Archive for the ‘Malang-Bromo’ Category

Seperti yang udah disinggung di posting sebelumnya, lautan pasir dan padang savana itu lokasinya bersebelahan. Batasnya juga jelas, kalo orang geologi bilangnya “sharp contact”. Nih fotonya.

Sebelah sana hijaunya rumput, sebelah sini abu abunya pasir.

Sebelah sana hijaunya rumput, sebelah sini abu abunya pasir.

Kenapa bisa tajem gitu batasnya? Karena lautan pasir ini kan mantan kalderanya si Gunung Tengger ya. Sampai sekarang mungkin aktivitas magmatisme masih berlangsung disana sehingga suhunya lebih panas dari savana. Makanya tumbuhan ga bisa hidup (*cmiiw).

Lautan pasir ini jadi lokasi syuting filmnya neng geulis Dian Sastro dan mpok Christine Hakim itu looh, “Pasir Berbisik”. Udah pada nonton kan filmnya? Gw sih belum, wakakakak. Abisan katanya filmnya gada ngomong?? Apakah aku akan tahan dengan film bisu seperti itu? Tapi yaa nti sampai rumah gw coba liat deh mana tau berubah pikiran ^^.

Mungkin karena musim hujan yaah, walo namanya lautan pasir tapi pasirnya sih ga sampai yang terbang2 gitu. Kita udah bawa masker tapi ga kepake tuuh.

Berhubung Alif nagih janji pengen ketemu Lala di rumahnya..yah..terpaksalah gw tunjuk satu bukit di lautan pasir yang sudah berubah statusnya jadi bukit pasir. Alif tampak bingung karena kok rumahnya beda rupa dengan yang tadi, gada ijo2nya, tapi dia deketin juga. Untungnya bukit yang ini lebih deket jadi bisa disentuh langsung kakinya sama si Alif. Dia pegang deeh “rumahnya si Lala” terus manggil2 Lala tapi Lala kok ga keluar2. Mulai ngeak lagiii…sampai akhirnya diam karena kita bilang, “Lala kan bangunnya pas matahari terbit Lif. Sekarang kan udah siang, ya Lalanya boci..”. Alif manggut2 terus bilang, “Rumah Lala kotor ya..” *o*

Maaf ya Nak, rumah Lala baru abis kebakaran jadi rumputnya habis semua.. Someday kita sentuh bukit teletubbies yang beneran hijau ya sayang

Maaf ya Nak, rumah Lala baru abis kebakaran jadi rumputnya habis semua.. Someday kita sentuh bukit teletubbies yang beneran hijau ya sayang

Ga banyak yang bisa dilakukan di lautan pasir :p. Apalagi cuaca udah mulai rintik2 hujan, huwaaa padahal baru 1 stopsite, sediih.

Nah di lautan pasir itulah berlokasi Kawah Bromo. Pikir ortu gw, ke kawahnya bisa naik mobil kayak di Tangkuban Perahu tapi ternyata enggak ya. Mobil hanya bisa stop di satu titik, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kuda karena jalurnya mendaki menurun, memang ga bisa dengan mobil. Pilihannya yey naik kuda bayar 100rb pp atau yey jalan kaki sejauuuh 2.5 km dengan bonus tahi kuda di sepanjang jalan wakakakak.

Walau hujan, tapi gw ma bonyok maksa, pokoknya tetap ingin liat kawah. Wong namanya juga tamasya ke Bromo, ya kawahnya itulah iconnya. Beklah, akhirnya kami bertiga turun sementara suami, bou dan Alif nunggu di jeep. Herannya itu, yang punya kuda ga punya stok raincoat T-T. Terus kami musti basah2 gitu kesana?, waah kok tampak tidak make sense. Akhirnya si pembawa kuda mengalah. Mereka melepas raincoatnya, meminjamkannya pada kami dan mereka pun pake sarung untuk menghindari hujan. Jadi saran saya nih buat yang mau ke Bromo di musim penghujan, BAWA RAINCOAT. Sementara saran saya buat pembawa kuda, “SEDIAKAN  RAINCOAT BUAT CALON TAMU” secara pasti kepake deeh. Cuma secuil tamu yang ingat bawa raincoat. Kalau perlu disewakan, mesti dibayar jugaak hehehe.

Ke sana paling 10 menit naik kuda. Hohoho bukan naik kuda kayak pendekar gitu yak, tapi dituntun sama si pembawa kuda. Jadi ga keteprok3x tapi te..plok..te…plok.. (*pupus deh pikiran jadi Nona Peri di Tapak Sakti :p). Sampai di tepi kawah, kita mesti mendaki 250 anak tangga untuk melihat the real crater ya. Nguuiiing, curam book. Ey, gw sih pasti bisa wakakak, bonyok gw ini loooh. Mana hujan lagi, pake raincoat siwer2, takut kepeleset aj kan.

Tapi sekali bonyok bertekad, yaudah ga bisa dilarang. Akhirnya untuk naik, gw paling belakang. Kalo turun gw paling depan. Jaga2 kalo kepeleset, at least mungkin…mungkiin bisalaah gw tahanin dulu sebelum yang tidak2 terjadi. Hiiiy. Dan memang menuju kesana, berat bagi mereka. Ampe berhenti 4x. Kaki sih kuat, dadanya yang megap2. Hujan mengaburkan kacamata. Pasir pada nemplok di anak tangga, jadi harus extra hati2 biar ga kepeleset karena pasir.

Walo lambat, akhirnya sampe juga kook. Horaaayyy. Dan alhamdulillah pula, sampai di atas hujannya kok redaan. Lumayan bisa foto2. Penampakannya sih hampir sama kayak kawah Tangkuban Perahu tapi effortnya kan beda. Effort biaya dan tenaganya hahahah. Jadi fotonya juga harus lebih banyak donk (*apaa coba).

Di kawah Bromo. Dengan kondisi masih rintik dikiiit, dan takut lipir2, jadi ya fotonya isi muka semua. Kawahnya dimana ga keliatan wkwkwk, sing penting ada asapnya yagasi...

Di kawah Bromo. Pic kanan atas adalah 250 anak tangga yang termasyur itu. Dengan kondisi masih rintik dikiiit, dan takut lipir2, jadi ya fotonya isi muka semua. Kawahnya malah ga keliatan wkwkwk. Gpp sing penting ada asapnya, yagasi…

Eniwei, dari sini kelihatan jelas sekali si gunung Batok. Dari lautan pasir, tingginya mungkin kurang lebih 300m (*cmiiw). Kalau dulu waktu kecil di Pekanbaru tak ada gunung. Pas kuliah barulah liat gunung, si Merapi itu, tapi kan ga kayak begini bentuknya. Gunung2 lainnya itu kan bisanya diliat dari jauh, guratannya pun ga jelas. Ga pernah terlintas pikiran untuk bisa megang gunung pake tangan sendiri ;p. Tapi si Gunung Batok ini..sebegitu dekatnya dan kecil sehingga kok kayaknya bisa gitu loh aku garuk2 itu badannya. Tapi kerjaan apa sih itu, garuk2 badan gunung wkwkwk.

Kenampakan Gunung Batok dari Kawah Bromo. Dikarenakan lensa saya tidak panjang, jadinya terpaksa 3 capture digabungkan jadi satu. No zooming. Tuh dekat banget kan jadi pengen ngegaruk kaan? kaan? kan?

Kenampakan Gunung Batok dari Kawah Bromo. Dikarenakan lensa saya tidak panjang, jadinya terpaksa 3 capture digabungkan jadi satu. No zooming. Tuh dekat banget kan jadi pengen ngegaruk kaan? kaan? kan? Betewe bangunan di bawah Gunung Batok itu adalah pura yang dibangun oleh masyarakat Gunung Tengger ini 🙂

Kami lalu turun. Turun sebenarnya lebih berbahaya, tapi selalu menjadi lebih mudah dan cepat. Gatau juga kenapa. Sebentar saja udah di bawah dekat parkirannya kuda. Kudanya udah mandi air hujan, hahaha. Kembali ke posisi awal, kita ngelewatin Pura yang dibangun di bawah Kawah Bromo. Masyarakat Tengger itu membangun pura di tempat seperti ini, coba. Beautiful, sayang ga sempat liat dari dekat. Kasian nti yang di jeep kelamaan nunggu.

Ternyata begitu hujan reda, penumpang yang nunggu di jeep juga pada keluar dan naik kuda. Syukurlaah daripada garing nungguin kami yaa. Bou baru pertama kali ini naik kuda, wkwkwk, bawaannya pengen turun aj. Jangan donk Bou, mosok 100rb buat 10 menit toh, giiih jalan2 sampe ke pura sonoo ahahaha. Alif juga senang banget naik kuda. Hampir ketiduran dia disana. Info aj, pilih kuda yang jinak dan pembawa kuda yang piawai yaa. Kuda suami gw bawaannya bete mulu, diperintah ga mau2. Nah pembawa kuda nyokap gw itu masih anak keciil, walhasil waktu nyokap gw turun dari kuda, ga dijagain donk. Sukseslah jatooh. Untung suasana hati lagi happy jadi kita cuma ketawa2 aja 😀 :D.

Kudaku jinak doonk, jadi ga perlu dituntun kekekeke, kecuali pas pendakian dan penurunan (*ceritanya mau pamer). Pas pulangnya aku bawa sendiri. Mana warnanya putih pulaa eeeuy aye berasa jadi putri istana book. Sayang aj itu raincoat ijo bikin display jadi ga iya banget. Gapapalah, udah sukur dipinjamin sama mas penjaga kuda :D.

Kudaku jinak doonk, jadi ga perlu dituntun kekekeke, kecuali pas pendakian dan penurunan (*ceritanya mau pamer). Pas pulangnya aku bawa sendiri. Mana warnanya putih pulaa eeeuy aye berasa jadi putri istana book. Sayang aj itu raincoat ijo bikin display jadi ga iya banget. Gapapalah, udah sukur dipinjamin sama mas penjaga kuda :D.

Karena musim hujan, jarang orang datang kesini. Biasanya di lautan pasir ini banyak jeep. Tapi sekarang jeep kami doang yang nongol. Enaknya musim hujan, debu pasir ga beterbangan jadi gapakai maskerpun ga masalah. Alif senang sekali menggambar di atas pasir :D

Karena musim hujan, jarang orang datang kesini. Biasanya di lautan pasir ini banyak jeep. Tapi sekarang jeep kami doang yang nongol. Enaknya musim hujan, debu pasir ga beterbangan jadi gapakai maskerpun ga masalah. Alif senang sekali menggambar di atas pasir 😀

Schedule berikut harusnya sih foto2 selama perjalanan pulang dan ke Penanjakan tapi apa daya hujan turun lageee. Kompleks gunung pun tertutup kabut, jadi ga ada yang bisa dilihat juga T-T. Tau gitu tadi maksa minta foto di awal huhuhuhu. Tapi gpp, tetap aj kita dapat kesenangannya. Ortu2 gw pada amazed dan nanya, liburan berikutnya kemana lagi niiih? Waah, kemana lagi yaa (*mutar otak).

So temans, ayuk ah ke Bromo. Bagus bangeeettt, anak kecil juga pasti senang. At least walo ga ketemu Lala dan Po, Alif tetap menikmati nyoret2 di lautan pasir, naik kuda, dan selalu berseru, “Waaah..indah sekali ya Bu, subhanallah..” 😀 😀 :D.

Jadi sekian liburan kami edisi Malang-Bromo. Untuk review makanan terus terang tidak ada karena kami tidak sempat singgah di resto2 lucu. Singgahnya ya yang di tepi2 jalan tapi itu aj udah enak2. Sambelnya maknyus semua. Betewe, makanan di Malang itu, saya kasih tau saja, harganya murah muraaah, bener deh. Kalo di Jakarta kan mehong2 ya.  Baru sampai kerongkongan aj 20rb. Disini perut udah begah bayarnya cuma 20rb/orang, hoooh persta poralah kami. Walhasil sampe di rumah gw nimbang, naik 3.5 kg ajya T-T. Yuk markiyet (*mari kita diyet) lagi dengan Herbalifee!!

Advertisements

Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah savana. Savana biasanya menjadi titik terakhir dari tur 4 poin tadi karena lokasinya paling jauh namun karena kami start mulai dari siang, savana dijadikan paling awal dengan tujuan menghindari hujan yang biasanya datang sore hari.

Menuju savana saja pemandangannya sudah bukan main. Kompleks pegunungan terlihat begitu dekat, begitu jelas sampai guratan lereng gunungnya saja kentara sekali. Subhanallah, ada ya tempat seindah ini di Indonesia :D. Begitu dekatnya sampai rasanya aku bisa deeeh memegang gunung itu dengan tanganku hahahah. Kalau orang geologi bakal bilang, triangular facet ada dimana2. Opo iku triangular facet, wislah ga usah dijelasin disini nti berasa sekolah lagi.

Sayangnya driver kami ga mau stop waktu kami minta berhenti sejenak untuk foto2. Katanya ngejar cuaca terang, takut kehujanan. Jalan naik turun mlungker2, untungnya jeep 4300 cc ya, jadi aluuss ga pake ngadat. Bensinnya aj yang ga kuat, 1:5 ahaay.

Komplek pegunungan di Bromo ini awalnya kan bermula dari satu gunung api purba yang amat sangat besar sekali. Namanya Gunung Tengger. Gunung ini kemudian meletus sehingga sebagian tubuhnya hancur. Di bekas letusannya itu muncul deh gunung2 baru, diantaranya adalah Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Widodaren namun cuma Gunung Bromo yang aktif. Tempat letusannya Gunung Tengger itu alias kaldera, itu adalah lautan pasir yang sekarang jadi objek wisata. Bayangpun betapa luas si kaldera itu. Ada berkilo-kilometer persegi luasnya. Bayangpun lagi kalau kalderanya aj seluas itu, laaah seberapa besar Gunung Tenggernya dulu? Hiiy serem aku.

Dari pic di atas, yang ditutupi kabut itu adalah lautan pasir alias kaldera Gunung Tengger (gunung purba). Gunung paling depan adalah Gunung Batok. Di belakangnya yang rada kecil dan mengeluarkan asap putih itu adalah Gunung Bromo, kawahnya disebut Kawah Bromo. Di belakang Gunung Batok ada juga gunung yang berukuran lebih besar, namanya adalah Gunung Widodaren. Sementara gunung paling belakang sono nooh, yang nyembul sendirian dan paling tinggi, itu adalah Gunung Semeru. Udah pernah nonton film 5cm? Jadi makin pengen kesana kan yaak? *belagu, padahal ga kuat trakking :p. Yaaa andaikan kita bisa ke puncak Semeru menggunakan jeep seperti di Bromo ini, oh alangkah indahnya.

Untuk menuju savana, kami harus melewati lautan pasir yang luaas seperti pic di atas itu. Kemudian baru sampai di savana. Savana terletak di sebaliknya Gunung Widodaren. Memang lautan pasir dan savana itu terletak bersebelahan persis, namun peralihan dari lautan pasir ke savana sangat jelas.

Padang ini dikelilingi oleh perbukitan warna hijau, persis seperti rumah teletubbies, makanya dinamakan Bukit Teletubbies. Kami pun turun dari jeep dan berjalan di jalur setapaknya. Tempat ini menurut kami indah sekali. Angin bertiup sejuk, udaranya terasa segar. Kemanapun mata memandang, adanya tumbuhan seperti ilalang yang kalau cuma sebiji tidak indahlaah kelihatannya. Tapi karena disini banyak sekali, jadinya bagus.

ebelah kanan adalah ilalang yang mendominasi tumbuhan di savana. Kanan atas itu adalah pohon adas, terdapat cukup banyak di savana. Bunganya wrana kuning. Daunnya lembut warna hijau. Daun adas adalah bahan baku minyak kayu putih. Kebetulan bokap lagi masuk angin pas di sana. Daun adas tinggal diremes2 tempelin ke perut, langsung anget :D

Sebelah kanan adalah ilalang yang mendominasi tumbuhan di savana. Kanan atas itu adalah pohon adas, terdapat cukup banyak di savana. Bunganya wrana kuning. Daunnya lembut warna hijau. Daun adas adalah bahan baku minyak kayu putih. Kebetulan bokap lagi masuk angin pas di sana. Daun adas tinggal diremes2 tempelin ke perut, langsung anget 😀

Bukit teletubbies

Bukit teletubbies

Jadi dari awal gw udah bilang ke Alif, “Aliiif..nti disana banyak rumah teletubbies loo”. Jelas saja Alif girang. Dia pun jadi berharap bisa ketemu sama idolanya si Po (*lah, salah bilang kan gw. Maksud ati cuma mau liatin rumahnya, si kecil jadinya minta penghuninya sekalian). Dan walaupun gw udah bilang kalo Po lagi bobok, anak ini tetap ngeak, keras kepala pengen ketemu beneraaan. Ngikut keras kepalanya siapa sii? *nunjuk diri sendiri.

Daripada ngeak ngowek terus ya sudahlah kami tunjuk satu bukit teletubbies terdekat yang akan dikunjungi. Alif semangat banget, lari2 menuju kesana. Namun si bukit yang kelihatan dekat itu, ternyata jauh book (*aaah kena ilusi mata nih gw) rasanya kok ga sampe2..hosh2. Alif masih semangat, emaknya udah ngos2an. Tapi biar anak senang, apa sih yang engga? Driver jeepnya doang kali yang garing, nunggu 6 orang penumpang pada ilang semua wkwkwk.

Itu bukit teletubbies yang paling make sense untuk dikunjungi. Keknya deket ya, tapi jalan udah ngos2an kok ga sampe2, heu..

Itu bukit teletubbies yang paling make sense untuk dikunjungi. Jauh ternyata baaang.

Sayangnya kami tetap juga ga bisa kesana karena ada parit besar yang tidak bisa dilewati. Kalo maksa liwat juga, bisa2 seharian kami disini wkwkwk. Akhirnya Alif mengalah waktu kita bilang “nanti kita cari rumah teletubbies yang lain yaa. Po kan rumahnya disini, Lala rumahnya disanaaa…” (*ini ortunya kok malah ngasi harapan kosong -_-). Nurut deh dia. Kami pun balik ke jeep sambil menikmati savana. It was so much fun :D.

my beloved ones

my beloved ones

Padang hijau di balik gunung yang tinggi

Berhiaskan pelangi setelah hujan pergi

Kuterdampar di tempat seindah ini

Seperti hati sedang, sedang jatuh cinta

Sungai mengalir sebebas aku berpikir

Hembusan angin dingin membawaku berlari

Mensyukuri semua yang telah Kau beri

Hati yang rapuh ini Kau kuatkan lagi

Kubahagia merasakannya

Andaikan aku bisa disini selamanya menikmatinya

(Pelangi dan Matahari-BIP)

We love this place.

Kata suami, banyak orang yang cinta sunrise di Penanjakan, tapi aku lebih suka ini. I agree with him.

Dulu tahun 2011 gw udah pernah ke Bromo, dalam rangka gathering kantor. Tapi waktu itu kan masih cupu..ngikutin semua kata EO, ga ada kreatif2nya samsek. Diajak ngeliatin sun rise, kedinginan mpe meringis2, abis itu pulang deh -__-, gatau kalo masih buanyak lagi yang bisa diliat disana.

Sekarang ceritanya udah beda donk, kan udah lebih well prepared. Cari penginapan dulu dong kita..biar bisa nikmatin Bromo dengan khusyuk. Googling sana sini, nemu yang recommended cuma 4 penginapan which are Java Banana Inn, Bromo Cottages, Lava Lodges, dan Cemara Indah Hotel. 2 pertama mahalnya tak kira2, yang ketiga full booked, yang keempat saya telv juga full, dapatnya malah via Agoda. Gile, langsung bayar ga pake babibu, takut keabisaaaan! 2 kamar, kena 1.3 juta. Alhamdulillah, beress.

Pas hari H, berangkat menuju Bromo dari Kepanjen pas jam 6 pagi. Memang kita ga ngejar sunrise karena kalo ngejar sunrise, perginya kudu jam 2. Weleh ya kasian ortu dan anak saya toh kalo sepagi itu udah grabak grubuk. Sunrisenya bisa dilihat pas esoknya dari penginapan, top markotop dah rencana gw.

Perjalanan 4 jam, jalannya rapi alus banget. Kami berangkat dari Pasuruan. Sampai di Bromo, berhenti di setopan pos pusat informasi. Ini adalah pos resmi untuk Wisata Bromo yang menghandle semua armada jeep di Bromo (total ada 285 armada), macam2 tempat wisatanya, juga ada info penginapan.

Mumpung ketemu pentolan Bromo, maka…

“Maaf Pak. Numpang tanya. Kami nginap di Cemara Indah. Sudah bayar disana. Boleh tau lokasinya dimana?”

“Loh, Mbak.. Cemara Indah itu kan di Probolinggo. Ini kan Pasuruan. Mbak e salah pintu masuk. Kalau mau ke Probolinggo, bisaa…140 km jaraknya.”

WHAA..AAA..AAAA…TTTTT?????

*bergema

*bergaung

Jadi karena dibutakan oleh availability kamar yang terbatas, gw sama sekali ga memperhatikan kalo menuju Bromo itu bisa dari 2 tempat, yaitu Pasuruan dan Probolinggo. Dan kedua daerah itu bedanya jauh, maak. 140 km, alias minimal 2 jam baru kesana lagi. Lah sekarang udah jam 10, belum makan, belum tamasya pake jip dan pesawatnya besok..keknya ga mungkin banget kalo maksa ke Cemara Indah.

peta menuju bromo

Huwaaaa (*toyor2 diri sendiri yang ga teliti cari info. Ilang sudah 1.3 juta, tidaaaakkk).

Akhirnya setelah melalui pemikiran panjang, diputuskan batal nginap di Bromo dan memilih untuk menginap di Malang, setelah mengalami sendiri perjalanan pergi dari Kepanjen-Bromo yang ternyata halus mulus dan tidak sebegitu capeknya.

Betewe, ternyata lumayan banyak penginapan murah namun layak di Bromo yang pintu masuk Pasuruan. Cuma karena tidak dipromosikan di internet, akhirnya memang banyak pengunjung yang tidak tahu. Kalau gw baca di pos informasi itu sih ada Home Stay Airin, Ancala Inn, Home Stay Rafina, dan Wonokitri Tosari. Dari foto kamarnya sih lumayan bagus, tapi ratenya ga ada. Gw foto tapi kayaknya ni kamera memang minta diganti, jadi hasilnya ya gitu deh. Bagi yang penasaran sila tanya ke Ketua Penjaga Pos Pasuruan: Pak Puji (081-233-193-114).

penginapan di bromo

Mengenai biaya sewa jeep, resminya ya dari pos ini. Paket 1 dengan rute Pananjakan1-Bromo yang start dari Tosari tempat pos ini berada, biayanya 350rb. Bisa liat sunrise, bisa Bromo dari atas. Cucok banget buat fotografi. Kalau yang 300rb itu kayaknya stop di Pananjakan2, lebih rendah dari Pananjakan1. Tapi kalau mau sekalian ke Padang Savana, Bukit Teletubbies, Pasir Berbisik, dan Kawah Bromo harganya menjadi 2x lipat yaitu 700rb. Kalau disekaliankan lagi dengan mengunjungi Ranu Pane di kaki Semeru, jadi 1jt. Jeep bisa digunakan bebas dalam sehari itu.

tarif jeep club bromo

Itu harga resminya yaa. Tapinya saya baca2 blog orang, kok ya biaya sewanya beda2. Ada yang 450rb, ada yang 500rb which is angkanya ga ada tu di list atas itu. Jadi apakah kemudian terjadi tawar menawar dengan driver jeep atau bagaimana, hehehe sayanya gatau. Kalo kami ikut yang resmi2 aj.

Buat pelajar yang kantongnya terbatas dan ga bisa sewa jeep berkapasitas 4300cc, bisa pake pickup sayur :D. Jangan cemas, dengar2 sih pickupnya sudah dimodif sedemikian rupa sehingga kuat menanjak. Kalau untuk motor sih bebas ya lalu lalang di kawasan Bromo. Kalau untuk mobil selain jeep dan pickup sayur, kebetulan saya lom nemu.

So what are you waiting for? Bule2 aj pada datang kesini, masa kita yang orang Indonesia kagak ngunjungin. It worths for a try, it really2 worths.

Dikarenakan begitu terpesonanya suami dengan kunjungannya ke Pulau Sempu tahun lalu, tahun ini doi insist agar gw datang kesana dan melihat sendiri keindahannya. Kebetulan suami ga pandai mendeskripsikan ahahaha, agak2 susah menterjemahkan keindahan hanya dari perkataannya. Jadi memang kalau mau percaya, ya kudu datang ke tempatnya langsung.

Kami berangkat dari Kepanjen, Malang menggunakan avanza. Start jam 6 dan sampai di Pantai Sendang Biru jam 8. Walo namanya Biru tapi airnya warna hijau. Orang Madura memang mengartikan “biru” sebagai warna hijau.

Pemberangkatan resmi menuju Pulau Sempu ya dari Pantai Sendang Biru ini. Kenapa dikatakan resmi? Karena disini disediakan guide khusus yang akan menemani kita selama di perjalanan. Loh kenapa pula perlu ditemani segala? Karena Pulau Sempu itu hutan kakaak..udah buanyak orang yang tersesat disana karena ga pakai jasa pemandu. Lagian di pos Sendang Biru, selain sewa guide juga bisa sekalian sewa perahu motor dan sepatu khusus buat melintasi hutan. Biaya sewa pemandu 100rb, sewa perahu motor juga 100rb (*bisa patungan). Sementara sewa sepatu hanya 10rb/orang.

Sepatu sewaan ternyata menjadi item paling penting dalam perjalanan ini. Karena Pulau Sempu adalah hutan bakau yang becyek tapi ga ada ojyek. Pohonnya lebat, akarnya melintang dimana2. Kalau siang lumayan terang, masuk jam 4 mulai gelap. Saat sepatu menginjak tanah, bunyinya bukan tep tep tapi ceprat ceprot, ceplat ceplet saking beceknya. Mendaki terjal, menurun curam. Apalagi gw datang pas musim hujan, beuuh..lumpur bekas ceprotan bisa naik sampai ke betis.

Ga usah dandanlah kesini, percuma. Pasti bakal kucel juga bermandikan keringat hahaha. Gw cuma modal kaos dan celana training. Malas pake jeans karena bakal berkesan berat. Malas bawa tas, misua aj deh yang bawa ehehehe soal perjalanannya oh my god, berat sih kata gw.

Pulau Sempu dari Pantai Sendang Biru

Pulau Sempu dari Pantai Sendang Biru

Dari Pantai Sendang Biru menuju Pulau Sempu paling 10 menitan pake perahu motor. Abis itu mulai deeeh melintasi hutannya. Gw buktikan sendiri kok, kalo ga pake pemandu kemungkinan besar memang akan tersesat. Walaupun di tiap persimpangan kadang suka dikasih botol aqua sebagai penunjuk arah, tetep aj ya sob, kadang ga keliatan saking capeknya or…memang botol aquanya udah dibuang orang. 2x gw jatuh gara2 menginjak akar pohon yang licin. Untungnya bukan jatuh di bagian karang2 tajam, pffhhh bisa ilang ni mulus kaki.

Start dari sini. Sekarang jam 10, masih pasang. Kalau sore, airnya surut jauuh.

Start dari sini. Sekarang jam 10, masih pasang. Kalau sore, airnya surut jauuh.

Guide tampak belakang hahah. Pake manjat2 segala. Aslinya becek tapi kok ga keliatan ya di foto -__-

Guide tampak belakang hahah. Pake manjat2 segala. Aslinya becek tapi kok ga keliatan ya di foto -__-

Banyak akar, bikin licin dan terpeleset :p

Banyak akar, bikin licin dan terpeleset :p

Perasaan jalan dari tadi kok ya ga kelar2 hiks. Selama perjalanan gw pantang mengeluh sih, diam aj ngitung waktu hahaha. Berusaha agar selincah monyet walo aslinya sih ga banget. Untungnya di belakang suami selalu siap melindungi istrinya yang langkahnya labil ini tsah!

Dan akhirnya terdengar juga suara debur ombak. Artinya….udah dekaaattt. Walo mulut pemandu bilang udah dekat, tapi tetep aj berasa kagak sampe2 huwaaaa. Aku capeee, salah2 bisa terpeleset nih ke tebingnya. Dan setelah 15 menitan dari pertama x dengar suara debur ombak, hyaaa akhirnya keliatan juga warna ijonya Segara Anakan :D.

Let the pics tell you the beauty.

Segara Anakan. Airnya warna hijau.

Segara Anakan. Airnya warna hijau.

Airnya jernih, pasirnya halus warna putih susu

Airnya jernih, pasirnya halus warna putih susu

Kesan pertama begitu liat Segara Anakan, terus terang akyuw kecewa. Hijaunya lagun memang luar biasa. Airnya jernih, pasirnya putih. Kebetulan saat kami sampai itu jam 10 jadi kondisi lagi pasang. Pantainya yang berukuran pasir halus itu menjadi lebih sempit. Tiada ditemukan hewan2 laut disini. Jernih, seger, enak deh kalo nyemplung disana.

Tapi…!!!! Udaranya bau sampah dan memang begitu gw liat ke pantai, masya Allah deh, sampah dimana-manaaaaa. Memang tempat ini makin dikenal orang, jadi banyak yang datang. Tapi, apa itu harus berarti sampah juga makin banyak? YOU STUPID GUYS, GO TO HEELLLLL!!! Sumpah gw benci banget sama orang yang seenak jidatnya sendiri. Ga mau ngotorin tasnya tapi enteng banget mengotori tempat umum. Dasar TOLOOOOOOLLLLLL!!! Lihatlah, gw jadi merasa perjalanan yang berat selama 1 jam itu jadi ga worth it kalo begini. Padahal suami bilang, tahun lalu pantainya bersih sekali tapi kok sekarang begini bentuknya. SO STUPIIIDDD.

Pantai Segara Anakan kan ga gitu luas, jadi begitu ada sampah, kerasa banget kehadirannya. Sebel.

Pantai Segara Anakan kan ga gitu luas, jadi begitu ada sampah, kerasa banget kehadirannya. Sebel.

Ngambek.

BT.

Suami jadi sedih liat gw BT. Gw juga jadi sedih karena suami sedih. Semua gara2 si pembuang sampah, sebel gw. Pengen gw tarok sampahnya ke mulut mereka, biar ditelen sama mereka. HUH!!!

Akhirnya gw makan deh biar emosi reda dan emang si jadi agak baikan tapi emangnya makanan bisa bikin bau sampah hilang apaaa?? (*teuteup emosi). Eh sori ya, kalo kami sih sampah makanan disimpan dalam tas dan dibuang ke tempat sampah di Pantai Sendang Biru. Ga kayak orang2 gatau adat itu, cih.

Eniwei, hari Rabu kalo ga salah adalah hari bersih2. Jadi pantai ini secara berkala memang dibersihkan sih oleh masyarakat setempat dan kebetulan memang kami datang di hari Selasa, hari puncak kekotoran. Tapi tetep aj bagi gw itu bukan excuses.

Selama makan, gw lihat ada beberapa rombongan selain kami yang sudah ada di Segara Anakan ini. Tampaknya mereka kemping kemarin. Nah salah satu dari mereka kakinya kena air panas sampai melepuh lonyoh2. Pasti bakal susah jalan, mana menuju ke Segara Anakan saja denger2 sih mereka sudah tersesat.

Bagi yang terkena kemalangan sehingga susah untuk kembali lagi ke Sendang Biru, bisa memakai jasa tim evakuasi. Dengar2 biayanya sejuta, dengan tim penolong yang terdiri atas 6 orang. Tadinya gw pikir mau pakai jasa tim evakuasi aj buat balik lagi ke Sendang Biru ahahahaha (*dasar pemalas emang) soal memikirkan bakal lewat hutan itu lagi selama sejam, oh nyo banget. Tapi orang yang kakinya melepuh itu aj ga pake jasa evakuasi mosok aku yang sehat ini pake. Jadi berkesan kurang heroik sayanya :p.

Betewe, selain di Segara Anakan, kita bisa naik ke atas bukit batu gamping. Ga gitu jauh. Tajem2 karangnya jadi jangan sampai terpeleset. Sakitan ini dibanding terpeleset di jalan becek tadi T-T.

Laah aku kok ditinggal?

Laah aku kok ditinggal?

Akhirnya digandeng juga ahak2

Akhirnya digandeng juga ahak2

Nanti dari atas bukit itu bisa memandang langsung ke laut lepas. Subhanallah..lautnya biru kelam dengan ombak yang besar. Memang ciptaan Allah itu luar biasa indahnya. Betewe kudu hati2 ya berdiri di tebingnya, ojo ngelipir2 bangetlah, salah2 nggelesot ke bawah ya udah dada babay ga ketolong lagi :(.

suami sebagai komparator

suami sebagai komparator

Dan tibalah waktunya pulang…

“Eym..Pak Pemandu, apakah ada jalan lain menuju Sendang Biru selain hutan tadi?”

Ooo ga ada Mbak, pintunya ya cuma satu, hutan itu.

Walaaah *__*.

Tapi memang seperti kata pepatah, pulang selalu lebih cepat daripada pergi. It happened to me. Perjalanan pulang terasa seperti setengahnya perjalanan pergi. Tiba2 aj tring!!!, sampai di Sendang Biru. Alhamdulillah…

Betewe, karena kemarin di Jatim Park2 pake jilbab langsung jadi mengakibatkan tampang saya jadi kayak bibik2, saya jadi emoh pake itu lagi. Saya ganti saja ke model topi yang ringkes dan ringan karena kalo pake pashmina en jilbab segiempat, ya ampiuuun ga banget deh di sikon kayak gini. Model topi bahan rajutan memang menjauhkan saya dari kesan bibik2 (*cihuy), tapi mendekatkan saya ke model empok2 T-T. Whatsoever…

Mas Wo (yang bantu nyetir selama perjalanan) baru kenal saya hari itu. Doi tanya, “Mbak berapa umurnya?” 30 Mas. “Ooo, baru 30 toh.” Jedeeerrr!! Maksudnya?? Gw kawin sama brondong, gitu?

Huwaaa, padahal biasanya orang2 bilangnya, “Hah? Udah 30? Masa sih?”(*serius, ga boong), tapi yang ini kok bertolak belakang. #lempar topi ke lautan lepas

Eniwei, saya kira saya akan balik lagi ke sini JIKA DAN HANYA JIKA pantai lagunnya sudah bersih. Dan buat suami tersayang, seperti istilah yang sering kita dengar, “it’s not about the destination, it’s about the journey”. Walau Segara Anakan membuatku kecewa, tapi perjalanan bersamamu selalu menjadi yang terindah. Terima kasih untuk selalu melindungiku dalam perjalanan yaa. Love you *kiss.

Tips kalo ke Pulau Sempu:

  1. Sewa guide kalau mau perjalanan aman dan selamat.
  2. Sewa sepatu. Selain cengkeramannya tajam, juga ringan. Ga berat kayak sepatu lapangan biasanya :).
  3. Bawa air mineral yang banyak.
  4. Bawa nasi bungkus buat makan siang disana. Walo berasa ga lapar, begitu makan disana baru ketahuan kalo ternyata kita kelaparan ehehehe. And it good for your energy agar waktu pulang melintasi hutan itu lageeee, ga berasa lemes.
  5. Jangan buang sampah sembarangan, palagi buat yang mau kemping. Norak banget kalo ga tau tentang hal ini!!
  6. Ga da toilet ya disana. Bagi yang mau balik hari, tuntaskan keperluanmu pas sebelum dan sesudah ke Sempu.
  7. Not recommended for children and old people.
  8. Ada sinyal HP kok :D. Simpati dan As terbukti ada, tapi XL kayaknya mandeg sinyalnya.
  9. Sampai di Sendang Biru silakan mandi. Bisa mandi di tempat sewa sepatu. Kamar mandinya lumayan besar, airnya segar, langsung berasa bersih deh badan hehehe.
  10. Jangan saltum kalo ke sini yak, kekekeke. Disini ga cocok pake baju u can see my ketek, sendal imut bunga2, high heels, wedges, aksesori ribet, celana ketat wewww… (*kemaren kami nemu serombongan orang yg kostumnya begitu soalnya. Baru 10 menit jalan, mereka menyerah dan langsung pulang).

Plis kabari saya kalo pantainya sudah bersih dan wangi. Having fun 😀

Sampai di Museum Satwa udah jam 4 sore. Gara2 hujan dan kasus e-bike, habis sudah waktu sia2 T-T.

Salah memang, mengunjungi Museum Satwa kok belakangan. Jadi ada degradasi pemandangan wakakakak. Mana sepi…suasananya remang2..Kamera cuma poket biasa pulak yang agak kurang bisa diajak kerja sama di ruangan kurang cahaya.

Tapi tetep, harus saya akui kalo Museum Satwanya aj keren banget. Begitu masuk, barang ini yang langsung menyolok mata. Mantap maang!

Mirip dinosaurus yang ni Night At The Museum kan?

Mirip dinosaurus yang di film Night At The Museum kan?

Isi dalamnya apa aj? Liat foto2 di bawah ya. Susah bagi saya untuk menceritakannya. Energi udah abis kesedot di postingan2 sebelumnya *o*.

Diorama di Museum Satwa, Batu Malang

Diorama di Museum Satwa, Batu Malang

Betewe dari foto, sepintas itu kayak lukisan. Aslinya bukan loh. Itu adalah diorama. Itu adalah ruangan luasan 2x3m dengan dinding kaca, di dalamnya baru deh ada binatang or hewan beneran yang udah mati en then diawetkan. Jadi sebenarnya bagus banget kalo ngeliat aslinya. Sekali lagi, biasalaah kualitas kamera mau kadaluarsa, kurang mewakili kenampakan aslinya (*dari tadi nyalahin kamera mulu. Padahal sendirinya juga ga jago motret wkwkwk). Diorama ini ada di sepanjang dinding Museum Satwa. Ga semua dinding sih, tapi mungkin ada lebih dari 20 diorama dan semuanya keren2. Oya, informasi mengenai hewan diorama ada di atas dinding kacanya, lengkap dan sangat layak disimak.

Beruang kutub awetan

Beruang kutub awetan

Curiuos pengen tau yang namanya buaya muara itu gedenya kayak apa? Sook, pantengin foto ini. Lelaki tinggi 165cm aj masih seukuran ¾ ekornya doang. Itu buayanya sengaja posisinya divertikalkan dengan ujung ekor menyentuh lantai dan muncung sampai ujung dinding biar gampang dibandingin ukurannya sama manusia2 di sebelahnya.

Hmm, foto yang kurang representatif. Mau minta orang2 itu minggir, ga enak juga eheheh. Tapi intinya buayanya gede banget *_*

Hmm, foto yang kurang representatif. Mau minta orang2 itu minggir, ga enak juga eheheh. Tapi intinya buayanya gede banget *_*

Ada insectariumnya juga, hampir sama seperti di Eco Green  Park. Mangkanya sekali lagi saya katakan, tidak bijaksana mengambil tiket terusan. Museum Satwa dengan Eco agak2 setipe isinya.

Koleksi kupu-kupu yang hanya terjepret sedikit. Semuanya buagusss2 dan datang dari berbagai pulau di Indonesia, serta berbagai negara.

Koleksi kupu-kupu yang hanya terjepret sedikit. Semuanya buagusss2 dan datang dari berbagai pulau di Indonesia, serta berbagai negara.

Ge pikir laba-laba kakinya selalu delapan. Ternyata yang ini 10, huek.

Gw pikir laba-laba kakinya selalu delapan. Ternyata yang ini 10, huek.

Ada bioskop mininya juga. Namun hanya tayang di jam2 tertentu. Pas kita datang si lagi ga tayang (*ya iyalaah, udah mau tutup kalee).

Ada bioskop mininya juga. Namun hanya tayang di jam2 tertentu. Pas kita datang si lagi ga tayang (*ya iyalaah, udah mau tutup kalee).

Buat yang menyukai suasana tenang, kalem dan bebas keringat, cocok bangetlah ke Museum Satwa. Tempatnya adem, teratur, dan sepi (*apa karena mau tutup yak), bebas hujan dan bebas cahaya yang bikin silau. Kayaknya memang didesain untuk personal yang serius, cewe2 or cowo2 dengan kacamata tebal gitu deh. Kalo saya sih kurang betah ahahaha, apalagi dikunjungi pas badan udah capek berat kayak gini. Rasanya bawaannya udah mau baring aj.

Baiklaah, akhirnya saya publish foto pribadi saya. Satu aj, itu juga karena backgroundnya mendukung :p.

Wanita penjual ikan T-T

Wanita penjual ikan T-T

Siapa yang setuju dengan suami kalo tampang saya disini mirip bibik2?

Lesson n learnt:

  1. Kunjungi Museum Satwa dulu baru ke Zoo. Kunjungi benda mati dulu baru benda hidup ahahaha. Kunjungi yang sepi dulu baru yang rame. Karena Museum Satwa lewat jam 3 sore udah senyap sementara Zoo masih malang melintang orang2nya (*wiken ya, gatau kalo weekday).
  2. Ada jasa tukang foto disini.
  3. Tidak disediakan e-bike.
  4. Foodcourt hanya 1 dan tampak mahal hehehe.
  5. Jika waktu anda luang dan memang ada tiket yang menjual terpisah antara Museum Satwa dan Batu Secret Zoo, itu tampak jadi pilihan yang paling baik.

Happy learning :D.

Karena di Eco udah satu setengah jam, akhirnya kami putuskan untuk masuk ke Zoo dulu biar ga terburu2. Zoo kan lebih keren dari Museum Satwa, jadi mendingan menghabiskan waktu lebih banyak di Zoo.

*maap ya saya ga tebar foto saya disini. Pagi aj udah kelihatan kayak bibik2, gimana siang hari? Makin kucel ajya.

Sebelumnya, marilah kita simak dulu foto bangunannya. Masuk ke Jatim Park 2, akan disambut dengan patung2 begini nih.

Terus…di ujung jalan itu, terpampang deh 3 bangunan gede ini. Letaknya bersebelahan percissss. Kayak 3 raksasa lagi berderet.

Museum Satwa yang paling kiri

Museum Satwa yang paling kiri

Pohon Inn yang di tengah. Monggo kalau ada yang mau nginap ditemani suara hewan dari zoo, cucok deh booking kamar disini.

Pohon Inn yang di tengah. Monggo kalau ada yang mau nginap ditemani suara hewan dari zoo, cucok deh booking kamar disini.

Batu Secret Zoo paling kanan.

Batu Secret Zoo paling kanan.

Jatim Park 2 versi lengkap

Jatim Park 2 versi lengkap

Terus Eco Green Park letaknya dimana donk? Sonoan lagiiii, lebih menganan. Ga muat kameranya. Lebih minggiran dan lebih ke bawahan si Eco itu. Jalan kesana kira2 10 menitlah.

Jadi mari kita mulai ceritanya.

Tadi sih nyokap dan bou masih PD ga mau pake e-bike. Masih segar, masih baru mandi. Sekarang udah nyerah. Katanya kalo nemu pos e-bike mau langsung pesan ajaah, ahahaha. Soal ditelvon2 suka ga nyambung. Ternyata pos sewa e-bike nun jauh disana ajya, jadi dengan terseok2 dan membatin nyokap dan bou terus melangkah.

Sama seperti Eco, jalur Zoo juga dibuat 1 arah. So cute, jadinya ga tabrak2an dengan pengunjung lain dan ga tersesat. Begitu masuk, ah udahlah, langsung terlihat kebersihannya, kerapiannya, dan profesionalitasnya. Bersih bukan karena pengunjung ga buang sampah sembarangan tapi kalo gw amati sih karena petugasnya sangat tanggap, langsung membuang sampah yang ada. Toiletnya juga cukup nyaman, desainnya beda2 tiap corner. Rapi karena mungkin bangunannya masih baru ya (denger2, diresmikan tahun 2005?).

Selain itu binatang dan hewannya masih seger2, lincah2, mulus2, sehat. Bulunya ga kusam, dan variasinya buanyak buangeet. Kayak bangsa monyet aj ada rupa rupi, udah gitu cantik2. Ada yang warnanya lucu, ada yang bentuknya lucuu.

Kalau di Taman Safari Puncak, kan kita naik mobil ya. Terus ngiterin zoo-nya. Gw agak susah nih soal kadang ada papan nama binatang, tapi binatangnya auk deh kemana. Or di tengah jalan suka ada hewannya tapi dia ga bawa papan namanya wakakaka, jadi tetep aj gw bingung itu hewan apa. Terus hewannya banyakan malas2an, tidur2an, gatau deh doi lagi boci atau lagi sakit.

Nah di Batu Zoo ini, informasinya sangat amat jelas sekali. Tiap binatang or hewan dikandangin, kandangnya dari kaca tebal. Jadi ga bakal ketuker deh hewannya. Nama itu sudah pasti hewannya itu. Di informasinya diuraikan nama hewannya, info umum seperti usia dan kebiasaan beranak, lokasi penyebarannya, dan tingkat kelangkaannya. Aaa cukaaakk!!

Kandang binatangnya juga niat bo, dibuat tema gitu. Ga cuma  yang asal jadi.

Kandangnya ikan pari totol. Bingung, cantikan pari atau kandangnya kekekek

Kandangnya ikan pari totol. Bingung, cantikan pari atau kandangnya kekekek

Bisa loh karena saking terpesonanya, di satu kandang gw setop lamaaa banget. Abis gw kan rada cupu, emang ga tau banyak soal dunia hewan. Banyak sekali hewan disana yang baru gw kenal or…gw liat walo namanya sering terdengar. Walhasil, saking curiousnya gw liat baik2 hewannya, gw baca dengan seksama informasinya, gw pandang2in desain kandangnya (#eh). 1 kandang bisa lebih dari 5 menit. Nyadar2 pas buka map, masya Allah…eke baru sampe disindang??? Waah ini mah sepertiga Zoo juga belum ada, padahal udah jam segini. And yes, kandang berikutnya gw ngibrit2 aj, liat sekilas kecuali memang kalau hewannya amat sangat menarik seperti iniiii!!!

Jaguar yang hampir setinggi pinggang. Ada beberapa jaguar tapi yang ini dipisah mungkin karena lagi BT ya. Abis bolak balik mulu kagak diem2. Di bawah kandangnya adalah kepala orang yang nontonin si jagu

Jaguar yang hampir setinggi pinggang. Ada beberapa jaguar tapi yang ini dipisah mungkin karena lagi BT ya. Abis bolak balik mulu kagak diem2. Di bawah kandangnya adalah kepala orang yang nontonin si jagu

Suami cari2 mana kura2 raksasanya. Eeeh taunya di bawah kaki, kirain gundukan batu gede. Hampir selutut yaa tingginya.

Suami cari2 mana kura2 raksasanya. Eeeh taunya di bawah kaki, kirain gundukan batu gede. Hampir selutut yaa tingginya.

Ngeliat harimau sumatra dari kaca bening yang kita injak. Cool!

Ngeliat harimau sumatra dari kaca bening yang kita injak. Cool!

alpaka toh namanya..daku kira inilah yang llama kekeke

alpaka toh namanya..daku kira inilah yang llama kekeke

Apakah lo pernah liat singa yang badannya setinggi pinggang? Pernah, mungkin…dari jauh wakakak. Nah di kandang singa di Zoo ini, entah singanya lagi kesambet apa T-T, dari posisi anggunnya duduk di atas batu bersama permaisurinya, liat bokap gw dadah2in dia, eee doi nyamperin kami book. “Nyamperin dengan marah”, maksud gw. See, jarak kami ke singa marah itu ga sampai 1 meter!! Kalau bukan karena kawat bertekanan arus tinggi dan kaca tebal, mungkin kami sudah tinggal nama *_*. Ternyata yaaa manusia itu memang penakut. Dari jauh kami sok dadah2in, begitu dia datangin, jiper neeeek. Diaumin dengan sikap marah sambil mencakar, sukses gw en bokap kaget luar biasa. “Pa, sing waras ngalaah…Kita pergi aj nyok.” Mana tau kawat ga berfungsi, or kacanya pecah, wah bisa jadi scene film Final Destination ke-7 kita. *mundur teratur

No zooming ya. Pas di depan mata. Ga sempat juga mundur biar ada manusia lain untuk komparasi secara mendadak dan kaget banget huhuhu. Liat ambil fotonya aj sampe goyang2, gemeteran booo.

No zooming ya. Pas di depan mata. Ga sempat juga mundur biar ada manusia lain untuk komparasi secara mendadak dan kaget banget huhuhu. Liat ambil fotonya aj sampe goyang2, gemeteran booo.

E gw udah ceritain makanan lom ya dari tadi? Hohoho ada 4 foodcourt disini. Selang sejam, foodcourt pertama yang ditemui namanya Café Garden, dekat taman reptil. Jualannya edisi gorengan. Walo kalo jeli sedikit, di bagian belakang ada juga yang jual burger, pizza, dan es krim. Selang sejam lagi, nemu foodcourt kedua ada dekat kolam renang (Happy Land). Disini baru ada nasi. Sistemnya pake kartu gesek. Jadi kita depositkan uang dulu, baru ke stand makanan dan sek gesek. Eniwei, menurut gw rasanya semua standar ehehehe, gada yang uenak. Tapi buat mengganjal perut, bisa banget. Masih ada foodcourt Castle dan Café Istana Semut tapi ga gw datangin.

Sayangnya di tengah acara hujan turun..ga pake kompromi pula alias ga berhenti2. Kita ngendon di foodcourt Daun lama banget. Bisa penerbangan Jkt-Jogja pp. Weleh, akhirnya kami beli raincoat. Udah gitu langsung cepat2 pergi keluar. Ga bisa ditengokin lagi sisa hewannya soalnya gada tempat berteduh huhuhu, sediiih, padahal masih ada Adventure Land, Happy Land, River Adventure dan Tiger Land. Haaah, itu kan masih setengahnya zoo. Wadooh 3 jam disini, cuma dapat setengah isinya doang. . Sayang duwit’e…. Namun dari selayang pandang, River Adventure dan Tiger Land itu keren punya. Harusnya jangan diliwatkan. Pikir2, Zoo ini aj udah bisa seharian, kok ya masih digabung juga toh dengan Museum Satwa.

peta batu secret zoo

peta batu secret zoo

Nah, kalo udah liat semua hewan dan binatang disini, pasti bisa donk kamu jawab pertanyaan di bawah ini :D.

Saya cuma bisa jawab 5, kwkwkwk

Saya cuma bisa jawab 5, kwkwkwk

Keluar dari Zoo, sukses langsung lupa semua bentuk dan nama hewan yang baru dikenal tadi. Keknya memang ga cukup sekali datang nih, hahahha. Someday pasti kami balik deh. Moga2 Batu Secret Zoo selalu terjaga kesehatan hewannya, kebersihannya, dan kerapiannya. Salut buat developer Zoo ini!!

Lesson n learnt:

  1. Urutan yang benar adalah mengunjungi Museum Satwa dulu, baru ke Batu Secret Zoo. Melihat hewan versi “mati”nya dulu, baru yang versi bergerak. Dijamin sensasinya bener. Nek kebalik kayak saya..yo wis, jadi degradasi sensasi :p.
  2. Kalo ada yang jual tiket terpisah antara Museum Satwa dan Secret Batu Zoo, mending dipisah si. Kecuali kalo wisata kesini kapan taon baru datang lagi, ya mending digabung. Ngunjungin Museum Satwa doang agak kurang cihuy rasanya.
  3. Kalo berkunjung ke sini di musim penghujan, bawa raincoat. Worth it. Disana dijual juga si..tapi harga yang biasanya 5rb jadi 10 rebong.
  4. Kalau datang di musim kemarau, sedia topi. Silau men.
  5. Bawa baju renang karena di dalam Zoo ada kolam renang gratis yang anak2 mesti pengen nyebur deh.
  6. Bawa baju ganti in case kehujanan or kuyup karena keringat.
  7. Di pintu masuk langsung minta map Zoo dan Museum Satwa biar gampang menentukan tempat yang mau didatangi.
  8. Bagi yang ga kuat jalan, sok, begitu lewat pintu Zoo langsung pesen e-bike lewat telvon (0858-1547-9991). Sewanya 100rb/3jam. Nti e-bikenya bakal diantar di point pertama yang bisa dilewati e-bike. Kalau ditunda2, suka kosong. Kalau didatangin ke posnya langsung, biasanya ada barangnya tapinya…posnya jauh doonk. Hampir setengah perjalanan Zoo.
ber e-bike ria. Sangat useful. Menyenangkan hati orang tua dan anak2. Lumayan kencang, bisa pula lemot2. Perhatikan pathnya, rapih dan bersih kan? Aku cinta tempat iniiii

ber e-bike ria. Sangat useful. Menyenangkan hati orang tua dan anak2. Lumayan kencang, bisa pula lemot2. Perhatikan pathnya, rapih dan bersih kan? Aku cinta tempat iniiii

Oiya, buat developer Zoo kalo lagi senggang dan terbaca postingan saya ahahhaa. Kami sewa 3 e-bike. Pas sampe di Food Court Daun, salah satunya mogok. Pos e-bike ditelv berkali-kali tapi ga nyambung2. Akhirnya misua terpaksa lapor manual, balik lagi kesana. Terus e-bike kami diganti. Karena tiba2 hujan, jadi berteduh dulu barang sejam. Selesai hujan, e-bikenya mau dipake lagi eeee kagak ada barangnya? Diambil sama sopo wis gatau. Ternyata kuncinya ga specific yaa, bisa dipakai di e-bike manapun. Huwaaa, e-bike ku dimaling orang. Diganti lagi deh. Jadi apa pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini? Simpulkan sendiri yaa.

*keasikan motret hewan dan kandang, malah lupa motret kita2nya, pfft..

Hari ke-2 ini khusus untuk jelajah Jatim Park 2. Kita udah sampe disana jam 8, laah Jatim2 kok bukanya jam 10. Yang lumayan cepetan bukanya itu Eco Green Park, jam 9. Yowislah, akhirnya beli tiket terusan biar ga luntang lantung 2 jam itu. Jangankan 2 jam, sejam kosong aj duit udah habis banyak gara2 semua pada belanja di stand2nya. Kan pada jualan topi2 lebar, syal2, kaos2 lucuk, bros2 ampe mainan2. Aku aj ngiler abiiss. Jatim2 belon masuk, tentengan udah banyak heu..

Hari itu harga tiket Jatim2 90rb/orang. Kalo diteruskan dengan Eco, menjadi 110rb, dari yang biasanya 135rb. Ntah iya bener entah engga, tapi cuma nambah 20rb toh? Jajal aj maaang. Kapan lagi bisa kesini?

Eh ada alat ukur tinggi badan. Katanya yang 85 cm ke bawah kagak bayar. Aliiiffff..!!! (*moga2 ga bayaar, hemaaat).

Yah, gagaall..

Yah, gagaall..

Yasudlah, kami menuju Eco. Pas di pintu masuk, udah langsung ketemu penyewaan e-bike. Itulooh motor sepeda buat yang malas or cape jalan. Tapi mosok baru mulai dah pake e-bike aja wkwkwk, ga lah kita jabanin dulu aj.

Begitu di salam, waah langsung terlihat settingnya si Eco. Luas yaaa. Tertata rapi dan bersih. Jalanannya juga dibuat nyaman. Dimana2 ada tempat sampah dan spot untuk berfoto. Betewe, sebenarnya gw buta sih, Eco apaan. Ga ambil petanya pula, ga googling2 pula (*ga sempet) buat nyari tau sebenarnya ini tempat apaan. Tapi kalo gw liat dari penampakan awal sih..keknya taman ilmu pengetahuan umum gitu.

Liat nih, ada pengenalan terhadap bencana alam.

Ada pemanfaatan barang bekas yang sangat kreatif.

Ada pengenalan candi2, jenis ikan, kehidupan zaman purbakala, dan lain2 ^^.

Kemudian masuk deh kita ke kawasan yang judulnya INSECTARIUM. Oh mak nyoo, baru di pintu masuknya aj udah terperangah sama gambar ini. Ada gambar kupu2 yang dibentuk dari ratusan kupu2 awetan. Kupu2 beneran loh itu, bukan tiruan. Terus ada juga tulisan Eco Green Park Fun & Study yang dibuat dari ribuan kumbang berwarna. Tadinya gw pikir dibuat dari manik2 or kacang dicat ehehehe, ternyata begitu liat info di bawahnya, ckckckck. Kok ya kepikiran gitu ya buat beginian dari kumbang.

Sibuk gw potrat potret sambil mengamati gambar ini, eeeh bokong gw kok disenggol orang. Baru nyadar ajya kalo ternyata gw en bokong gw menghambat pintu masuk. Lagian pintunya juga sempit gitu si (*manyun karena bokong hebong disenggol orang :p). Keknya eke disuruh minggir nih, jadi yasudlaah. Makin masuk ke dalam, makin terperangah. Niatnya mau ngajarin Alif berbagai macam jenis serangga, yang ada malah gw en bokap yang sibuk sendiri. Melongo2 sambil kedua tangan megangin kaca akuariumnya, udik tenaaan.

Eh tapi sumpe ini kali pertama gw lihat informasi sedemikian menarik dan ciamik, langsung dengan serangga awetan di depan muka. Top markotop deh. Ga pindah2 gw, cuma nggelesot2 aj. Abisan gimana? 2 langkah ngiri, ada akuarium keren. 2 langkah mundur ada lagi. 2 langkah nganan, gitu lagi. Kan jadi bingung, ga mau kebuang sia2 duitnya, walhasil semua diliatin wkwkkwk.

*maap ya ga ada foto. Soal keasikan sendiri malah jadi lupa motret.

Keluar dari Insectarium juga bukan karena udah bosan ngeliat isinya tapi gara2 nyokap dan bou kok udah ga keliatan pangkal idungnya. Ternyata bagi ibuk2 yang lebih doyan belanja ke Tanah Abang, Insectarium ini tidak sebegitu memukaunya. Gw akhirnya menemukan mereka sedang leyeh2 di stand makanan :p. Ei, foodcourtnya walo cuma satu kios yang jualan tapi isinya lumayan bikin ngiler. Mulai dari sosis, kentang goreng, es krim, pancakes, aduuuh rasanya aku pengen makanin semua. Coba beberapa item, semuanya enyak. Walo kursinya dikit tapi ga rebutan karena banyak wisatawan yang makannya sambil jalan. Mana udaranya sejuk pula, kalo kursinya diganti sofabed niscaya aku akan menginap :D.

Datar harga makanan. Alif semangat banget makan disini, enak2!

Datar harga makanan. Alif semangat banget makan disini, enak2!

Abis itu kita lanjut jalan. Kami sekarang berada di kawasan ke-2, kawasan “Burung Yang Ga Bisa Terbang”. Lagi2 melongo. Kali ini burung2nya ga dalam akuarium karena toh mereka ga bisa terbang. Jadi kandangnya kebuka aj gitu, tapi ukurannya luas dan bersih (*gada foto juga, keasikan mengamati). Informasinya juga lucuk2.

Hayooo…taukah kalian tentang ini?

Ga mungkin gw tampilin semua foto burung, memangnya ini blog kebun burung wkwkwk (*perasaan emang dari tadi ga nampilin foto hewan yang representatif wakakak). Tapi begini loh maksudnya. Saya fotopun, keindahan foto saya itu tidak akan bisa dibandingkan dengan aslinya makanya daku jadi malas motret. Soal kalau dari foto kesannya biasa aj, cuma serangga dan burung2 but believe me deh, kalo datang kesana kamu2 pasti berdecak kagum. Eco melebihi ekspetasi gw, Eco pastinya juga akan melebihi ekspetasi kamu (*dibayar berapa sih gw buat promosiin Eco gini rupa T-T).

Keluar dari kawasan itu, kita masuk ke Plasa Musik. Jadi di Plasa Musik ini ada kolam air mancur yang dilengkapi dengan berbagai perkakas sehingga kalo kita semprotkan air ke perkakas itu, akan menimbulkan bebunyian. Dari kolamnya sih sebenarnya udah ada alunan musik, bunyinya klintang klintung (*lagu daerah kalo ga salah), jadi perkakas itu cuma nambah2in suara laah. Tapi kids really love this place. Why? Datang aj kesana, nanti bakal tau jawabannya kenapa. Intinya, susaaaah banget menggerek Alif keluar dari tempat ini. Padahal udah jam 11, ini Jatim2 udah bukaaak. Disini juga surganya makanan, ada banyak stand, slurp!

Akhirnya bisa juga kami keluar dengan janji2 manis ke Alif bahwa dia akan ngeliat macam2 binatang. Pas di pintu keluar, kita ambil peta Eco. Dan oalah maaak, yang kami jelajahin tadi itu bahkan ga sampai seperempatnyaaa..!! Wah salah ini kalo ambil tiket terusan. Ini harusnya sih 1 hari full khusus buat Eco apalagi liat2 kawasan berikutnya pun tak kalah menarik. Aaaang rugi aku 20rbx6 = 120rb, wkwkwkwk.

Yang kami jelajahi baru area yang digaris merah itu loo

Yang kami jelajahi baru area yang digaris merah itu loo

Dan bahkan di waktu pulang, wisatawan juga akan disuguhi permainan alat musik tradisional dari anak2 disana. Bukan ngamen loh ini, gada “kotak” soalnya. Memperhatikan mereka bermain saja, bisa abis 10 menitan soal musiknya boo bagus banget, suaranya membahana ke mana2. Mereka pun bermain dengan semangat ampe keringatan. Bokap gw bahkan sampai joged2 saking senangnya.

Eco…Eco, someday we will back for you deh.

Eniwei, gw kan baru tuh pake hijab. Di hari pertama masih niat pake pashmina. Di hari ke-2 gw udah mulai maless dan nekad pake jilbab langsung jadi yang sukses membuat tampang gw kayak bibik2. Baru nyadar pas liat foto. Pantas selama disana suami sering liat muka gw sambil tampang iba gimanaaa gitu heu…