Archive for the ‘Rekreasi Anak’ Category

Selain ke Taman Layang-Layang, agenda liburan anak2 adalah nonton The Moscow Circus. Duluuuu saya sudah pernah mengajak Alif nonton sirkus ini, kalau ga salah saat umurnya 3-4 tahun. Waktu itu sirkusnya sangat menarik. Memang jauh lokasinya, di BSD. Dan kami menontonnya di tengah hari, jadi panasnya ampun-ampunan. Tapi tendanya besar dan tinggi. Atraksi sirkusnya bervariasi. Gajah, singa, beruang, dan harimaunya besar-besar sampai saat itu saya berpikiran jelek :p. Andai hewan itu ngamuk, saya akan bawa Alif sembunyi dimana niih, biar kami ga dimakan hehehe. Selain hewan, ada atraksi orang yang bergelantungan di ayunan yang tinggi itu loh. Ada yang berjalan di atas tali. Yang mana kalau kita menontonnya, jadi ikut deg-degan. Tangan basah keringatan, membayangkan nanti kalau dia jatuh bagaimana doong (*walaupun di bawah sudah ada jaringnya sih, tapiii itu kan tinggi bangeeetttt). Sudah gitu, begitu sirkus usai, kita bisa naik hewannya di luar. Ada gajah, unta, macam2. Kursinya waktu itu dari kayu saja, disusun bertingkat tapi rameeee yang datang.

Nah dengan bayangan seperti itulah saya mengajak Alif dan ponakan nonton The Moscow Circus kali ini. Usia mereka sekarang kan sudah 7-12 tahun, pastinya makin excited dengan sirkus. Saya bahkan sudah mencari review di blog untuk pertunjukan tahun ini, dan tampak oke-oke saja. Lokasinya tahun ini di TMII yang tidak begitu jauh. Saya memilih tanggal 1 Januari dengan asumsi orang-orang pada kelelahan merayakan Malam Tahun Baru jadi jalanan dan TMII tidak akan begitu ramai. Saya pilih pertunjukan yang jam 13.30 agar kami bisa makan siang terlebih dahulu.

THE-MOSCOW-CIRCUS-HOLIDAY-IN-CIRCUS-TOWN-TMII-Jakarta-promo-BCA.jpg

Kami berangkat dari Depok jam 11 siang. Eh ternyata, di Bambu Apus sudah macet banget. Jalannya tersendat2. Lepas dari Bambu Apus, kami pun masuk ke lokasi TMII, itu subhanallah…mobil rapattttt seperti sarden. Terakhir kali kami ke TMII waktu SD sih :p, jadi memang lebih dari 20 tahun yang lalu. Perasaan TMII jaman masih cute dulu ga kayak gini deh. Ini ya Allah. Sampah dimana-mana, manusia dimana-mana. Jangan-jangan pada nginap di TMII yaa kelar kembang api kemarin? Sementara Theater Bhinneka Tunggal Ika tempat pertunjukan sirkus itu ada di ujung sanaaa, masih 1.5km lagi tapi mobil kami ga gerak2 selama 30 menit. Akhirnya begitu ketemu bahu jalan yang lowong, kami parkir saja disana karena ternyata mobil lain juga pada parkir di jalan. Lalu kami pun jalan kami selama 30 menit ke theater Bhinneka Tunggal Ika. Alhamdulillah, anak2 sih ga pada ngeluh padahal di bawah terik matahari. Eh, ngeluh sih hehehe…tapi dibujuk2 juga diem :p.

Sampai di theaternya saya menarik napas lega. Akhirnyaaaa bisa menonton sirkus spektakuler ini, yang katanya merupakan sirkus terkenal di dunia. Eh tapi kok ga rame yaaa? (*udah mulai curiga). Dan lalu selama pertunjukannya yang tidak sampai 90 menit itu, saya hanya melongo. How come The Moscow Circus jadi berkualitas seperti ini? Tidak ada hewan sama sekali. Tidak ada atraksi di ketinggian sama sekali. Langit2 theater terlalu rendah kali yaa, sehingga ga muat untuk membentangkan tali di ketinggian. Apa ini yang dipertontonkan? Badut…lalu badut lagiii…lalu badut lagiiii. Bukannya badut ada banyak di tiap perempatan jalan?

Ada wanita yang melakukan atraksi foot juggler menggunakan…styrofoam. Heh? Cuma styrofoam? Lalu ada wanita lain lagi yang melakukan atraksi kelenturan. Begitu usai, muncul wanita lain lagi dengan…lagi2 memamerkan kelenturan badan. Jadi kalau saya rangkum sepertinya isi sirkusnya adalah: BADUT, FOOT JUGGLER, BADUT, KELENTURAN, BADUT, KELENTURAN, BADUT, ATRAKSI GANTI BAJU, BADUT, dan ditutup dengan atraksi TRAMPOLIN. Jujur, saya sampai bosan sama badutnya soalnya beneran biasa. Saya bahkan ga tahu kenapa harus bertepuk tangan :O.  Ipar saya sampai bilang, “Kok lebih bagus sirkus di Grand Depok City, ya?” (*asli pengen ngakak karena merasa setuju).

The Moscow Circus1

Yang membuat saya lumayan terpana hanyalah atraksi “ganti baju dalam hitungan detik”. Jadi ada pasangan muda mudi yang berdansa, lalu pemudinya masuk dalam tirai selama 2 detik, voila, bajunya ganti. Lalu berdansa 10 detik, masuk lagi ke tirai, voila, bajunya ganti lagi. Begitu terus, ada kira-kira ganti baju sampai 10x. Tadinya saya pikir bajunya makin lama makin minim. Tapi enggak loh…baju ke-4 bisa minim sekali tapi baju ke-5 menjadi gaun pesta. Takjub juga :D, tapi ya udah itu aja yang bikin takjub. Atraksi trampoline sebagai penutup acarapun bagi saya nilainya 7. Lucu sih tapi ga lucu2 amat sehingga saya harus menganga.

The Moscow Circus2

Yang ini lumayan seru. Sampai mau foto jadi goyang2 karena bingung mau foto atau mau nonton :p

Selesai sirkus, ternyata kemacetan masih parah. Untuk keluar dari TMII kami butuh waktu lebih dari sejam. Kesal sih :D, liburan hari ini benar2 tidak worth it. Sungguh saya tidak merekomendasikan sama sekali sirkus ini untuk ditonton dan saya juga ga ngerti kenapa tahun ini kualitasnya parah sekali padahal dulu perasaan bagus deh. Namun begitu kami tidak mengisi waktu kami menuju pulang dengan mengeluh hahaha. Cukuplah di blog ini saya salurkan apa yang saya pikirkan kemarin. Pulangnya kami mampir ke KFC, meriangkan suasana hati. Walau disambut hujan lebat, tapi perut kenyang memang membuat suasana hati menjadi jauh lebih baik.

Jadi bagi ibu2 yang ingin mengisi waktu liburan anak dengan menonton The Moscow Circus, pikir2 lagi yaaa. Cek tempatnya, cek kualitasnya, cari reviewnya kemana-mana. Andaikanpun anda merasa tiketnya tidak mahal, tetap cek saja karena siapa tahu, lebih bijaksana jika uang itu dipakai untuk liburan ke tempat lain :p.

Sekian review dari saya yang kecewah,

-febrieeka-

 

 

Berhubung cuti ibunya minus *_*, maka akhir tahun ini Alif dan sepupu2nya tidak bisa saya ajak liburan ke luar kota, alias kami di rumah saja. Saya juga cuma bisa gigit jempol melihat status fb teman2 yang pada liburan jauh2, hikkssss. Bisa sih maksa ambil cuti, jadi minus 7 gitu sekalian ya tapi kebetulan memang load kerjaan lagi duhai2nya. Jadi..ya itu tadi. Gigit jempol aja :(.

Untuk mengisi waktu, hari ini saya dan suami mengajak anak2 jalan sekalian belajar ke Museum Layang-Layang. Tadinya mau ke Museum Polri, tapi belum ketemu review yang bagus. Nah kebetulan teman kantor ada yang sudah pernah ke Museum Layang-Layang. Katanya recommended, jadi saya pede bawa anak2 main kesana.

Lokasinya di Pondok Labu. Terletak di jalan yang tidak begitu besar. Tempat parkir juga tidak luas dan bentuknya menyerupai pendopo besar dengan halaman yang luas. Teduh karena pohonnya rimbun. Kami sampai di lokasi jam 11 siang. Saat itu (30 Des 2015), di jam segitu belum terlalu ramai. Mungkin ada sekitar 5-6 keluarga saja termasuk keluarga kami. Tiket masuknya 15rb/orang, sudah termasuk paket menonton video audio visual, tour ke museumnya, dan membuat layang2 kecil. Masih banyak kegiatan lainnya loooh seperti membuat keramik, mewarnai topi, mewarnai kaos, dan lainnya yang akan dikenakan lagi tambahan biaya per orangnya. Kami putuskan untuk membayar 15rb/orang dulu.

20151230_121042

Tadinya saya kira video audio visualnya akan ditonton di layar bioskop mini hahahaha, ternyata diputar di TV 40 inch saja, dalam ruangan gelap berukuran sekitar 30m2. Dari video ini kita dijelaskan asal-usul layangan dari mana. Lalu variasi layangan di berbagai propinsi di Indonesia, juga berbagai lomba layangan. Nah loh, jadi ngiler deh pengen liat lomba layangan akbar, soal di video itu layangannya bagus-baguussssss banget. Ada yang kepala layangannya biasa aja tapi panjang ekornya mencapai 250m dan perlu ditarik oleh 20 orang. Ada yang bisa meliuk2 seperti aerobatic pesawat tempur. Ada yang bisa joget mengikuti music (*Nah loh, kok bisa yaaaa. Bukannya layangan itu terbangnya pasrah aja ya dibawa angin? Ternyata karena dikendalikan oleh 2 benang :D). Videonya berdurasi tidak sampai 15 menit.

Kelar menonton video, kami dibawa oleh guidenya ke Museum Layang2. Di museum yang luasnya sekitar 200m2 (*kalik yaa), isinya hanya layangan. Tiap propinsi ternyata memiliki layangannya sendiri. Hanya layangan dari Papua dan Ambon saja yang belum ada disini. Ada layangan yang diterbangkan hanya kalo sedang musim panen. Ada layangan yang diterbangkan untuk mengabarkan bahwa sedang ada yang menikah (*ceritanya jaman dulu kan rumah2 masih jauh satu sama lain. Juga belum ada hp dan social media. Jadi untuk mengetahui ada yang sedang menikah, maka kita lihat ke langit, ada layang2 yang diterbangkan hari itu gaaa? :D). Layangan dari Sumatra Utara ada kilau2nya. Layangan dari Jakarta…perasaan paling biasa deh :p. Ada layangan yang terbuat dari kertas origami, dari plastik kresek, dari kain, ada juga yang dari daun. Nah yang dari daun itu malah paling laku kalau dijual di luar negeri walaupun bentuknya biasa. Walau namanya layang2 tapi layangan dari Indonesia bentuknya macam2. Bentuk lebah, kupu-kupu, laba-laba, kepala naga, rumah, kapal, burung, bahkan ada yang ditempeli boneka lumayan besar.

layangan boneka

Layangan yang ditempelkan boneka dari styrofoam. Kalau siang kelihatan  lucu. Kalau malam, saya takut juga 😀

layangan daun

Layangan dari daun. Daunnya dijahit. Walau bentuknya biasa tapi katanya laku banget kalau dijual ke luar negeri.

layangan capung

Layangan capung. Sayapnya besar, jadi ga muat deh difoto full. 

Layangan Telong Telong

Layangan Telong-Telong dari Bengkulu. Ini layangan favorit saya ^^

Kami juga diajak melihat layangan dari negara lain yang…jujur saja, tampak biasa. Bentuknya hanya segiempat atau layang-layang namun digambar menarik. Menurut guide, orang Indonesia memang kreatif loh dalam membuat layangan. Nyatanya kalau ada perlombaan layangan internasional, peserta dari Indonesia adalah peserta yang ditunggu2 penampilannya :D. Btw, layangan juga ada yang ukurannya hanya beberapa cm saja. Diterbangkan atau engga, gak akan terlihat bedanya mah kalo ukurannya segitu yak. Saking bagusnya, kami sebenarnya berharap masih ada lantai atau ruangan lain yang menunjukkan koleksi lain tapi sayangnya show roomnya memang cuma itu saja. Semoga ke depannya semakin banyak koleksi2 lain yang bisa ditambahkan yaaa.

layangan negeri lain

Koleksi layangan dari negeri luar tidak begitu banyak di museum ini.

Selama tour, anak2 belingsatan. Yaah namapun anak2, melihat benda mati secantik apapun tidak akan se-excited melihat benda hidup. Ayah ibunya masih betah di dalam museum, eeeeh bocil2 udah lasak ga pengen buat layangan. Yah akhirnya mereka keluar duluan. Oleh pembimbing, mereka diberikan tulang layangan dan kertas. Lalu…ga tau deh diapakan wkwkwwk, ibunya lebih fokus lihat koleksi layangan soalnya. Begitu kelar langsung nyamperin anak dan ngajak bicara, eee udah ga diladenin saking khusyuknya buat layangan. Kelar layangan jadi, mereka gambar dan warnai memakai crayon. Lalu kalau sudah selesai, baru layangannya dikasih ekor dan benang, siap untuk diterbangkan di halaman museum. Bisa dibawa pulaaang! Saat itu sudah masuk jam 12-an, mulai rame museumnya ^^. Oiyaaa di museumnya ada mushola yang bersih dan boleh bawa makanan kecil yak. Tapi saya tidak menemukan seorangpun yang bawa makanan besar dan tikar sih.

membuat layangan

layangan udah jadi

Jadiiii deeeeeh ^^

Kelar aktivitas membuat layangan, Alif jalan2 ke rumah keramik. Dan ngilerlah dia kaaan melihat ada anak yang bisa buat keranjang dari tanah liat. Maka merengeklah pulak dia kaaan. Walhasil ibunya merogoh kocek lagi sebesar 60rb untuk aktivitas membuat keramik. Dengan uang segitu, Alif akan mendapatkan tanah liat seberat 1kg dan akan dibimbing oleh guide keramik untuk membuat apapun, terserah keinginan si anak. Tanah liat 1kg itu banyak yaaa, jadi walau bayarnya untuk 1 orang, yang ikutan main keramik bisa sampai 3 orang :D. Tidak seperti di Rumah Keramik F. Widyanto yang hanya mengajarkan membuat keramik cetakan saja, disini diajarkan membuat keramik yang dibentuk menggunakan tangan. Bisa pakai alat yang putar2 itu jugaa (*gak tau apa namanya).

Alif dan sepupu2nya sangat menikmati pembuatan keramik ini. Serius bangetlah tampangnya. Saya ingat dulu pernah bawa Alif ke Rumah Keramik di Depok itu saat dia berusia 3-4 tahunan dan kentara banget kalau Alif lebih menikmati aktivitas ini di usianya yang 7 tahun. Seperti biasa, keramik yang sudah jadi tidak bisa langsung dibawa pulang karena harus dikeringkan dulu selama seminggu.

membuat keramik

Kelar aktivitas membuat keramik, kamipun pulang. Lebih kurang 3 jam kami berada disini. Kalau menambah kegiatan lain lagi, pasti akan lebih lama disananya. Saya merekomendasikan sekali looh tempat ini untuk mengisi weekend ataupun liburan panjang. Hemat dan bermanfaat ^^.

Jadi ayo sempatkan anak2 untuk datang kesini yaaa. Sampai jumpa di postingan berikutnya.

 

datang kesini yaaa

Postingan 2 bulan lalu, heu…cibuk2, lupaaa update blog :p. Mulai aj ya.

Wiken ini suami pengen piknikan bareng ponakan. Iyaak betoool, piknikan model jaman dulu gitu dee, yang bawa rantang, buat lauk sendiri, gelar tikar, sambil liat pemandangan.

Dulu udah pernah sih piknikan serupa di UI dan Taman Mekar Sari. Yang UI rimbun abis, udara sejuk, ngeliatin danau, tapinya…sepi jek. Yang Taman Mekar Sari lumayan enak karena ada pemusik jalanan plus mainan anak2 yang lumayan lengkap. Jadilah kita pengen mencuba sekali lagi di Mekar Sari. Total yang berangkat ada 7 orang. Avanza kami sempiiiit :D.

Tau sendiri lokasi Taman Mekar Sari ada di Cibubur ujuuu…uuuu….uuuuuwwwwnnngggg ngeliwatin Jalan Transyogi. Padahal udah pernah bermacet2 ria kesana tapi kok ya ga belajar dari pengalaman. Tetep juga berangkatnya jam 9 pagi, ya sudah terimalah nasib panas2 di jalan. Mana lagi pas di depan Kota Wisata, halaaah, macet semacet2nya. Jalan ditutup, semua mobil dialihkan ke Kota Wisata. Sehingga di jalur Kota Wisata itu penuh sama ratusan mobil yang berderet, menunggu jalan dibuka.

Syak wasangka gw, SBY mau liwat sampe jalan ditutup begini rupa wakakkaka, e ternyata ada truk terguling bo. Berhubung jalan Transyogi adalah jalan sejuta umat mulai dari motor sampe truk, ya sudahlah kenampakannya Kota Wisata percis kayak macet Jakarta di jam pulang kantor.

Melihat situasi seperti itu, gw langsung talipun Era, teman kantor yang tinggal di Kota Wisata. Kebetulan Era lagi di Jogja. Maksud hati mau menanyakan jalur keluar dari Kota Wisata. Mekar Sari dada babay ajalah, ga kan mungkin terjabani. Nah Era mengusulkan untuk pindah saja lokasi pikniknya ke Kampung Wisata secara lewat tol pun akan menemukan kemacetan juga.

Gw en suami setuju, kasian soalnya udah janji piknik ke anak2. Maka melipirlah kami ke Kampung Wisata. Sampai di lokasi sudah jam 12 lewat. Masuk Kampung Wisata gratis. Langsung disambut sama aneka stand2 dengan nama Kampung Cina, Kampung Jawa, Kampung Irian, dan kampung2 lainnya akan tetapi jualannya sama2 aja hehehe. Tak kirain, beda kampung bakal beda jualan. Kami lewati saja standnya, karena incaran kita adalah zona bermain yang terletak di belakang Kampung Eropa.

Pas sampai di zona bermain, gw tebar pandangan untuk mengamati tempat itu. Tempat ini sangat merakyat. Ada berbagai stand yang jual makanan ringan. Ada mainan balon raksasa, becak2 kecil, dan danau yang besar. Sayang zona rumputnya terbatas, sehingga kami akhirnya menggelar tikar di jalan paving block.

Kami pun menggelar tikar, mengeluarkan makanan. Pas mulai duduk, kok saya mencium bau tak sedap yang saya yakini sih (*maaf) adalah bau muntah yang sudah amat lama. Mungkin bukan di tempat kami persis, mungkin di rerumputan yang berada dekat kami (*masih positif thinking). Mau cari tempat lain kok rasanya tidak ada karena memang cuma inilah yang teduh. Suami, bou dan ipar juga gada komentar. Gatau juga apa karena ga mencium atau takut merusak suasana kalo menyinggung hal seperti itu. Akhirnya saya diam saja.

Hanya itulah lokasi yang tersedia untuk menggelar tikar :p

Hanya itulah lokasi yang tersedia untuk menggelar tikar :p

Yang bikin BT juga, selama makan ada kucing kampung berkeliaran dan datang ke tikar kami. Duh sebel banget saya heu..takutnya bulunya masuk dalam makanan. Diusir2, eee bandel pisan, bikin mood rada turun T-T. Mana cuaca makin panas, walau di bawah pohon tetap aj keringatan. Terus terang gw bawaannya jadi rada uring2an, pengen pindah dari sini tapi gimana ya..anak2 senang sekali. Memang sangat mudah ternyata menyenangkan anak2 ya :), mereka tidak peduli dengan bau dan kotor.

Kami pun sempat menikmati beberapa permainan seperti becak kecil dan balon besar. Balon besarnya itu, jujur saja, menurut saya kotoooor. Huks tapi saya relakan Alif ma ponakan main disana sambil janji dalam hati nanti begitu sampai di rumah, mereka harus mandi sebersih2nya.

Anak2 mah asal ngumpul dan main, pasti senang yaaa :D

Anak2 mah asal ngumpul dan main, pasti senang yaaa 😀

Tambah lagi yang bikin gw ilfil adalah gw melihat di dekat balon itu ada seorang ibu yang sedang merokok, sambil nyuapin anak laki2nya mie instan rebus. Nah si anak itu tiba2 pingin pipis, dan si ibu dengan tenangnya menyuruh anaknya pipis di sebelahnya. Gilaaaak, maka pipislah anak itu ke arah tempat duduk, which is hanya berjarak 30 cm dari si ibu itu, dan tentu saja dari mie rebus yang dia makan. Jorooook sekali!!! Makin yakin aj gw kalau tempat gw makan tadi itu adalah bekas muntahan orang, wong pipis aj disini sembarangan kok.

Suami ngeliatin gw yang BT sambil berusaha menenangkan. Katanya, “Sabar ya..cuma ini tempat yang ada. Nanti di rumah semua kita mandikan yang bersih yaa.” Huk, baik banget suami. Gw pun luluh. Karena cuaca makin panas, gw memilih untuk selonjoran di tikar aj, di bawah pohon. Sementara suami ngajak para krucils masuk ke Fantasy Island.

Agak lama mereka menghilang, gw pun jadi penasaran. Kenapa kok lama yaa…akhirnya gw susul. Pas di tengah jalan menuju Fantasy Island, ketemu ma suami yang memang bermaksud mau menjemput gw, ipar, dan bou, untuk diajak masuk Fantasy Island. Katanya disana tempatnya lebih bersih dan lebih banyak mainan. Kami pun ngikut. Karcis masuknya 10rb/orang.

Terus terang, melihat Fantasy Island seperti melihat kota yang ditinggalkan. Tempat ini sebenarnya sudah ditata sedemikian rapinya, sedemikian canggihnya sehingga jika dikelola dengan benar, pasti bisa menjadi tempat bermain yang menakjubkan. Bagaimana engga. Begitu masuk kami sudah melewati jembatan yang cukup besar, membelah danau yang tadi saya sebutkan. Terpampang patung dinosaurus raksasa. Naik ke atas ada patung besar Einstein yang sedang menggotong bumi di pundaknya. Pohon2nya lebih banyak dan lebih teduh. Mainannya juga lumayan banyak, dengan tipe seperti sepeda udara, kereta2an, mobil balap, monorail, carrousel, tapi ya itu tadi…hampir semuanya RUSAK.

Kami menuju arena mobil balap. Mobilnya ada 7. Yang bisa jalan cuma 3. Jalannya pun sangat pelan, bahkan lebih cepat jalan kakinya orang dewasa. Miris daku melihatnya namun krucils senang sekali sehingga melihat senyum mereka hatikupun menjadi senang :). Berkali2 mereka minta main mobil balap itu. Tambahan lagi sudah masuk jam 4, cuaca mulai ramah sehingga mood ikutan membaik.

Habis main mobil balap, gw lihat ada kereta. Kebetulan lagi ga rusak. Jadi pengen naik, ajak krucils sekalian. Bayarnya seorang 5rb kalo ga salah. Sebenarnya pengen naik ini lebih karena penasaran, kereta ini bagus ga jalannya, dan seperti apa jalurnya. Maka naiklah kami, plus tambahan orang2 yang seketika pengen naik begitu tahu keretanya bisa jalan :D. Bunyi keretanya aduuuhhh, sediiiihh. Ngiiik…ngiiikkk, kayak orang sakit dipaksa berlari. Sementara jalurnya ada yang melewati hutan buatan, tapi ada juga yang sudah dirapati dengan semak kiri dan kanan. Overall, nilainya 6.

Isi Fantasy Island :D

Isi Fantasy Island 😀

Habis naik kereta, gw pengen naik monorail. Siapa tahu bisa jalan. Tadinya pengen naik sepeda udara tapi jadi batal karena ngeliat orang lain yang udah ngayuh sekuat tenaga, sepedanya bergeser segitu2 aja wkwkwk. Seru sih tapi kayaknya bakal time consuming secara cuaca mulai mendung. Akhirnya suami bilang cukup. Kita akhiri dengan naik perahu mengelilingi danau, habis itu pulang. “Horeeeeh”, anak2 teriak. IIiiih anak2 iniii, suka deh melihat mereka senang.

Naik perahu per orangnya bayar 15rb. Perahunya lumayan besar, bisa muat 20-25 orang. Alhamdulillah, walau cuma bertujuh, perahu tetap jalan. Mengitari danau sekitar 7-10 menit saja, tapi sepanjang mengitari danau itu gw semakin yakin bahwasanya tempat ini sebenarnya baguuuuuussssss sekali. Aduuuuh, tapi kenapa sekarang kondisinya begini memprihatinkan yaa? Tidak dirawat, tanamannya tumbuh liar, sampah dimana2, beberapa tempat ada bau busuk, fasilitasnya tidak diperbaharui, uuh ngerasani banget ngeliatnya. Andaikan aku punya uang yang banyak, rasanya ingin sekali invest di tempat ini demi senyum anak2.

Jelajahi danau di Kampung Wisata

Jelajahi danau di Kampung Wisata

Eniwei, rekreasi hari inipun berakhir sudah. Walau yang tua2 mesti mafhum kalo tempat ini kurang recommended, tapi anak2..well…AMAT SANGAT SENANG SEKALI. Alhamdulillah, yang penting target tercapai :D. Semoga ke depannya ada investor yang mampu mengubah tempat ini menjadi lebih baik lagi yaa. Semoga sayalah investornya, wakakkaka (*you wished!). Karena sebenarnya tempatnya sudah ada, fasilitasnya sudah ada, hanya perlu perbaikan, sedikit kreativitas dan perawatan yang kontinyu. Sampai jumpa lagi di rekreasi berikutnya ^^.

*ayaah, ganti kamera atuuh. Foto di blog ibu jadi kurang yahud gini hihihi.

Wiken kemarin kami berkesempatan untuk mengunjungi rumah keramik F. Widyanto. Widyanto adalah seniman Indonesia yang mengkhususkan dirinya ke pembuatan keramik. Info lengkapnya bisa dilihat di web ini.  Aslinya tempat ini dekat banget lokasinya dari rumah, kepeleset dikit nyampe ahak2. Paling 20 menitanlaah. Yey, 20 menitan dari mana? Ga penting, pokoknya lokasi si rumah keramik itu ada disini.

Waktu baru melewatin gerbangnya, phew..rimbun ya book rumahnya dan keknya 10x luas rumah eke ahahaha. Luaslaah pokoknya. Langsung disambut sama securitynya. Biaya masuknya ga mahal kok, cuma 10rb/orang.

Rumah Keramik F. Widyanto, Tanah Baru Depok

Rumah Keramik F. Widyanto, Tanah Baru Depok

Ternyata di dalam juga ada rumah makannya. Berhubung jamnya maksi plus juga mau wisata kuliner, jadi kita cobain juga deeeh. Kisaran harga makanan 25-50rb. Sila lihat menunya aj deh. Gw pesan Sangu Boboko, papa mama pesan Sangu Poros, suami pesan Nasi Campur, Alif pesan nasi goreng as usual-laah. Dari semua menu, yang paling normal rasanya ya nasi gorengnya Alif ituu. Sementara makanan kami semua rasanya terlalu rempah2. Ada bumbu2 yang tidak biasa kami gunakan dipakai disini sehingga lauknya jadi kentara banget berasa asam dan asinnya. Walhasil kami semua tidak habis, mubajir saja jadinya..hiks. Es sorbet, mangganya masaam. Tapi kalo esnya udah mencair, yaah lumayanlah jadi segeran. Pisang goreng Kalimantannya enyaaak soob, aseli enak walo mahal huks. Singkongnya standar hehehe. Kesimpulannya, kalo ke sini saya akan memesan goreng pisang saja iihihiihih.

menu di resto Rumah Keramik F. Widyanto, Depok

menu di resto Rumah Keramik F. Widyanto, Depok

Kemudian kita langsung ke pelatihan claynya donk. Dengan uang 115rb, kita akan dapat 400gr clay.

Ruang pembuatan keramik, bermacam cetakan dan aneka pewarna keramik.

Ruang pembuatan keramik, bermacam cetakan dan aneka pewarna keramik.

Jadi gimana caranya bikin keramik? (*dibimbing sama guide nih). Pertama, ambil cetakannya dulu yak. Mau bentuk apa? Bentuk apa aja ada disana. Sampe angry bird aj ada. Habis itu..silakan simak dari pic di bawah.

Cara membuat keramik sederhana dari clay

Cara membuat keramik sederhana dari clay

Cara membuat keramik sederhana dari clay

Cara membuat keramik sederhana dari clay

Kalau udah kelar, keramik tersebut harus diangin2kan dulu deeh selama 3 hari biar kering sekering2nya. Lamaaaaa, ember lama. Kirain bisa langsung diwarnai. Berhubung Alif maksa pengen ngewarnain sendiri, akhirnya kami kudu nambah 25rb buat proses pewarnaan. Kami pun dipersilahkan datang kembali minimal 3 hari setelahnya. Betewe, 400 gr itu ternyata dapat lumayan banyak loh. Jadi jangan esmosi langsung beli 400gr untuk tiap orang.

Si clay 400gr dimanfaatin sebegitu rupanya sampai ga bersisa sedikitpun wkwkwk

Si clay 400gr dimanfaatin sebegitu rupanya sampai ga bersisa sedikitpun wkwkwk

Kalau mau buat keramik yang lebih cihuy kayak di tipi2, yang bentuk2 vas dan guci gitu bisa jugaak. Bayarnya beda, 450rb untuk 2kg clay. Ngerjainnya di mesin manual khusus kayak foto di bawah ini niih.

Berhubung duit ga cukup, kita imajinasikan saja wakakaka

Berhubung duit ga cukup, kita berimajinasi saja wakakaka

We are in action :D

We are in action 😀

Selesai dari sini, kami pun pergi ke rumah F. Widyantonya. Jadi rumahnya memang dibuka untuk umum, buat dilihat2. Apakah rumah ini sering ditempati oleh sang maestro? Wah gatau juga..Rumahnya 2 lantai. Kami hanya mengunjungi lantai pertama saja karena kebentur waktu. Lantai satunya aj beuh, ga bisa sebentar. Tengok kiri, nyeni. Tengok kanan, nyeni. Liat belakang, nyeni. Berbeda dengan konsep satu ruangan dengan satu point interest, ini mah dalam 1 ruangan si point interest nemplok dimana2. Terkesan rame memang, tapi bagus kok. Sampe lantainya aj ga dibiarkan polos. Di tiap ubinnya ada cetakan bunga or daun or kupu2 gitu.. Setiap detil ruangan ga lepas dari seni deh.

Patung sebelah kanan itu adalah fave gw bangetttt, Narcissus. Legendanya si istilah "narsis". Kamar mandinya luas dan baguus, jende segede bagong, konsep outdoor.

Patung sebelah kanan itu adalah fave gw bangetttt, Narcissus. Legendanya si istilah “narsis”. Kamar mandinya luas dan baguus, jendela segede bagong, konsep outdoor.

Betewe di rumah ini ada 2 kamar yang disewakan looh. Gatau juga ratenya berapaan. Waktu gw masuk, wiii, tempat tidur kelambuu.. Ehm, siang hari bagus sih. Soal terang. Agak malam kok ya saya berasa rada wedhi hehhehe. Benda2 seni menurut gw bagusnya memang diliat di galeri. Kalo dipajang banyak dalam rumah ya..saya…kok jadi merasa nafas agak berat (*hubungannya?).

Habis dari rumahnya baru deh kami ke galeri seni. Keramik2 disini dijual. Beberapa lucuk2. Tuh ayah beli asbak rokok seharga 200rb. Coba kalau ada keramik Honda CB atau Pitung atau vespa jaman jadul, hmmm mesti diembat tuh, mesti! Di galeri peraturannya sih “no pics taken allowed” tapi kan saya bandel, jadinya curi2 foto ehehehe.

6 burung hantu bermain musik, 7.5 juta ajya..

6 burung hantu bermain musik, 7.5 juta ajya..

Wastafel cantik, daku naksir deeh. Tapi harganya 5 jetong, diskon si 20%..ttp aj mahal bagi gw *_*

Wastafel cantik, daku naksir deeh. Tapi harganya 5 jetong, diskon si 20%..ttp aj mahal bagi gw *_*

4 hari berikutnya kami datang kembali untuk proses mewarnai. Untuk pewarnaan, pertama harus diberi cat dasar..kayak dinding rumahlah, perlu dikasih cat dasar. Abis itu baru deh dikasih cat benerannya. Disini susahnya heu. Angry bird Alif, si wall breaker itu kan warnanya merah nyata. Tapi catnya warna merah muda pupus sekali. Kalau mau warna hitam, catnya warna coklat. Jadi ceritanya, abis proses pengecatan adalah proses pemanggangan clay. Proses pemanggangan menyebabkan warna cat menjadi lebih tua, itu sebabnya warna cat yang akan ditaruh di clay kadang berbeda banget sama hasil akhirnya. Nah si Alif kaga percaya dibilangin warna kalo angry birdnya mau warna merah, ya dicat dengan warna merah muda pupus..Abis aj bermenit2 ngasi krucil penjelasan. Akhirnya manut juga ehehehhe.

Alif amat sangat serius mewarnai angry bird kesayangannya. U go, kid! Kanan bawah adalah hasil kerja emal bapaknya, Tampak kurang meyakinkan ahahaha

Alif amat sangat serius mewarnai angry bird kesayangannya. U go, kid! Kanan bawah adalah hasil kerja emak bapaknya, Tampak kurang meyakinkan ahahaha

“Jadi kapan Mas, kita bisa ambil clay yang sudah dipanggang?”  2 minggu lagi, Bu. “Hoalaah, lama amaaat?” Iya Bu, soal manggangnya mesti banyak sekaligus karena mesin pemanggangnya besar..biar lebih hemat biaya. “Oooh…” (tersenyum mafhum).

So we’ll be back 2 more weeks and see our project. Ga PD sih ama hasilnya, ahahahah. Yuukks ajak anak2nya kesiniii.

Info aj:

1. Mendingan datang ke sini rombongan. Karena sepi banget dan akan lebih seru kalo pas waktu buat claynya dengan anak2 segambreng.

2. Datang pagi pulang siang. Jangan kayak kami..kwkwkwk datang siang, pulang sore. Panasnya kriik…kriiik…

Kidzania (bagi yang belum tahu) adalah dunia bermain anak yang luasnya bisa sampai 3000m2 kali ya (sotoy). Lokasinya di lantai 5, Pacific Place, SCBD Jakarta dan diklaim sebagai Kidz terluas se-Asia Tenggara. Permainannya adalah permainan profesi. Jadi…di dalam tempat seluas itu yang terdiri atas 2 lantai, ada kota mini dengan gedung2 mini dan jalan mini dalam kota. Gedungnya seperti gedung pemadam kebakaran, bank, indomaret, pabrik susu, pabrik coklat, pabrik wafer, kantor polisi, rumah sakit, dan puluhan gedung lainnya. Sebagai gambaran keminiannya nih, gw kasih ancar2 kalo luasan tiap gedungnya mungkin sekitar 20-30m2. Selain gedung, ada kendaraan mini juga seperti taksi yang muat 3 orang anak, bus mini yang muat 10 anak, pokoke imoet imoet dueh.

Disebut permainan profesi karena ceritanya nti anak2 pada diajarin “bila aku menjadi” :D. Misalnya nih, si anak mau mencoba profesi di RS. Di sana dia bisa milih, “lo mau jadi dokter, jadi perawat, atau jadi pasien book?”. Seandainya jadi dokter, maka para coach (yang berdandan seperti dokter) akan mengajarkan anak2 tersebut secara simple, apa saja tugas seorang dokter selama 10 menit. 20 menit sisanya adalah aplikasi atau penerapan atau studi kasus dari teori tadi. Misalnya, para coach akan mengatur sedemikian rupa sehingga akan ada pasien yang pura2 sakit dan dokter2 anak inilah yang akan memeriksa pasien tersebut, tentu dengan bimbingan para coach. Bila sudah selesai, anak2 akan menerima upah dari apa yang telah mereka kerjakan.

Boleh pilih, mau jadi dokter, perawat atau pasien

Boleh pilih, mau jadi dokter, perawat atau pasien

Untuk mencoba satu profesi, waktu yang dibutuhkan rata2 sekitar 30 menit. Itu belum termasuk antri yak :D. Profesi2 tenar seperti dokter, pemadam kebakaran, polisi pokoke yang umum2 biasanya antrinya lumayan panjaang. Tapi yang ga umum seperti pengelap kaca (ada, gitu yak!), penyiar radio, fotomodel, atau penjaga perpustakaan digital keknya lumenjen cepet tuh. Unik memang, Kidz mengajarkan sejak dini bahwa profesi itu ga cuma 4 macam (dokter-pilot-guru-polisi) kayak waktu gw kecil dulu tapi juga adaaaaa tukang cat, pelayan indomaret, karyawan bank, buruh pabrik susu, dan lain2.

Kidz sesi 1 buka dari jam 9-14. Eit, itu antrian dari jam 8 udah mengular yak. Tidak ada keharusan untuk mengikuti permainan selama sesi itu, kita boleh keluar anytime. Tapi untuk 6 jam itu kira2 anak bisalaaah mencoba 8-10 profesi. Namun biasanya mah mereka cuma betah 4 jam aj, soalnya…lapar juga kaleee. Anak bisa masuk ke Kidz seorang diri (bila sudah mandiri), bisa juga ditemani oleh pendampingnya. Pendamping ini benar2 cuma menemani si anak doang yak, alias engga main. Kalau anak mencoba suatu profesi, misalnya sebagai pelayan dalam indomart mini, maka pendampingnya ya cuma memantau dari luar gedung. Intip2 lewat pintu atau jendela terus ceklik2 kamera, motretin sang anak sambil senyum2 bangga menyaksikan mereka yang masih mini sudah berperilaku seperti orang dewasa, hahahaahha :D.

Nah singkat cerita, Alif yang usianya baru menginjak 4 tahun, kami ajak ke Kidz. Waktu itu kami coba yang week-end. Untuk week-end saat itu (Maret 2013), anak usia 4-16 tahun dikenakan 130rb/org, 2-3 tahun kena 50rb/org, sementara yang menemani kudu bayar 90rb/orang. Nyemmm, termasyuk mahal yak. Sejujurnya ini juga kali pertama gw datang ke Kidz, rada surprise ngeliat tempat antri tiketnya yang miriiip banget ma counter Air Asia asli. Saking udiknya suami ampe tanya, “Ayang, kita ini antri tiket Kidz atau tiket Air Asia beneran siih?” Ssssh…ojo keras2 ngomongnya, Yang :p. Setelah beli tiket, kita akan dikasih gelang, kemudian melewati ruang periksa tas. Jadi ke dalam Kidz ga boleh bawa makanan yak, tapi boleh bawa minuman.

Antri tiket Kidzania

Wajah Alif yang curious dengan Kidzania

Wajah Alif yang curious dengan Kidzania

Keunggulan datang pagi ke Kidz adalah kita bisa melihat “joged selamat datang” dari para coach Kidz. Jadi tepat pukul 9, akan ada alunan musik yang ceria menggema di ruangan seluas 3000m2, dan para coach dengan balutan seragam kerjanya masing2 akan menari mengikuti alunan musik tersebut. Saking amazednya, biasanya si pengunjung akan terdiam, hakshakshaks, soal para coachnya sendiri udah heboh book. Seneng deh ngeliatnya, kayak happy sama pekerjaannya gitchu :D.

Setelah beli tiket langsung dapat cek 50 Kidzos dari BCA

Setelah beli tiket langsung dapat cek 50 Kidzos dari BCA

Menukarkan cek dengan uang Kidzos untuk transaksi di dalam (tapi ga bisa dipakai buat beli makanan, heu..)

Menukarkan cek dengan uang Kidzos untuk transaksi di dalam (tapi ga bisa dipakai buat beli makanan, heu..)

Profesi pertama yang dicoba Alif adalah bekerja di RS. Alif sendiri yang milih tuh? Ya enggaklah, wong Alif juga masih cengak cengok, “ini apaaaan?”, gitu kali ya pikirnya. Jadi emak bapaknya spontan memilihkan Alif profesi paling terkenal seantero dunia anak yaitu DOKTEEERR. Not bad, dia bisa antri sendiri, terus waktu dijelasin oleh coach juga lumayan tenang alias ga nangisan. Manggut2 (gatau tuh tanda ngerti atau bingung) dan kemudian sangat bersemangat dalam mengobati pasien pertamanya. Bahkan mendorong kursi roda pasien dengan kecepatan yang menjiwai :D. Bapak emaknya banggaaaaa sekali, huk huk. Alif menerima upah pertamanya dengan cuek (lom ngerti arti uang, bagus nak engkau tidak matrek! Hahah), dan sampai di luar minta main lagi.

Dipasangin seragam oleh coach, dijelasin tentang pekerjaan dokter, dikasih stetoskop, deteksi jantung pasien, ngobatin pasien, ampe dorong pasien pake kursi roda ke RS :p

Dipasangin seragam oleh coach, dijelasin tentang pekerjaan dokter, dikasih stetoskop, deteksi jantung pasien, ngobatin pasien, ampe dorong pasien pake kursi roda ke RS :p

Akhirnya kita cobain dia ke pemadam kebakaran. Siklus serupa terulang lagi. Dengan balutan seragam pemadam kebakaran, Alif bersemangat memadamkan api “pura2” dalam sebuah rumah yang terbakar sambil teriak, “Api Nabi Ibrahiiimmm!!”. Oalaaah, dia sudah mulai masuk ke dalam khayalannya bahwa yang dipadamkannya adalah api yang membakar Nabi Ibrahim. Gapapalah, U go kid!!

Foto kanan bawah adalah rumah yang ceritanya sedang mengalami kebakaran (ampe 2x, ckckck). Foto kanan atas adalah tim pemadam kebakaran di atas bak mobil pemadam kebakaran. Pantang pulang sebelum padam!!

Foto kanan bawah adalah rumah yang ceritanya sedang mengalami kebakaran (ampe 2x, ckckck). Foto kanan atas adalah tim pemadam kebakaran di atas bak mobil pemadam kebakaran. Pantang pulang sebelum padam!!

Lalu Alif mencoba menjadi tukang cat karena kami perhatikan dia sangat suka mewarnai, bekerja di pabrik coklat Silverqueen, pabrik mie Indomie, dan pabrik wafer Tango. Oooo so cuteeeee (*ga berhenti jepret2 kamera). Dengan topi koki anakku keliatan paling pendek namun chubby. Hehh? Setelah gw perhatikan dengan seksama, keknya memang Alif dari tadi adalah yang paling pendek deh. Entah karena dia yang usianya paling kecil atau memang dia yang badannya paling pendek yak?

Sampai di rumah Alif minta ngecat dinding kamarnya sendiri :(

Sampai di rumah Alif minta ngecat dinding kamarnya sendiri 😦

Kakak di sebelah menjadi panutan Alif dalam belajar membuat mie :D

Kakak di sebelah menjadi panutan Alif dalam belajar membuat mie :D. Adonan diuleni, digiling2, terus dimasukkan mesin apa tuh biar jadi mie (*well, emaknya juga ga jago masak sih)

Setelah mencoba 6 profesi, Alif mulai terlihat lelah dan bosan. Tapi dia masih bilang, “Mau maiiiinnnn.” Lah pan kami jadi bingung, keknya dari tadi udah main deeeeh. Ternyata oh ternyataaa yang dia maksud main itu adalah main outbond, itu tuuuh di playground sebelah Kidzania. Wkwkwkw, kami jadi nyadar kalo bagi Alif, Kidz ini bukan bermain tapi “BELAJAR DAN BEKERJAAAA”.

Saat sampai ke rumah, gw tanya si Alif. Alif senang ga main di Kidz? “Senang, Bu.” Bagus! Mau balik kesana lagi? “Enggaaaaaaa”. Laah? (*apa gw memang terlalu memaksakan Kidz ke anak usia 4 taon yaa?)

E tapi jelang seminggu kemudian, Alif mulai menyinggung profesi2 di Kidz itu. Tiap malam ituuuu aj yang dibilang2. Jadi memang benarlah kata orang bijak itu yaaa. “Jangan langsung memutuskan saat itu juga. Pikirkan dulu yang dalam, agar keputusan yang engkau ambil tidak bersifat emosional”. Terbukti Alif, setelah melalui pemikiran yang dalam, merasa bahwa Kidz itu memang menyenangkan sementara penolakannya di awal kemarin itu hanyalah keputusan emosional sesaatnya saja. Yakan? Yakaaan?

Soook, buat yang punya anak, minimal 4 taon, Kidz pasti jadi tempat rekreasi favorit anakmu. Boleh deeeh dijadikan kado ultah atau reward atas prestasi anak. Soal kalo tiap minggu kesana, bangkrut juga kali yaaaa aaahahahahah.

*kalau ga mau antri, bisa pesan tiket online di sini.

Pada suatu hari, tersebutlah Gaitsha (sepupu alif) berkata kepada mamanya, “Mama, sekarang kan liburan sekolah ya Ma? Kayaknya udah lama ya kita ga liburan, Ma? Enaknya kemana ya Ma? Kayaknya udah lama ga berenang yaa?” tapi ekor matanya mengarah ke suami gw. Mamanya sampai bilang “ssshhhh”, ahahaha keknya suami gw kena sindir ma ponakannya tuh 😀

Memang sih udah lama ga ngajak krucils liburan rame2. Apalagi skrg memang musim liburan sekolah. Berhubung mintanya berenang, jadilah kita melist semua –waterbomvirginbyus- yang ada di Jabodetabek. Kolam apung Atlantis sepertinya oke tuh! Jadikan!!

Pada hari H untuk menghindari kemacetan liburan en banjir, jam 6 kita udah cabut. Jam 7 udah di tempat. Sepanjang jalan ngeliat sisa2 parahnya banjir 2012. Ondeeee..syukur kalilah ya kita tinggal di Depok jadi ga kena prosesi apung2an itu. Jam 7 sampe, e pas banget ada promo 20% dari CC Mandiri, BNI, dan BRI. Tiap kartu maksimal hanya untuk 4 orang. Untung gw bawa 2 CC, lumayan bisa hemat 125rb. 9 orang boook, ampe mobil agak bungkuk waktu jalan.

Sampai di dalam, kita langsung sewa gazeboh. Mahal oooyyy, 250 rebu ajya T-T, udah ada kasur busanya, kerai, seluas 3m2. Ga usah sewa2 loker biar hemat, gantian aj jaga barangnya. Sewa ban, 50rb/biji untuk 4 jam. Tapi kalau balikin sebelum 4 jam, jadinya hanya 25rb. Nti 25rb sisanya dibalikin. Kagak ada ban ganda cuy, adanya single2 doang.

Wahana apa aj yang ada disini? Waah segudang, ga sempat diicip satu2. Berhubung ini liburan para krucils, jadi ya kita yang udah tua2 ini nyenangin mereka dulu lah. Main di kolam anak, kolam bola, kolam ombak. Kolam ombak, kolam bola, kolam anak. Kagaaaak pindah2. Ittu aj puter puter.

Mana ada cerita foto tanpa gw? Loh Alif mana ya, Alif? :(

Kolam Anak. Mana ada cerita foto tanpa gw? Loh Alif mana ya, Alif? 😦

Kolam Bola, kolam favenya anyak-anyak

Kolam Bola, kolam favenya anyak-anyak

Ayah berjibaku ngurusin bocah2 :D

Kolam Ombak. Ayah berjibaku ngurusin bocah2 😀

Apa nyang bikin nyonya senang selama disini? Waterbom ini kayak The Jungle bo, alias bisa piknikan. Boleh kita bawa tikar dan makanan dari rumah, boleeeh banget. Silakaan. Areanya juga luaaaas ya bo, 5 ha. Mau melampar dimana2, tetep aj masih ada tempat. Udah gitu kan jadi hemat ya kalau bawa makanan dari rumah (biasa, emak2 selalu care masalah ekonomi). Kagak usah takut antre di kamar mandi dan toilet. Stoknya buanyaaak banget, airnya juga kenceng, kagak pelit.

Nyang bikin gw sedih? T-T. Hiks. Itu loh. Gw itu kan selalu care sama masalah kamar mandi dan toilet. Nah si Atlantis ini, walo stok kamar mandi dan toiletnya buannyyaaak tapi ga gitu terawat. Dibilang kotor juga ga, soal emang ga da sampah. Tapi banyak sarang lawa2, beberapa pintu ga bisa dikunci daan…dannn…banyak yang karatan. Agak2 ilfil :(.

Yang bikin sedih kedua adalah kurang menantang bagi orang tua. Waterbomnya landai sangaat… sampai2 gw merasa bosan ada di dalam terowongan air itu. Suami doang yang jiper sama “kelandaiannya”, ah suami mah jiper sama semua perosotan keknya. Udahlah kami antre lumayan panjang, mendaki tinggi2, adrenalinnya ga kerasa. Sampai di bawah, jadi malas nyoba wahana lainnya, curiga sama aj landainya wkwkwk.

Apa kabar kolam apung? Murni seperti kolam biasa yaa warna airnya, tidak terlalu luas juga. Soal kan memang bukan buat berenang. Yang harus dilakukan di kolam apung, cukup terlentang dan pasrah saja. Ga usah panik mbaaak, kecibang kecibung, kolamnya dangkal kaleee, cuma sepaha. Jangan sampai ketelen, percayalah rasanya ga enak. Jangan sampai kena mata karena akan perih. Kalau udah terlanjur kena mata, pejamkan saja, jangan dikucek. Langsung bilas dengan air di shower yang memang khusus disediakan.

Kolam Apung

Terooss..bagi kamu yang ga masalah ngelampar, sok atuh ngelampar. Dibanding gazebo yang harganya seperempat juta, huwaaa (garuk2 kerai gazebo)…keknya ngelampar jauh lebih recommended. Tenang, ada banyak teman seperjuangan kok. Aaakhh..cobaaa kemaren kami ngelampar, lumayan uangnya bisa dibeliin yang lain buat de krucils. Toh anak2 yang penting kan ngumpul dan happy, mana peduli mau lampar2an or gazebo2an? :p

Tapi…apa sih hakekat dari liburan ini? Kesenangan para krucils!! Walao ada lebih banyak kurang (qiqiqiqi), yang penting krucils happy, so alhamdulillah bangeett :D. Gw en suami juga sueenaaang melihat mereka pada senaaang.

Lepas berenang kami makan di Dermaga One di ujung Pantai Karnaval. Sengaja pilih tempat itu biar ga terlalu rame, plus dekat banget ma laut, anginnya oke banget sepoinya. Ada mushola juga, sumpah sholat sambil kena angin pantai itu makin ngantuk khusyuk. Oya untuk makan disana, perorang kenanya 80-100rb, masakan lumayan enyaaak (apa karena lapar yaaa, hahah). Silakan cubaaa.

Baiklah sekian liputannya. Sampai ketemu di waterbom berikutnyaaa :D.

Atlantis Waterbom, Ancol

yee, gegayaan doang itu mah. abis bungkuk, berdiri lagi terus kabur (diliatin penjaga kolam, wkwkwk)

yee, gegayaan doang itu mah. abis bungkuk, berdiri lagi terus kabur (diliatin penjaga kolam, wkwkwk)

Gw en suami baruuu aj beli tiket buat jalan2 ke Jepang taon depan pake promosi dari Air Asia. Lumenjen, dapat harga murah. Iiiih senangnyaaaa. Kami memang pecinta manga sejati. Jadi kalo akhirnya bisa berkunjung ke negara itu, waaah happy bangeeet. Semoga benar2 terlaksana ya Allah..ga batal kayak liburan ke Phuket taon lalu T-T.

Rencananya kan mau backpackeran nih (duit’e limited soale), so Alif ga bisa diajak. Takut cuaca, makanan, dan ini itu serba ga kondusif buat anak umur 4 tahunan. Akhirnya suami bertitah, “Sampai saat itu tiba (ehm, Sep 2013, maksudnya) kita harus menyenangkan Alif sesering mungkin!!” Baik, Jenderal. Perintah saya laksanakan!! So minggu itu juga kami sepakat membawa Alif ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah).

Pas hari H-nya, suami udah siap. Emaknya udah siap. Alifnya udah siap. Sebenarnya Alif udah pernah sih ke TMII tapi waktu itu masih umur 2 tahun. Masih lom gitu ngerti dan siang terik pula saat itu so yang ada bukannya rasa senang tapi keringat yang berlinang. Jadi hikmah yang bisa dipetik adalah: datanglah kesana pagi hari. Kak Vera juga menyarankan bawa makanan karena disana pilihan makanan tidak begitu banyak. Jadilah kita ciao jam 8.30 lewat tol Cijago (berhubung rumah dari Depok, catet, DEPOK).

Ternyata..si ayah salah pintu tol. Harusnya keluar di pintu tol TMII, tapi si ayah kecepatan, nggelesor ke pintu tol Cililitan yang mengarah ke Tanjung Barat. Emaknya senyum2 aj, gpp salah 1x, dimaklumi. Alif? Alif ga ngerti tentang pintu tol, so dia juga ga complain. Kesalahan pertama akhirnya dianulir dan tiba juga nih kita sedikiiiit lagi ke TMII. Tinggal belok kiri aj rasanya selesailah masalahnya, bisa langsung masuk ke pintu tol TMII. Udah tanya orang di tepian jalan juga tuh, “Belok kiri aja Pak, katanya”. Oke deh, sikaat. Ternyata waktu kita telusuri, belok kirinya ada dua. Dalam radius 100 m ada belok kiri. Radius 120 m ada belok kiri juga? Wah, yang mana nih? Yang manaaaa? Bingang bingung, akhirnya kita pilih yang pertama deh. Dan ternyataaaa jalan itu adalah tol Cijago yang menuju ke Depok!! Emaknya nelan ludah sampai bunyi “gleg”. What the…??!! Ini TMII lom sempat dikunjungi kok udah pulang ajjaaaa..??

Tentu saja ayah sendiri juga kesal dan diliputi perasaan bersalah. Betek, beteeekk (*gitu kali ya). So kita berhenti di tempat peristirahatan km “lupa”. Semua pada lapar karena lom sempat sarapan. Akhirnya kita ke Burger King dan Nyetarbak. Lumayan, karena ruangannya dingin, perut udah kenyang, rasa kesal pun minggat. Pelajaran yang bisa dipetik adalah: kalo lagi kesal or marah, bawa makan dan pergi ke tempat yang dingin. Niscaya hilang kesalnya..buktinya kita malah poto2 disini :p.

Karena udah kadung di tol Cijago, tujuan pun kita ubah. Bagaimanapun Alif harus bersenang2. So kita banting setir ke Cibubur, mau main ke TAC (Telaga Arwana Cibubur). Sebelumnya juga udah pernah kesini tapi lupa bawa kamera jadi ga bisa diposting di blog deh :D.

Ini jalan menuju TAC. Perhatian, belokan kiri setelah pom bensin Petronas itu adalah jalan 1 mobil. Memang sih ada titik2 tertentu yang bisa 2 mobil. So kalau bawa rombongan menggunakan bis kesini, rada ribet juga ya..Mesti ada yang atur lalu lintasnya.

TAC adalah tempat rekreasi yang lumayan luas. Di dalamnya ada tempat menangkap ikan buat anak2, tempat mancing ikan buat orang dewasa, flying fox, main ATV, berbendi ria, buat keramik, dan kolam renang mini. Restorannya cuma satu, Saung Mang Engking. Titik. Tidak ada yang jual snack disana. Tampaknya disini berlaku sistem monopoli perdagangan. Kami sampai di TAC jam 11 lebih dikit, jadi masih sepi dan parkiran masih luas. Untuk masuk ke TAC, bayar 10rb/mobil.

Nah harusnya kan ke TAC buat nyenangin Alif ya, tapi si ayah begitu liat kolam pancing langsung lupa tujuan. Bujuk2 Alif buat mancing juga, yaah Alif pun manut akhirnya. Sewa pancingnya 20rb. Untuk umpannya yang sebaskom kecil bayar 5rb. Udah deh abis itu duduk ngelamun liatin pancing. Mula2 Alif bersemangat, “Ikannya mana Yah? Ikannya mana, Yah?” Lama2..karena si ayah ga kunjung dapat ikan, Alif mulai bosan dan main2 sendirian. Selang 1 jam lebih masih ga dapat ikan, Alif mulai ngantuk. 2 jam kemudian, Alif udah terbujur di pangkuan ibunya. Sementara ayahnya masih terus mancing, ga mau berhenti dengan alasan, “Malu..orang sebelah dapat terus kok kita lom dapat2..” Howaaam… Yah emaknya nurut aj, toh gada yang dikejar ini :D.

Menjelang jam 2-an baru deh ada hasilnya. Wajah si ayah langsung berseri padahal sebelumnya rada kuyu gitu. Dapat 6 ikan mas, salah satunya gede banget deh. Alif juga udah bangun so bisa liat hasil tangkapan ayahnya. Ikan2 yang didapat harus dibeli dan ga boleh dikembalikan ke kolam. Total untuk ikan kena 60 ribuan.

Udah dapat hasil, baru deh Alif diajak main. Main ATV, berbendi ria. Di bawah ini adalah list harga dari tiap permainan.

Tapi kalau sepenglihatan gw, ATV-nya kurang menantang ih. Sudahlah cuma lingkaran kecil, mesinnya pun ga kuat dan sangat lambat. Kalau ada pendakian sedikit, ATV-nya ngadat dan harus didorong. Naik bendi? Sama juga. Perasaan bendi baru jalan, eh kok udah disuruh turun aj :(. Wajar si, yang dikitarin cuma sepelemparan batu luasnya. Nangkap ikan? Waktu pertama kali datang ke TAC, ikannya dikiiit banget. Kasian Alif udah panas2 cari ikan, ga dapat sebijipun. Berenang? Wiii kolamnya udah 25rebu, standar banget, gada lucuk2nya. Mending ke Aquatic Fantasy Depok aj sekalian dah. Buat keramik dari clay? Sepiiii ga ada yang main itu. Tampaknya acara clay, bajak sawah, perah sapi, dan lukis caping hanya seru kalo acaranya rame2, bukan perorangan. Saung Mang Engkingnya lebih cihuy yang di UI, Depok.

Walau emaknya cerewet banget menilai sana sini, berasa ga pas di hati, berasa uangnya rada boros padahal yang didapat ga seberapa, tapi yah yang namanya anak2 ya, dibawa jalan aj udah hepiii banget. Ga ngefek tuh ke si Alif, asal ada temen main seusianya, ditarok di lapangan kosong aj keknya betah tuh. Hmmm…apa supaya hemat gw bawa aj sepupu2 kecilnya bermain di tanah lapang yaaaa (*mulai timbul ide cerdik namun licik).

Kesimpulan akhirnya: bagi gw sih kurang recommended. 3x kesini: 1x merasa puas, 2 lainnya malah merasa boros. Tapi kalau sekedar dicoba, bolehlaaah. Toh selera orang beda2, tak iye…   😀