Akhirnyaaa…setelah hampir setahun lamanya ga liburan gegara suami pindah based + hamidun, kami liburan kembaliii yeaayyy ^^.  Ayah niiih, buat surprise akhir tahun untuk ibuuu. Katanya Ibu sekarang sering marah2, wajahnya nekuk mulu ke bawah, kurang piknik neh (*ayah ngerti ajaaa). Ya iyalaaah, udah 8 tahun kosong, begitu punya baby kok berasa punya anak pertama lagi. Semua2nya udah lupa, siklus hiduppun jadi berubah banyak. Malam kapaannn, siang kapaaan, tiba2 nyadar ni mata udah kayak panda :p.

Berhubung baby masih 1 bulan, ga bisa lama, akhirnya pilih yang dekat ajaa. Be O Ge O R, BOGOR. Yang dibawa..yah biasa wkwkwk, orang sekampung. Ada saya, suami, Alif, baby Senja, ipar plus 3 anaknya, lalu bou, terakhir adalah mama saya. Total 9 orang dalam 1 mobil. Safe ga sih ini :(, jangan ditiru yak. Ini untung aja Sentul dekat dari Bogor, kalau ke Bandung mah ga bakal berani.

Sentul sekarang mah udah banyak yaa objek wisatanya. Nah yang sempat kami kunjungi adalah Hutan Pinus, Taman Budaya dan Jungleland sajaa. Untuk hotel, karena udah pernah nyicip di Harris, jadi ayah mau nyobain yang baru. Namanya Hotel Neo+Green Savana. Gimana review liburan kali ini?

Hutan Pinus Gunung Pancar

Ini objek wisata yang pertama kali kami kunjungi. Biaya masuknya murah, 2rb/orang kalo ga salah. Laluuu karena disebut hutan pinus, jadi ekspektasinya udah seperti yang di Puncak aja hohoho. Perjalanan kesana mendakiii terus, jadi agak cemas nih mobil kuat apa engga. 9 orang gitu looo. Sampai disana aku liat looo koook hutan pinusnya dialasi ilalang? Bubarlah rencana poto2 cantik ala India kaaan. Nyari2 stopsite mana yang kece kok ga nemu2 yaaa. Akhirnya sampailah kita ke tempat yang jual minuman kelapa muda, dan lokasinya seperti tanah lapang. Kamipun singgah berhubung sudah jam 10an, mulai haus dan lapar. Begitu parkir di dalam, ternyata ga ada yang jual makanan hiks.

Untungnyaaa iparku surprise bawa nasi bekal wkwkwk. Wah cocok banget, soalnya si tanah lapang ini memang diperuntukkan untuk piknik. Kamipun sewa tikar (20 ribuan sampai puas) dan gelar makanan. Lalu keliliiing, dan dapatlah spot2 yang cukup menarik untuk foto2 :D. Bisalah dapat pemandangan pinus walo cuma sedikiitt. Enaknya liburan rombongan itu ya begini ini yaaa. Heboh, rameeee, terus kalo nemu hal yang ga sesuai ekspektasi – kita saling hibur2 diri jadi kembali ceria lagi deh. Ganti2an foto, serasa kita paling rame deh disana wkwkwk. Berujung puas dan senaaaaanggg. Jadi saran saya kalo kesini..bawalah bekal ya. Disana ciyus cuma jual kelapa muda doaang, plus pop mie, udah itu aja. Nah pas turunnya, ndilalah ketemu tuuh hutan pinus yang cakep di sebelah kiri. Ada jalan setapaknya segala. Lah jadiii…jadiii tadi kami salah lokasi duuooong wkwkwkw. Yah sudahlah, yang penting wis kenyang. Besok2 lebih teliti lagi nyarinya :p

img-20170117-wa0088

hutan pinus1.jpg

Taman Budaya

Kelar dari hutan pinus, belum bisa check in kaan secara belum jam 2. Akhirnya kita memutuskan untuk ke Taman Budaya yang lokasinya pas di sebelah hotel. Berhubung waktu terbatas, plus cuaca udah mendung2 sedap, kami tidak bisa menjelajah taman ini dengan maksimal. Yang pasti toiletnya tidak begitu rapi/bersih. Musholanya tersembunyi, hanya seluas kamar, namun kebersihannya cukup. Yang kece pemandangan dan mainan2nya :D. Terhampar di lokasi bagian belakang, menghadap ke gunung dan lapangan hijau yang sangat luassss, terdapat berbagai permainan seperti becak2an, sepeda, flying fox, dll (*ga sempat liat banyak karena kudu bawa stroller hehehe). Pokoknya mah kalo bawa anak kesini dijamin seneeeeng. Foodcourtnya juga ada macam2 jenis makanan dan kebersihannya terjaga. Saya juga bingung dimana letak “kebudayaan”nya tempat ini wkwkwk, apa kelewat sama kami ya. Gratisss ini biaya masuknya yaaaa, sok kunjungi atuh. Kalo permainannya kisaran 20-25rb/orang.

Taman Budaya, Sentul compress.jpg

Taman Budaya, Sentul2 compress.jpg

Hotel Neo+Green Savana

I must say that I loveeeeee this hotel :D. Ga gitu banyak kamarnya, dan cuma 2 lantai kalo ga salah. Ga sesuai dengan parkirannya yang luaaasss. Suami pesenin 3 kamar, ada connecting doornya, dan semuanya langsung menghadap ke pool. Anak2 sukaaa, Udah gitu, tiap kamar ada teras dan sofanyaa. Kamarnya pun luas banget, cocok bagi saya yang bawa bayik. Kamar mandinyapun besaarr, terpisah antara shower, toilet, dan wastafel. Bednya juga yang ukuran 200 apa yak. Pokoknya kami cinta deh sama kamarnya. Manapula saya dan keluarga itu tipikal yang suka rame ahhahaha, jadi senang aja gituh dengar suara anak2 pada jebar jebur di pool depan kamar. Kitanya nontonin :p.

Untuk ukuran sarapan, cukup banyak variasi dan rasanya juga lumayan. Kalau kemarin di Sentul ada senam pagi dan ruangan indoor kids zone, disini ga ada. Tapi pas di lobi hotel kedatangannya, sama2 menyediakan minuman dan camilan. Ratenya juga hampir sama. Cuma karena kami datang sedang peak season jadi dapat rate lebih tinggi.

Di bawah yaa fotonyaa. Karena sibuk endang endong anak jadi ga sempat foto kamarnya dengan bagus. Itu si Alif n the gank minta nginapnya 2 malam. Katanya kalo 1 malam ga puas berenangnya. Yaaah Nak. Kalau 2 malam mah kamarnya udah ga ada lagi. Udah pada dibooking orang buat tahun baruan, pan disini bakal ada pesta kembang apiiih (*padahal andai adapun keknya ga kuat duitnya :p).

Hotel Neo Green Savana compress.jpg

Jungle Land

Berhubung peak season, biaya masuknya jadi 250rb/orang. Tapi karena ayah pake paket Simpati atau apaa gitu, akhirnya bayar 175rb/orang. Yang masuk hanya ayah dan bocils. Kita yang tua2 ini mah…mau main apa siiih di dalam. Daripada ngedumel minta pulang muluk, mendingan kita nunggu di luar :D. Nah enaknya Jungle Land ini adalah…mereka memang menyediakan tempat untuk para penunggu. Dinaungi oleh atap yang super tinggi sehingga angin bisa masuk, di sekelilingnya juga ada berbagai tempat makan dan toko2 yang jualan makanan. Juga banyak spot cantik untuk selfie :p. Ga bosenlah nunggu 4 jam disana. Sayang musholanya jauh dan tersembunyi.

Kalau dalam Jungle Land permainannya seperti apaaa, bisa liat postingan yang ini yak. Namapun musim liburan, anak2 komen di dalam sana antri panjaaaaaang. 4 jam cuma dapat 3 wahana. Yah tapi mereka tetap senang, apalagi habis main apa tuh…wahana yang kita duduk, diangkat tinggi ke atas, lalu dihempaskan ke bawah, lalu diangkat tinggi lagii. Nah itu! Itu jadi favorit mereka.

Jungleland Sentul compress.jpg

jungleland-sentul2-compress

Untuk makan malam, kami mencoba Restoran Karimata. Semacam lesehan, dengan menu ikan2, ada ayam, seafood, dan nasi goreng gitu deh. Tempatnya luaasss dan bersih, makanannya lumayan enak. Perorang sepertinya kena sekitar 60rban. Lokasinya…nah ini dia nih. Lokasinya sangat2 berpotensi membuat kita salah jalan wkwkwk. Jadi restorannya tersembunyi, ga bisa dilihat dari jalan utama. Masalahnya dia ada sebelum pintu tol. Kalau ga hati2, wah…bisa kebablasan ke tol hehehe. Ditambah lagi kalo kebablasan untuk muter, bisa2 balik ke Jakarta deeeh :p. Jadi gini yaa..lokasinya menuju pintu tol. Sebelum pintu tol, lihat ke sebelah kiri. Kalau nemu jalan agak kecil, dari tanah dan mendaki, udah ikutin aja. Nanti tembusnya pasti di restoran itu :). Jangan niru kita, yang kemarin serba ragu2. “Ini ga yaa jalannya.  Eh kok kecil. Eh kok gelap. Eh kok ga da papan nama Karimata”…dan akhirnyaaa muluslah kami tiba2 sudah meluncur ke pintu tol wkwkwkw. Sebel banget secara udah jam 8 malam dan dalam kondisi sangat lapar. Akhirnya kudu muter deeeh and it took 30 minutes! Wew! Kagak ada fotonya yeee, soal udah lapar beraaattt.

Sekian dulu cerita liburan kali ini. Salam dari kami semuaaa. Sampai ketemu di liburan berikutnya yaaa ^^.

.

.

.

Special Notes untuk ayah:

Oh ayah…walaupun yah kita ga sempat jalan di setapak hutan pinusnya, lalu Ibu ga ikut berenang, sibuk dorong stroller sana sini, ga menikmati wahana Jungle Land jugak, berasa tetap concern ke bayik cuma biasanya gendong di rumah sekarang gendong di Sentul, tapi ibu tetap senaaaang ^^. You are my sweetest, as always :*

hutan pinus2 compress.jpg

 

 

 

Pernahkah Engkau ke Rumahnya?

Posted: October 3, 2016 in Muhasabah Diri

Saya punya seorang asisten pulang pergi, sudah bekerja 4 tahun lamanya. Suatu ketika ia mengajukan cuti setahun, karena 1.5 bulan lagi mau melahirkan dan ingin fokus mengurus bayinya. Sebagai rasa tanggung jawabnya, ia mencarikan asisten pengganti. Ia panggil saudaranya dari kampung, yang dirasanya cukup bagus untuk menggantikannya, sehingga saya tak perlu lagi repot mencari. Walau ia tak bekerja lagi, kontak tetap terjalin.

Asisten saya ini memang kesayangan. Kerjanya bersih, cepat dan tanggap. Sekali dibilang, ia ingat dan besok2nya langsung diaplikasikan. Tak banyak mengomel, tak suka bergosip. Ia punya suami, seorang penjahit keliling yang mana juga sering saya pergunakan jasanya. Permaknya selalu rapi dan harganya murah.

Sudah 4 tahun bekerja bersama saya, belum pernah sekalipun saya mengunjungi rumahnya loh. Bahwa saya adalah wanita bekerja Senin-Jumat, pergi jam 5 pagi pulang jam 6 sore tampaknya terlalu lebay kalau dijadikan alasan 4 tahun ga pernah berkunjung ya L. Apalagi kediamannya itu bisa ditempuh dengan jalan kaki 10 menitan dari rumah saya. Duluu sekali saya pernah bersama mama berjalan2 ke area kontrakannya, tapi sampai disana, saya temukan kumpulan rumah petak itu sepi. Lalu kami menduga2, kemungkinan ia menyewa rumah petak paling depan karena itulah yang paling tampak rapi. Bukankah selama ini ia selalu bekerja dengan rapi?

Kali ini, ketika akhirnya ia melahirkan, rasanya kalau saya masih juga tak datang ke kediamannya, terasa amat memalukan. Sayapun datang kesana bersama suami dan anak. Bayinya lahir prematur. Niatannya datang ke Puskesmas untuk cek tekanan darah (kebetulan ia pengidap tekanan darah tinggi), kok berujung mules2, eeee tak sampai 2 jam bayinya lahir disana, tanpa bidan dan dokter, dan suami pun sedang tak ada. Untungnya bayi seberat 1.7kg itu tetap sehat, menangis dan menyusui dengan kencang, alhamdulillah.

Jadi kami pun kesana menggunakan motor. Ke kumpulan rumah petak paling ujung, jalan buntu, yang di depannya adalah jurang kecil. Lingkungannya tidak bisa dikatakan safety dan bersih. Ternyata, rumah petaknyapun bukanlah yang paling depan seperti sangkaan saya dulu, melainkan yang paling ujung. Kami kesana, dan di teras kecilnya ada begitu banyak kain2 berserakan. Kain2 yang harus dipermak suaminya yang berprofesi penjahit itu. Suaminya yang kebetulan ada di teras menerima kami dengan senyuman dan mempersilakan kami masuk ke dalam.

Ruangan dalam yang sempit dan agak pengap, karena udara tidak mengalir dengan leluasa. Dimana2 ada barang berserakan. Dindingnya kusam dan banyak coretan. Tidak ada kipas angin. Sukses membuat kami seketika itu juga mengucurkan bulir2 keringat. Ia kaget dan menyambut kami. Menunjukkan bayinya yang sedang tidur nyenyak di atas sehelai kasur yang tipis, diselimuti seprai yang tampak belel.

Saya tercenung. Motif seprei ini…saya tampak hafal. Ya Allah, ini kan seprei saya dulu. Saya ingat saya merasa seprei itu warnanya sudah pudar. Saya letakkan di tempat barang afkiran, dimana asisten2 saya boleh mengambilnya, atau memberikannya pada orang lain, atau kalau tidak ada yang mau bisa dibuang. Ternyata ia mengambilnya dan ini….ini sudah pudaaaar sekali warnanya. Masih ada ya orang yang mau memakainya? Saya diam dan kami mulai berbincang tentang kondisi bayi. Alhamdulillah sehat, sudah naik 1 ons dalam seminggu, walau sampai sekarang belum boleh mandi. Namanya.. Muhammad Agam Abdillah, semoga ia menjadi anak yang sholeh.

Sambil berbicara saya melempar pandangan ke sekeliling, lalu saya temukan ada handuk yang tergantung. Deg! Lagi2..saya tampak kenal handuk itu. Itu kan handuk mandi saya yang saya afkirkan karena ada yang sobek. Dan sekarang itu ada disini. Saya jadi penasaran dan mulai curi2 pandang lagi, siapa tahu ada lagi mantan barang afkiran saya disini, tepat di saat Alif bilang, “Bu aku kepanasan..”. Aduh anak ini, terlalu terbiasa di ruang ber-AC kali ya, atau saya yang ga pernah melatihnya untuk ngomong bisik2, malu deh saya L. Tapi untuk saya yang tipikal penyuka udara hangatpun, ruangan ini memang termasuk panas. Kami tepuk2 Alif untuk bersabar, lalu karena memang sudah agak lama disana, kamipun sekalian pamit.

Dalam perjalanan menuju ke rumah saya berpikir panjang. Saya tahu, bahwa asisten saya tingkat ekonominya di bawah saya. Tapi tidak pernah terlintas sampai sebawah itu. Saya tahu mereka orang yang membutuhkan tapi tidak terpikir bagi saya bahwa mereka memang sebutuh itu. Alhamdulillah, kami menggaji mereka dengan amat baik dan kamipun bukanlah majikan yang rewel, tapi tetap saja saya seperti merasa ditampar. Saya selama ini berpikir bahwa mereka kehidupannya lebih baik daripada itu, padahal ternyata belum.

Saya ingat asisten saya bercerita bahwa di rumah petaknya suka kekurangan air dan pemilik kontrakan tampak tidak peduli. Bahwa tanah di belakang rumah petaknya sudah tinggi dan kalau hujan airnya akan merembes masuk ke sela2 dinding mereka yang retak. Saya dengar dan ingat ceritanya tapi tidak pernah terbayang seperti apa kondisinya. Kebanyakan naik mobil, kebanyakan jalan ke mall, kebanyakan makan di café dan restoran, kebanyakan membeli baju bagus, kebanyakan keliling2 hanya di tempat2 yang berpemandangan indah rapi dan bersih, telah membuat sense saya terhadap lingkungan sosial ekonomi menurun. Lupa bahwa ada banyak orang yang tidak bisa mengecap semua hal yang saya anggap normal dan lazim itu.

a

Pengalaman ini seperti peringatan Allah bagi saya, dengan cara-Nya yang halus.  Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban…maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan? Masihkah engkau mengeluh dengan kondisimu sementara ada begitu banyak orang yang ingin sekali menjadi dirimu saat ini?

Maka merasa cukupkah engkau bersedekah selama ini?

Maka apakah engkau merasa harta yang kau tumpuk2, kemewahan yang kau nikmati lebih berharga daripada senyum “kecukupan” di wajah mereka? Semoga Allah menjadikan kita sebagai ahli syukur, aamiiiin.

*gambar diambil dari Google

 

Sekolah Alif mengadakan seminar parenting bersama Bu Elly Risman dengan judul di atas. Saya langsung semangat ingin ikutan, soal jarang2 Elly Risman mengadakan seminar di Depok ehehehe. Sekalian mau ajak suami agar beliau ikut mendengarkan juga. Seminarnya diadakan di Hotel  Margo, Depok. Ini hotel belum setahun dibuka. Lumayan bangettt ballroomnya, kamar mandi eksklusif, namun sayang makanannya kurang bumbu. Secara umum saya puaslah dengan tempatnya.

fb_img_1475108166301

Eniwei, apa isi seminar ini? Saya akan share beberapa poin penting yang saya ingat saja yaaa.

*Bahwa Indonesia ternyata adalah negara no 1 di dunia dalam urusan tingkat perceraian, wohooo, untuk tahun 2016. Dalam 1 jam, ada 40 orang yang bercerai di negara ini dan 70% yang mengajukan cerai adalah…WANITA.

*Kenapa? Ternyata dari hasil penelitian, penyebab utama bercerai bukanlah tingkat ekonomi yang selama ini selalu dijadikan kambing hitam oleh negara kita :D. Penyebab utama ternyata adalah SELINGKUH. Selingkuh dengan siapa? Kalau dulu pasangan selingkuh dengan gadis/perjaka, trendnya lalu berubah ke binor dan lakor (bini orang dan laki orang), dan trend paling keren sekarang adalah dengan sesama jenis. Nnnaaaaaahhhh, jadi ibu bapak, jangan pernah santai yaaa kalau pasangan terlihat tidak tertarik dengan lawan jenis karena siapa tahu selingkuhnya dengan sesama jenis (*yang hadir pada teriak hehe).

*Mau tahu betapa gawatnya isu gay lesbi di Indonesia? Yayasan Kita dan Buah Hati menemukan ada 87 aplikasi yang bisa didownload gratis di playstore untuk mengakomodir keinginan selingkuh sesama jenis ini. Sebut saja aplikasi GRI*DR. Nyalakan aplikasi, maka ia secara otomatis akan melacak dalam radius 1km, siapa saja yang menawarkan diri untuk diajak kencan sesama jenis 🙂 (*lagi2 hadirin teriak).

*Kenapa selingkuh harus menjadi penyebab utama dalam perceraian? Jawabnya adalah…karena selama ini orang tua mengasuh anak2 dengan metode HELIKOPTER. Metode ini menyebabkan anak2 tidak fight dalam menghadapi hidup. Tidak mau berusaha mengatasi kendala dan cenderung lari bila terkena masalah. Jadi begitu ada masalah di rumah tangganya, bukannya diselesaikan, e malah lari cari orang lain.

*Apa metode asuh HELIKOPTER itu? Itu loh Pak Bu. Metode yang mudah sekali memberikan bantuan pada anak. Contoh: 1) Anak jatuh, dibujuk2 agar berdiri, cemas berlebihan bahwa si anak kesakitan. 2) Anak ada acara sekolah pergi kemping/naik gunung, ortunya khawatir luar biasa. Takut anak sakit. Takut anak kehujanan. Takut anak ga sanggup menjalaninya. Takut anak ga suka makanannya. 3) Memberikan gadget kepada anak agar anak tidak rewel. Ga bikin repot. Sehingga kita bisa nonton TV/menggosip/kerja/main gadget kita sendiri dengan tenang. 4) Menyibukkan anak dengan les, peer, les peer, les dan peer, tanpa menyadari bahwa anak butuh KOMUNIKASI dengan orang tuanya. Dan masih banyak lagi contohnya. Intinya adalah memanjakan yang berlebihan, atau ketidakpedulian terhadap pribadi anak. Tidak hadir secara fisik, baik quality maupun quantity untuk anak. Pola asuh seperti ini akan menimbulkan sindrom Peter Pan dan Cinderella Complex.

*Maksudnya gimana? Peter Pan dalam kartun adalah sosok laki2 dewasa namun bersikap seperti anak kecil. Sementara Cinderella adalah sosok wanita dewasa namun dengan angan dan impian yang terlalu sempurna. Sindrom Peter Pan dan Cinderella Complex ini ada banyak ditemukan di lingkungan masyarakat kita, yang termanifestasikan dengan perilaku “lari bila menghadapi masalah” dan “mudah stres bila impian tak sesuai kenyataan”. Coba kita lihat diri kita sendiri. Bila kita menemukan ada sifat di diri berupa mudah stres bila kena masalah, tiap bertengkar dengan pasangan langsung lari cari “kehangatan” ke pria/wanita lain, tiap ditegur bos atau merasa tidak nyaman di kantor langsung mengajukan resign dan cari kantor baru, panik mendapati kenyataan setelah menikah bahwa suami ternyata tidak seperti pria dalam impian, panik menghadapi kenyataan bahwa setelah menikah ternyata ekonomi berubah dan tidak semapan saat waktu masih bersama orang tua, dll………….nah itu adalah salah satu tanda bahwa ternyata diri kitapun memiliki sindrom Peter Pan dan Cinderella Complex.

*Padahal sejatinya kita sebagai manusia punya kewajiban besar terhadap bangsa ini, yaitu membentuk generasi yang beriman, tangguh, dan bermanfaat terhadap agama bangsa dan sesama. Tugas kita sebagai manusia (mukmin) yang utama bukanlah mencari harta lalu menitipkan pendidikan anak kita dengan cara mengimpor guru les/guru ngaji atau menitipkan anak2 kita pada guru di sekolah2 yang katanya berkualitas, BUKAN. Yang full bertanggung jawab untuk mendidik anak tentu saja yang punya sperma dan ovum :), bukan nenek/kakek/guru/dll.

*Jadi apa tugas utama kita sebagai manusia? Berikut bila diurutkan. 1) Belajar untuk menjadi mukmin sejati, 2) Belajar untuk menjadi suami/istri yang baik. 3) Belajar untuk menjadi ayah/ibu yang baik. Patut disayangkan karena tidak pernah ada kurikulum yang mengatur masalah no 2 dan 3. Selama ini kita selalu fokus bagaimana membentuk anak2 kita menjadi no 4) Belajar untuk menjadi profesional/enterpreneur yang baik, padahal pertanggungjawaban di akhirat nanti bukanlah no 4 ini melainkan no 1-3 di awal. Lanjut ke no 5) Belajar untuk menjadi pengayom keluarga. 6) Belajar menjadi pendakwah. Yang terpenting adalah ayah harus memegang peranan dalam mendidik anak. Selama ini kita selalu menganggap ayah adalah sang pencari nafkah dan ibu adalah pendidik anak. Pikiran itu salah. Ayah dan Ibu harus bekerja sama dalam mendidik anak. Untuk Ibu, jangan termotivasi untuk menjadi seorang super woman yang bisa mengerjakan segalanya. Beri ayah tugas untuk ikut “membesarkan” anak.

*Bagaimana kalau sang ayah sudah meninggal/cerai? Hadirkan figur lain sebagai ayah. Bisa pamannya, kakeknya. Intinya anak harus kenal figur seorang laki2. Nabi Muhammad pun dulu ayahnya meninggal saat ia masih dalam kandungan, namun ia akhirnya diasuh oleh kakek dan pamannya. Jadi figur laki2 tetap hadir disana.

*”Bila kau asuh anakmu dengan gaya asuh HELIKOPTER, membentuknya menjadi seorang Peter Pan dan Cinderella maka siap2 saja kau akan menghadapi perceraian anakmu, gonta ganti pasangan, berita buruk bahwa anakmu berhubungan sesama jenis, dan tidak ada yang memperhatikanmu saat kau tua nanti. Tidak akan mereka datang menjengukmu saat kau sakit. Tidak ada yang menemanimu saat liburan hari besar. Karena tidak pernah ada ikatan emosi antara kau dengan anakmu saat mereka kecil.”

*Bagaimana agar kita terhindar dari metode asuh helikopter ini? Bagaimana agar anak2 kita tidak berubah menjadi seorang Peter Pan dan Cinderella saat ia dewasa nanti? Caranya adalah : 1) sembuhkan dulu inner child kita. Akui bahwa diri kita ini terbentuk dari pola pendidikan orangtua kita waktu dulu. Bila ortu sering mencubit kita saat berbuat nakal, biasanya kitapun akan melakukan hal yang sama terhadap anak kita. Bila dulu kita hidup sangat amat susah saat kecil, maka biasanya kita akan menyediakan yang terbaik untuk anak kita saat ini padahal yang terbaik bagi kita itu belum tentu yang terbaik untuk mereka. Bertanyalah pada pasangan, apa inner child kita. Lalu infokan juga pada pasangan, apa inner childnya. Berjanjilah untuk saling bekerja sama mengingatkan dan menyembuhkan inner child masing2 karena anak tak ada sangkut pautnya dengan masa lalu orang tuanya. Maafkan ortu bila dulu mungkin salah dalam mendidik kita. 2) diskusi bersama pasangan, apa yang harus dilakukan untuk membenahi metode asuh helikopter ini. Lakukan komitmen masing2. 3) Tetap berdoa dan mohon petunjuk Allah agar keluarga dihindarkan dari hal2 yang buruk.

*Ada pertanyaan. Bagaimana kalau suami istri berkerja di luar? Apa metode yang tepat untuk mengasuh anak? Elly Risman menjawab. Siapa yang gajinya paling besar? Dialah yang tetap bekerja di luar. Siapa yang gajinya lebih kecil, dia yang berhenti. Harus ada Pak/Bu, orang yang mendidik anak di rumah karena sekali lagi, anak itu menjadi kewajiban si pemilik sperma dan ovum untuk mendidiknya, bukan nenek kakek, guru atau asisten. Lagipula, tolong jangan salah paham. Saya tidak meminta hanya salah satu yang bekerja, dan salah satu mesti berhenti loh ya. Saya bilang, berhenti bekerja di luar. Jika anda bisa mengatur waktu anda, dan tetap ingin beraktualisasi diri dengan bekerja dari rumah, silahkan saja. Bisnis online kek, jadi penjahit kek, usaha katering kek, yang jelas anak harus diutamakan —-> aduh hiks jleb2.

*Ada pertanyaan. Anak kami sudah besar. Terlambat ga ya untuk memperbaiki metode asuh helikopter ini? Elly Risman menjawab. Tidak ada yang terlambat. Yang penting terus diusahakan. Ini mudah, ini gampang. Asal mau dikerjakan.

Hmm, sebenarnya masih ada beberapa poin penting lagi dari seminar ini tapi saya heran, catatannya kok ga nemu :D. Nanti kalau ada tambahan lagi akan kembali saya share.

Di luar acara seminar biasanya akan ada stand yang menjual buku parenting keluar Yayasan Kita dan Buah Hati. Harganya menurut saya agak mahal, sebabnya adalah 15% dari hasil penjualan didonasikan untuk tenaga pendidik, kalo ga salah. Saya kalau liat buku kan seperti liat gorengan, jadi yalah, dibeli semua *_*. Tapi isinya insya Allah bagus2. Jangan lupa ajak suami anda untuk ikut membacanya yaaa.

Demikian sharing singkat dari seminar ini. Semoga bermanfaat.

 

-Wah, postingan lama nih. Tahun 2013. Baru dipublish sekarang karena dulu kayaknya lupa pijit tombol “publish” deh, jadinya ngendon terus di “draft” wkwkwk..-

Yang namanya rumah, apalagi rumah seken seperti saya, memang begitu yaa kelakuannya. Abis direnovasi, adaaaa aj lagi yang harus dibenahin sampai benar2 ga nongol lagi penyakitnya, dan berasa homy alias nyaman ditempati.

Renovasi kali ini (*sigh) adalah memperbaiki pipa air di garasi dan pembuangan dalam tanah yang mampet dan menyebabkan kerembesan di tembok tetangga. Tadinya kita pikir dinding garasi kita udah yang paling jelek sedunia dah. Gelembungan, basah sehingga catnya ngelotok, dan berhasil mengkoitkan satu rak sepatu karena jamuran. Ternyata e ternyata, dinding tetangga juga kena akibatnya. Rembes yang tak kalah seramnya (*janganlah diupload foto dinding tetangga ya, nanti makin tercemar nama saya, wkwkwkwk).

Aduh maaf sekali ya Pak. Ini kami benerin deh pipa2 kami sekalian nanti bantu beresin dinding Bapak juga :D. Kenyataan kedua, setelah pipa di dinding dan lantai garasi diubek2, makin banyak saja error yang ditemukan. Ya pipanya melengkunglah, ya kayak ular tanggalah (silang siwer ga tau aturan), ya ada aj pipa nangkring disana kagak tau apa gunanya. Oh em ji, beresin kaaang, beresiiiin (*ngomong ama tukang). Itu baru lantai garasi yang diubek2, apalagi kalo yang diubek seluruh lantai rumah? Oh tak kuat saya membayangkannya.

Inilah perkara rumah seken tahun jadul. Waktu beli, saya dan suami cuma ngecek bangunan kasat mata. Ternyata yang ga kasat, tak kalah bikin masalah. Namanya juga bangunan tua, dibangun tahun 1985-an, manalah punya desain per-pipa-an? Gali pipa jadi kayak tebak2an. Sukses deh lantai rumah bolong dimana2. Udah gitu nemuin tukang juga cukup alot prosesnya. Dana udah ada, eeee tukangnya yang enggak ada. Saya semakin nyadar kalo profesi tukang ternyata sangat penting bagi kemaslahatan hidup orang banyak. Antreee book.

Jadi jelas sudah objektif renovasi kali ini yak. Memperbaiki desain pipa di garasi dan menghilangkan titik kebocoran rumah yang kayak kutil (ilang satu tempat muncul di tempat lain) sehingga bubar sudah dinding2 rembes! Tapi eh…keknya bisa juga tuh bagusin garasi dikiiit, gudang dikit, kamar tamu dikit, kamar mandi ART dikit, ….jleg jleb jerrrr!! Dan lagi2 biaya membengkak T-T. Sepertinya nafsu renovasi ini menyerupai nafsu makan, makin nambah makin menjadi.

Kita bayar tukang dengan sistem harian, biar rapih kerjanya. Tapi memang jatuhnya lebih lambat yaaa…yaa, sabar aj deh, demi kerapian. Mau tahu before afternya? Wkwkwk, sengaja saya simpan buat sejarah rumah untuk anak2ku tercinta nanti. “Naaak, asal kamu tau aj. Rumah yang kamu tempati ini bukan dibeli langsung bagus tapi penuh perjuangan ubah sana sini, dari jelek dikit2 makin bagus sampai yang kamu lihat seperti sekarang ini. Jadi hargai jerih payah orang tuamu yaaak”. Aseek :p.

garasi-pre-renov

garasi pre renovasi

Jangan kaget ya wkwkwk dengan tampilan isi dalam rumah saya. Saya menempati rumah ini selama 5 tahun dengan kondisi seperti foto di atas loh hihihi, baru akhirnya direnovasi. Betah ya kami :p. Bisa dilihat dinding garasinya yang warnanya kecoklatan itu. Itu efek air rembes karena pipa dalam dinding yang bocor. Lalu kalau barang2 semua pada berantakan yaa dimaklumin saja. Dulu mah mau beli lemari/kabinet juga sayang yaa karena dibelipun, terus dideketin ke dinding, pasti bakal jamuran karena kena rembesan air itu. Terus ya ngertiin saja kalau lantai garasinya warna warni. Namapun baru membina biduk rumah tangga, apa saja keramik yang ada ya dimanfaatkan yang penting lantainya ga tanah aja :D. Ngumpulin uang dulu agar nanti renovnya lebih enak.

Nah, di bawah ini adalah foto garasi setelah direnovasi.

garasi-post-renovasi

Ga berubah banyak kan? Bahahaha. Ya, soal objektif kami adalah gimana agar rembesan air hilang, agar warna lantai jadi seragam, dan agar noda2 di dinding rumah ga terlihat. Kalau untuk cantik2kan, itu nanti sajalaah di renovasi kapan taonnya lagi :p. Udah gitu, ini adalah ruangan privasi suami. Saya cuma boleh numpangin tempat sepatu doang :O. Selebihnya, baik isi maupun desain dll, itu suami yang atur.

Nah laluuu ini adalah kamar mandi asisten sebelum renovasi.

kamar-mandi-asisten-pra-renov

kamar mandi asisten pre renovasi

Sama! Persis! Temboknya juga pada rembes disini dan disana. Baknya juga udah bocor, makanya pemilik rumah pertama menaruh ember besar disana, yang mana ternyata e bocor jugaak hahaha. Kalau toilet jongkoknya sih masih bagus. Lalu plafondnya adalah triplek dengan pinggiran yang sudah lepas2. Lampu dengan terang seadanya dan gantungan pakaian yang sudah patah.

Lalu, kami merenovasi kamar mandi tersebut. Karena yang make adalah asisten ya jadi saya tanya ke mbak, “Mbak suka warna apa?” Ijo katanya. “Terus lantainya mau warna apa?” Terserah katanya. Ya sudahlah saya pilihkan warna hitam daripada saya pusing :p. Lalu toiletnya diganti dengan toilet duduk karena saya sendiri ga suka toilet jongkok, jadi saya rasa mba juga ga suka toilet itu. Tambahkan bak baru, tempat printilan dan gantungan pakaian, jadi deh kamar mandinya seperti di bawah ini :D.

km-asisten-post-renovasi

kamar mandi asisten setelah renovasi

Agak aneh yaa? Hahahaha, pas waktu jadi rasa2 kurang pas warnanya. Rasa2 keramean motifnya tapi udah terlanjur ya mau gimana lagi, biarin aja :p. Toh kamar mandi ini rencana di masa depannya (yang entah kapan itu) akan ditiadakan juga dan dipindahkan ke lantai atas. Jadi ini cuma sementara. Tapi yang jelas, sekarang pastinya mbak merasa lebih nyaman mandi disana ketimbang dulu.

Kemudiaaan, renovasi mushola. Bagi keluarga kami, keberadaan mushola itu wajib. Rasanya kalau sholat disana (yang cewek ya), lebih khusuk aja. Nah gambar di bawah ini adalah kenampakan mushola sebelum direnov. Itu mushola apa gudang saya juga gatau bahahaha. Dulu kan ikut MLM herbalife, jadi ya sudahlah ya, semua pernak-pernik Herbalife diletakkan di mushola karena gatau lagi mau diumpetin dimana :p. Dan kenapa ada meja rias? Jelas karena kamar saya ga muat nyimpan meja ini, pun saya tidak mengerti apa kegunaan meja ini. Perasaan untuk dandan tuh cuma perlu cermin besar lagi panjang, dan ga butuh kursi soalnya enakan dandan sambil berdiri :(. Tau gitu dulu ga saya beli deh, ngabis2in duit aja. Pelajaran banget untuk saya nih.

mushola-pre-renov

Nah setelah renovasi, tampilannya jadi seperti foto di bawah. Lemari buku dipindahkan ke garasi dan diubah fungsinya menjadi lemari pajangan, karena terbukti lemari abal2 ini tidak sanggup menampung buku2 berat kami. Lalu meja rias diberikan ke ipar. Lalu kotak2 Herbalife itu sudah tiada karena saya move on juga dari Herbalife :p. Tembok ijo yang bikin mata saya sakit itu (*yeeee kan elo jg yang dulu pilih warna ijo Feb :p), saya ganti ke keramik motif bata biar agak teduh. Keramik lantainya dibiarkan saja seperti sebelumnya demi hemat pengeluaran. Lalu ditambahin kipas deh (*ini juga masih kipas jaman jebot lom diganti baru), biar kalo sholatnya agak lamaan ga kegerahan (*ya kali someday saya tahajud lama banget kaaan). Mama menambahkan pajangan berupa ayat kursi di temboknya, soal mama bilang yang namanya mushola ya harus terlihat ke-Islamiannya. Tak lupa ada sebuah pot anggrek putih palsu (*maksud saya sintetis) agar tampak lebih manis. Nah, bagi kami…segini sudah jauh lebih nyaman dari yang sebelumnya :).

mushola-post-renov

mushola setelah renovasi

Berikutnyaa renovasi kamar tamu. Tamu yang paling sering datang ke rumah kami adalah mama saya dan mertua :D. Beginilah kenampakan kamar tamu sebelum renovasi.

before2

Dengan ukuran ruangan 8m2, kamar ini ngepas banget dimasukkan sebuah queen bed ukuran 160cm dan lemari 2 pintu. Dan beberapa kerdus Herbalife. Oh ya Allah, Febrie…barang2 Herbalifemu sampai merangsek ke kamar tamu. Kasian banget mama dan mertuaku dulu :(, tidur bersama kerdus2 ini. Lalu itu gorden juga apa adanya dan ga ada matching2nya sama sekali sama bedcover yang sudah dipasang. Ada sebuah gantungan tas dari plastik namun lebih sering digunakan untuk tempat barang yang lain. Dan entah kenapa di atas lemari ada bedcover simpenan. Benar2 deh dulu itu masa suram, masa dimana semua barang bisa ditaruh seenak perut.

Kamar ini kemudian dipercantik layoutnya. Tidak ada renovasi disini, kecuali ganti lantai keramik. Lantai yang lama ukurannya masih zaman dulu, 33×33 cm (*hayooo mana ada ukuran segitu jaman sekarang yak kekekek). Diganti ya karena ada yang retak, terus bingung cari pasangannya dimana secara ga ada lagi yang jual. Akhirnya ganti kabeh ke warna item (*itu saya yang pilih, biar debu ga keliatan bahahaha). Susunan furniture saja yang diubah. Gorden, wallpaper, seprei dan bedcover, semua diganti baru dimana bahan dan warnanya dipilih oleh mama dan mertua. Alhamdulillah keduanya kompak suka rona kecoklatan. Untuk bed dan lemarinya sendiri masih pakai yang lama karena memang masih bisa digunakan. Belinya di pameran2 ITC tahun 2009. Rencana ke depannya sih kalau kedua furniture itu sudah aus, akan saya buatkan yang customized-design dengan warna putih campur coklat kayu. Tahun 2013 itu sudah ada uang untuk beli AC hahaay, jadi kamar ini kita tambahkan AC agar tamu lebih nyaman. Dan kerdus2 Herbalife, enyahlah kaaauuuu.

kamartamu-post-renovasi

kamar tamu post renovasi

Terakhirrr adalah gudang. Di bawah adalah foto kenampakan gudang yang lama. Itu gudang apa lubang? (*tutup muka). Semacam ceruk kecil dengan luas tak sampai 4m2 di sebelah garasi. Tempat dimana kami memporok2kan semua barang yang tidak digunakan. Belum ada kabinetnya jadi tidak ada unsur estetika sama sekali. Banyak rayap euy soalnya lembab. Disana ada..hmmm, mainan2 Alif, lalu ada keramik2 zaman renovasi awal dulu, kantong2 semen, ember, duh segala rupa barang ada. Ini hasil kerjaan suami yang sayang kalo mau buang2 barang jadi semuanya disimpan sama dia.

gudang-pre-renov

gudang sebelum renovasi

Gudang ini kemudian kami perbaiki. Ukurannya sih masih segitu2 juga. Cuma kita tambahkan rak2 di sekelilingnya, agar kalau mau menyimpan barang lebih tertata dan enak dilihatlah. Lalu..saya harus rajin nih nengokin isi gudang dan mengafkir barang2 yang tidak diperlukan lagi. Dalam proses pengafkiran ini, hendaknya jangan sampai terlihat oleh suami karena nanti dia pasti masukin lagi ke gudang walhasil gudang akan selalu sesak mampet oleh barang *_*. Foto di bawah ini…ini gudang setelah diperbaiki loh tapi tetap sesak kan? Penuh dengan komiknya suami :(, jerigen dan aqua galon kosong (*saya kasih ke pemulung, akhirnya), dan buku2 training zaman kuliah yang bahkan softcopynya sudah ada. Tapi intinya, kondisinya sudah jauh lebih baiklah dibandingkan dulu :D.

gudang-post-renov

gudang setelah renovasi

Jadi..itulah sedikit banyak renovasi yang dilakukan tahun 2013. Dan komposisi itu masih bertahan sampai 2016. Saya dan suami punya prinsip, kalau masih nyaman yaa dipertahankan selama mungkin. Nah kebetulan toleransi kenyamanan kami sangat tinggi wkwkwk, jadi kayaknya betah ni dengan desain begini sampai beberapa tahun ke depan. Lebih baik dananya digunakan untuk perawatan yaaa, misalnya pengecatan ulang tembok, rutinitas bersihkan AC dan isi freon, rutinitas sedot debu dan tungau dari kasur, dan lainnya.

Moga2 pas Alif gede, blog masih ada jadi dia bisa baca dokumentasi ibunya ini dan tau bahwa semua itu berproses. Tidak ujug2 langsung bagus :). See you in the next posts.

Eh beneran loh, setelah kejadian itu akhirnya saya merenung panjaang. Iyaya, saya salah fokus nih. Takut kehilangan 65rbnya udah kemana2 duluan, padahal resikonya toh masih bisa saya tanggung. Akhirnya saya mengubah strategi, dari swing trader menjadi positioner. Mungkin swing trader belum cocok untuk saya yang masih pemula. Kalau swing trading memiliki masa trading 3-5 harian, positioner masa tradingnya 2-4 minggu. Nah saya coba diamkan sahamnya selama 3-4 minggu. Yah kalaupun setelah jadi positionerpun ujung2nya tetap sahamnya turun banyak, tinggal ubah saja strateginya dari positioner ke investor hahaha.

Akhirnya saya beneran agak cuek dengan trading saya. Saya beli saham, saya pasang rule di IPOT ATM, lalu saya tinggal. Diliat tiap hari sih, tapi walau turun naik saya acuhkan saja. Ternyata hati menjadi lebih tenang dan tidak panikan. Hasilnya pun mengikuti. Dulu2 kalau turun, pasti saya jual deh. Sekarang begitu turun saya diamkan, dan eh benar, akhirnya naik juga tuh. Naiknya pun lumayan besar, didukung oleh kenaikan IHSG juga sih. Tapi alhamdulillah, yang tadinya saya rugi 11% dari modal, per postingan ini dibuat, saya sudah untung 15% dari modal. Padahal masih ada bulan September, Oktober, November, dan Desember. Masih ada 4 bulan lagi untuk terus belajar menciptakan profit :D.

hasil tahap 2

Sudah banyak ijonya yaa, artinya sudah mulai banyak trading yang menghasilkan profit. Warna kuning artinya saham tersebut masih saya keep.

Profit ini bisa jadi didukung oleh kenaikan IHSG juga belakangan ini. Berhubung sekarang IHSG sedang dalam kondisi puncak2nya, jadi walau hasrat untuk trading masih tinggi (*maklum baru belajar, jadi semangat banget untuk repetisi), tapi logika harus tetap jalan. Situasi sekarang agak berbahaya karena potensi masa bearish semakin jelas. Maka saya mantapkan hati untuk tidak trading dulu sampai muncul sinyal2 yang bagus untuk kembali aktif. Bagi peserta training Ellen May, jangan cemas :D, karena Ellen May selalu mengirimkan kita pesan 2x sehari, setiap pagi dan sore tentang analisa dan rekomendasi saham darinya. Analisa ini sangat membantu bagi saya yang tidak sempat untuk menekuni berita2 ekonomi sedangkan untuk rekomendasi saham itu dikembalikan kepada kita. Mau kita ikuti ya monggo, tidak juga tidak apa2. Yang jelas segala loss/profit menjadi tanggung jawab kita masing2.

kopi pagi

2x sehari Ellen mengirimkan hasil analisanya kepada para peserta training. Informasi ini sangat membantu kita.

Beberapa orang menggunakan trading saham untuk hidup. Artinya, keuntungan dari saham ini ia gunakan untuk melanjutkan hidup. Saya punya teman di dunia maya yang diberikan uang belanja terbatas oleh suaminya. Uang itu beneran hanya cukup untuk makan keluarga dan sedikit kelebihan lainnya. Sementara ia ingin sekali membeli benda2 bermerk. Akhirnya dari sisa uang belanja tersebut, ia sisihkan untuk arisan. Ketika ia menang arisan, uangnya ia gunakan untuk trading saham. Hasilnya lumayan menurutnya, ia bisa memenuhi apa yang ia inginkan selama ini. Sementara saya, menggunakan trading saham ini lebih ke investasi. Yang saya masukkan adalah uang dingin. Saya tidak berniat menjadi seorang intraday trader yang kudu pelototin saham dari detik ke detik. Saya hanya ingin memantau. Untuk apa? Untuk dana pendidikan anak dan dana pensiun saya dan suami di masa depan. Udah minimal 2 itu saja dulu.

Saya lalu membandingkan hasilnya dengan deposito dan reksadana saham yang dulu pernah saya ikuti. Wedeeeeh, beda jauhlah returnnya. Ternyata benar ya, kalau kita mau belajar ilmu baru, mau melek finansial, mau belajar bertanggung jawab atas pengelolaan harta kita sendiri, hasilnya akan JAUH BERBEDA ketimbang kita selalu berpendapat sulit sulit sulit dan mempercayakannya semua kepada orang lain. Bayangkan…untuk dana pendidikan S1 anak saya, berdasarkan hitung2an dulu, saya harus menabung tiap bulannya 1 juta. Artinya setiap tahun secara rutin saya harus menyisihkan 12 jt dengan asumsi return yang saya dapatkan per tahunnya sekitar 20%. Tapi dengan saham? 8 bulan sudah 20%, kalau setahun bisa berapa %? Itupun saya masih pemula, masih banyak salahnya. Kalau sudah semakin berpengalaman seperti teman saya, setahun bisa dapat berapa % coba?

Memang tidak ada jaminan untung 20% per 8 bulan itu akan selalu saya terima. Namanya juga pasar, bisa kondusif, bisa juga resesif tapi setidaknya saya memiliki peluang untuk lebih memaksimalkan dana yang saya punya untuk mendapatkan pertumbuhan yang lebih baik ketimbang metode2 konvensional selama ini. Saya masih pemula, masih hijaaaau banget. Teman saya dulu belajar sampai 5 tahun lamanya untuk benar2 menguasai kondisi pasar. Saya baru 8 bulan, apalah saya ini :D, terlalu cepat kalau mau berbangga sekarang. Insya Allah saya akan lanjutkan proses pembelajaran ini. Bila ada info penting tentang update2 berikutnya, akan saya posting di blog ini, siapa tahu bisa menginspirasi teman2 semua yaa.

Sekali lagi, saya hanya seorang emak2 biasa yang sedang belajar trading. Bukan profesional, bukan praktisi berpengalaman banyak, tapi hanya orang yang sedang belajar.  Bagi saya, sepanjang halal, saya suka mengerjakannya, dan hasilnya ada….akan saya pelajari dan eksekusi :). Semoga postingan ini bermanfaat.

 

 

Setelah training tersebut, saya memberanikan diri untuk segera action. Tepat bulan Januari 2016, 1.5 bulan setelah training, saya membuka akun di Indopremier. Saya pilih Indopremier karena termasuk 3 sekuritas terbaik tahun 2015. Pembukaan akunnya sangat mudah, via online saja, dan gratis. Tinggal masukkan data lalu kemudian di hari itu juga petugas dari Indopremier datang menemui saya di kantor untuk menandatangani beberapa dokumen. Kelar prosesnya dalam waktu tak sampai 15 menit.

Oiya, saya memilih untuk membuka akun syariah agar terhindar dari riba. Bisa dibaca di link ini yaa, apa bedanya akun syariah dan yang tidak. Bila saya memilih akun syariah, otomatis tidak semua saham bisa saya beli. Tapi tak mengapa karena saham2 syariah sendiri sudah lebih dari 300 buah, itu aja udah cukup bikin keliyengan :p. Ellenpun menganjurkan agar pemula sebaiknya memiliki saham tak lebih dari 3 macam.

Sekarang modal. Modal berapa ya yang akan saya masukkan untuk coba2 belajar ini? Pertama saya masukkan 4 jt. Niat masuknya sebagai swing trader dengan lama trading tak sampai seminggu. Saya batasi kerugian di angka 3%. Kenapa 4jt? Karena 4 jt adalah resiko yang bisa saya terima jika nanti ternyata uang itu hilang semuanya. 4jt itupun saya ambil dari sisa2 gaji saya di Oriflame hehehe, jadi benar2 uang dingin dan tidak mengganggu kas tabungan sama sekali.

Ternyata saham yang saya pilih harganya mahal2. Saya cari aman, jadi memilih saham2 bluechip yang harganya rata2 minimal sudah ribuan. Uang 4jt rasanya kurang pas untuk membeli 2 macam saham apalagi 3 macam. Akhirnya saya masukkan lagi dana 5jt. Jadi total modal saya adalah 9jt. Sayapun siap untuk praktek trading :D. Ada ga pemula yang mulai trading dengan 50jt? 100jt? Tentu saja adaaaaa, tapi itu bukan saya :p. Prinsip saya adalah, mulai dari nominal yang kecil dulu. Rugi dan untung, akan saya terima. Ga boleh pundung, namanya juga belajar, mana mungkin langsung untung dan selalu untung kan? Yang penting saya temukan trik2nya, saya buktikan bisa profit minimal 20% di akhir tahun, baru tahun depan dicoba dengan modal yang lebih besar.

Banyak orang yang takut trading karena takut uangnya amblas lenyap begitu saja. Tipikal seperti ini adalah tipikal penjudi, yaitu orang yang terlalu euphoria dengan keuntungan sehingga lupa daratan, atau bisa juga orang yang kemarin rugi besar lalu balas dendam dengan berasumsi di trading berikutnya dia harus untung. Padahal mana bisa begitu, pasar kan tidak bisa dipaksakan. Ellen May melarang kami untuk berjudi. Trading harus dengan pengetahuan yang baik dan suasana hati yang tenang. Selalu saja di setiap trading kami diminta untuk membuat rencana terlebih dahulu, yaitu akan beli berapa lot, akan dijual di harga berapa untuk profit, dan akan dijual di harga berapa bila rugi. Karena masih pemula, level kerugian saya tetapkan di angka 3%. Itu setara dengan 65rb. Artinya, setiap saya trading dengan modal 2-3jt di setiap sahamnya, saya hanya akan menerima kerugian maksimal 65rb. Lebih dari itu, akan saya jual. Jadi tidak akan pernah ada cerita uang saya habis :p.

Tapi ternyata…berkali2 trading, saya rugi melulu bahahaha. 65rb kalau dikali 10x trading kan jadi 650rb ya? Lumayan menohok rasanya, kan yaaa? Tapi sekali lagi, namanya juga belajar. Di training kami diminta untuk menganalisa, kenapa bisa gagal. Temukan kesalahannya agar jangan terulang lagi di kemudian hari. Setiap trading, saya selalu catat kenapa saya gagal dan kenapa saya untung. Alhamdulillah, catatan ini sangat membantu proses pembelajaran saya.

pic saham

Warna oranye artinya rugi. Warna hijau artinya profit. Jadi ketahuan ya, 7x trading dalam 2 bulan pertama hasilnya seperti apa hahahaha.

Kelihatan kan ya dari tabel itu kalau saya rugi melulu wkwkwk. Masih labil gituh. Itu baru 2 bulan trading padahal. Total kerugian saya setelah 3 bulan trading mencapai 1jt. Angka itu menurut saya besar, jadi saya stop trading untuk menenangkan diri dan introspeksi. Mencari tahu, kenapa sihh saya kok rugi melulu? Lalu ketahuan deh jawabannya.

Ternyata saya belum menguasai psikologi trading. Mentalnya masih mental cemen alias takut rugiii. Baru aja rugi 65rb saya udah kayak cacing kepanasan. Cepat2 dijual, daripada ruginya makin besar jadi 100rb misalnya. Akhirnya beneran saya jual deh dan rela menerima rugi 65rb. Eee ternyata habis itu harganya naik lagi bahkan lebih besar ketimbang harga saya beli. Kalau saya sabar menunggu 2 harian lagi, ternyata malah jadi untung 100rb. Ih, sakitnya tuh disini hahaha, gara2 takut rugi 65rb doaang. Padahal apa ya arti 65rb bagi saya? Sepertinya saya sering deh makan siang di Yoshinoya atau Richeese atau Pho 24 dan habisnya juga setara itu. Gak takut tuh, gak panik. Lalu kenapa rugi segitu di saham rasanya panik amat ya? Wkwkwwk.

*bersambung

Setelah memutuskan berhenti (untuk kemudian join kembali) di Oriflame, saya menjadi underload. Underload itu adalah waktu di rumah menjadi berlimpah-limpah. Di rumah alhamdulillah ada 2 asisten, yang rela saya bayar dengan maksud agar sampai rumah saya tidak mengerjakan apa2 lagi. Tinggal bercengkerama dengan keluarga. Lalu istirahat yang cukup 😀 biar awet muda. Tapi memang dasarnya saya suka sibuk, akhirnya malam hari perlahan mulai merasa hampa kurang kegiatan.

Walhasil saya mulai mencari2 kegiatan. Apa ya kira2 yang bisa dikerjakan tapi loadnya ga begitu tinggi? Eee dijawab sama Allah. Seorang teman kantor bercerita bahwa dia baru saja mengikuti training trading saham. Teman kantor yang bernama Haekal ini berencana akan sekolah ke luar selama 1 tahun. Jadi rencananya sebelum pergi ia akan invest di saham, lalu pas pulang dia tinggal melihat seperti apa progressnya.

Uwooww, saham?? :O. Wahana investasi paling canggih (*menurut saya ya) yang pernah saya kerjakan adalah reksadana saham. Itupun sudah mulai saya tinggalkan karena bisnis Oriflame saya menghasilkan lebih banyak pemasukan. Tapi kalau saham…wah kok sepertinya menarik. Memang pada dasarnya saya suka belajar hal baru. Tapi tunggu, halal ga ya trading saham itu? 😦

Akhirnya karena penasaran saya googling dan alhamdulillah, trading saham sudah dinyatakan halal oleh MUI sejak 2011. Berkurang satu keraguan, saya jadi mantap untuk mulai mencari info. Sayapun akhirnya mengikuti training saham yang disarankan oleh Haekal pada bulan November 2015. Nama trainingnya Trading Profits, dibawakan oleh Ellen May. Biayanya kalau ga salah 5jt, untuk training selama 2 hari, bonus software. Mulai dari jam 8-17. Dananya didapat dari hasil merayu2 suami untuk pakai uang tabungan hohoho. Yaa suami yang memang udah ngerti sifat istrinya ini langsung oke2 saja.

ellen may

Maka datanglah saya ke training itu dengan semangat. Tempatnya di hotel kecil di Jakarta Barat. Waktu datang ke training tersebut saya agak kecewa dengan hotelnya. Ruangannya kecil untuk peserta berjumlah hampir 80 orang. Tiap orang bawa laptop, jadi ngetiknya ga bisa leluasa. 1 meja diisi oleh 3 orang. Snacknya kurang sedap. Air wudhu di musholanya asin dan kamar mandinya tidak bersih. Saya punya banyak list complaining sebelum kemudian menyadari bahwa untuk harga 5jt, memang inilah kualitas akomodasi yang bisa saya dapatkan. Selama ini training2 dari kantor memang diadakan di hotel bintang 5, di Bali/Bandung/Jakarta/Lombok dengan snack dan makanan yang enak, belum dihitung bonus tas dan printilan lainnya. Sekelas itu harga trainingnya minimal 20jt. Jadi saya langsung merasa malu pada diri sendiri. Saya sanggupnya hanya bayar 5 juta tapi mengharapkan fasilitas 20 jt? Tentu saja tidak bisa :). Jadi akhirnya saya diam dan menerima.

Terlepas dari masalah hotelnya, trainingnya sendiri sangat memuaskan! Ellen May logatnya medok dan ramah. Menjelaskan dengan cepat, tanpa banyak muter2. Sepertinya kalo saya tinggal ke toilet sebentar saja, saya akan kehilangan banyak ilmu. Akhirnya saya tahan2 pipis deh T-T, menderita. Untuk batch kali ini pesertanya kebanyakan cowok, usia 35 ke atas. Banyak chinese juga dan sepertinya cuma saya deh yang paling cupu… Yang lain rata2 sudah pernah trading, minimal sudah punya akun untuk trading. Saya? Buat akunnya aja belum tahu bagaimana caranya :p.

Kami kemudian diajarkan apa kelebihan investasi di saham. Lalu apa yang membedakan penjudi dan trader. Siklus2 saham. Trend dan pattern2 saham. Cara menganalisanya. Lalu ada juga mentor lain (cowok) yang spesial mengajarkan manajemen modal dan manajemen psikologi dalam trading. Seluruh materinya menarik bagi saya, tapi dijejali ilmu begitu banyak selama 2 hari berturut2 ya rasanya kram otak juga hehehe. Untung ada buku panduannya. Sayapun kemudian bertekad untuk segera mempraktekkan ilmu ini. Ceritanya akan saya bahas di postingan berikutnya yaa.

Oiya…bagi yang ingin mengikuti trainingnya bisa lihat jadwal trainingnya di web ini ya. http://www.ellen-may.com/