Posts Tagged ‘tempat rekreasi anak di jabodetabek’

Postingan 2 bulan lalu, heu…cibuk2, lupaaa update blog :p. Mulai aj ya.

Wiken ini suami pengen piknikan bareng ponakan. Iyaak betoool, piknikan model jaman dulu gitu dee, yang bawa rantang, buat lauk sendiri, gelar tikar, sambil liat pemandangan.

Dulu udah pernah sih piknikan serupa di UI dan Taman Mekar Sari. Yang UI rimbun abis, udara sejuk, ngeliatin danau, tapinya…sepi jek. Yang Taman Mekar Sari lumayan enak karena ada pemusik jalanan plus mainan anak2 yang lumayan lengkap. Jadilah kita pengen mencuba sekali lagi di Mekar Sari. Total yang berangkat ada 7 orang. Avanza kami sempiiiit :D.

Tau sendiri lokasi Taman Mekar Sari ada di Cibubur ujuuu…uuuu….uuuuuwwwwnnngggg ngeliwatin Jalan Transyogi. Padahal udah pernah bermacet2 ria kesana tapi kok ya ga belajar dari pengalaman. Tetep juga berangkatnya jam 9 pagi, ya sudah terimalah nasib panas2 di jalan. Mana lagi pas di depan Kota Wisata, halaaah, macet semacet2nya. Jalan ditutup, semua mobil dialihkan ke Kota Wisata. Sehingga di jalur Kota Wisata itu penuh sama ratusan mobil yang berderet, menunggu jalan dibuka.

Syak wasangka gw, SBY mau liwat sampe jalan ditutup begini rupa wakakkaka, e ternyata ada truk terguling bo. Berhubung jalan Transyogi adalah jalan sejuta umat mulai dari motor sampe truk, ya sudahlah kenampakannya Kota Wisata percis kayak macet Jakarta di jam pulang kantor.

Melihat situasi seperti itu, gw langsung talipun Era, teman kantor yang tinggal di Kota Wisata. Kebetulan Era lagi di Jogja. Maksud hati mau menanyakan jalur keluar dari Kota Wisata. Mekar Sari dada babay ajalah, ga kan mungkin terjabani. Nah Era mengusulkan untuk pindah saja lokasi pikniknya ke Kampung Wisata secara lewat tol pun akan menemukan kemacetan juga.

Gw en suami setuju, kasian soalnya udah janji piknik ke anak2. Maka melipirlah kami ke Kampung Wisata. Sampai di lokasi sudah jam 12 lewat. Masuk Kampung Wisata gratis. Langsung disambut sama aneka stand2 dengan nama Kampung Cina, Kampung Jawa, Kampung Irian, dan kampung2 lainnya akan tetapi jualannya sama2 aja hehehe. Tak kirain, beda kampung bakal beda jualan. Kami lewati saja standnya, karena incaran kita adalah zona bermain yang terletak di belakang Kampung Eropa.

Pas sampai di zona bermain, gw tebar pandangan untuk mengamati tempat itu. Tempat ini sangat merakyat. Ada berbagai stand yang jual makanan ringan. Ada mainan balon raksasa, becak2 kecil, dan danau yang besar. Sayang zona rumputnya terbatas, sehingga kami akhirnya menggelar tikar di jalan paving block.

Kami pun menggelar tikar, mengeluarkan makanan. Pas mulai duduk, kok saya mencium bau tak sedap yang saya yakini sih (*maaf) adalah bau muntah yang sudah amat lama. Mungkin bukan di tempat kami persis, mungkin di rerumputan yang berada dekat kami (*masih positif thinking). Mau cari tempat lain kok rasanya tidak ada karena memang cuma inilah yang teduh. Suami, bou dan ipar juga gada komentar. Gatau juga apa karena ga mencium atau takut merusak suasana kalo menyinggung hal seperti itu. Akhirnya saya diam saja.

Hanya itulah lokasi yang tersedia untuk menggelar tikar :p

Hanya itulah lokasi yang tersedia untuk menggelar tikar :p

Yang bikin BT juga, selama makan ada kucing kampung berkeliaran dan datang ke tikar kami. Duh sebel banget saya heu..takutnya bulunya masuk dalam makanan. Diusir2, eee bandel pisan, bikin mood rada turun T-T. Mana cuaca makin panas, walau di bawah pohon tetap aj keringatan. Terus terang gw bawaannya jadi rada uring2an, pengen pindah dari sini tapi gimana ya..anak2 senang sekali. Memang sangat mudah ternyata menyenangkan anak2 ya :), mereka tidak peduli dengan bau dan kotor.

Kami pun sempat menikmati beberapa permainan seperti becak kecil dan balon besar. Balon besarnya itu, jujur saja, menurut saya kotoooor. Huks tapi saya relakan Alif ma ponakan main disana sambil janji dalam hati nanti begitu sampai di rumah, mereka harus mandi sebersih2nya.

Anak2 mah asal ngumpul dan main, pasti senang yaaa :D

Anak2 mah asal ngumpul dan main, pasti senang yaaa 😀

Tambah lagi yang bikin gw ilfil adalah gw melihat di dekat balon itu ada seorang ibu yang sedang merokok, sambil nyuapin anak laki2nya mie instan rebus. Nah si anak itu tiba2 pingin pipis, dan si ibu dengan tenangnya menyuruh anaknya pipis di sebelahnya. Gilaaaak, maka pipislah anak itu ke arah tempat duduk, which is hanya berjarak 30 cm dari si ibu itu, dan tentu saja dari mie rebus yang dia makan. Jorooook sekali!!! Makin yakin aj gw kalau tempat gw makan tadi itu adalah bekas muntahan orang, wong pipis aj disini sembarangan kok.

Suami ngeliatin gw yang BT sambil berusaha menenangkan. Katanya, “Sabar ya..cuma ini tempat yang ada. Nanti di rumah semua kita mandikan yang bersih yaa.” Huk, baik banget suami. Gw pun luluh. Karena cuaca makin panas, gw memilih untuk selonjoran di tikar aj, di bawah pohon. Sementara suami ngajak para krucils masuk ke Fantasy Island.

Agak lama mereka menghilang, gw pun jadi penasaran. Kenapa kok lama yaa…akhirnya gw susul. Pas di tengah jalan menuju Fantasy Island, ketemu ma suami yang memang bermaksud mau menjemput gw, ipar, dan bou, untuk diajak masuk Fantasy Island. Katanya disana tempatnya lebih bersih dan lebih banyak mainan. Kami pun ngikut. Karcis masuknya 10rb/orang.

Terus terang, melihat Fantasy Island seperti melihat kota yang ditinggalkan. Tempat ini sebenarnya sudah ditata sedemikian rapinya, sedemikian canggihnya sehingga jika dikelola dengan benar, pasti bisa menjadi tempat bermain yang menakjubkan. Bagaimana engga. Begitu masuk kami sudah melewati jembatan yang cukup besar, membelah danau yang tadi saya sebutkan. Terpampang patung dinosaurus raksasa. Naik ke atas ada patung besar Einstein yang sedang menggotong bumi di pundaknya. Pohon2nya lebih banyak dan lebih teduh. Mainannya juga lumayan banyak, dengan tipe seperti sepeda udara, kereta2an, mobil balap, monorail, carrousel, tapi ya itu tadi…hampir semuanya RUSAK.

Kami menuju arena mobil balap. Mobilnya ada 7. Yang bisa jalan cuma 3. Jalannya pun sangat pelan, bahkan lebih cepat jalan kakinya orang dewasa. Miris daku melihatnya namun krucils senang sekali sehingga melihat senyum mereka hatikupun menjadi senang :). Berkali2 mereka minta main mobil balap itu. Tambahan lagi sudah masuk jam 4, cuaca mulai ramah sehingga mood ikutan membaik.

Habis main mobil balap, gw lihat ada kereta. Kebetulan lagi ga rusak. Jadi pengen naik, ajak krucils sekalian. Bayarnya seorang 5rb kalo ga salah. Sebenarnya pengen naik ini lebih karena penasaran, kereta ini bagus ga jalannya, dan seperti apa jalurnya. Maka naiklah kami, plus tambahan orang2 yang seketika pengen naik begitu tahu keretanya bisa jalan :D. Bunyi keretanya aduuuhhh, sediiiihh. Ngiiik…ngiiikkk, kayak orang sakit dipaksa berlari. Sementara jalurnya ada yang melewati hutan buatan, tapi ada juga yang sudah dirapati dengan semak kiri dan kanan. Overall, nilainya 6.

Isi Fantasy Island :D

Isi Fantasy Island 😀

Habis naik kereta, gw pengen naik monorail. Siapa tahu bisa jalan. Tadinya pengen naik sepeda udara tapi jadi batal karena ngeliat orang lain yang udah ngayuh sekuat tenaga, sepedanya bergeser segitu2 aja wkwkwk. Seru sih tapi kayaknya bakal time consuming secara cuaca mulai mendung. Akhirnya suami bilang cukup. Kita akhiri dengan naik perahu mengelilingi danau, habis itu pulang. “Horeeeeh”, anak2 teriak. IIiiih anak2 iniii, suka deh melihat mereka senang.

Naik perahu per orangnya bayar 15rb. Perahunya lumayan besar, bisa muat 20-25 orang. Alhamdulillah, walau cuma bertujuh, perahu tetap jalan. Mengitari danau sekitar 7-10 menit saja, tapi sepanjang mengitari danau itu gw semakin yakin bahwasanya tempat ini sebenarnya baguuuuuussssss sekali. Aduuuuh, tapi kenapa sekarang kondisinya begini memprihatinkan yaa? Tidak dirawat, tanamannya tumbuh liar, sampah dimana2, beberapa tempat ada bau busuk, fasilitasnya tidak diperbaharui, uuh ngerasani banget ngeliatnya. Andaikan aku punya uang yang banyak, rasanya ingin sekali invest di tempat ini demi senyum anak2.

Jelajahi danau di Kampung Wisata

Jelajahi danau di Kampung Wisata

Eniwei, rekreasi hari inipun berakhir sudah. Walau yang tua2 mesti mafhum kalo tempat ini kurang recommended, tapi anak2..well…AMAT SANGAT SENANG SEKALI. Alhamdulillah, yang penting target tercapai :D. Semoga ke depannya ada investor yang mampu mengubah tempat ini menjadi lebih baik lagi yaa. Semoga sayalah investornya, wakakkaka (*you wished!). Karena sebenarnya tempatnya sudah ada, fasilitasnya sudah ada, hanya perlu perbaikan, sedikit kreativitas dan perawatan yang kontinyu. Sampai jumpa lagi di rekreasi berikutnya ^^.

*ayaah, ganti kamera atuuh. Foto di blog ibu jadi kurang yahud gini hihihi.

Advertisements