Praktek Trading Saham as Beginner (1)

Posted: August 13, 2016 in Financial Plan

Setelah training tersebut, saya memberanikan diri untuk segera action. Tepat bulan Januari 2016, 1.5 bulan setelah training, saya membuka akun di Indopremier. Saya pilih Indopremier karena termasuk 3 sekuritas terbaik tahun 2015. Pembukaan akunnya sangat mudah, via online saja, dan gratis. Tinggal masukkan data lalu kemudian di hari itu juga petugas dari Indopremier datang menemui saya di kantor untuk menandatangani beberapa dokumen. Kelar prosesnya dalam waktu tak sampai 15 menit.

Oiya, saya memilih untuk membuka akun syariah agar terhindar dari riba. Bisa dibaca di link ini yaa, apa bedanya akun syariah dan yang tidak. Bila saya memilih akun syariah, otomatis tidak semua saham bisa saya beli. Tapi tak mengapa karena saham2 syariah sendiri sudah lebih dari 300 buah, itu aja udah cukup bikin keliyengan :p. Ellenpun menganjurkan agar pemula sebaiknya memiliki saham tak lebih dari 3 macam.

Sekarang modal. Modal berapa ya yang akan saya masukkan untuk coba2 belajar ini? Pertama saya masukkan 4 jt. Niat masuknya sebagai swing trader dengan lama trading tak sampai seminggu. Saya batasi kerugian di angka 3%. Kenapa 4jt? Karena 4 jt adalah resiko yang bisa saya terima jika nanti ternyata uang itu hilang semuanya. 4jt itupun saya ambil dari sisa2 gaji saya di Oriflame hehehe, jadi benar2 uang dingin dan tidak mengganggu kas tabungan sama sekali.

Ternyata saham yang saya pilih harganya mahal2. Saya cari aman, jadi memilih saham2 bluechip yang harganya rata2 minimal sudah ribuan. Uang 4jt rasanya kurang pas untuk membeli 2 macam saham apalagi 3 macam. Akhirnya saya masukkan lagi dana 5jt. Jadi total modal saya adalah 9jt. Sayapun siap untuk praktek trading :D. Ada ga pemula yang mulai trading dengan 50jt? 100jt? Tentu saja adaaaaa, tapi itu bukan saya :p. Prinsip saya adalah, mulai dari nominal yang kecil dulu. Rugi dan untung, akan saya terima. Ga boleh pundung, namanya juga belajar, mana mungkin langsung untung dan selalu untung kan? Yang penting saya temukan trik2nya, saya buktikan bisa profit minimal 20% di akhir tahun, baru tahun depan dicoba dengan modal yang lebih besar.

Banyak orang yang takut trading karena takut uangnya amblas lenyap begitu saja. Tipikal seperti ini adalah tipikal penjudi, yaitu orang yang terlalu euphoria dengan keuntungan sehingga lupa daratan, atau bisa juga orang yang kemarin rugi besar lalu balas dendam dengan berasumsi di trading berikutnya dia harus untung. Padahal mana bisa begitu, pasar kan tidak bisa dipaksakan. Ellen May melarang kami untuk berjudi. Trading harus dengan pengetahuan yang baik dan suasana hati yang tenang. Selalu saja di setiap trading kami diminta untuk membuat rencana terlebih dahulu, yaitu akan beli berapa lot, akan dijual di harga berapa untuk profit, dan akan dijual di harga berapa bila rugi. Karena masih pemula, level kerugian saya tetapkan di angka 3%. Itu setara dengan 65rb. Artinya, setiap saya trading dengan modal 2-3jt di setiap sahamnya, saya hanya akan menerima kerugian maksimal 65rb. Lebih dari itu, akan saya jual. Jadi tidak akan pernah ada cerita uang saya habis :p.

Tapi ternyata…berkali2 trading, saya rugi melulu bahahaha. 65rb kalau dikali 10x trading kan jadi 650rb ya? Lumayan menohok rasanya, kan yaaa? Tapi sekali lagi, namanya juga belajar. Di training kami diminta untuk menganalisa, kenapa bisa gagal. Temukan kesalahannya agar jangan terulang lagi di kemudian hari. Setiap trading, saya selalu catat kenapa saya gagal dan kenapa saya untung. Alhamdulillah, catatan ini sangat membantu proses pembelajaran saya.

pic saham

Warna oranye artinya rugi. Warna hijau artinya profit. Jadi ketahuan ya, 7x trading dalam 2 bulan pertama hasilnya seperti apa hahahaha.

Kelihatan kan ya dari tabel itu kalau saya rugi melulu wkwkwk. Masih labil gituh. Itu baru 2 bulan trading padahal. Total kerugian saya setelah 3 bulan trading mencapai 1jt. Angka itu menurut saya besar, jadi saya stop trading untuk menenangkan diri dan introspeksi. Mencari tahu, kenapa sihh saya kok rugi melulu? Lalu ketahuan deh jawabannya.

Ternyata saya belum menguasai psikologi trading. Mentalnya masih mental cemen alias takut rugiii. Baru aja rugi 65rb saya udah kayak cacing kepanasan. Cepat2 dijual, daripada ruginya makin besar jadi 100rb misalnya. Akhirnya beneran saya jual deh dan rela menerima rugi 65rb. Eee ternyata habis itu harganya naik lagi bahkan lebih besar ketimbang harga saya beli. Kalau saya sabar menunggu 2 harian lagi, ternyata malah jadi untung 100rb. Ih, sakitnya tuh disini hahaha, gara2 takut rugi 65rb doaang. Padahal apa ya arti 65rb bagi saya? Sepertinya saya sering deh makan siang di Yoshinoya atau Richeese atau Pho 24 dan habisnya juga setara itu. Gak takut tuh, gak panik. Lalu kenapa rugi segitu di saham rasanya panik amat ya? Wkwkwwk.

*bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s