo Sultan Hotel. Perasaan harganya ga jauh beda, tapi luasnya bisa 2x lipat. Yang ini sempit untuk 3 orang dewasa, kamar mandinya juga sempit. Sofanya cuma 2 seat, hiks hiks. Mana kalo ditambah extra bed, yowis habis sudah lantai kamarnya dilibas sama bed semua. Jadi untuk buka pintu lemari ya kudu injak bed. Untung bednya hotel hohoho.

sempit dan sempit T-T

sempit dan sempit untuk berempat T-T (*yaeyalaah, pengennya lo? Jelas2 kapasitas utk 2 orang, maksaaaa jg buat ber4 :p)

Baiklah, saya akui foto2nya kurang bagus. Ini semua gara2 ayah (*mulai nyalah2in orang wkakaka). Ayah tuu bawa kamera saku yang udahlah cuma satu2nya. Akhirnya terpaksa pake SLR adek. Kan saya gateek. Udahlah berat, takut jatuh, ga ngerti lagi settingnya, jadi main jepret aj daripada disamber Alif kan. So kalo pada liat ada buletan2 putih kabur di foto, percayalah, itu bukan hantu. Itu murni keudikan saya qiqiqiq.

Sampai Aston siang hari, langsung bobok memulihkan tenaga (*kayak yang nyetir aj, padahal dalam mobil juga bobok2 doang :p). Sorenya Alif minta berenang. Tapi cuma bertahan 30 menit karena udah kesorean, plus si krucil lagi flu juga. E tapi beneran emang poolnya lumayan lucuk. Alif betah deh main disana.

Nah malamnya kita ngider di BNR. Pengen makan di Resto Cabana, ternyata ada acara jadi full-booked. Tadinya pengen wisata kuliner di Gumati, tapi karena Alif udah meraung2 minta makan, akhirnya setop aj di foodcourt pinggir jalan. Makan di Warung 69 dan Roti Bakar Saras. Berempat cuma kena 130rb, wii menyenangkan wiii. Masakannya mengingatkanku pada mie tek2 yang dulu sering liwat depan rumah di Pekanbaru. Enak dan puass, tidur pun jadi pulass.

Paginya, mau sarapan. Jadi untuk sarapan hotel, bisa di 2 tempat yaitu Coffee Shop di dekat lobby dan Gading Resto di dekat condo. Mendingan di Gading Resto deh, soal lebih sepi. Kemarin saya kira mama dan adek makannya di Coffee Shop. Sampai sana, masya Allah, penuuuuh banget. Rada berisik saking ramenya. Begitu nyusul ke Gading Resto, kontradiksi sekali. Sepii, pemandangannya jauh lebih bagus dan makanannya sudah pasti lebih banyak hohohoo. Enak2 makanannya, menyenangkan.

Abis itu mau ke The Jungle biar Alif senang, tapi dibatalkan. Padahal udah dapat tiket diskon 50% loo. Batal karena dari Sabtu ampe Minggu, The Jungle penuuuuh sama acara. Suaranya aj ampe masuk ke condotel. Heboh sekali, tampak bahwa peserta di The Jungle begitu bersenang2 :D. Akhirnya diputuskan untuk berenang di pool hotel saja.

Jam 12 pas kita check out, lanjut wisata kuliner di Restaurant Riung Gili-Gili, Jalan Padjajaran. Sebenarnya masih kenyang karena sarapan hotel, tapi ya karena memang sudah niat mau wisata kuliner, akhirnya berhenti juga. Dan to me, I’ll never come back to this place deh, hahaha. Udahlah mahal-seorang makan sekitar 130rb (itu juga lauknya dikit ya pesannya karena kita kenyang), rasanya pun menurut gw biasa bangeeeeettt. Tempatnya juga ga cihuy2 betullah, panas. Kenapa rame ya? Ga tau juga. Jauh lebih sukak Ayam Geprek kemarin deh, nyaammm. Foto? Ga ada, udah males megang SLR.

Liburan semalam aj, ternyata lumayan melelahkan hihhi, tapi senaaaang. Bulan depan kemana lagi yaaa.

Sekian review dari saya, semoga membantu buat yang mau nginap disana 😀 :D.