Archive for the ‘Sukabumi’ Category

Di penghujung tahun 2011 ini, suami mengajak gw untuk liburan menginap 1 hari di Situgunung, Sukabumi. Gw belum pernah dengar nama ini, kok berasa kayak kurang terkenal ya..Tapi dengan semangat suami bercerita, semakin tidak terkenal tempat itu maka semakin asrilah dia. Jadi yuk hayuk deh, gw pun mulai mencari informasi mengenai penginapan yang ada di sana.

Berdasarkan hasil googling, ternyata di Situgunung itu ada pilihan menginap di villa atau di dalam tenda. Penginapan tenda ini ditawarkan oleh Tanakita Camping yang berada di kompleks Perhutani, di kaki gunung Gede. Pikiran gw mengatakan, kayaknya seru juga nih liburannya bermalam di dalam tenda. Dari hasil email2an, diketahui bahwa harga menenda adalah 450 ribu/orang/malam, Fasilitas ini sudah meliputi makan 3x (makan malam, pagi dan siang), snack 3x sehari, minuman panas 24 jam, dan flying fox 1x. Info lain adalah bahwa kapasitas maksimum tenda mencapai 8 orang. Sudah ada kasur springbed singlenya, sleeping bag, dan bantal. Looks interestingm isn’t it? Supaya seru, gw ajak adek dan nyokap, jadi total yang berangkat ada 5 orang termasuk Alif-anakku yang lucu nan imut. Seperti biasa, gw en suami mengambil cuti 2 hari untuk berlibur karena pada hari kerja Sukabumi macet padat merayap oleh aktivitas 3 pasar (Pasar Cicurug, Cibadak, dan Cisaat) di sepanjang jalan raya sukabumi. Saran gw, hindari kemacetan di Pasar Cicurug dan Pasar Cibadak dengan menggunakan jalan alternatif karena lumayan membantu mempersingkat waktu. Ada petunjuk jalannya kok.

Kami berangkat jam setengah 7 menggunakan mobil pribadi. Sekitar jam 10.30 udah lewat Polsek Cisaat. Wah kok udah mau sampai aj padahal check-in baru bisa jam 2 siang nih. Akhirnya kami isi waktu dengan makan siang. Eh pas buener di sebelah kanan ada Saung Hegar, yok ah mampir dulu. Sekilas tentang Saung Hegar : tempat makan ini tampaknya baru dibuka. Pemandangannya bagus dan hijau, ditambah angin yang sepoi2 dan cuaca yang sejuk bikin mata jadi mengantuk. Saat itu tamu cuma kami saja, jadi pikir gw makanan bakal bisa cepat saji nih. Maka kami pun memesan sup iga 2 porsi, gurami 10 ons dibakar, sayur capcay 1, sayur kangkung 1, sapo tahu 1 porsi, dan 4 minuman panas. Sambil menunggu pesanan, kita foto2 (biasalah.. :p) sementara Alif sibuk bermain seluncuran, jungkat-jungkit, dan ayunan.

Ternyata…udah 1 jam makanan beloo..ooo..ooom nongol juga! Untungnya dihibur dengan cuaca dan pemandangan, plus kita2 masih rada kenyang jadi masih bisa nunggu dengan sabar. Tapi coba kalau gw lagi lapar, wah..bisa merandang tuh. Hampir 1.5 jam makanan baru datang, Masya Allah dah. Walau lama, ternyata masakannya enyak2, terobati juga deh penantian tadi. Total kena sekitar 200 ribu-an. Mumpung disini, gw cek kondisi mushola dan toiletnya, bersih ooy..Silakan kunjungi Saung ini jika kalian datang, tapi jangan lupa waktu pesan, bilang “GA PAKAI LAMA,GRRR..”. Sebagai info aj, setelah lewat Polsek Cisaat, tempat makan itu hanya ada 3. Saung Hegar adalah tempat makan kedua yang ditemui. So, jangan sampai karena keasikan pilah pilih, eh kelewat semua tempat makannya. Kalau lagi lapar berat lumayan bisa nambah emosi jiwa juga kan (*tipe orang yang cepat marah kalo lapar).

Setelah makan perjalanan kita lanjutkan ke Tanakita Camping. Jalan yang dituju makin lama makin mengecil namun keraguan pupus begitu lihat pintu kedatangan. Ternyata kalo menginap di Tanakita, bebas karcis masuk juga. Begitu masuk kompleks Perhutani, jalannya berbatu2 dengan pohon gede di kiri kanan. Sinar matahari masuk dari sela2 daun yang rimbun. Sekitar 10 menit, kami sampai di tujuan, dan langsung deh keliahatan tenda birunya si Tanakita Camping. Ada 10 tenda yang terpasang saat itu. Ga banyak, mungkin karena yang menginap sedikit ya. Sayang waktu sampai disana, lagi hujan gerimis yang mau ga mau bikin mood gw jadi rada turun. Gw takutnya si Alif kehujanan dan sakit kayak waktu liburan di Bali. Setelah suami check-in, kami pun akhirnya masuk ke tenda. Begini nih kondisi di dalamnya (lihat foto di bawah)

Berhubung hujan, ya supaya tenda ga basah, pintunya terpaksa ditutup. Lah kan jadi panas banget tuh di dalam, oksigen..oksigen…napasku te..ha..sa…sesyak…(lebay). Tapi benar, gw liat suami nyokap en adek gw hepi, tapi gw kok ga hepi ya. Palagi Alif, duh tingkahnya…semua kasur dia cobain. Ngerasa  kayak berada di dalam rumah Teletubbies kali ye..Jadi, di dalam tenda kami, ada 3 sekat. Sekat pertama terisi oleh 3 kasur. Sekat kedua dan ketiga masing2 ada 1 kasur. Tiap sekat ada pintu sendiri lagi, jadi suami bisa ganti baju di dalam tenda tanpa harus terlihat oleh nyokap dan adek gw :p. Sudah ada lampu juga 1 buah, yang tidak begitu terang karena dikhawatirkan akan membakar tenda. Ada colokan 2 buah, ada rak sepatu, dan ada jemuran handuk. That’s it. Ga ada kipas angin, jadi bagi yang ga tahan panas, silakan bawa dari rumah.

Sekitar jam 3.30 hujan mulai reda walau masih gerimis kecil. Tim Rakata menghidangkan snack dan langsung mengajak kami mengunjungi Danau Situgunung. Jaraknya ga jauh, cukup 15 menit berjalan kaki di turunan. Nah ini peringatan aj, kalau kesini ga usah sok keren pake high heels or wedges deh. Ga bakal nyaman. Cukup bawa sandal jepit, or sandal gunung, dan sepatu kets jelek. Karena jalanannya semua berbatu dan rada licin karena hujan. Danaunya sendiri adalah danau buatan yang lumayan indah (tapi masih cakepan Situpatenggang di Bandung, menurut gw). Ada rakit dan perahu bagi yang mau mengitari danau. Untuk perahu, tarifnya 7 ribu/orang, sementara rakit 5 ribu. Mengelilingi danau tentu menjadi keasyikan sendiri namun karena cuaca yang kurang mendukung, kami ga bisa lama. Untuk naik ke atas, kembali ke kemah kok ya juga malas..akhirnya sewa ojek deh, hohoho. Ada banyak kok disana, khusus disediakan bagi kita2 yang rada kurang sehat (baca : malas) jalan kaki ke atas (ih Rakata kok tauuu ajah). Tarif ojeknya 10 ribu/orang. Naiknya rada kebat kebit hati soal kok ya motornya kayak ga sanggup gitu padahal perasaan gw ga berat2 amat… Yah, basmalah ajalah..

Sampai di kemah, tim Rakata langsung mengajak kami untuk highropes. Padat juga ternyata kegiatan disini ya. Ada sekitar 5 rintangan disana, termasuk flying fox. Tanya punya tanya, ditarik bayaran bo. Satu permainannya seharga 35 ribu, tapi untuk flying foxnya gratisan. Tinggi juga euy, ada 10 meter lebih. Sebenarnya highropes itu fave gw…akh, ceteklah kalo buat gw (cis, sombongnya), tapi berhubung udah jam 5 dan belum mandi, ya gw pilih mandi ajaa..Kamar mandi berjarak sekitar 3 menit dari tenda, terbuat dari batu alam, ada air panas, daaann..bersiiihh oooy. Yah, gw termasuk orang yang sangat care dengan kamar mandi, jadi begitu liat kamar mandinya seperti ini, mood gw langsung naik membubung tinggi ke atas awan. Ditambah lagi saat itu yang ikut nenda di Tanakita cuma 3 keluarga termasuk kami, jadi ga rebutan. Asoooy !!! (langsung mandi sambil nyanyi).

Selesai mandi, sholat dulu di mushola yang lumayan luas yang juga berupa tenda :D. Habis itu makan malam deh. Walau slogan dari Tanakita Camping ini adalah Tenda dengan Fasilitas Hotel Bintang Lima, jangan mengharapkan lauk2 seperti di hotel yah. Lauknya sederhana, tapi tetap enak kok. Malam itu kami makan gurami asam manis, ayam semur, tahu goreng, sayur 2 macam, buah semangka, kerupuk, sambil diiringi permainan angklung dari para pekerja disana. Sangat amat mengesankan sekali. Salut yah buat si akang2 pengantar makanan yang jago juga main musiknya. Setelah makanpun, acara masih dilanjutkan dengan gitaran. Tadinya gw ma suami mo ikutan juga, sambil sumbang lagu (hohoho), tapi karena mata udah ngantuk, cuaca juga dingin2 gimanaaa gitu, ya kita memilih tidur aj. Tenda di malam hari jauh lebih nyaman daripada di siang hari. Tidur pake sleeping bag aj udah lumayan hangat, tapi monggo kalo mau bawa bedcover tambahan lagi. Bawa bantal juga boleh soal bantal disana ukurannya rada kecil, hehehe.

Besok paginya kami bangun dan keluar dari tenda, pemandangan yang tersaji luar biasa indah. Begitu memandang ke bawah, kota tampak diselimuti embun sehingga berasa kalau kita lagi ada di negeri di atas awan. Alif pun tak kalah girangnya, hmm..Alif tampak yang paling girang disini. Dia sibuk bermian trampoline bersama Kak Tata, teman barunya sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Aku tak menyangka anakku memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi :D. Kami lalu sarapan sambil menikmati pemandangan.

Menu makan pagi hari itu adalah nasi goreng komplit, mie goreng, fillet ayam, dan tumis buncis. Setelah mandi, Rakata menyediakan acara pilihan. Bisa pergi mengunjungi 1) Air Terjun Curug Sawer, atau 2) Tubing. Si air terjun bisanya hanya ditempuh dengan berjalan kaki karena tanahnya lagi licin sehingga berbahaya kalau naik ojek. Jaraknya 2 km, jadi jalan kaki kira2 1 jamlah. Hmmm…(*wadoh, pp jalan 2 jam ??). Sementara si tubing adalah aktivitas semacam arung jeram, memakai ban tubes sepeerti kalau lagi di waterboom, sendirian tapinya, mengarungi Sungai Cigunung sejauh 1.5 km, selama 45 menit. Airnya dingin, jeramnya 70% dan ini adalah musim hujan. Kalau lo milih yang mana? Tampak lebih menantang si tubing kan?? Yakan?? Walau air terjun gratis dan tubing bayar 150 ribu tetap tampak lebih menarik tubing kan?? Maka gw en suami pun memilih tubing. Nyokap ma adek gw memilih beraktivitas di tenda sambil jagain Alif kecil :p. Jam 9 lewat kami berangkat.

Ternyata benar2 ga nyesal bermain tubing. Gw sarankan kalo lo camping disini, jangan sampai melewatkan permainan ini, dijamin nyesel kalo ga ikut!! Permainan ini ga cocok buat orang tua dan anak kecil. Bukan karena berbahaya, tapi karena jalan menuju ke Sungai Cigunungnya yang berdurasi 15 menit itu sangat curam, berbatasan dengan jurang, dan licin. Gw aj was2 waktu turunnya tapi begitu main, duh nagiiiih. Ingat kan kalo sebelumnya gw bilang bawa sepatu kets jelek? Harus jelek, jangan yang baru soal udah pasti dah tuh sepatu bakal rusak. Sol sepatu gw aj ilang ntah kemana :D. Sayangnya karena aktivitas ini 100% ada di air, jadi ga boleh bawa kamera. Yah ga bisa diabadikan deh momentnya tapi percayalah, sangat amat recommended. Gw udah pernah rafting di Sungai Ayung Bali atau waterboom sliding dengan sudut hampir 90 derajat tapi tubing ini lebih menantang. Cobain deh!! (*mpe ngos2an gini promosinya, hosh2). Selesai tubing dan kecapekan, tim Rakata juga sudah menyiapkan gorengan dan minuman hangat. Ada toilet yang bersih di hilir sungai dan disediakan angkot gratis buat nganterin kita balik ke kemah.

Sampai di kemah udah jam 11.30, padahal check-out mesti jam 1. Ga sempat istirahat langsung pergi mandi, makan siang, dan udah deh dada babaaayy..Duuh, thx ya Rakata, orang2nya raman dan sopan, pelayanannya pun sangat memuaskan. Kali lain kalo ada gathering buat yang muda2, akan gw rekomendasikan tempat ini. See u next!