Archive for the ‘Rupa-Rupi’ Category

Berikut adalah beberapa ciri umum dari tiap tipe MK yang kemarin sempat saya ingat. Pastinya ingatan saya tidak lengkap :p.

SENSING (rajin) dicirikan oleh otak limbik kiri yang lebih dominan berkembang. Punya memori yang kuat (*jangan sampai berhutang sama orang Sensing wkwkwk), on track, butuh pembuktian, mudah terbakar semangat, mudah dimotivasi, memperhatikan detil (baju lecek, risih. Keciprat noda, risih), traksaksional, rajin, tahan banting, senang tampil, kurang kreatif alias miskin ide (*paling banter bisanya ATM-amati tiru modifikasi), ga bisa LDR-an (dijamin kalo LDR dia bakal cari pacar baru :p), mengutamakan efisiensi. Chemistrynya adalah harta. Artinya kalau mau membuat orang Sensing maju, maka iming2i ia dengan insentif. Contoh: “Kalau lo kerjakan tugas ini, gaji lo bisa naik 5 jt dalam setahun loh”.

THINKING (pandai) dicirikan oleh otak kiri atas yang lebih dominan berkembang. Orangnya logis, rasional, selalu mencari solusi untuk tiap masalah (*padahal kalau orang curhat kadang pengen didengerin doang, eee dia sibuk cari solusi ahhaha), dingin, ga begitu suka ngobrol (kalaupun ngobrol sama orang yang udah kenal dekat, atau topik yang ia kuasai). Kurang empati, kritis, menuntut hak, suka hitung2an, mengutamakan efektivitas. Ngomong sama orang Thinking harus pakai data. Wanita dengan sifat thinking cenderung susah untuk “manja”. Susah dipengaruhi dan mudah dihambat masalah. Chemistrynya dengan tahta, artinya bila bekerja ia akan berusaha mencari posisi walaupun gajinya kecil, yang penting jadi “orang penting”. Tipe ini cocok menjadi Manager karena bertangan dingin dan semua harus sesuai deadline.

Intuiting (kreatif) dicirikan oleh otak kanan atas yang lebih dominan berkembang. Orangnya unik, kreatif, penuh ide. Abstrak alias tidak mudah dimengerti, pemikirannya berorientasi ke masa depan. Gila kerja, senang membaca. Suka tontonan fiksi, senang melupakan (*kalau mau berhutang, pilihlah ke orang Intuiting bahahaha). Susah untuk dimotivasi karena motivasinya muncul dari dalam diri sendiri. Tidak on track alias mudah berpindah pekerjaan selama yang bersangkutan senang mengerjakannya, suka utak-atik, ulik-ulik dalam waktu lama. Tidak takut resiko dan punya bakat untuk menjadi pengusaha. Chemistrynya dengan Kata alias Ilmu dan Ide. Intuiting cocok untuk bekerja di belakang layar, menghasilkan ide2 brilian lalu meminta tipe lain untuk mengerjakannya :p.

stifin

Feeling (emosi) dicirikan oleh otak limbik kanan yang lebih dominan berkembang. Orangnya ramah, hangat, mudah bersosialisasi, populer, penyayang, memperhatikan kepentingan orang lain. Sukanya film2 romantis. Pergerakan lambat, senang curhat, kurang pandai menjaga rahasia namun pandai meyakinkan. Cocok untuk menjadi pemimpin karena sifatnya yang mengutamakan kepentingan orang banyak. Bersemangat tinggi, namun mudah tersinggung. Chemistrynya dengan Cinta.

Insting (naluri). Dicirikan oleh otak tengah yang lebih dominan berkembang. Insting termasuk langka karena jarang ditemukan. Punya sifat paling religius ketimbang tipe lainnya, namun temperamental. Spontan, naluriah, senang yang simple2 (pragmatis). Generalist, semua bisa ia kuasai. Tidak punya kekurangan tapi juga karena generalis maka tidak punya satu bidang yang benar2 bisa ia kuasai secara penuh. Semua mau dikerjakan sehingga hasilnya selalu nanggung. Mudah beradaptasi. To the point, temannya banyak. Suka mendamaikan perselisihan. Chemistrynya Bahagia. Asal ia bahagia, maka ia akan puas. Kadang kebahagiaan yang kecil saja sudah menjadikan ia puas sehingga sulit untuk maju. Suka menolong sehingga uangnya habis untuk menolong sesama.

Nah, tiap tipe ini nanti dibedakan lagi menjadi introvert, extrovert, dan golongan darah. Tiap2 tipe kecil itu akan punya cara belajar masing2, punya jurusan/profesi yang sesuai karakternya. Semua dibahas lengkap di trainingnya (termasuk STIFIn untuk pasangan juga loh) tapi tidak akan saya bahas disini soalnya puanjang rekk. Mendengar penjelasan2 di atas, saya optimis saya adalah orang sensing yang berchemistry dengan harta. Suami adalah feeling yang berchemistry dengan cinta (*tsah), dan Alif pun juga demikian. Namun apa yang terjadi. Saya ternyata memiliki mesin kecerdasan INSTING (si Indra ke-7 yang Serba Bisa).

DENIAL! Saya sih ga masalah dengan julukan Indra ke-7 dan Serba Bisa yang tampak keren itu. Saya hanya bertanya2 dengan sifatnya yang “banyak teman” (sujud syukur kalo iya wkwkwk soal saya ga gaul), lalu senang menolong orang sampai kekayaannya habis (*hah???), lalu easy to pleased alias dikit2 senang sehingga sulit maju (*apaaaa??). Speechless. Masa sih? Spiritual? Iya sih belakangan agak2 spiritual tapi bayangkan kalau dari SMA saya sudah menjalani STIFIn lalu dimasukkan ke sekolah teologi, lah dulu di pesantren Al-Azhar aja saya termasuk yang bandel dan membangkang *_*. Ini beneran ga ya hasilnyaaa? Kalau saya aja merasa ga cocok, apa nanti STIFIn anak saya bakal cocooook? Karena curious saya tanya peserta lainnya. Ternyata ada yang merasa cocok, ada juga yang engga cocok. DENIAL, menurut instrukturnya adalah reaksi yang wajar terjadi karena kita biasanya ingin memiliki mesin yang sesuai dengan “penakluk” kita (*nyelip info dikit ya. Jadi tiap tipe itu punya suporter dan lawan masing2. Misal nih…feeling itu bakal akur banget dengan sensing. Thinking akurnya dengan insting. Sementara itu, jangan pernah sandingkan sensing dengan insting dalam bekerja karena aura insting pasti akan tertutupi. Jangan sampai menyandingkan intuiting dengan sensing karena sensing pasti kalah. Begitulah kira2). Wah, saya diam aja dan berusaha mencerna.

Eniwei, semua tipe mesin kecerdasan sebenarnya bagus ASAL kita bisa memperkuat kelebihannya dan menyalurkan kelemahannya di cara yang tepat. Data sudah diberikan, panduan sudah diberikan, tinggal kita nih, mau menyesuaikan dengan strength/weakness kita atau tidak. Kalau mau, niscaya kita akan menjadi orang yang lebih sukses dan bermanfaat. Kategori pengembangan mesin kecerdasan ini ada 4. Yang pertama adalah personality yaitu mengetahui tipe mesin kecerdasan kita dan menerimanya. Yang kedua adalah mentality alias personality yang diasah. Yang ketiga adalah morality alias mentality yang bermanfaat bagi sesama. Yang keempat adalah spirituality alias morality yang mendekatkan diri pada Penciptanya. Bingung? Saya kasih contoh yaa.

Misal tipe feeling. Kita tahu feeling adalah orang yang hangat, ramah, populer, namun sayangnya baperan dan kurang pandai menjaga rahasia. Ternyata kita termasuk tipe feeling. Kita tahu kelemahan kita tapi masih juga melakukan pembenaran dan berkata, “Ya wajarlah gw ember, gw kan tipe feeling.” — ini berarti kita masih dalam tahap personality. Mengakui kita tipe feeling namun tidak mengasah kekurangan kita. Sebaliknya, jika si tipe feeling ini berusaha untuk tidak ember, hanya menyimpan dalam hati dan curhatnya saat berdoa pada Allah — berarti ia sudah masuk dalam tahap mentality. Tipe feeling yang hangat dan ramah ini lalu mengembangkan kelebihannya dengan memilih profesi yang sesuai bakatnya, misalnya psikolog. Sebagai psikolog ia berusaha membantu orang2 yang mengalami masalah dalam hidupnya dengan ikhlas — maka ia sudah masuk ke tahap morality. Selanjutnya spirituality yah bisa ditebak yaaa. Misalnya menggunakan kelebihannya ia menggalang pengajian di grup psikolognya. Atau sedekah rombongan. Itu salah satu contohnya.

Alif setelah ditest masuk dalam tipe Intuiting Introvert. Ia adalah calon businessman sejati (bila percaya STIFIn-nya). Yaahh, bener ga yaaaa? Mari kita lihat ke depannya :D. Alif masih 7 tahun. Nanti di umur 10 tahun secara umum akan terlihat preferensinya ke arah apa.

So mau ikutan STIFIn juga gaa? Googling aja yaaa tempat2 tesnya ^^. Oh kalau misal butuh info, bagaimana menghadapi bos yang punya tipe feeling.sensing.etc? Disini jawabannya ya. Semoga berhasil.

 

 

 

Tersebutlah pada suatu hari saya melihat banner ini. Seminar STIFIN yang salah satu pembicaranya adalah Meuthia Rizki. Meuthia Rizki yang saya tahu adalah seorang Oriflamers  (upline saya paling atassss banget). Tapi berhubung ybs sudah sukses disana, sekarang ia mau mencoba profesi lain yaitu sebagai seorang motivator. Profesi ini dipilihnya karena ia menyadari ternyata dirinya adalah orang yang suka “tampil”, ndilalah pas dites STIFIn ternyata ybs masuk ketegori Sensing yang memang doyan tampil. Begitu katanya di FBnya. Jadi ceritanya saya kepo, apa sih STIFIn? Berguna ga ya bagi anak saya? :D.

FB_IMG_1457869601715

Langsung aja nih loncat cerita ke seminarnya ya. Sebelum seminar, peserta akan discan dulu 10 sidik jari tangannya. Lalu akan mengikuti seminar, baru deh dijelaskan hasil scan sidik jarinya. Secara umum seminarnya masuk kategori “cukup”, namapun juga ini seminar pertamanya terkait ilmu STIFIn. MCnya diambil dari aktor standing comedy Bandung yang kocaaaak banget. Dalam seminar ini, Meuthia bekerja sama dengan ASAN, anaknya Jamil Azzaini yang sudah lebih dulu terkenal sebagai motivator dengan ilmu “sukses mulia” nya. Kalau teman2 sering mengikuti acara motivasi, biasanya tahu nama tersebut :).

Baru muncul, Meuthia langsung bertanya. “Siapa disini yang pas waktu SMA dulu memilih jurusan, terus pas kuliah ambil jurusan yang sesuai dengan waktu SMA, lalu pas bekerja mengambil profesi yang sesuai saat kuliah dan sampai sekarang berasa cinta matiiiii sama pekerjaannya sampai mau mengerjakan itu sampai tua. Siapaa? Ayoo ngacuung!” (*e terus ga ada yang ngacung bahahaha. Yah saya akui jurusan SMA-kuliah-profesi saya masih cocok sih sampai sekarang tapi kalau dibilang cinta mati, yaaaa enggak juga. Lebih tepat dibilang “menjalani saja” :p).

Lalu Meuthia bercerita bahwa dulu saat SMA ia memilih jurusan IPA (*padahal harusnya Bahasa. Dia ga mau masuk Bahasa soal zaman dulu jurusan Bahasa terkenal dengan “bego”nya). Tapi ternyata otaknya ga sanggup. Di tiap praktikum belek2 hewan, Meuthia selalu bayar orang. Nilai Matematika 5. Didatangin guru les privatpun, mentok2 jadi nilai 6. Udah gitu lulus kerja jadi sekretaris. Asli menderita bawaannya pengen pulang. Lalu nyoba trading saham, e gak cocok juga. Sampai akhirnya nyemplung di Oriflame, eh lumayan cocok. Suksesss, bisa dapat gaji di atas 100jt, sekarang nyoba profesi sebagai motivator demi menyalurkan keinginannya yang suka tampil, sesuai hasil tes STIFInnya. Kesimpulan, setelah 12 tahun ganti2 profesi, Meuthia baru menemukan pekerjaan yang sesuai minat bakatnya di umur 34 tahun. Kenapa harus selama ituuu? “Coba kalau tahu minat bakat dari awal, kan gw langsung pilih Oriflame. Bisa sukses di usia muda karena ga menghabiskan 12 tahun nyoba2 profesi ini itu demi mencari yang sesuai passion” (*begitulah kira2 katanya).

Jadi apa sih STIFIn itu? STIFIn adalah metode yang ditemukan oleh orang Indonesia (*ternyata), untuk mengetahui bagian otak mana yang paling berkembang di diri kita. Otak itu kan terbagi 5 bagian: ada otak kiri, otak kanan, limbik kiri, limbik kanan, dan otak tengah. Tiap bagian dipercaya memiliki kecenderungan sifat yang berbeda. Sejujurnya semua bagian otak manusia pastinya berkembang, namun bagian mana yang paling berkembang, itulah yang akan mendrive sifat  kita. Sifat kita sendiri sebenarnya 20% berasal dari genotif (yang bisa dilihat dari tes STIFIn) dan 80% berasal dari fenotif (lingkungan). Betul, 80% berasal dari lingkungan namun 20% itu tidak akan pernah hilang. Sebagai manusia yang cerdas, kita dapat memilih lingkungan yang sesuai dengan genotif kita. Dengan demikian saat dewasa, kita akan menjadi pribadi yang benar2 berkembang maksimal sesuai gen sehingga bisa menjadi manusia sukses. STIFIn percaya bahwa semua manusia bisa sukses, asal berkembang sesuai MESIN KECERDASAN-nya (MK). MK ini akan berkaitan erat dengan personality bawaan, minat dan bakat. Lalu kalau memang minat dan bakat itu dilihat dari bagian otak mana yang berkembang, kenapa tesnya pakai sidik jari tangan yaa? Katanya, karena pusat syaraf berkumpul di tangan, jadi sidik jari bisa dipakai untuk menggambarkan kondisi otak. Namun bila alat sudah berkembang lebih jauh, tes DNA harusnya bisa menggambarkan konsep STIFIn ini.

Karena otak terbagi atas 5 bagian, maka MK manusiapun secara garis besar terbagi menjadi 5 bagian. Sensing, Thinking, Insting, Intuiting, dan Feeling. Seperti apa ciri masing2 MK itu? Lanjut ke postingan yang ini ya.

 

 

Agar Asisten Rumah Tangga (ART) Awet

Posted: December 9, 2015 in Rupa-Rupi

Bagi saya yang suami istri bekerja, keberadaan ART sangat amat membantu. Dengan rendah hati dan ikhlas saya katakan bahwa profesi mereka ternyata begitu penting bagi saya. Walaupun profesi tersebut kebanyakan diisi oleh orang2 yang tingkat pendidikannya tidak begitu tinggi, tingkat ekonominya belum mapan, dll..tapi saya sangat menghargai profesi ini seperti saya menghargai seorang buruh bangunan, karyawan bank, penjahit, supir, rekan kerja saya, dan profesi apapun itu.

Jujur, dulu saya tidak begitu. Dulu saya sombong dan merasa ada di kasta yang lebih tinggi. Mungkin karena itulah yaa saya ditegur Allah (art rata2 awetnya cuma2 tahunan) :D.

Anyway, banyak yang bertanya kepada saya bagaimana cara mendapat ART yang baik dan awet. Seakan2 saya memiliki ART yang sudah bekerja belasan tahun lamanya heehehe padahal enggak. Selama 8 tahun sudah 4x ganti kok. Apakah itu termasuk awet atau tidak, itu relatif.

Saya tidak akan menyinggung bagaimana sifat ART yang lama karena sayapun merasa belum menjadi tuan rumah yang baik saat itu (*ngaku). Tapi sedikit banyak saya makin melunak dan memperlakukan mereka seperti saya diperlakukan di kantor. Agar mereka awet, yang penting hanya 2 hal saja kok. 1) Kita memberikan hak2 mereka, 2) Kita tidak bossy.

Hak apa saja? Karena bingung, saya juga samakan saja dengan kasus2 di kantor. Di kantor saya ada hak cuti 20 hari, hak kenaikan gaji, hak bonus, hak rest n relax, hak THR, maka saya samakan. Karena kalau saya sendiri jadi ART, pastinya saya ingin hak2 tersebut. Gajinya berapa sebulan? Disamakan saja dengan lingkungan sekitar yaa.

Lalu…tidak bossy. Dulu saya bossy sekali. Saya atasan, anda bawahan, kamu harus manut saya. Saya infokan abcdefghij (*saya detil dan cerewet), tolong kerjakan. Saya perfeksionis jadi anda jangan ini, jangan itu, jangan macam2. Makin berjalan waktu, makin saya malu dengan saya yang dulu. Sok bangetttttt!!! Sombongnyaaa ampun2an. Astaghfirullaah. Kalau sekarang, alhamdulillah karena kebetulan dapat ART yang “cepat mengerti” juga ya, jadi saya bicara sedikit saja. Andai salahpun, akan saya benarkan tapi seeecukupnya saja karena saya positive thinking ART saya pintar dan mengerti maksud saya.

Kalau sudah melakukan 2 hal itu, namun ART tetap tidak seperti yang diinginkan atau sudah sesuai keinginan namun tidak awet, maka itulah kasus no 3. REZEKI. ART memang rezeki2an kok. Tidak ada jaminan kita sudah baik setengah mati maka akan dapat ART yang baik juga.

Cuma sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah…pasti kita memikirkan “apa ya teknik yang harus aku benarkan agar ART-ku awet.” Namun kita sering sekali lupa bahwa memiliki ART yang baik itu adalah sebuah urusan yang juga diatur oleh Allah. Saya sering kali berpikir bahwa hidup saya alhamdulillah sampai saat ini selalu dilancarkan oleh Allah. Mungkinkah itu karena saya berupaya untuk selalu memudahkan semua orang yang berurusan dengan saya? Mungkin ga ya itu karena sering sholat dhuha? Kan sholat dhuha dikenal sebagai sholat penambah rezeki. Mungkin Allah membalasnya dalam bentuk itu? Mungkinkah ini salah satu balasan atas amal2 baik yang saya dan suami lakukan?

Wallahu ’alam, yang jelas apa2 yang sudah diterima kita syukuri saja, baik atau buruknya. Kalau bukan karena ART2 yang dulu mah saya tidak akan ketemu dengan ART sekarang yaa. Yang sekarangpun juga, yang udah membuat hati tenang ini, kalau Allah bilang “stop” mah pasti ia akan pergi juga. Jadi yaa..ikhlas saja apapun yang terjadi. Semoga kita selalu menjadi hamba yang bersyukur, aamiiiin.

Bye2 Japan

Posted: May 20, 2013 in Rupa-Rupi

Rindunya aku melihat kota kelahiranmu, wahai Narutoshi Okita. Dimana tempat kamu dibesarkan, diejekin anak2 karena kamulah yang sejak kecil berbelanja ke pasar dan memasak. Jauh..jauh sebelum kau bertemu Nakki. Jauh..jauh sebelum ia akhirnya memeluk abu jenazahmu..

-Edisi sok romantis mengenang komik Pop Corn by Yoko Shoji-

Udah kebayang2 bakal ngeliat Gunung Fuji, sakura berguguran, nginep di ryokan, berasa jadi Kitashiro Nauko, dan suami dengan Naruto-nya, akhirnyaaaa, sama seperti taon lalu, lagi2 gw gagal jalan ke luar nagari. Halaaah opo ini kutukan. Taun lalu sih enak, jadwal penerbangan memang diubah oleh Air Asia sehingga hampir 100% uang tiket bisa kembali wkwkwk. Tapi taon iniiii? Ini mah murni batal dari keinginan si penumpang, bukan dari Air Asianya. Jadi dada babay sajalah uang tiket itu… T-T (*elap2 air mata, sedot2 ingus).

(*pic diambil dari http://feross.org/images/mt-fuji-view.jpg)

Kejadian duka dimulai dari misua niiih. Tiba2 saja pada suatu pagi dimana kami lagi bermotor ria menuju kantor, misua nanya. “Kenapa ya kemarin kita ke Jepang itu ga bawa Alif?” Eym..kenapa ya? Karena kita kesana pas mendekati musim dingin? Karena kita backpacker dan bahkan mungkin nginap di bandara? Karena disana susah nemuin makanan halal? Tapi intinya sih kalo mau jujur karena ga mau repot disana ga bisa kemana2 gara2 bawa anak keciiillll (*pengakuan dosa T-T).

“Kita batalkan saja, ya. Aku ingin Alif ikut. Kita cari saja pengganti liburan itu, yang penting perginya bertiga.”…doweeenggg!!!

Tapi walau kita ganti tempatnya sekalipun, dana yang habis pasti akan segitu2 juga. Tetap aj ga berhemat, malah mungkin jadi lebih banyak. Lalu apa bedanyaa? (*istri masih upaya menolak).

“Beda. Karena Alif ikut.”

Jleb! *serasa tertohok.

Hiks, iya ya…karena Alif ikut.

Pikir pikir…kami berdua bekerja. Dari Senin-Jumat, sampai di rumah itu paling cepat jam 6 sore, biasanya jam setengah 8 malam. Jam segitu, pulangnya selalu disambut teriakan gembira si kecil (plus pertanyaan wajibnya, “Ayaaah..Ibuuuu. Hari ini bawa apaaaa?”). Sebentar bercengkerama, abis itu bobok. Besoknya kita berangkat kerja, Alif masih ngorok. Sabtu Minggu untuk bertiga, itu cuma 2 hari. Masa waktu senang2 juga anak masih ditinggal?

Mengapa gw masih egois seperti ini yaa..? Padahal jelas sekali kalau melihat senyum bahagianya, hati ini juga jadi bahagia. Gw kan ingin menjadikan Alif anak yang berbahagia. Buat apa dia tinggal di rumah besar, banyak mainan, sekolah mahal kalau yang paling sering bersamanya adalah asisten rumah tangga?

Hmm… Hmmmm!!! Baiklah, jadi gw akan menyusun rencana liburan kemana saja yang pas buat anak umur 5 taon sampe penghujung 2013 ini, wakakaka. Kenapa harus sampai hujung 2013? Karena awal 2014 rencananya eke mau hamil boo :p.

Ada yang bisa kasih ide? Harus dalam negeri secara suami tergila2 sama Indonesia dan secara Asia Tenggara itu tidak lebih baik dari Indonesia. Bali, Lombok, Jogja, Bandung mah liwat. Bukan…bukan karena saya sok kaya terus bosen ngeliat kota itu tapi karena akomodasi dan tiket pesawat ke kota2 tsb adalah gratis asal lewat kursus dari kantor wakakaka. Kan buang2 uang toh yooo kalo tetep kesana juga. Emak itung2an macam saya mah, jangan ditanyalah masalah efisiensi dana :p. Nah yang kepikiran di otak gw sih masih Malang yang akan kita jabanin akhir Mei ini, Garut, Sumbar, and..and? Apa Toraja, Manado, Derawan bersahabat untuk anak umur 4 taon?

Cuti suami ada lebih dari 30 hari secara setaon kemarin ga cuti berhubung status berubah jadi pegawai baru. Cuti gw tinggal 8 hari huwaaa, abis buat bimbingan seminar dan sodara2nya. Advanced cuti..advanced daaah, I don’t care nyang penting jalan2 bertigaaa…!!

Wahai anakku-Alif Raqilla Lubis, kita akan habiskan waktu yang banyak mulai dari sekarang. Karena emakmu ini sudah lulus S2-nya. Engkau akan melihat banyak tempat, engkau pasti akan bahagia. Dan Jepang, kami akan mengunjungimu lagi in the next 6 years, kami berempat.

Dan untuk yang terhormat pihak Air Asia….apa..anda tidak kepikiran untuk mengubah jadwal penerbangan biar saya bisa refund tiket? Eheheheh *teuteup egois :p

Jumat ini (Nov, 2012) adalah pemunculan perdana Gelatik suami ooooy, dipake buat ke kantor. Apa gw udah cerita sebelumnya tentang Gelatik ini? Lom? Jadi lemari sepatu customized gw yang udah didesain sama desainer interior terpaksa batal nih, gara2 suami kepincut sama gelatik dan uangnya dilarikan ke sana. Maaf ya Mas Tian.. (keknya doi bête deh abis permohonan maafku ga dijawab, qeqqeqeqe).

Motornya tahun 1973. Pake kopling. Motor tua, so jalannya kudu ati2. Harus disayang2 gituuuh kek bayi baru lahir. Tiap hari dielapin sambil siyul2, istrina jadi cemburu. Sampai pada suatu ketika..

Suami: “Besok pagi ini aku mau ke kantor pake Gelatik, ah.”

Istri: “Aaaang…ikuuut.”

Suami: “Jangan, ayang naik shuttle aj.”

Istri: “Aaang..gamau…aku mau nyobain juga…”

Suami mengalah. Jadilah besoknya sebelum berangkat, kita malah foto2 dulu. Ceritanya buat update status gitu. Biasa berangkat jam setengah 6, gara2 pake acara berfoto jadi hampir jam 6 deh T-T.

With CB Gelatik

With CB Gelatik

Perjalanan dimulai dari rumah Mahoni Depok, melewati kampus UI yang lenggang. Masih bisa siyul2, bahkan motor berlari (eh berjalan) diiringi dengan lagu Cerpen by Gerbang dari mulut kami. Dunia terasa indah, seakan semesta mendukung perjalanan kami.

Begitu udah di pintu keluar UI…

Inilah realita ya sodara2. Semua kendaraan tampak tergesa2 menuju Jakarta. Kita masih cuek beibeh aj…tapi perasaan2 kok…kenapa hari ini semua kendaraan pada kencang2 yah? Dari tadi diduluin terus…tapi kami ga pernah mendahului…

Emmm ayah…kecepatan motor kita berapa si?

“Yaah 40km/jam paling (spedometer rusak).”

Hahhh? Dalam ati otak gw langsung mikir…jarak kantor ke rumah 20km, karena kondisi Jakarta yang super macet, jarak dikali 4 aj deh, V=s/t, 40=80km/t, t= 2 jam, 6.00+2.00 = 8.00, bujubuneeeng, sampe kantor jam 8?? Yang bener nih?

Kenyataan lain yang harus diterima adalah bahwa motor kami sering di tat-tet orang. Oh inyooong, apa dosa kami sehingga harus diklakson2? Apa saking lambatnyaa? Suami mencoba untuk positive thinking. “Ayang..ada segi positifnya. Motor ini mengajarkan kita untuk tidak ngebut..” Sungguh suatu akhlak yang mulia, husnudzon, sayang kuping istri udah budeg.

Baru aj sampai daerah Pasar Minggu, tiba2 motor ngedut2. Wakwao..kenapa nih? Akhirnya gw turun dan suami memeriksa. “Eh…ehehehe, bensinnya abis yang.” (kagak ada indikator bensin juga). Tampangnya sweet sekali, walo hati ini udah sepedas rujak cobek, mau ga mau ya jadi iba juga. Baeklaaah..kita cari tukang bensin ketengan ya secara pom bensin masih jauh di ujung dunia sana. Suami akhirnya duluan dorong motor, gw jalan kaki.

Nah di tengah2 perjalanan, gw liat ada ATM Mandiri. Jadi ingat kan kalo dompet lagi kosong melompong, gada duitnya. Jadi mau gw isi dululah buat jaga2, siapa tau nti kami menaksi? Maka gw pun melipir ke ATM. Pas sampai di ATM gw buka dompet dengan terburu2. Tiba2 aj tampak benda kuning melenting kayak atlet lompat indah dari dalam dompet gw. Ya ampiiunnn…emas batangan gw book, terpelanting entah kemana. Kenapa juga ada emas batangan di dompet? Baiklah gw jelaskan. Jadi kata Pak Rulli Kusnandar (penulis buku Berkebun Emas), simpanlah emas batangan 25 gr dalam dompetmu. Bentuknya yang indah otomatis akan meng-encouragemu untuk bekerja lebih baik karena kamu jadi ingin mengumpulkan emas itu lebih banyak lagi. So gw turutin tuh saran tapi cuma emas 1 gr sihh hehehe.

Maka setelah ambil duit di ATM, gw sibuk mencari2 dimana si emas berada. Oh nyoooo…namanya juga 1 gr ya, kecil tipis pipih gitu kayak setengah permen Chiclets digepengin, ga keliatan dimana2!! Bahkan gw udah pake gaya pemulung, meriksa tong sampah segala, mengeluarkan isinya. Untung aj ATM lagi sepi, kalo ga gw mesti disangka ga waras :D. Agak 5 menit mencari, gw mulai putus asa. Fiuuuh, I won’t waste my time here, gw harus susul suami ke tukang bensin ketengan. Biarlah orang yang menemukannya mengambil rezekinya. Untuung aj cuma 1gr, kalo 25gr seperti sarannya Pak Rulli, bisa kena geger otak gw.

Maka gw keluar dari ATM dan segera mendapatkan suami yang udah menunggu. Langsung aj kami tancap gas. Tapi memang yang namanya motor tua ya temans, suka jadi perhatian. Di sepanjang perjalanan ini, sudah 3 orang yang menegur kami. Yang pertama adalah motor lewat. Dengan tangannya dia membuat isyarat cinta, tsah. So pasti gw ga kepedean donk, wong pake helm, emang dia tau kalo gw cantik apa? Jadi kami perhatikan motornya, oooh ternyata sesama pemakai CB tooh, pantas aj kasih salam, eheheh. Yang kedua pas suami isi bensin ketengan. Si tukangnya sibuk2 nanya2in motor. Yang ketiga pas lampu merah ada orang ga dikenal langsung ajak ngobrol tentang koleksi motor CB-nya juga. Wahahah, muka suami gw langsung sumringah tuh, berasa temannya jadi banyak, kali yaa.

Singkat cerita, gw sampai di kantor jam 7. Ternyata dengan segala peristiwa yang terjadi, bisa sampe tepat waktu juga. Alhamdulillah. Yah bolehlah kapan2 ngantor naik CB lagi walo perasaan badan lebih pegel dari biasanya :p. Ati2 di jalan ya, sayang..

*dan emas batangannya ketemu 2 minggu kemudian, nyelip dalam lipitan tas. 😀 😀

Woy, udah taon kapan ini kok lo baru pake internet bankinggg? Yey, biyar, better late than never (*berlalu sambil kibas rambut).

Gatau deh internet banking (e-banking) di mulai tahun berapa (digoogling si katanya 1998) tapi yang jelas gw mulai dengar temen kos pake internet banking itu di tahun 2007. Itu juga karena dia di lapangan, jadi susah kalo mau transperita2 uang. Waktu doi bilang ke gw tentang kelebihan fasilitas ini, gw masih menanggapi dengan apatis dan skeptis. Sambil rada nyolot bilang, “Ga ah. Memangnya kamu yakin itu aman?”

contoh internet banking (*bukan promo)

contoh internet banking (*bukan promo)

Per tahun 2008 gw udah menikah dimana suami juga bekerja sehingga mulai deh aktivitas transfer2 gencar pas jadwal gajian. Ya suami transfer ke saya, ya saya balik transfer ke suami, bayar credit card, transfer ke ortu, transfer cicilan, bayar telvon, beli pulsa, iiiiiiih sekali transaksi bisa sampe 10. Mana kita punya rekening buanyak banget dengan maksud baik yaitu agar duitnya kagak nyampur, namun sisi jeleknya adalah daftar transferan jadi segunung. Sampe2 tiap transfer gw pasti pegang catatan, apa aj urutan transfer yang mau gw kerjakan.

Antrinya di ATM kagak mengenakkan, e yang di belakang gw juga kasian kok perasaan transaksi kagak kelar2. Apa ya duitnya banyaak sangattt, padahal ko enggak juga hahahah. Butuh 3 tahun sampai akhirnya gw pun mencoba fasilitas internet banking. Gw pergi ke bank, ambil token, dikasih buku panduan, dijelaskan, diterangkan, diajarin. Tapi hasilnya???? Token nganggur, transaksi tetap di atm sampai suatu hari entah kenapa tokennya ilang dari laci meja. Hahahah kali token2 udah malas nungguin gw, janji2 doang tapi ga ditepatin :p.

token untuk transaksi menggunakan internet banking

3 tahun berikutnya yaitu tahun ini, 2013, gw pun memantapkan hati dengan amat sangat untuk segera AKTIF menggunakan internet banking. Ternyata token itu gratisnya cuma 1x. Berikutnya kalo ilang ya musti bayar. Kagak apa2 deeeeh, time is money. Walo keluar duit 100rb, gw rela nyang penting gw menjadi lebih advanced! Mbak CS pun kembali memberi buku panduan, menjelaskan, menerangkan, mengajarkan tapi bedanya, disini saya MENGAMALKAN.

Selesai diajarin, gw langsung cabut ke kantor dan coba buat transaksi! Percobaan gw adalah membeli pulsa HP, yah 50rb dululaaah. Aduuuh ternyata mudah pisan yah, bahagia sekali sayaaa. Tinggal duduk, ga perlu antri, picit sana picit sini, jadi deeeeh. Oke, pas bet dah, baru abis gajian. Daftar transfer setumpuk. Besok akan gw kelarin semuanya, mantaap. Segitu excitednya karena serasa mengenal dunia baru, maka gw OCS salah seorang teman.

“Heei kamu. Tau internet banking ga? Aku sekarang pake looo. Benar2 efektif yaak. Ayo kamu pakai juga pasti segalanya akan lebih mudah.” (*ga jelas ini niatnya share informasi atau mau pamer).

“Loh, aku kan sudah pakai sejak lama Feb. Masa kamu ga ingat sih waktu sekos dlu aku nawarin kamu pake e-banking tapi kamu menolak karena takut ga aman.”

Toweewewew, sudahlah pamer ke orang yang udah gape sama e-bank, kenapa juga mesti orang yang dulu pernah nawarin gw e-bank? Kan malunya jadi dobel2 T-T. Tapi sudahlah, pokoknya saya sudah share ilmu (*bener share apa pamer nii?), masalah orang tersbeut udah tau ilmunya ya gpp. Kan yang penting NIAT, heheheeh.

Nah pas besoknya, gw online di kantor dengan selembar catatan daftar transfer. Mulai deh step2nya. Masukin username, OK. Password, OK. Pilih transaksi, tekan token, keluar kode, masukkan kode. Yang kebayang udah yang manis2, ee ternyata notifikasi yang keluar adalah

“WRONG PASSWORD”

Lah. Apa saya salah liat kode ya? Ulang lagi deh :(.

Tekan token, keluar kode, masukkan kode. “WRONG PASSWORD.” Looooh, apa gw salah pijit yaaaa?  T-T Oke sekali ini mesti benar semua2nya.

Tekan token, keluar kode, masukkan kode. Yang keluar notifikasinya kira2 seperti ini “WRONG PASSWORD. ANDA MELAKUKAN KESALAHAN 3x, SILAKAN HUBUNGI CUSTOMER SERVICE UNTUK MENGAKTIFKAN PIN ANDA KEMBALI.” Ooooh nyoooo. Baru aj kemarin dari bank antri CS pake antri lama, masa sekarang antri lageeee? Grrrrr.

Tapi memang ketika orang sudah termotivasi oleh dirinya sendiri, tidak akan ada yang bisa menghentikannya. Tetap aj gw turun buat menyelesaikan masalah, pokoknya kudu jago e-bank!! Ternyata kata si CS, gw ga salah tapi memang sistem hari itu lagi ga benar. Kenapaaa? Ada jawabannya di bawah.

Nah pelajaran yang bisa diambil dari cerita gw kali ini adalah (bagi yang sampai kini masih takut nyobain internet banking):

1. Token hanya digratiskan 1x. Selebihnya jika hilang dikenakan biaya 100rb. Jika rusak (token lama dibalikin), dikenakan biaya kalau ga salah 50rb. Ga bisa boong bilang lom pernah dapat token karena mereka punya daftarnya.

2. Bila anda mendapatkan notifikasi yang menyatakan bahwa transaksi anda gagal sampai 2x, jangan lanjutkan lagi. Karena bila salah 3x, pin akan diblokir dan kudu dibuka oleh CS (tidak dikenakan biaya pengaktifan kembali). Lebih baik sabarkan hati dan ulangi transaksi keesokan harinya.

3. Belum tentu anda salah lihat password, atau salah tekan password sehingga transaksi gagal. Kasus saya kemarin ternyata itu tanggal gajian (tanggal 28 Februari) sehingga transaksi perbankan pada hari itu sangat amat banyak, mengakibatkan koneksinya lambat.

4. Jangan takut coba e-banking. Percayalah, semuanya menjadi lebih mudah dan cepat. E-banking menggunakan double protector, yang pertama adalah username dan password untuk masuk ke situsnya, yang kedua adalah password pada tokennya. Jadi jika ada orang yang tau username dan password situs kita, transaksi tetap ga bisa dijalankan karena mereka belum tentu tau password token kita. Kebalikannya, jika mereka mengambil token kita dan (lebih buruknya) tahu password token kita, belom tentu bisa melakukan transaksi karena masih ada username dan password kita untuk masuk ke situs.

Jadi, hare geneeee masih lom tau internet banking? Jangan mau ketinggalan lah yaaaaa, hohohohoho (*mentang2 udah gape). Buang rasa takut dan malas, demi kemajuan diri.

Selamat bereuforia dengan e-banking 😀 :D.

Sungguh Bikin Mewek

Posted: February 15, 2013 in Rupa-Rupi

Posting kali ini gw buat langsung di hari yang sama dengan kejadiannya, saking sangat excitednya ya bo! Ceritanya gw kan ultah, tanggal 14 Februari. Kebetulan juga ultah nikah di tanggal 14 Feb. Pacaran 5 tahun, nikah 4 tahun, udah bejibun kali kisah kasih dan kado dari suami sehingga pada ultah kali ini suami tampak adem ayem seperti gada interest apa2.

Sebenarnya minggu2 ini bawaan ati gw emang lagi sensi. Dikit2 kesel, dikit2 marah. Kecapekan ngurusin tesis keknya. Jadi pas tau bentar lagi mo ultah ya lumayan happy aj. Berharap sesuatu yang  manis akan terjadi, eeehehehe. Yaah, gw juga tau dirilaaah ga ngarepin lagi dikasih kado2 indah. Ga usah sok lebay kayak merasa masih pacaran, tapi setidaknya bolehlaah kalo ada dinner yang romantis dimanaaaaa gitu.

Pas hari H, bukannya pulang kerja bareng eh gw malah disuruh pulang duluan naik shuttle. Kirain gw, ooow…yah kali2 aje pas masuk rumah ada kado di meja makan, ohoooy (*yee, katanya ga ngarepin apa2). Tapi begitu sampai rumah, ruang makan gelap aj tuh, lampu aj kagak nyala. Dan jam berapa suami pulang? 8 malam jeunggg. Memang si, suami bawa cake gitu tapi dibanding gw, Alif tampak lebih semangat tu ngeliat cakenya. Habislah pisau kue diembat, lilin2 dibongkar pasang, dan dicacah2nyalah kue itu.

IMG_6542

IMG_6544

Naaah puas makan cake, gw sengaja duduk melipir2 dekat suami, kali ajaaaa ada kejutan lainnya, semacam candle light dinner? Eeeh suami malah sibuk ketawa ketiwi nonton tipi. Gondoooook deh. Istrinda akhir2 ini udah suteres banget, tambah lagi ulang taon kok keknya dianggap sepele aj, huwaaaa. Melerrr.

“Ayang beneran ni, ga ada apa2? Minimal makan malam dimanaaa gitu? Masa gada sama sekali sii? Ini kan ulang taon plus 5 tahun pernikahan kita. Minimal makan malam aj deh, ayang kan tau aku suka makaaan” (*pake penekanan ke kata “makan”)

“Yaaaa..aku memang mau ajak ayang makan, tapi jangan sekaranglah. Aku cape. Malam minggu aj ya. Mau makan dimana ayang?”

Iiiih, pake gw pula yang nentuin tempat makannya? Ini mah makan kepaksa namanya, kuciwa aku kuciwaaaa. Melengos aja deh gw.

Bukannya paham dengan lengosan gw, suami malah cerita tentang masalah pekerjaannya di kantor sehingga akyuwpun harus memberikan pengertian terhadap kesulitan yang dihadapinya. Huwaaaa…mestinya gw doonk yang diperhatikan, e tapi ini malah kok kebalik? Mestinya gw donk yang palanya dielus2, e tapi kok malah gw yang elus2 pala suami demi menghibur atas masalahnya?

Esmosi yang tertahan, akhirnya saya pun tidur lebih cepat.

Besok paginya berangkat ke kantor bareng seperti biasa. Hampir sepanjang perjalanan eke diam memendam rasa. Terlalu ini terlaluuuu, minimal Pancious Pancakes kek, kan suka sekali saya makan disana, huwaaaa (*usap air mata diam2).

Sampe kantor, langsung blogging, ocs-an, bbm-an (*kapan kerjanya nyonyaa?) dan tiba2 jam 7.30 suami bbm, “Ayang lagi apa?”. “Lagi ini itu. Kenapa yang?” “Ooo..indak ada.” Hhh..pengen minta maaf kali ya, atau mau nanya opsi pilihan tempat makan. Ih masa gw yang menentukan, emooh. Harus misua pokoknya harus misuaaa.

Jam 7.45 akhirnya mulai deh siap untuk bekerja. Mulai deh buka tas buat ambil kotak pensil. Eh tapi…ada apa ini kok nyembul2 kotak warna biru?

Penasaran gw tarik, iiih ada pitanya. Langsung gw buka dan isinya…

surprise gift

Aduuuhhh, mewekkkk ga si?? Padahal gw udah kesal abis karena dicuekin, tapi ini suami ngadoin liburan semalam di villa Tanjung Lesung. Seumur2 gw minta liburan ke sana gak pernah dikasih karena jarak tempuhnya aj 5 jam, jadi pasti capek nyetirnya. Tapi kali ini suami mau, aduuuuuhh so sweeettt. Akyuw terharuuu. Udah lama banget perasaan ga liburan, ini otak udah jenuh sama tesis, hepiiiii deh.

Jadi ingat waktu pertama kali ngerayain ultah masa pacaran sama suami, apa yang dia lakukan coba? Kita saat itu baru jadian 3 bulan. Dan gw bukan tipe orang yang merayakan ultah. Tapi doi nih, membawaku ke kamarnya, seolah2 seperti ngajak buat PR bareng, ternyata pas buka pintu kamar udah ada kue ultah plus lilinnya, plus tempelan tulisan dari kertas manila di dinding kamar “Selamat Ulang Tahun” dan alunan lagu “Bertambah Satu Usiamu” dari Kla Project. So sweet banget kann (sayang ga difoto), ga kebayang deh effortnya buat nempel2in kertas itu ke dinding. Dinding di atas jendela kamar ya book, bukan dinding di bawah jendela, wkwkwkw.

T: Kenapa kamu pilih aku? Kita kan beda banget.

F: Aku gatahu. Tapi sejak pertama kali lihat, aku yakin kalau kamu memang untukku. Sebegitu yakinnya sehingga aku ga percaya kalau kita akan berpisah.

Love you, ayah.., kiss

*betewe ini ga pake duit tabungan, kan? :p

 

Resolusi 2013, optimis jadi 80%!!

Posted: December 20, 2012 in Rupa-Rupi

Wah..tak terasa penghujung tahun sudah. Hhhh…jadi keingat tesis, maless deh. By the waym seperti biasa gw akan mengevaluasi resolusi 2012 gw dan melist resolusi 2013.

Jeng jeng jeng jeeeeng, inilah diyaaa…evaluasi resolusi 2012!!!

1. BB balik lagi ke 54 kg: uwaauuuwww…berhasil sodara2 (*lompat indah). Semua karena gw pake diet Herbalife. Bahkan saking amazed-nya, sekarang gw menjadi distributor Herbalife. Memang ya kalau sudah jatuh cinta, susah lepas. Seperti halnya dulu gw jatuh cinta dengan reksadana dan investasi, kecintaan gw ke Herbalife ini sama besarnya, wakakakak. Mark: Check besar!!

2. Mengumpulkan dana darurat minimal 3x pengeluaran sebulan: bissaaa. Sudah disimpan dalam bentuk tabungan dan reksadana :D. Mark: Check besar!!

3. Mencintai apa yang dikerjakan, terutama masalah kantor: eym…gimana yah. Eym…be..belon tuch… Mark: Silang besar, ditebelin, kasi tanda kutip. Hasil akhir seperti ini “X” (*eh di wordpress kaga bisa bkin font gedean yaa??)

4. Kuliah dengan serius: serius sih gw. Tinggal tesis. Ini yang bikin lemess. So-so lah kalau yang ini mah. Mark: Kasi tanda tanya aj deh :p

5. On time, on promises: banyak yang ga bisa ditepati (*manyun).

6. Go green: yaaah lumayanlah. Mark: check tapi ga usah gede2 banget.

7. Mulai mencoba berbisnis: ohoo!!! Udah doonk, bisnis Herbalife 😀 😀

Lalu apa resolusi 2013 gw? Simak yaa.

2013

1. DP Haji : Mengingat sekarang antrian haji reguler bisa sampai 8 tahun lamanya, akhirnya gw en suami supakat agar tahun depan, at least Mei 2013 sudah harus DP haji. H-A-R-U-S. Kalau bisa malah lebih cepat. Kita sengaja pilih yang reguler soal berdasar pengalaman keluarga, memang Haji Reguler itu jatuhnya lebih khusyuk dan nikmat. Yuk doakan saya yaaa.

2. Pakai jilbab : Insya Allah. Suami juga udah nunggu2 nih qiqiqiqi. Jilbab sih udah disiapkan, baju2 yang sesuai juga udah mulai dikumpulkan. Ciput2 dan pashmina warna warni bahkan sudah digantung di tempat gantungan jilbab yang bahkan sudah dibeliii!! Tinggal niatnya. Mantapkan hati, sehabis wisuda. Ganbatte!

3. Menyayangi suami lebih besar dari sebelumnya, memperhatikan Alif lebih besar dari sebelumnya, menyayangi orang tua-orangtuaku lebih besar dari sebelumnya: semoga gw berubah menjadi lebih penurut, lebih perhatian sama keluarga, tidak terlalu obsessed dengan target2 dan ambisi2 pribadi. Gw ingin meluangkan waktu lebih banyak, dan lebih menikmati kebersamaan bersama orang2 yang gw cintai :).

4. Lulus S2: Moga2 bisa ikut wisuda di bulan April. I’m tired enough.

5. Hidup dari 1 gaji: terinspirasi dari kasus Bimbim, gw dan suami supakat untuk memperketat pengeluaran, memangkas tagihan kartu kredit yang ga penting, memperbanyak kolom tabungan, untuk membangun investasi yang benar mulai dari sekarang. Bissaaa!

6. Serius di Herbalife: target gw tahun ini adalah menjadi supervisor. Mengikuti pelatihan2. Membangun link. Mengerti DMO. Semoga uplineku tercinta juga semakin mendekati impiannya dan mau mengajarkan para downlinenya. Yuks ah, jangan sampai kita mandeg, dapat uang dari gaji doang :p.

7. Istiqomah dhuha 6 rakaat dan puasa sunnah: sekitaran bulan Nov gw udah memulai habit ini gara2 membaca buku Ippho Santosa. Tujuan gw adalah memohon ridho Allah agar dimudahkan rezekinya. Dan subhanallah, Ippho ternyata benar sekali loh! Rezeki gw memang dimudahkan. Puasa sunnah juga, kalo ketinggalan ga ngikutin rasanya adaaaa aj yang kurang. Yah moga2 aj lanjut terus sampai akhir taon depan :D.

8. Makin rajin sedekah: ini juga sarannya Ippho. Katanya, jangan harap kamu menerima lebih kalau kamu ga mau untuk mulai memberi lebih. Pantaskan dirimu. Kalau pingin dapat calon suami yang baik, ya baikkan dirimu. Kalau pingin Allah memudahkan rezekimu, ya mulailah lebih mendekatkan diri pada-Nya. Caranya adalah dengan banyak melakukan ibadah sunnah.

9. Bisa nyetir: khusus mobil matic. Mobil siapa ya..secara mobil gw manual. Auk dah gelap. Pokoknya mobil matic!

10. Liburan ke Jepang: semoga jadi..ga batal kayak Phuket 2 taon lalu. Tiket sih udah dibeli. Ngumpulin uangnya juga udah mulai dari sekarang. Tapi ya gitulah kalau yang namanya pesan tiket dari jauh2 hari, suka ga ketebak ada kejadian apa pas hari H-nya. Semoga Allah menjadikan liburan ini :D.

Agak banyak ya listnya, ehm…Tapi ini masih jauh lebih baik dari ipar gw, wkwkwkkw, list resolusi sampai 30 bo’!! Ditempel di dinding, terus lemnya lepas, jatuh ke lantai. Sampe dinding aj merasa keberatan menanggung bebannya, ahahahaha. Huss! Kok malah ngetawain orang lain.

Yuk ah, gw optimis kali ini bisa sukses 80%.

Waktu SMP dulu, Sekolah Tarnus (Taruna Nusantara) begitu terkenalnya sehingga sudah jadi cita2 bokap untuk memasukkan gw kesana. Tapi kan sekolah itu ga pake sistem bayar ya bok, adanya ditest. Barang siapa yang lolos test sekian banyaknya itu, akan digratisin deh sekolah disana selama 3 taon. Pikir bokap gw, selain gratisannya, sekolah itu ada di Jawa yang so pasti lebih maju daripada Pekanbaru, kota kami di Sumatra. Dan juga sudah tersiar kabar kalau semua lulusan Tarnus 100% akan diterima di universitas negeri. Maka semakin berapi2lah semangat beliau.

Bagi gw yang saat itu usianya masih 14 taon, cupu culun dan malas mikir yang ribet2, yaaa..hayok2 aj. Lagian dari dulu memang gw tipe orang yang senang kompetisi, hehehe. Ditambah dengan cerita bokap yang membuat gw merasa Tarnus tampak begitu eksklusif, semakin ikut bersemangat jugalah gw.

Testnya disupport oleh TNI. Mulai dari tes psikologi, ilmu pengetahuan, fisik, sampai kesehatan. Satu persatu gw jabanin, dan alhamdulillah, emang lolos terus. Terus terang itu semua adalah test pertama yang gw ikuti, cape juga ya ternyataa. Sebelum2nya perasaan masuk sekolah cuma pake NEM dan STTB doang deh, ini kok ya riewueh benjet :(.

Akhirnya tersortir 14 orang anak yang lolos tingkat propinsi. Maka meluncurlah kami semua-ditemani seorang Kolonel-pergi ke Magelangnya langsung, karena test terakhir yaitu tes wawancara akan diadakan langsung di SMP Tarnus-nya. Waaah..seumur2 lom pernah gw ke Magelang, ternyata Magelang itu bagus ya, dingiiiin…dan dikelilingi 4 gunung. Ada yang pernah ke Pekanbaru? Wiiii…Pekanbaru itu ya, minyak doang kelebihannya. Pemandangan kagak ada bagus2nya, tanah aj warnanya kuning. Laut…akh, dimana ada laut? Gunung? Ga kebagian jataah, kebetulan rantai vulkaniknya lebih milih lewat Sumbar, bukan Pekanbaru :p.

Intinya, gw happy lah dengan kota ini. Apalagi diajakin jalan2 sama sang Kolonel ke Borobudur. Baru pertama kali itu gw ke Borobudur, bakhuusss ya bo. Selama ini cuma bisa baca dan dengar doang tentang salah satu keajaiban dunia itu *nguprek2 folder nyari foto waktu itu tapi ga ketemu, ya pa boleh buat, ga bisa diupload deh :(.

Nah itu sesi jalan2nya. Bagaimana dengan sesi di sekolah itu sendiri?

Kami menginap disana selama 3 atau 4 hari (lupa gw). Pertama, kami dikumpulkan di balairung yang gede untuk perkenalan dan pemberitahuan informasi. That’s still fine. Yang mulai bikin ga betah adalah…selama 3 hari itu kami akan mulai “sedikit” mencoba ritme kegiatan di sekolah itu. Yang mana itu adalah tidur berame-rame (sekamar ada 8 orang, kalo ga salah), bangun jam 4 pagi, olahraga jam 5 pagi, dan makan bersama yang didahului dengan acara baris berbaris plus dipimpin oleh kepala meja.

Bangun jam 4 pagi? Wew…diteruskan dengan mandi yang udaranya sedingin itu. Udah gitu kamar mandinya mesti antri…dan pintunya ga ada kunci booo (*mulai merasa ilfil). Lalu dilanjutkan dengan lari pagi mengelilingi komplek Tarnus, hiyaaah. Pas makan, harus berbaris, doa musti sama2, pake diawali dengan pukul gong, dan ambil nasi plus lauk harus berurutan tuh dari kepala meja. Daaan makannya pake ompreng ajya, dibatasi pula waktunyaaa.

Cukup 3 hari, gw sudah merasa ga betah. Wah saya bukan tipe orang yang manut diperintah2 begitu, semua ritual disini menyiksakyuw…akyuw tak tahan. Maaf, mungkin memang kedengaran manja ya. Tapi trust me deh, orang itu ada yang tipe “patuh”, ada juga yang tipe “bandel” dan kebetulan banget gw bukan anak penurut. Serasa pengen kaburr aj dari sana, aseli, tiap malam mandang kosong ke langit malam sambil berdoa, “Ya Allah, aku ga mau lama2 disini, please..”

Pas tiba hari H-nya wawancara, kami dipanggil tiga-tiga orang untuk diwawancara oleh petinggi TNI yang duduk berbanjar sebanyak 5-6 orang. Simple aj pertanyaan mereka sebenarnya, berkisar antara,”Kenapa kamu mau masuk kesini?”, “Apa kamu akan betah tinggal disini?”, “Kenapa kamu pilih sekolah ini?”, “Apa kamu akan siap sekolah disini?”, dan lainnya.

Begitu giliran gw.

“Kenapa kamu mau masuk kesini?” “Saya diminta papa saya, Pak”

“Menurut kamu, kamu akan lolos?” “Saya rasa tidak, Pak. Saya punya varises.” Segera salah seorang dari mereka memeriksa varises gw dan bilang, “Tidak masalah, Pak. Tidak parah.” (*damn)

“Kenapa kamu sepertinya ga ingin masuk ke sini?” “Ya Pak, saya ternyata rindu orang tua saya..Saya rasa saya ga akan betah berjauhan dari mereka. Kalau di tengah2 saya berhenti dan karena itu Papa saya harus bayar 2.5 jt sebagai pinalti, kasian…huwaaaaa” (kasih tangisan, biar oke).

Pas hari terakhir, orang tua boleh datang ke Tarnus. Karena kalau diterima disana, itu artinya salam perpisahan. Kalau ga diterima, ya dijemput untuk dibawa pulang. Saat pengumuman di balairung, gw deg2an banget, takut lolos book. Tapi ternyata nama gw ga diumumkan dan gw sumpah merasa happy banget. Beda sama orang lain yang begitu dibilang ga lolos langsung bersimbah air mata, gw malah menyanyi2 senang.

Apa yang bikin gw terpukul adalah..saat dijemput, gw melihat mata beliau yang merah. Dan ternyata Papa menangis. Apalagi setelah itu mereka tahu dari Kolonel, bahwa gw lah yang mengatakan tidak ingin bersekolah disana. Papa merasa sangat kecewa dan Mama mengatakan, bahwa waktu mereka mengantar gw ke bandara, saat pesawatku take off, papa mengejar pesawat itu sambil teriak,”Sukses ya Febrie” dengan mata merah berair. “Febrie..apalah arti 2.5 juta itu. Kalau kamu memang tidak betah, itu bisa dibayar oleh Papa. Tapi setidaknya, kamu mencoba dulu..”

Oh God..Papaku itu tidak pernah kulihat menangis. Beliau memang pernah marah dengan kebandelan sifatku itu, tapi bukan menangis dan aku benar2 merasa berdosa banget saat itu. Hatiku berkecamuk dan bertentangan. Aku ingin sekali mengabulkan keinginan Papa tapi haruskah demi sesuatu yang sangat tidak aku suka? Haruskah? Haruskah? Maaf Pa, andai waktu diulang kembali, mungkin aku akan tetap menolak. Penolakan itu memang bukan tentang uang, itu hanya alasan karanganku saja. Akulah yang tidak mau, akulah yang tidak bersedia.

Maaf aku mengecewakanmu. Kali berikutnya jika engkau menginginkan sesuatu, akan aku turuti..tapi tidak untuk yang ini.

Dan benar. Gw menuruti saat beliau meminta gw SMA pesantren di Bekasi, dan gw juga nurut saat beliau meminta gw untuk masuk Jurusan Teknik Geologi. Semoga kesalahanku sebelumnya dimaafkan oleh beliau dan oleh Allah..

Indahnya Punya Pengawal Pribadi..

Posted: November 12, 2012 in Rupa-Rupi

Kelas 4 SD kayaknya masa kecil paling indah deh. Soal pas saat itulah, keberadaan gw tampaknya paling dielu2kan hihihi. Gw punya pengawal book. Cuma 2 orang di kelas kami yang dapat pelayanan ini. Yang pertama, Lina Yanti – wajar, dia cantik, sampai sekarang tetap cantik. Pandai, badannya bagus, kaya (*keknya saya iri nih :p). Yang kedua, gw? Kok bisa ya..cantik kagak, item iya, tapiii item manis kali yee (narsis). Hahahah. Nah si pengawal bernama Herman Landak dan Heince.

Maka tersebutlah pada suatu hari gw sedang bermain “tali merdeka”. Kelas gw kan aslinya di lantai 3, kelas 4C. Tapi karena disana udah penuh sama anak2, kami pun bermain di lantai 2, kelas 4H. Di depan kelas ada area kosong selebar 1.5 meter, tempat anak2 berlari dan bermain. Ah sungguh masa muda yang indah, permainan penuh dengan lari2.

Jadi disanalah kami bermain. Ga tanggung2, talinya kita rentangkan sesuai dengan lebarnya balkon tersebut. Yah namanya juga tali merdeka, direntangkan buat dilompatin. Mula2, tinggi selutut. Terus tinggi sepinggang, Terus sedada, terus sekepala, dan terakhir setinggi tangan ditegakkan sambil bilang.. “merdeka” kan? Tauk deh di Jawa apa nama permainan ini.

pikiranrakyat.com

So kita butuh space yang gede doong buat ancang2 melompat. Kan ceritanya kita adu tinggi lompatan..Atlet aj butuh landasan bermeter2, kita juga ga mau kalah doong. Maka direntangkanlah tali itu menghalangi jalan. Dan kami bertiga main dengan serunya. Tentu saja anak2 masih pada ngelewatin tapi rata2 mereka pada tau diri. Pas di dekat tali kami, mereka menunduk sambil bilang “Permisiiii”. “Well2, silakan lewat” (*tersenyum mafhum). Tapi ada 3 cowok nih yang lari2 dengan kencangnya, mungkin saking asyiknya, menabrak tali kita dan akhirnya putus bubus sodara2.

Eaaa, gw jengkel setengah mati secara dikit lagi gw menang tuuuh (*tipe kompetitif). Maka gw pangil tuh anak, “Heeeeyyy, kamuuuu!!!”. Salah satunya noleh dengan gaya cuek, “Apaan si?”. Belum sempat gw sembur, dia udah mau kabur. Siyaal, gw langsung ambil  tali yang putus itu, gw putar2 seperti lasso dan gw layangkan ke arahnya. Ctaaat, kena deh pipinya (*dari kecil memang udah jago ngelasso). Ternyata dia marah boook, mukanya merah kayak banteng, datang ke gw dan langsung…boo..bogem mentah gw…

Abis itu bunyi bel tanda istirahat, dia kabur meninggalkan gw yang terhuyung2. Gw pun segera balik ke kelas gw tapi teman2 pada nyetopin. “Febriee..kamu mimisan tuuuh.”  Iiiih darah itu ternyata memang merah, jenderal. Seumur2 baru kali ini gw mimisan, ga bangeeet. Akhirnya gw pun pergi ke UKS.

“Bu..keknya saya mimisan deh..” (*pakai “keknya”, soal hati masih ga mau ngaku kalo abis kalah berantem). Udah deh idung gw disumbat pake kapas dan disuruh baring sebentar. Tapi memang gw orangnya ga betahan ya, kabur aj gitu setelah 15 menit, masuk ke kelas. Jam olahraga bo, ga mau ketinggalan ah.

Di kelas semua pada tanya2, kok penampilan gw aneh, pake sumbat edong segala? Gw pun akhirnya bercerita tapi hanya  sekenanya. Setelah ganti baju, kami pun olahraga. Habis olahraga, istirahat lagi deeh. (*enak ya jadi anak kecil, istirahatnya 2x, jam 10 sama jam 12).

Pas jam istirahat itu, si Herman dan Heince datangin gw sambil mendorong2 anak laki2. Ngeliatnya percis kayak ngeliat Nobita didorong2 sama Giant dan Suneo. Pikir gw siapaaaa ini? Kata Herman, “Ayo lo minta maaf sama temen gw!! Feb, ini kan yang tadi mukulin lo?”

E buseeet, gw aj udah lupa (catet, cepat marah cepat lupa adalah tabiat yang tidak benar). Aduh beneran dia ga ya? “Maaf ya, Feb..”, kata si anak. Wah dia ngaku, berarti benar. “Iya..benar Her!!” (*sotoy padahal karena orangnya udah ngaku duluan). “Awas lo ya kalo ganggu2 temen gw lagi, gw balas loo!!!”, balas Giant and Suneo. 

Well, so sweet deh kalo diinget sekarang. Sebenarnya bukan gw banget loh nyuruh2 orang balasin dendam gw, wong gw bisa melakukannya sendiri kok, hahahahah. Tapi tetep aj hal itu jadi pengalaman yang memmorable. Sayangnya masa keemasan gw udah cukup sampai di kelas 4 aj. Berikut2nya gw ga punya pengawal lagi secara udah pisah kelas, dan mungkin yang tersisa dari gw memang hanya hitam-nya aj. Manisnya udah ilang wkwkwkwk.