Archive for the ‘Bandung’ Category

Jam 4 sore, udara di Ciwidey sudah mulai dingin. Kami balik ke Ranca Upas untuk melihat tenda kami dan disini saya baru mulai menyukai Ranca Upas. Mungkin karena dinginnya yaa :D. Baru mulai berasa inilaaaah suasana kemping yang saya inginkan. Disana sini mulai banyak mobil berdatangan. Ada yang keluarga kecil, keluarga besar, mahasiswa dll. Perlahan bumi perkemahan ini makin rame. Tenda semakin banyak yang berdiri. Senang banget melihatnya. Konser dangdutannya ternyata sudah selesai jadi suasana mulai syahdu :). Airnya dingiiiin, kudu berhati2 nih jangan banyak minum agar tidak sering buang air kecil. Toilet disini yang kondisinya bersih banget HANYALAH yang dekat dengan pusat informasi. Kebetulan lokasi kemah kami yang di danau itu berdekatan dengan pusat informasi. Kami pun turun dengan membawa segudang peralatan kemping wkwkwkw menuju tenda kami.

Rempong bawa bantal, bedcover dan camilan tapi percayalah, ini sangat berguna. Sayang mobil ga muat lagi untuk bawa perlengkapan memasak

Rempong bawa bantal, bedcover dan camilan tapi percayalah, ini sangat berguna.

Malam menjelang, makin gelap. Api unggun mulai dinyalakan. Dari kayu bakar (seikat harganya 15000) sampai menyalakannya akan dibantu oleh tim dari Ranca Upas. Senter2 mulai digantungkan di atap tenda. Penjual sarung tangan mendatangi tiap tenda untuk menjajakan dagangannya. Kebetulan Bank Danamon mengadakan acara kemping juga disini jadi ada orgen tunggal namun acaranya di Gedung Serbaguna yang ada di bagian belakang danau sehingga tidak begitu mengganggu. Malah keriuhan mereka menjadi semacam hiburan sendiri bagi kami yang ikut joget2 mengikuti music orgen mereka :D.

Tenda kami sudah berdiriii. 1 tenda untuk papa dan mama. 1 tenda untuk ibu dan ayah. 1 tenda untuk ipar, 2 anaknya dan Alif yang selalu ingin nempel dengan sepupunya.

Tenda kami sudah berdiriii. 1 tenda untuk papa dan mama. 1 tenda untuk ibu dan ayah. 1 tenda untuk ipar, 2 anaknya dan Alif yang selalu ingin nempel dengan sepupunya.

Anak2 bagaimana? Oh mereka happy sekaliiii. Walau suasananya dingin dan lantai tenda yang lumayan keras karena beralaskan matras, namun malah anak2 happy banget. Ternyata liburan model kemping begini membawa keasikan sendiri bagi mereka. Suasana yang gelap membuat tali tenda menjadi tidak terlihat dan anak2 sering tersandung jadi harus berhati2. Tapi selebihnya sangat menyenangkan :D. Untung kami membawa bantal dan bedcover jadi tidur di dalam tenda terasa lebih hangat. Naaah tendanya beda ya dengan tenda di Tanakita. Tenda Tanakita kan dari terpal, jadi dalamnya panas, malah butuh kipas angin walaupun di luar hujan. Sementara tenda disini ya tenda biasa yang udara dingin tetap bisa masuk.

Anak2 sangat menikmati api unggun :D. Alif sibuk mencari daun2 di sekitar kemah untuk dimasukkan ke api agar semakin besar hahaha.

Anak2 sangat menikmati api unggun :D. Alif sibuk mencari daun2 di sekitar kemah untuk dimasukkan ke api agar semakin besar hahaha.

Tidur sayang...tiduuur. Besok kan mau berenang :)

Tidur sayang…tiduuur. Besok kan mau berenang 🙂

Banyak orang yang membawa peralatan masak dan memasak di api unggun dekat tenda mereka. Sayang mobil kami sudah penuh dengan bantal dan bedcover, jadi ga muat lagi bawa panci2 dan kuali :D. Namun jangan cemas karena disini ada begitu banyak warung yang menjual nasi goreng, mie instan, batagor/siomay, bubur ayam, gorengan dengan harga tak sampai 15rb/porsi. Harus bawa senter karena jalanan gelap. Ke mana2 kudu rame2 hahahaha.

Subuh jam 4.30 disini, maka segeralah ke toilet karena masih sepi. Nanti kalau lewat jam 5 mulai rame dan harus antri belum lagi kalau ada kasus seperti berikut ini. Sudah jelas namanya toilet (BUKAN KAMAR MANDI) tapi banyak mahasiswi2 yang malah mandi disana, pake sesi curhat pulak!! Sungguh egois. Macam ga mandi 1 hari aja terasa nistaaaaaa banget. Kalau teman2 ada yang mau ke Ranca Upas, mohon untuk tahu diri ya. Jangan gunakan fasilitas toilet untuk mandi. Pikirkan orang lain yang mau buang air kecil/besar di tengah cuaca dingin dan jumlah toilet yang terbatas!

Antrian ke toilet nungguin anak galau mandi berduaan pake sesi curhat. Udah digedor tapi mereka tetap ga peduli. Untuk yang mau ke Ranca Upas, tolong tahu diri yaa. Jangan mandi disiniii, ini TOILET bukan kamar mandi.

Antrian di toilet saat subuh, nungguin anak2 galau mandi berduaan pake sesi curhat. Udah digedor tapi mereka tetap ga peduli. Untuk yang mau ke Ranca Upas, tolong tahu diri yaa. Jangan mandi disiniii, ini TOILET bukan kamar mandi. Ini masih mending antriannya belum panjang.

Suami menyempatkan diri untuk melihat sunrise di lokasi kemping bagian belakang. Saya ga begitu mengerti sunrise dan sunset hahaaha. Jadi saya balik ke kemah untuk baring2 lagi :p, dingiiiiin. Lalu setelah terang kami sarapan di warung2 yang di belakangnya ada kebun stroberi :D. Kebun stroberi ini sendiri merupakan lokasi yang mengasyikkan bagi anak2. Mungkin karena dingin, semua makanan jadi terasa enak disini hahaha.

Lokasi kemah di bagian paling belakang

Lokasi kemah di bagian paling belakang

sunrise dari lokasi kemping paling belakang

Kelar makan kami pun berenang. Ini adalah acara yang sangat ditunggu anak2. Di sebelah lokasi outbond ada waterbom mini yang kalo saya lihat sepintas seperti ga ada apa2nyalah dengan waterbom Jakarta. Tapi ternyata saya salah. Pertama, airnya hangat (36°) dan jernih. Kedua, bayarnya cuma 15rb/orang :p. Ketiga, ternyata memang ukurannya ga perlu besar2 toh memang kolam ini hanya untuk peserta kemping Ranca Upas dan yang berenang disini memang hanya keluarga yang bawa anak kecil. Terbukti kolamnya masih sangat lowong. Keempat, kami berenang dikelilingi dengan pohon2, bukit2, dan tumbuhan2 tinggi berwarna hijau, serasa mandi di alam terbuka gitu. Senaaaaaaang banget. Yang dewasa aja happy apalagi yang anak2. Sayang tempat bilasnya kurang banyak.

Kelar berenang, masih ada lagiiii. Yaitu ke penangkaran rusa ^^. Jadi di sebelah area waterbom ada semacam stepa buatan, di dalamnya ada rusa, mungkin jumlahnya sekitar 10 buah. Kita bisa tuh turun ke rumput2nya  (*ah apa sih nama lapangannya ini?), memberi makan langsung dikelilingi oleh rusa2. Wortelnya bisa dibeli disana, sekantong Rp 5000,- namun ternyata tidak semua wortel disukai oleh rusa yak. Sayangnya ada beberapa rusa yang sakit, tapi sisanya sih pada lincah2 :D. Menginjak stepanya sendiri saja sudah mengasyikkan bagi saya, apalagi anak2. Saya itu tipikal yang dikit2 kagum, dikit2 kagum. Nah padang rumput mini ini saja sudah membuat saya kagum 😀 :D.

ranca upas

Intinya HIGHLY RECOMMENDEDlah Kemping di Ranca Upas ini untuk keluarga dan teman2. Hemat ^^, kemarin kami berdelapan itu totalnya hanyaaa…..*lupaaaak. Tapi kalau pengen lebih hemat lagi, gampaang. Bawa kuali, panci, aqua gallon, dan tenda sendiri lalu masakkk. Dijamin bakal hemat banget, banyak kok yang melakukan itu. Pengen deh balik kesini lagi bersama teman2, pasti bakal seru.

Cobain yaaa teman2. Aku ajaa pengen pulangnya minggu depaan (*kata Alif) :D

Cobain yaaa teman2. Aku ajaa pengen pulangnya minggu depaan (*kata Alif) 😀

See you in the next posts yaaa.

*Untuk perbaikan ke depannya saya menyarankan Ranca Upas membuat toilet dan kamar mandi di tiap area camping ground dengan jumlah yang memadai dan bersih. Bayar 2000 sekali masuk pun tak mengapa, asal bersih. Udah, itu aja :D.

Advertisements

Seperti biasa, kalau ortu datang ke Depok maka jadwal liburan harus segera disusun. Kali ini kami ingin mencoba liburan yang berbeda dari biasanya. Sepertinya kemping sekeluarga oke tuuh 😀 :D. Dimanaaa gitu yaa kemping yang menarik tapi ga semahal Tanakita, Sukabumi yang dulu pernah saya inapi. Terpilihlah Ranca Upas Ciwidey, Bandung :D. Dilihat dari ulasan blogger lainnya, tampak sangat menarik. Saya utarakan opsi ini ke keluarga dan semuanya setuju.

Karena cuti tahun ini udah habis (malah minus), akhirnya liburan kali ini memakai hari weekend. Yang berangkat ada 8 orang yaitu saya, suami, Alif, papa, mama, dan ipar beserta 2 anaknya. Tadinya mau ajak adik saya dan suami tapi ga jadi berhubung pas2an dengan Hari ABRI. Sudah saya koar2kan kalau kemping kali ini benar2 menenda loooh, jadi harus lengkap persiapannya. Maka kami pun membawa banyak baju, bantal, bedcover, makanan sampai mobil rasanya sesak banget 😀

Efek kepagian. Muka masih kaku.

Efek kepagian. Muka masih kaku.

Contact person di Ranca Upas sendiri ada beberapa orang. Beda orang beda pula harganya. Karena tidak punya tenda, kami bermaksud untuk booking tenda sewaan. CP pertama yang saya kontak menginfokan bahwa tenda kecil (kapasitas 4-5 orang) harganya 350rb. Tenda besar (kapasitas 10 orang) juga harganya 350rb. Heeeh?? Ukurannya beda kok harganya samaa? Akhirnya doi revisi deh —> tenda kecil harganya 250rb. Karena kurang sreg dengan plin plannya, akhirnya saya hubungi CP kedua yang bernama Pak Ecep. Pak Ecep bilang, tenda besar 350rb belum termasuk matras dan sleeping bag. Sementara tenda kecil harganya 200rb tapi sudah termasuk matras dan sleeping bag. Tung itung itung, kami putuskan untuk menyewa 3 tenda kecil.

Besoknya kami berangkat jam 7 pagi. Menuju Ciwidey itu akan melewati Soreang dan itu onde mandeeeh, rancak banaa macetnya! Kami sampai di Ranca Upas jam 11-an. Udaranya panas, pun saya lihat Ranca Upas tidaklah seindah yang di foto2 google. Iiikh, sedih deh rasanya. Jadi merasa tertipu karena terlanjur percaya dengan foto T-T. Jadi ceritanya saya kecewa :(. Udah gitu, bayangan saya danaunya seluas yang di Bedugul, Bali. Ternyata kecil saja :D. Mungkin juga saya yang terlalu over expected yaa. Tambahan, ada yang mengadakan acara dangdutan pula. Musiknya keras :O, saya makin ilfil huhuhu. Pada hari itu juga disana ada mahasiswa2 OSPEK entah dari Universitas mana. Jadi musholanya rame banget. Lokasi tenda ada beberapa. Bisa di danau, di dekat mushola, di dekat pusat informasi dan yang jauh di belakaaang. Kami memilih yang di dekat danau.

Danau di Ranca Upas, Ciwidey (no edit, no filter :p)

Danau di Ranca Upas, Ciwidey (no edit, no filter :p). Yang edit dan filter bisa dicari di mbah google. Kesan pertama ketemu danau ini? Sedih :(. Kesan berikutnya? Lanjut baca yaaa.

Untuk tenda, dipasangkan oleh tim Ranca Upas. Selagi memasang tenda, kami keluar dan pergi ke Kawah Putih yang kebetulan berseberangan persis dengan Ranca Upas. Papa dan ipar belum pernah nih ke Kawah Putih 😀 jadi saya mau memperlihatkan betapa indahnya tempat ini. Maka naik mobillah kami ke sana dan betapa kagetnya kami mendapati kenyataan bahwa untuk masuk mobil sampai ke atas saja bayarnya 150rb looh. Ditambah penumpang 8 orang, total biayanya hampir 250rb (mungkin juga karena ini wiken). Mahalnyaaaa, dulu tahun 2010 berdelapan cuma 96rb *_*. Bisa sih kalau mobilnya parkir di bawah tapi untuk jalan kaki ke atas itu jauhnya 5km. Bisa juga pakai angkot sih tapi 1 orang kena 30rb. Loh kok mahaaalll yaa dan memangnya sejauh 5 km yaa? Sudah 5 tahun saya ga kesana, jadi agak lupa juga. Akhirnya kami tetap memutuskan bawa mobil ke atas.

Nah maka naiklah mobil ke atas. Ternyataaa…jalannya sekarang udah bagus banget. Dibuat melingkar2 bukit, di kanan kiri ada pohon minyak kayu putih yang bentuknya seperti tiang listrik. Indah sekali deh, udaranya juga segaarrrr banget. Bayangkan yaa, sementara di Sumatra saudara kita harus menghirup asap yang sudah berlangsung selama 2 bulan (masa ini adalah kabut asap terparah di Sumatra dalam kurun 17 tahun), di sini nih, udaranya begitu segar dan bersih. Sungguh kita harus bersyukur. Sampai di atas, tempat parkirannya luas dan bagus. Sudah ada mushola dan kantor pusat informasi. Warung2 yang dulu mangkal sudah ga ada lagi. Istilahnya lebih rapi dan terawatlah :D. Sudah ada orang2 yang menjual masker juga. Tapi tetep, 150rb menurut saya kemahalan hahahaha.

Hari itu cuaca cerah sekali. Kawah Putih benar2 bersih dari kabut dan asap. Bau belerang pun tidak kentara, Kalau melihat kawah ini rasanya seperti berada di dunia lain yaa, karena benar2 cantik. Banyak tukang fotonya. Papa dan Mama mengabadikan beberapa foto postwed :D. Di dekat Kawah kan ada hutan tuh, yang batangnya warna hitam pekat. Itu namanya Pohon Cantigi. Nah di Hutan itu sudah ada jalan setapak walau tidak panjang, agar wisatawan bisa jalan2 dan berfoto disana. Benar2 makin tertata deh. Juga ada saung, di dalamnya ada seorang Kakek yang memainkan kecapi. Betah banget disana lama2. Beda banget kerapiannya dengan dulu yaa.

Turunan menuju Kawah Putih

Turunan menuju Kawah Putih. Foto Kawah Putihnya sendiri seperti apa, monggo digoogling. Semua gambar di Google yang cantik2 itu, yang cakep2 itu, yang edit dan filter itu kali ini beneran nyata memang seperti itu indahnya. Saya malas upload foto saya soalnya ga seperti aslinya ahahaha

Kami keluar dari sana karena cuaca makin gelap (padahal masih jam setengah 3 sore). Kami turun untuk mencari makan siang. Pas keluar dari gerbang Kawah Putih, kita lihat papan bertuliskan EmTe Highland Resort. Baru keknya nih, tahun 2011 dulu gak ada deh perasaan. Ada cottage, restaurant, camp ground, pemandian air panas, dll. Tapi RESTAURANTnya itu loh yang menarik mata :D. Akhirnya kami masuk deh kesana. Naaaah, resort ini kalau dari mata saya yang numpang makan, amat sangat bersih dan rapi. Ga rame, musholanya bersih dan cukup besar, kamar mandinya bersih, rumput2nya juga hijau dan rapih, pemandian air panasnya gatau deh kenapa kok airnya warna coklat (tapi bersih kok), dan restaurantnya menghadap danau dan sawah ^^. Sukaaakkkkk banget makan disini.

Makan sambil lihat pemandangan begini ^^. Udaranya sejuk. Subhanallah bangettt

Makan sambil lihat pemandangan begini ^^. Udaranya sejuk. Subhanallah bangettt

Makanannya pun enak2, kisaran 20-30 ribuan. Nah untuk yang makan disini, sambalnya itu sambel strawberry loh yaa jadi rasanya manis. Kalau ga suka, minta aja sambel yang pedas. Makan ber 8, total damagenya 450rb (udah termasuk 20 buah otak-otak). Setelah makan, anak2 main perahu angsa di danau. Juga ayunan dan jungkat jungkit. Enak bangetlah tempatnya. Bagi yang ingin menginap di Ciwidey namun bukan kemping, sepertinya resort ini patut dicoba :D.

emte2

Selesai makan sekitar jam 5 sore, kami pun segera kembali ke Ranca Upas.

——-bersambung——–

Bentar lagi Mama balik ke Pekanbaru, padahal belum diajak liburan *_*. Ke Lembang aaah, bagus dekat dan cuma perlu cuti sehari :D. Yaaaah…Lembang lagiiii Lembang lagii. Ga bosan? Yaa, biar ga bosan harus disiasati doong. Pilih penginapannya harus beda dari sebelumnya. Kali ini kita mencoba penginapan yang ratenya 500-800rb saja, tapi ada kolam renang (*maksa yak wkwkwk). Dapatlah nama Gumilang Regency dari beberapa blog karena punya kolam air hangat, waaaaw, air hangaaat. Pas saya buka website resminya, ratenya jutaan. Liat di bookingdotcom loh kok jadi 450ribuan? Liat di agoda malah 1 kamar jadi 6 jutaan. Ini yang benar yang mana? Pusing pala Barbie, takut salah2 order kan sayang duitnya :p.

Datang darimana harga iniii? *_*

Datang darimana harga iniii? *_*

Akhirnya nelvon ke Gumilang, menanyakan rate yang berbeda2 itu. Katanya FO Gumilang, rate di web memang bisa berbeda2. Tapi yang di bookingdotcom yang murah itu, harganya resmi ga mba? Oh resmi juga mbaa.. Wah tanpa babibu langsung order ke bookingdotcom, ndilalah kamarnya udah abis T-T. Nah inilah dia yaa kalo kebanyakan bingang bingung lolak lolok, gagal deh berhematnyaa.

Akhirnya berencana pesan ke hotelnya langsung saja, yang tipe deluxe, 2 kamar. Istri sama suami *sihiiiy, Alif sama omanya, hahahha. Yea kan masak Alif sama ayah ibu kasian doong omanya sendirian, nti kesepiaan :D. Berangkatlah kami kesana pagi2 biar tidak macet.

Pas liat hotelnya, lumayan menyenangkan kook. Tidak terlalu besar tapi suasananya saya suka sekali, homy! Betul ada kolam renang tapi cilik. Sayangnya, tidak ada kamar tipe deluxe yang sebelahan *_*. Udah abis dibook orang. Pilihannya adalah 1 deluxe dan 1 executive. Yaaaah, malas banget kan, kayak ga adil. Udah gitu yang executive harganya 1 jutaan, dimana cerita berhematnyaaaa??

Lagi sibuk mikir baiknya booking yg mana, eeeh melintaslah di kamar yang agak aneh. Menurut saya aneh, karena baru kali ini liat kamar model begini. Jadi ada pintu, pas masuk, isinya cuma tangga. Jadi posisi tangga ada di depan pintu. Aneh kan? Pas naik, naaah kamarnya baru deh ada di atas :D, udah gitu kamarnya model deluxe. Saya girang sekali nemu kamar beginian soalnya berasa nostalgia melihat film barat lama (*lupa film apa). Cek2 ternyata itu tipe superior, harganya 600rb. Nah kok lebih murah? Makin giranglah saya, apalagi bisa booking sebelahan.

Ternyata, kenapa lebih murah karena ada tangga ituuuu *_*. Pertama2 masih senang niih naik turun tangga. Mau berenang, turun tangga, langsung ke kolam. Eh kok lupa bawa pelampung. Naik tangga ke kamar lalu turun tangga lalu ke kolam. Eh kok lupa bawa handuk maka naik tangga lalu turun lagi lalu ke kolam. Lapaaar, mau beli snack2 di minimart sebelah hotel e kok dompet di kamar, maka naik tangga, turun tangga lagi. Baru 1 jam perasaan berat badan udah turun 2kg karena olah raga naik turun tangga :D.

Jadi kamar model ini sungguh tidak cocok bagi manula, si malas gerak, dan kawan2nya. Tapi karena keluarga saya tipikal having fun ajaaa, jadi ya kondisi beginipun kita mah dibawa ketawa ajaaa wkwkwkw. Dan saya bagaimanapun tetap senang dengan kamar itu. Concern berikutnya adalah ternyata air hangatnya nyala pas wiken saja, beuh! Ini pasti karena saya malas baca web :D, tapi sekali lagi, mendapati kenyataan itu kami mah cuma “walaaah? Ooooo wiken ajaaa”, lalu lanjut berenang lagi :p. Life has to be filled with happiness, not complains rite?

kolam renang di gumilang regency. Kolamnya ada 2. Yang besar di gambar isinya air biasa. Yang kecil di ujung adalah air hangat yang hanya dinyalakan saat wiken

kolam renang di gumilang regency. Kolamnya ada 2. Yang besar di gambar isinya air biasa. Yang kecil di ujung adalah air hangat yang hanya dinyalakan saat wiken

Untuk makan malam, niatnya mau bawa mama ke The Valley yang terkenal itu. Kami sudah berkali2 makan disana, di tempat yang menurut banyak orang “uwow” karena emm…pemandangannya yang spektakuler dan makanannya yang lezatos (*walau menurut lidah saya mah biasa aja). Sayangnya ternyata untuk ke The Valley, menurut akang Waze, kami harus menempuh perjalanan minimal 45 menit karena penginapan kami berada di bukit yang berbeda dengan The Valley :D.

Manalah kuaaaat perut ini, kan ceritanya kita abis buang2 kalori dengan berenang. Maka kita putuskan untuk mencari tempat makan sekitar hotel saja yang kiranya lucuk2 tempatnya. Tapi kok ga nemu :D. Nemunya malah “Ayam Brebes”, tempatnya biasa aja tapi buanyak banget mobil yang parkir disana. Pertanda masakannya enak atau harganya murah, ya toh? Melipirlah kita kesana, dan sungguh tidak menyesal. Kami makannya nambah2 hahahah, demikian juga Alif. Enaaak, pedes, puaslaaah, dan tidak begitu mahal. Kalau ke Lembang, cobain yak tempat makan ini. Recommended :D.

Selain ke Tangkuban Perahu dan naik kuda….ntar yaa, selipin fotonya dulu :p

wajib dikunjungi atuh yaa, biar anak kecil ngerti tentang kawah, gunung, dan  asap belerang :D

wajib dikunjungi atuh yaa, biar anak kecil ngerti tentang kawah, gunung, dan asap belerang 😀

1 kuda bolak balik kemarin kenanya...sekitar`35rb per orang kalo ga salah. Lamanya mungkin hmmm, 15 menitan. Menyenangkan, apalagi waktu itu masih sepi jadi puaslah disana.

1 kuda bolak balik kemarin kenanya…sekitar`35rb per orang kalo ga salah. Lamanya mungkin hmmm, 15 menitan. Menyenangkan, apalagi waktu itu masih sepi jadi puaslah disana.

kami juga sempatkan untuk mengunjungi Floating Market yang tidak sempat dikunjungi di liburan yang lalu. Pikir saya Floating Market tuh mah mirip Pasar Apung di Sentul :p, ternyata beda banget yaaa. Pas datang kesana, jadi speechless seperti speechlessnya saya mendapati Jatim Park yang luar biasa bagus di kota Batu, Malang.

Begitu mau masuk ke dalam, per orangnya harus bayar uang masuk namun nanti akan dapat 1 gelas minuman. Boleh pilih ice lemon tea, milo hangat, dan..apa ya kemarin, lupa :D

Begitu mau masuk ke dalam, per orangnya harus bayar uang masuk namun nanti akan dapat 1 gelas minuman. Boleh pilih ice lemon tea, milo hangat, dan..apa ya kemarin, lupa 😀

Keluarga kami memang kalau liburan itu mudah tergugah dengan tempat2 wisata, karena setiap liburan kami tidak pernah berharap muluk2 akan mendapatkan ini dan itu. Jadi melihat Floating Market ini aja bawaannya senaaaanggg banget dan melongo2. Iiiih bagusss yaaaaa. Iiiiih rapih yaaa, ini siapa sih walikotanya kok keren banget idenya?  Kapan nih Depok punya beginiaaan? (*titipan aspirasi wkwkwk).

Jadi, Floating Market ini ada danaunya, dan tempatnya luaaaaasssssss banget. Ada mainan2nya, buanyak tempat makannya, banyak juga tempat belanja souvenirnya. Yang paling menyenangkan tentu saja kebersihan, kerapian, dan keteraturannya. Tambah lagi cuaca tidak begitu panas, duh betahnya ada disana. Untuung nyempatin datang, lumayan kan kalau ada sanak saudara dari jauh datang ke rumah, jadi bisa diajak berlibur kesini, yang sudah dibuktikan oleh kami sebagai tempat wisata yang lucuk.

Bagus yaaaa :D. Gak tau juga rumah di ujung sana itu bisa dimasukin apa engga soal kudu muterrrr. Udah gitu menuju ke rumah juga bakal melewati banyak permaina, tempat jual makanan dan souvenir yang lucu2. Siapa yang ga tergoda *_*

Bagus yaaaa :D. Gak tau juga rumah di ujung sana itu bisa dimasukin apa engga soal kudu muterrrr. Udah gitu menuju ke rumah juga bakal melewati banyak permaina, tempat jual makanan dan souvenir yang lucu2. Siapa yang ga tergoda *_*

c5

Mereka menjual makanan dari perahu yang ditambatkan. Unik yaa konsepnya. Ada puluhan jenis makanan, mulai dari makanan berat, ringan, sampai minuman. Belinya harus pakai koin khusus sih, ini yang rada ribet.

Outbond ini hanya salah satu permainan yang ada disana. Masih ada banyak banget seperti becak, di danaunya juga ada banyak permainan, lalu ada memancing, melukis caping, duh banyak buangetlaah.

Outbond ini hanya salah satu permainan yang ada disana. Masih ada banyak banget seperti becak, di danaunya juga ada banyak permainan, lalu ada memancing, melukis caping, duh banyak buangetlaah. Rapih yaaa, bersih yaaa. Semoga tetap terjaga selalu.

Masih banyak permainan lainnya kok. Emaknya aja yang udah ga bisa poto2 karena hp lobett.

Masih banyak permainan lainnya kok. Emaknya aja yang udah ga bisa poto2 karena hp lobett.

kolecer yang dijual lutuuu2. sebuahnya 25rb.  saya beli 2 untuk dipajang di halaman rumah :D

kolecer yang dijual lutuuu2. sebuahnya 25rb. saya beli 2 untuk dipajang di halaman rumah 😀

Sekian cerita kali ini. Foto2 kami tidak begitu banyak karena carger yang dibawa cuma 1 :(.

Mamah senang mah? Senaaaangg.

Alif senang, Lif? Senaaaanggg.

Alhamdu…..lillaaaaah 😀 :D.

Sebenarnya ada banyak penginapan di Lembang, tapi rata2 bentuknya ga seperti rumah. Berhubung saya suka yang homy2 dan kepincut banget sama sinetron jadul berjudul “Losmen” jadi pengennya ya yang kayak rumah. Pas lihat2 di booking dotcom, nongollah penginapan dengan fasad seperti ini T-T. Namanya Sandalwood Boutique Guest House.

Sandalwood Boutique Guest House

Bok, saya langsung jatuh cinta. Atap segitiganya (dunno why I’m so much into this triangle rooftop), bata2 eksposnya, dan kayu2nya, aaakkk aku naksir beraattt. Langsunglah saya lihat2 foto kamarnya, dan beneran deh, ga salah nih. Pokoknya aku maunya disiniii. Disini!! Untungnya available, padahal udah musim liburan anak sekolah tu.

Nah pas abis dari Dusun Bambu, kan kami langsung kesini. Jam 5an kalo ga salah sampe disini. Matahari udah mulai turun dan yang saya liat kok yaa..rada2 wedhi. Abisannya, di depannya ternyata lumayan banyak pohon tinggi hehehehe. Dan daku melihat kok kayaknya cat dan batanya mulai kusam. Jadi mulailah hati saya agak kuyu. Udah gitu, perasaan dari luar kok sempit. Ini beneran nih cuma segini luasannya? (*setengah ga percaya).

Lalu masuk deh ke bagian resepsionis. Ih iya, kok sempit ya. Kalau di hotel, yang namanya meja resepsionis kan melampar panjang yak, terus plong gitu ruangannya. Ini kok ya kecil gitu. Aaak ayaah mama papa omaa maafkan akuuu, keknya salah pilih penginapan nii T-T. Tapi tetep ajalah kita check-in. Kata mbanya, jalan aja terus ke belakang. Kamarnya ada di belakang. Maka gw pun mengikuti porter.

Eh ternyata 😀 :D. Depannya memang kecil, belakangnya ituuuu LUAAASSSSS banget. Terus2 pas masuk ke kamarnya, waaah sukaak deh. Pengen banget saya punya kamar yang desainnya seperti iniiii.

Memang selera saya lain dari yang lain, tapi vintage selalu membuat hatiku lumer..

selera saya emang lain dari yang lain, tapi vintage selalu membuat hatiku lumer..

Dan ini yaa bagian belakang dari ruang depan yang sempit tadi itu :D.

9

8bItu poolnya sama aja dalamnya dari sisi sono ke sini, pool untuk orang dewasa. 150cm dalamnya. Untungnya disana disediakan ban, jadi Alif bisa tetap cibang cibung. Sebenarnya berenang di udara sesejuk ini, yah taulah kayak apa rasanya ya, tapi kalau anak udah happy, kita pun jadi ikut2an berenang hahaha. Dan senengnya lagi, penghuni kamar lain gada yang mau berenang (kali karena dingin ya) maka jadilah itu pool berasa punya pribadi ^^. Bahagianyaaa. Bisa pesan kentang goreng, sosis dll yaa ke bagian kitchen.

Duh desain dapurnya bikin ngiler. Ada banyak pajangan, gatau deh masaknya apa ga sempit ya wkwkwk. Pokoknya puaslah selama disini. Beneran ga mau keluar kemana2, disini aja terus. Harga 2 kamar disini bahkan ga sampe harga 1 kamarnya Dusun Bambu ^^. Horeee, hemaaatt.

Oiyes, pernah dengar nama De Ranch? Itu adalah wisata naik kuda di Lembang. Kudanya memang kuda pacuan yang ikut lomba ya. Naik kudanya selama sejam, diiringi oleh jokinya. 1 kuda hanya boleh 1 orang, ga bisa ganti2an. Seorang bayarnya Rp 200.000,- Nah pemilik De Ranch adalah penunggang kuda yang pernah menembus rekor MURI, dia jugalah yang punya penginapan ini. Sangka gw, kalau udah nginap di penginapannya, minimal dapat diskonlah yaaa (ga usah dulu ngarep gratisan), tapi ternyata tidak juga, heuu. Ya batal aja berkudanya. Kalo cuma berdua masih sanggup bayarnya, tapi kalo berenam bisa gundul ni bulu mata liat pengeluarannya :(.

Jadi kesimpulannya, recommended lah yaa penginapannya. Tapi Pak, itu fasad rumah bolehlah kalo dicat lagi hehehe biar fresh gitu loh tampilannya. Kalo di belakang sih masih apik.

Nah kelar check out dari penginapan ini, kami sempatkan diri mengunjungi Kampung Gajah karena penasaran aja. Ga taunya…tidak recommended ya bo :(. Mahal2, sepiiiiiii pula, dan karena sepi maka permainannya banyak yang ga jalan, stand makananpun banyak yang tutup padahal tempatnya luas dan lumayan bagus. Duh ini mah kalo ga dirawat, bentar lagi bisa mati. Sedih ngebayanginnya. Tidak saya foto karena memang ga berselera selama disana. Kasihanlah pokoknya..

Jadi demikian sesi liburan kali ini ya. Alhamdulillah, Lembang menyenangkan sekaleee. Sampai ketemu di liburan berikutnya :*

2re

1re

 

Wadoow wadooow…ini liburan udah bulan kapan, dipostingnya kapan huhuhu. Gara2 sibuk nge-Oriflame nih. Baiklah, mari kita review kupas singkat agar menjadi dokumentasi yang baik buat anak cucu sebelum nanti keburu lupa :p.

Jadi ceritanya di bulan Juni itu saya propose liburan ke ayah. Gara2nya kok ya di FB dan cerita teman2, nama si Dusun Bambu, Lembang Jawa Barat belakangan ini lagi ngehitz banget. Eke kan jadi kepo hohoho, pengen nyobain juja. Akhirnya rayu2 ayah, dapatlah approval. Mulai deh saya liat2 itu website si Dusun Bambu. Ooow bagus yaaa foto2nya waah pengen nih nginap disini. Lalu lihatlah rate permalamnya dan shock aja baca harganya untuk 1 kamar. Whattt. Mahal amat keknya, memang pemandangannya seperti apa siii? Oooh sawah. Yaa pengen sih tapi jadi berasa sayang gitu duitnya. Akhirnya berencana mau mikir2 dulu cari tempat lain yang sama bagusnya namun lebih murah.

Gataunya saking kelamaan mikir, dicampur ngelantur ke Oriflame, saya malah jadi lupa hohoho. Tiba2 aja ayah bbm, katanya udah ambil cuti terus nanya jadi dimana nih final nginapnya. Kayak kesambar petir baca bbmnya huks2, buru2lah saya cari2 tempat di Lembang itu. Tiba2 datang lagi bbm, ayah bilang udah ngeliat sendiri website si Dusun Bambu dan suka ama sawah ijonya jadi mau nginap disana aja. Lah istri heran soal kan mahal banget tapi kata ayah gpp, tenang aja –> istri jadi curiga ayah punya uang simpanan. Jadi selama ini 100% ga dikasih ke ibu ya, Yah? Heu tapi ya sudahlah lama kalo dibahas, akhirnya mau booking aja.

Dan my bad, karena kelamaan lolak lolok pake lupa segala kemarin itu, jadinya villa di Dusun Bambunya udah pada abis dooongg T-T. Ayah super kecewa. Ibu juga kecewa tapi…agak bersyukur juga soalnya kok kayak mahal banget, Takutnya ga worth it. Cepat2 ibu cari penginapan lain yang displaynya bagus biar hati ayah rada lumer wkwkwkkw. Maka dapatlah Sandalwood Boutique Guest House :D. Ibu sengaja pilih itu soal kesannya homy banget. Kayak rumah dan foto kamarnya model vintage gituuu (*yang lagi tergila2 sama desain vintage). Untung ayah mau. Maka kita pun cuss!

Yang berangkat ada 6 orang (ayah ibu alif, papa mama oma). Walau pake acara kesasar hehehe tapi toh akhirnya alhamdulillah nyampe juga ke Dusun Bambu dengan selamat sentosa. Padahal jam 11 siang dan matahari bersinar, tapi karena tempatnya dingin jadi ga kerasa. Udaranya sejuuk ya jadi bete karena kesasar ntah mana2 terobati. Pas pintu kedatangan ada tugu bambu yang lucuk niih. Oke banget buat foto2 😀

Begitu masuk ke dalam, sudah ada semacam ehm..angkot? yang berkenan mengantarkan kita ke tempat tujuan. Tapi berhubung sebelumnya saya sudah baca2 blog orang yang mengatakan bahwa tujuannya “ternyata dekat” jadi kami pilih jalan kaki aja deh melintasi sawah2. Kesannya lebih alami gitu kan ya (*songong). Ada kolamnya juga. Sebenarnya jalurnya ga panjang siih, bangsa 200 meteran tapi karena sudah ditata dan diatur agar setiap sudutnya bagus untuk difoto, maka yaaa marilah kita memanfaatkan fasilitas ini 😀 :D.

0 re

Rumah2 yang ada disana itulah penginapan yang ratenya selangit itu (*masih ga rela gini hahaha)

2 re

ortu gw aja all out gitu kalo berfoto

ortu gw aja all out gitu kalo berfoto

Nah, paling penting pas disini adalah makan di restaurant Lutung Kasarung. Pentingnya dimana? Ya karena tempatnya lucu aja. Bentuknya kayak sarang lebah, seperti menggantung di pohon dan menghadap ke lembah (walauu kenyataannya tidaklah begitu dalam). Eniwei, resto ini paling cepat dibooking orang padahal tempatnya terbatas. Dan hanya diizinkan untuk disewa jika minimum ordernya..hmm..lupa, tapi mungkin sekitar 400rb.

Pas masuk ke restonya, sebenarnya tempatnya kecil saja. Toiletnya pun, mungkin karena menggantung yaa, jadi hanya 1 dan tidak begitu bersih. Kalau makanan standar saja tapi viewnya baguus. Kebetulan kami kan rombongan, jadi memang bakal habis 400ribuan. Tapi kalo cuma berdua, akyuw keknya ga bakalan maksa makan disini (*hemat). Karena udara dingin, makanan sepanas apapun cepat jadi anyep. Tapi menyenangkaan, ortu dan oma gw suka makan disini soal di Pekanbaru ga ada yang model2 begini yaa :D. Dan benar, berenam kemarin itu habisnya 420rb kalo ga salah, udah sama makan minum. Porsinya lumayan banyak.

4re

5re

Yang ijo2 bentuknya kayak telor menggantung itulah restaurantnya. Ukurannya paling..2×3 m ya. Itu mas baju warna kuning..hiks2..ga iya banget posisinya

Kelar makan, kita jalan2 muterin si Dusun Bambu. Ada semacam kids playground, juga ada danaunya. Di danaunya ada sampan yaa, bisa disewa kalau ingin muterin danau. Di sekeliling danau juga ada rumah2 kecil, katanya bisa makan makanan Sunda disana. Tapi waktu datang kesana, gada yang pake saungnya.

Alif dan oma main ayunan :D

Alif dan oma main ayunan 😀

ini ada spot khusus untuk berfoto. Bisa banget buat prewed ^^

ini ada spot khusus untuk berfoto. Bisa banget buat prewed ^^

Nah bener kan ortu gw buat foto prewed :p

Nah bener kan ortu gw buat foto prewed :p

Dusun Bambu, LembangKebetulan hari sudah mau sore, badan udah cape. Ga nyangka ternyata disini aja bisa loh menghabiskan waktu berjam2. Mau lama2 di dak danaunya eee kok ya ada yang lagi syuting untuk acara Ramadhan nanti. Jadi kita cuma 4 jam aja disana, terus langsung ke penginapan. Kurang keknya yaa..soal ada lagi restaurant yang bagus disana, namanya Burangrang. Pengen juga makan snack2 disana sambil melihat ke arah danau tapi perutnya masih kenyaang T-T. Intinya recommended deh buat didatangin, cobain yaaak.

Dusun Bambu, LembangReview tentang Sandalwood Boutique Guest House akan dibahas di postingan berikutnya. See you!

Berhubung ada libur Paskah di bulan April ini, kami sekeluarga memutuskan untuk jalan2. Tujuan wisata kami kali ini adalah Ciater. Yang berangkat ada 9 orang dengan detail 4 orang dewasa, 1 remaja tanggung, dan 4 anak kecil (apa pentingnya info ini T-T). Sebelumnya gw udah nyari2 penginapan tuh. Nah karena yang gw tau cuma Sari Ater, yaud..gw telvon deh buat booking. Taunya full-booked semua, untuk tanggal merahnya. Yang tersisa hanya untuk hari Kamis, bungalow dengan kapasitas 6 orang.

*Lesson-learnt : kalau mau menginap di Sari Ater amannya booking sebulan sebelumnya soal ni tempat rame bgt. Tenang, ga harus langsung bayar kok 😀

Dari Depok, Ciater bisa dicapai dengan melewati Tol Cipularang, ke arah Tangkuban Perahu, Lembang. Lama perjalanan sekitar 4 jam. Tadinya kita mau makan di arah Ciater sono..ternyata tempat makan disana jumlahnya terbatas. Beda dengan Bandung yang sangat bervariasi, lucuk2, dan dimana2 ada. Karena perut udah melilit, kita akhirnya memilih makan di Saung Balibu. Tempatnya lapang, lega, dan terbuka. Enak kalo lagi cuaca panas tapi dingin kalo lagi hujan. Perorang makan disana kira2 bisa kena 35 ribuan. Maaf yak ga sempat difoto abis itu si krucil2 pada lasak, pan ibunya jadi ribet ngejar sana sini.

Dari Saung Balibu, kami meneruskan perjalanan. Setelah pendakian panjang, ada plang Sari Ater ke arah kanan, dilanjutkan dengan penurunan yang benar2 melulu turun. 10 menit namun di kiri kanan sudah ada hamparan kebun teh. Sambil turun, gw melongok kiri kanan apakah ada penginapan selain Sari Ater ya? Ada banyak sih orang2 yang megang plang bertuliskan villa gitu, tapi agak kurang yakin aj :D. Sampai di Sari Ater, kami langsung ke bagian registrasi. Kami menginap di Rumah Adat Kabayan C, nomor 204, dekat dengan Kimannis Restaurant.

Bungalow ini punya 2 tempat parkir, 3 kamar tidur, 1 ruang TV lesehan, dan 1 kamar mandi. Begitu masuk gw rada kecewa sih. Dengan harga 1.8 juta, gw rasa harusnya gw bisa mendapatkan fasilitas yang lebih baik dari ini. Pertama, tinggi ranjangnya di bawah lutut. Kedua, kasurnya tipis, demikian juga dengan bantalnya. Ketiga, flush di toilet kami rusak bo..jadi terpaksa mengember. Keempat, emang sih kamar mandinya gede namun isinya hanya bathtub, toilet dan wastafel. Gada lemari buat nyimpen peralatan mandi gitu. Akhirnya kami letakkan peralatan mandi kami di tatakan kaca wastafel yang miring dan sudah penuh dengan toiletries Sari Ater. Pendek kata, akhirnya peralatan mandi kami tergeletak tidak karuan. Kelima, air panasnya tidak panas. Keenam, memang sih gw pesen bungalow tanpa dapur. Tapi selama kami memesan makanan disana, jarang sekali pelayannya mau menjemput piring kotor kami. Udah ga ada dapur, yang nempatin bungalow rame, piring kotor bergeletakan dimana2, riweh banget. Gw kebanyakan complain? Aseli, gw sebenarnya ga suka complain (sila cek di postingan2 lainnya), artinya, kekecewaan gw emang udah keterlaluan..oookkh.. (mulai lebay).

Mungkin gw dapat bungalow yang lagi ga oke kali ya, sehingga daftar ngedumelnya jadi panjang :p. Tapi kan gw pengennya pas ngajak sodara jalan, penginapannya menyenangkan. Well, cukup curhatnya. Nah karena malas keluar, kami akhirnya memesan makan dari Kimannis Restaurant. Harga nasi goreng dan mie gorengnya mencapai 40 ribu rupiah. Terlalu mahal menurut gw, jadi silakan bagi yang sempat ya makan diluar aj :D. Kami juga mencoba berendam di air panasnya. Aslinya, kami diberi tiket untuk masuk ke kolam pemandian sesuai dengan jumlah kapasitas kamar yang dipesan. Berarti gw cuma dapat 6 tiket, padahal total personel ada 9 orang tuh. Tapi ternyata tiketnya ga guna, karena waktu kami mandi ga dicek sama sekali tuh :p.

Ada 4 kolam sebenarnya, yang tersebar dari depan sampai belakang. Kolam yang paling dekat dengan tempat kami namanya Jambu. Di Jambu, ada 3 kolam. Ada yang buat anak2 juga. Persis seperti kolam renang. Kalau berendam, kita bisa pakai baju biasa, ga wajib pake baju renang. Ini berendam ya, bukan berenang. Airnya adalah air belerang. Nyokap gw tanpa ragu berenang padahal pandai renang juga kagak. Walhasil jebar jebur ga jelas dan tiba2 saja kepalanya pusing. Ya iyalah..too much wasting energy sehingga akhirnya menghisap gas belerang. Wajar pusing :D. Eit, peringatan aj. Jangan sekali2 berendam pakai kaos warna putih or krem karena pasti akan tembus pandang, apalagi kalo pakaian dalamnya warna hitam. Itu kolam sebelahan ma restaurant jadi tamu restaurant makan sambil ngeliatin kita. Kebayang aj kan jadinya gimana :D.

Sebenarnya areanya masih sangat luas. Ada arena untuk outbound, ATV, berkuda, taman rekreasi, offroad, dll. Kami hanya bisa nyoba yang berkuda. Kalau dekat penginapan, untuk berkuda paling murah 20 ribu/orang, lumayan bisa sampai 10 menit. Ada juga yang 40 dan 70 rb dengan trayek lebih jauh. Tapi kalau kudanya ambil yang dari Taman Rekreasi, harganya cuma 15 ribu karena taman rekreasi itu untuk umum sehingga harganya bisa lebih murah. Anak2 senang sekali berkuda :D.

Kami juga menyempatkan diri ke taman rekreasi soalnya gratisan bagi yang nginap di Sari Ater. Hmm..tempat ini menyenangkan buat anak2 karena banyak permainan seperti sepda dayung, kereta2an, dan lain. Tapi bagi pandangan orang dewasa, pemandian disini tidak sebersih yang di kolam. Ramai sekali karena terbuka untuk umum. Di sepanjang jalan kita bisa melihat tikar2 yang dilamparkan untuk disewakan. Kalau mau mandi2, mending gunakan fasilitas di kolam khusus saja.

Yang tidak boleh dilewatkan sewaktu ke Ciater adalah tea walk. Tea walk adalah jalan2 mengelilingi perkebunan dan pabrik teh. Gw suka sekali nih yang begini2an soalnya bisa nambah ilmu juga. Pihak sari Ater dapat menghubungkan kita dengan orang dari pabrik teh. Kemarin untuk biayanya kita kena 25rb/orang tapi gw rasa bisa ditawar lagi. Minimum peserta adalah 10 orang. Kebetulan perkebunan teh yang berlokasi dekat sini adalah Teh Walini. Dari Sari Ater menuju ke perkebunan teh memakai mobil dengan lama perjalanan paling banter 10 menit. Nanti kita akan mendapat penjelasan mengenai berbagai macam kualitas teh, penyakit2 teh, berbagai cara memetik teh, proses produksi teh, sejarah teh tempo dulu dan lain2. Terakhir akan ditutup dengaaan..minum teh murni yang belum ditambah pewangi dan perasa. Inilah dia teeeh Walini murniiiii!! Ternyata teh murni itu rasanya ya kayak rasa daun, byekkk, gw langsung jadi ilfil karena berasa seperti ngunyah daun mentah :O. Mungkin karena udah terbiasa dengan aroma dan perasa tambahan kali yah. .

Oke sekian liputan jalan-jalan ke Ciater. Semoga infonya bisa membantu kamu2 yang mau liburan ke sana. Have a nice vacation!

Psst..ini sebenarnya rencana dadakan. Gw buat dengan 2 alasan : 1) as a gratitude for my mum karena udah banyak ngebantuin gw jaga baby waktu pembantu tiba2 mudik (untungnya balik lagi, hehehe), 2) mengunjungi bou (mertua gw) yg sedang menuntut ilmu di Pesantren Aa Gym Bandung. Sebenernya, gw agak2 merasa bersalah gitu karena setelah 3 taon kerja baru pertama kali ini gw en suami bisa ajak jalan2 yg mpe nginep segala, uhuk2..sorry ya mums. Nah demi kemaslahatan itu rencana, gw en suami dengan sengaja mengambil cuti 2 hari (Senin dan Selasa) agar Bandung dapat kita jelajahi tanpa ada hambatan kemacetan.

Minggu, 10 Januari 2010

Total penduduk Indonesia yang berangkat ada 6 orang (gw, suami, nyokap gw, 2 pembantu, en baby kecil gw nan imut-si Alif). Dengan mengendarai Avanza 1300 cc, kita cabcus jam setengah 8 pagi (Minggu) dari Depok ke Bandung. Saking banyaknya barang yang dibawa, tu bagasi mpe ga bisa nutup loh, bener!! (jalan2 pa pindahan, maaang??). Setelah melewati tol Cipularang selama 2 jam, berbekal map kota Bandung (thx Satya for the maps) gw mulai sok sibuk mengamati si peta dengan seksama agar kami jangan sampai tersesat. U know sendirilah Bandung terkenal dengan jalan 1 arahnya..Target kita adalah menemukan Guest House Pamela.

Let me tell U dikiiit about this guest house. 3 hari sebelum berangkat, gw udah hampir ngebatalin rencana jalan2, betool ni. Alasannya adalah semua hotel dan penginapan yang layak untuk kami udah full-booked, kan ceritanya masih musim liburan tuh. Nah sebelum menyerah, gw minta tolong ke beberapa teman asal Bandung untuk beri2 info tentang wisma yang bisa kami sewa. Emang udah rejekinya kali ya, temen kantor gw, Pamela (nyokapnya si tepatnya..) baruuuuu aj bangun guest house. Lokasinya di Cigadung, pas banget tuh posisinya di tengah dari tujuan jalan2 gw (Tangkuban Perahu di utara-Ciwidey di selatan). Yasud langsung kita pesan, kalo keabisan tempat kan berabe tuh.

Ga gitu susah ternyata nemuin ni guest house. Begitu sampai, kita udah disambut si Udin-penjaga guest house yg mbae nian (makasih pinjaman motornya ya kang!). Total kamar ada 9, kamar mandi di dalam, lengkap dengan air panasnya. Gw sewa 3 kamar (1 kamarnya kisaran 100 rb – 150 rb/malam), kita pilih yg lantai atas biar bisa tengak tengok pemandangan lebih leluasa. Eee..ternyata ni guest house, saking barunya, cuma kita yg sewa. Jadi serasa rumah sendiri deeh, cihuuuy (bener2 ga nyesel gw pesan tempat ini). Setelah gw keliling2, ternyata kompleknya banyak rumah2 bagus. Pas banget dah ma gw yg suka liat2 rumah orang. Langsung gw cetrat cetret, mana tau bisa jadi referensi waktu renovasi rumah nanti (kapaaaan itu kapaaan..??). Abis nurunin barang2, kita langsung cabcus jemput Bou. Bou, we r comiiinggg..!!

Pesantren Bou berlokasi di Jl Geger Kalong. Sepintas info tentang pesantren ini. Nama aslinya Pesantren Daarut Tauhid. Katanya si ni pesantren semakin sepi seiring pamor Aa Gym yang semakin redup. Eniwei, inti dari kegiatan pesantren ini adalah untuk memantapkan kembali ibadah kita seperti cara mengaji yg benar, cara sholat yg benar, memperbanyak hafalan, dll. Tapi diselingi juga dengan hiburan seperti senam pagi dan jalan2 bersama. Kalau mau ikut, bisa pilih 2 paket : paket yang 2 minggu atau yang 40 hari. Bou ambil paket 40 hari, kenanya sekitar 1.7 jutaan, belum termasuk makan. Pesantren ini diadakan terus menerus, jadi ga usah takut kehabisan tempat. Waktu menjemput Bou, kami sempatkan untuk melihat kondisi penginapannya. Sekilas terlihat sederhana, 1 kamar berisi 5 – 7 tempat tidur. Kamar Bou malah kasurnya langsung di lantai, kasian..huhu, mesti kedinginaaan. Di sebelah pesantren ini langsung rumah Aa Gym. Rumahnya unik yak, dindingnya dilapisi macam anyaman bambu gitu. Yang heboh itu taman depan rumahnya, mantap euyyy..ah poto2 ah, taman Aa Gym gitu loh!! Puas poto2, kami langsung cabcus. Makan siang dulu ahh, udah keroncongan niii!!

Kami makan di Kampung Daun. Waaah, siapa ya yang rekomendasiin ni tempat ma gw, lupa, tapi ga nyesel deh makan disini J. Saung2nya unik, dibangun di pinggir tebing. Macam makan di dalam hutanlah, abis banyak pounnya. Ada air terjun buatan juga, jadinya kita bisa makan sambil dengar gemericik air..oooh betapa menentramkan. Ini masih viewnya, belon lagi rasa makanannya. Woooh, gw udah pernah makan di The Valley dan The Peak, tapi menurut gw Kampung Daun jauh lebih enak. Harganya? Yah, setipelah mereka bertiga itu. Gurami goreng yg ½ kg harganya 60rb. Sop iga sapi harganya 48 rb. Bisa dibayangkan kisarannya kaan? Nyokap gw en Bou tampak begitu bahagia makan disini, huhuhu, terharu gw. Wajar, soalnya Pekanbaru (kota asli kami) ga ada yang kayak2 ginian..Alif kecil juga heboh, jalan sana jalan sini, pokoke tempat ini siplah buat manula, orang dewasa, maupun anak kecil.

Puas makan, kami langsung beranjak, mau mbesuk si Tangkuban Perahu. Sialnya kita kesorean euy..baru cabcus aj jam 3, ya kebayang ajalah sampai sana jam berapa. Hujan pulaak, alamaaak..kabut aj yang terlihat. Tapi herannya Bou tetap keukeuh loh, keluar hujan2 dari mobil demi 1-2 foto buat diceritakan ke sodara2 di Pekanbaru. Hidup Bou!!, walo umur semakin bertambah semangat tidak boleh goyaaah!!! (Oiya sekedar info aj, biaya masuknya kalo ga salah sekitar 15 rb/orang). Selesai dari sana, kita pulang..istirahat dulu yak !!

Senin, 11 Januari 2010

Dari subuh udah ada personel yang mandi tu gara2 udah ga sabaran pengen cepat jalan. Tapi ya hanya segelintir personel, namanya juga rakyat Indonesia, kan terkenal ma ngaretnyaaa. Tapi gpp, kita berangkat jam setengah 8 pagi, masih hebatlah menurut gw. Berbekal peta dan mata yang dipaksa2 agar tetap buka (ngantuk euuy) kita pun berangkat ke Ciwidey lewat tol Purbaleunyi.

Perjalanan sekitar 2.5 jam. Memasuki Ciwidey, udara udah semakin sejuk, yap, matikan AC mobil dan nikmati udara ini! Kita putuskan untuk ke Kawah Putih terlebih dahulu. Bayar karcisnya kalo ga salah sekitar 12rb/orang. Dingin oyy, bernafas aj sampai mengeluarkan asap. Bou langsung turun ke bawah sambil dipapah (maklum udah berumur..), lah itu nyokap gw napa ikut2an minta dipapah ya, perasaan masih mudaa..qiqiiqi :D. Sembari melangkah turun, dari jauh kita sudah bisa melihat danau berwarna hijau pupus, dikelilingi bebatuan putih dari sela2 pepohonan. Indaaaaahhh sekali. “Seperti surga yaaa..”, kata nyokap gw (ya ampiun..kayak udah pernah ke surge aj ni mamah). Tapi bener loh sodara2, kawah putih ini saking indahnya dijuluki Surga Yang Tercecer. Ada tu papan bertuliskan riwayat si Kawah Putih, tapi kepanjangan rasanya kalo gw ceritakan disini kan? Lumayan betah ni kita di tempat ini, abis dingiiin, udah gitu banyak warung2 lagi, pas banget lahh. Dengan tanpa ragu2, kita sempatkan untuk memakan 1-2 jagung bakar, pop mie rebus, pisang goreng..dan membeli sedikit penganan buat oleh2.

Abis dari situ, kita teruskan perjalanan menuju Situ Patengan. Menuju ke sana, mata kita udah dimanjakan dengan kehadiran makhluk hidup ijo2 nan luas yaitu kebun teh. Waah, gw merasa kayak dikelilingi permadani tuebeeel berwarna ijo, ah rasanya pengen gw lari dan  lompat2 di atas permadani itu. Cantiii..iiik sekali. Bou en nyokap gw sibuk berkomentar, indah ya, bagus ya, cantik ya..uhuk2 makin terharu gw..(sekali lagi, Pekanbaru doesn’t have this view!). Sampai di Situ Patengan, kita langsung poto2, ah nyokap gw emang berjiwa muda, lo bisa lihat poto2nya (ga ada beda ni anak ma ortu, I Love U Mum J). Kita sempatkan main sepeda air, lumayan ya, 1 sepeda air kena 100rb, terserah mau selama apa. Setelah para mums membeli beberapa bungkus buah stroberi, kita langsung berangkat pulang.

Perjalanan singkat ini pun selesailah sudah..Malamnya kami sibuk cerita2 di guest house ttg perjalanan kami tadi. Besoknya, Selasa (12 Jan 2010), kami cabut dari guest house. Kami mampir dulu sejenak di Brownies Amanda Jl Juanda, lalu mengantar Bou kembali ke pesantren, kami pun balik ke Jakarta. Ada hal yang mengecewakan terjadi..stroberi kami saudara2…stroberi kami yang rencananya buat oleh2 orang Depok udah mulai jamuraannn. Dan benar, bagitu sampai Depok, stroberi kami udah wassalam, sediiih, untung masih ada brownies.. :p

*Gw en suami sebenarnya bukan pertama kali ini ke Bandung. Nyokap gw en Bou juga udah pernah menginjakkan kaki ke Bandung ini, tapi bukan untuk berlibur, bukan untuk bersenang2. Melihat para moms begitu bahagia, sibuk bercerita tentang perjalanan kami ini, gw merasa bahagia campur sedih. Bahagia karena senang melihat mereka yang gw banggakan merasa senang. Sedih karena gw jadi ingat betapa selama ini gw lebih mengutamakan pekerjaan daripada kebahagiaan mereka. I am so sorry Mums, next time..I promise, we will have this special time again. Love U all..