Bebas Riba (3)

Posted: July 18, 2016 in Muhasabah Diri

Setelah KPR BSM lunas, kami langsung memfokuskan untuk melunaskan KPR Panin. KPR Panin dianggap lebih penting untuk segera dilunaskan daripada HOAP kantor dengan alasan: (1) HOAP kantor tidak ada bunganya :D, maklum fasilitas dari kantor. (2) Menurut ustadz yang ditanya, bila tidak ada bunganya maka tergolong hutang non riba.

Alhamdulillah rezeki tak terduga yang datang dari suami kemarin masih ada lebihnya. Ditambah dengan jumlah yang berhasil kami tabung setiap bulannya, maka per akhir Juni 2016 kami sebenarnya bisa melunasi KPR Panin tersebut. Jumlahnya hampir sama besar dengan hutang mobil kami.

Namun pelunasan kali ini tidak selancar yang sebelumnya. Dikarenakan Lebaran, pelunasan terpaksa dimundurkan. Lalu Mbak Wita (contact dari Panin untuk masalah KPR saya) sering ga aktif telvonnya. Lalu dicek, yang harus dilunaskan sekian. Belakangan…ternyata ada lagi biaya lainnya, jadi 2x deh proses transfernya. Butuh alasan yang kuat untuk pelunasan (perasaan waktu melunaskan KPR BSM ga perlu alasan apa2, yang penting disiapkan uangnya). Udah siap semua, eee petugas bagian pelunasannya ditugaskan ke luar kota. Dan sertifikatnya ternyata diambil di Serang yang oh jauhnya :(. Yaa memang udah resiko sih kenapa dulu juga kami ambil KPR dengan KCU Panin Serang ya, heu.Tapi alhamdulillah, pinjaman ini lunas juga di minggu ketiga Juli. Leganyaa.

Apa kali ini beneran sudah selesai semua hutang2? Sebenarnya belum. Masih ada hutang HOAP kantor dan hutang ERP S2 yang harus dilunasi kalau saya berniat resign. Total jumlahnya setara dengan hutang mobil saya kemarin (alhamdulillah hutang ini tidak ada bunganya). Yaa..berhubung saya tidak beniat sama sekali untuk kerja lama2 di kantor, karena Alif udah masuk usia untuk dididik secara tegas, dan juga calon adiknya akan lahir, apalagi ayahnya juga ditempatkan di luar kota, kadang terlintas di pikiran apa ya saya resign saja. Salah satu resikonya kalau resign adalah kudu melunasi hutang di atas. Yah, jadi atau tidak kemungkinan itu, kami siapkan saja uangnya untuk jaga2. Insya Allah, akhir tahun ini bila Allah mengijinkan, dananya sudah terkumpul.

Lalu kalau hutang tanpa bunga itu juga sudah lunas, apa benar2 kami sudah lepas dari riba? Ya…belum tentu juga :(. Sejauh ini masih belajar dan menjauhi sebisa mungkin. Jadi rencananya saya akan membeli buku ini, kebetulan lagi diskon :D. Kata teman saya, isinya bagus. Semoga bisa menjadi panduan untuk transaksi syariah sehari-hari. Bila ada kesempatan dan isinya memang bagus, akan saya share di fb atau blog ini.

buku

Adakah hadiah dari Allah, kemudahan darinya terkait kami yang berusaha mati2an untuk melepaskan riba ini? Ada. Rezeki dari Allah selalu datang, dalam bentuk apapun, tidak harus dalam bentuk uang :). Belakangan ini saya lihat anak saya, Alif, semakin sholeh..sampai kadang saya berpikir “Alif kesambet apa ya.” :D. Tiba2 saja sholatnya mau di mushola. Sholatnya 5 waktu dan di awal waktu. Mau dhuha dan yang mengejutkan, kadang Alif tahajud atas keinginan sendiri. Saya saja hampir tidak pernah tahajud. Bersyukur sekali rasanya, karena anak yang sholeh adalah permata bagi orang tua. Semoga Alif istiqomah dan melakukannya dengan ikhlas.

Sekian share dari saya. Semoga bisa menjadi inspirasi teman2 untuk menjauhi riba ya. Jangan takut miskin karena melunasi hutang. Ingatlah harta itu hanya titipan. Harta kita sesungguhnya adalah yang sudah kita pakai/makan/gunakan, dan yang kita sedekahkan. Sementara yang kita simpan2, bisa diambilnya kapanpun Ia mau.

Advertisements
Comments
  1. YaNda says:

    Mbak Febrie, tks ya sharingnya. Lagi majumundur buat lunasin HOAP juga. Bingung sama hukumnya kalau HOAP tuh..

    Like

    • Sama2 Mba/Mas. Kalau di kantor saya, HOAPnya benar2 tidak ada bunganya, jadi waktu saya tanyakan ke ustadz, katanya itu bebas riba. Yang terkena riba adalah bank dan perusahaan yang membuat perjanjian HOAP. Horeeh :D.

      Like

  2. Maa syaa Allah mba, baca tulisan mba Bebas Riba ini bikin saya makin semangat #menujubebasriba2016 karena saya akhir-akhir ini juga ngerasa ga tenang dengan hutang riba yang masih ada, semoga saya bisa kayak mba juga, bisa segera ngelunasin sisa hutang riba, aamiin Ya Allah, Bismillah…

    Like

  3. Tika says:

    Terinspirasi dg tulisan mbak febrie utk membebaskan diri dari hutang riba…tp boleh tau bgm dg simpanan di bank? Apakah mbak alihkan semua ke bank syariah? Tks

    Liked by 1 person

    • rekening syariah sudah dibuat cuma belum sempat tf. Sebenarnya pakai bank konvensional jg gpp asal bunganya jangan dipakai. Print saja buku tabungan dan lihat nominal bunganya. Masukkan ke excel dan totalkan. Sejumlah itulah yg tidak boleh digunakan yaaa

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s