Posts Tagged ‘tempat kemping di bandung’

Jam 4 sore, udara di Ciwidey sudah mulai dingin. Kami balik ke Ranca Upas untuk melihat tenda kami dan disini saya baru mulai menyukai Ranca Upas. Mungkin karena dinginnya yaa :D. Baru mulai berasa inilaaaah suasana kemping yang saya inginkan. Disana sini mulai banyak mobil berdatangan. Ada yang keluarga kecil, keluarga besar, mahasiswa dll. Perlahan bumi perkemahan ini makin rame. Tenda semakin banyak yang berdiri. Senang banget melihatnya. Konser dangdutannya ternyata sudah selesai jadi suasana mulai syahdu :). Airnya dingiiiin, kudu berhati2 nih jangan banyak minum agar tidak sering buang air kecil. Toilet disini yang kondisinya bersih banget HANYALAH yang dekat dengan pusat informasi. Kebetulan lokasi kemah kami yang di danau itu berdekatan dengan pusat informasi. Kami pun turun dengan membawa segudang peralatan kemping wkwkwkw menuju tenda kami.

Rempong bawa bantal, bedcover dan camilan tapi percayalah, ini sangat berguna. Sayang mobil ga muat lagi untuk bawa perlengkapan memasak

Rempong bawa bantal, bedcover dan camilan tapi percayalah, ini sangat berguna.

Malam menjelang, makin gelap. Api unggun mulai dinyalakan. Dari kayu bakar (seikat harganya 15000) sampai menyalakannya akan dibantu oleh tim dari Ranca Upas. Senter2 mulai digantungkan di atap tenda. Penjual sarung tangan mendatangi tiap tenda untuk menjajakan dagangannya. Kebetulan Bank Danamon mengadakan acara kemping juga disini jadi ada orgen tunggal namun acaranya di Gedung Serbaguna yang ada di bagian belakang danau sehingga tidak begitu mengganggu. Malah keriuhan mereka menjadi semacam hiburan sendiri bagi kami yang ikut joget2 mengikuti music orgen mereka :D.

Tenda kami sudah berdiriii. 1 tenda untuk papa dan mama. 1 tenda untuk ibu dan ayah. 1 tenda untuk ipar, 2 anaknya dan Alif yang selalu ingin nempel dengan sepupunya.

Tenda kami sudah berdiriii. 1 tenda untuk papa dan mama. 1 tenda untuk ibu dan ayah. 1 tenda untuk ipar, 2 anaknya dan Alif yang selalu ingin nempel dengan sepupunya.

Anak2 bagaimana? Oh mereka happy sekaliiii. Walau suasananya dingin dan lantai tenda yang lumayan keras karena beralaskan matras, namun malah anak2 happy banget. Ternyata liburan model kemping begini membawa keasikan sendiri bagi mereka. Suasana yang gelap membuat tali tenda menjadi tidak terlihat dan anak2 sering tersandung jadi harus berhati2. Tapi selebihnya sangat menyenangkan :D. Untung kami membawa bantal dan bedcover jadi tidur di dalam tenda terasa lebih hangat. Naaah tendanya beda ya dengan tenda di Tanakita. Tenda Tanakita kan dari terpal, jadi dalamnya panas, malah butuh kipas angin walaupun di luar hujan. Sementara tenda disini ya tenda biasa yang udara dingin tetap bisa masuk.

Anak2 sangat menikmati api unggun :D. Alif sibuk mencari daun2 di sekitar kemah untuk dimasukkan ke api agar semakin besar hahaha.

Anak2 sangat menikmati api unggun :D. Alif sibuk mencari daun2 di sekitar kemah untuk dimasukkan ke api agar semakin besar hahaha.

Tidur sayang...tiduuur. Besok kan mau berenang :)

Tidur sayang…tiduuur. Besok kan mau berenang ๐Ÿ™‚

Banyak orang yang membawa peralatan masak dan memasak di api unggun dekat tenda mereka. Sayang mobil kami sudah penuh dengan bantal dan bedcover, jadi ga muat lagi bawa panci2 dan kuali :D. Namun jangan cemas karena disini ada begitu banyak warung yang menjual nasi goreng, mie instan, batagor/siomay, bubur ayam, gorengan dengan harga tak sampai 15rb/porsi. Harus bawa senter karena jalanan gelap. Ke mana2 kudu rame2 hahahaha.

Subuh jam 4.30 disini, maka segeralah ke toilet karena masih sepi. Nanti kalau lewat jam 5 mulai rame dan harus antri belum lagi kalau ada kasus seperti berikut ini. Sudah jelas namanya toilet (BUKAN KAMAR MANDI) tapi banyak mahasiswi2 yang malah mandi disana, pake sesi curhat pulak!! Sungguh egois. Macam ga mandi 1 hari aja terasa nistaaaaaa banget. Kalau teman2 ada yang mau ke Ranca Upas, mohon untuk tahu diri ya. Jangan gunakan fasilitas toilet untuk mandi. Pikirkan orang lain yang mau buang air kecil/besar di tengah cuaca dingin dan jumlah toilet yang terbatas!

Antrian ke toilet nungguin anak galau mandi berduaan pake sesi curhat. Udah digedor tapi mereka tetap ga peduli. Untuk yang mau ke Ranca Upas, tolong tahu diri yaa. Jangan mandi disiniii, ini TOILET bukan kamar mandi.

Antrian di toilet saat subuh, nungguin anak2 galau mandi berduaan pake sesi curhat. Udah digedor tapi mereka tetap ga peduli. Untuk yang mau ke Ranca Upas, tolong tahu diri yaa. Jangan mandi disiniii, ini TOILET bukan kamar mandi. Ini masih mending antriannya belum panjang.

Suami menyempatkan diri untuk melihat sunrise di lokasi kemping bagian belakang. Saya ga begitu mengerti sunrise dan sunset hahaaha. Jadi saya balik ke kemah untuk baring2 lagi :p, dingiiiiin.ย Lalu setelah terang kami sarapan di warung2 yang di belakangnya ada kebun stroberi :D. Kebun stroberi ini sendiri merupakan lokasi yang mengasyikkan bagi anak2. Mungkin karena dingin, semua makanan jadi terasa enak disini hahaha.

Lokasi kemah di bagian paling belakang

Lokasi kemah di bagian paling belakang

sunrise dari lokasi kemping paling belakang

Kelar makan kami pun berenang. Ini adalah acara yang sangat ditunggu anak2.ย Di sebelah lokasi outbond ada waterbom mini yang kalo saya lihat sepintas seperti ga ada apa2nyalah dengan waterbom Jakarta. Tapi ternyata saya salah. Pertama, airnya hangat (36ยฐ) dan jernih. Kedua, bayarnya cuma 15rb/orang :p. Ketiga, ternyata memang ukurannya ga perlu besar2 toh memang kolam ini hanya untuk peserta kemping Ranca Upas dan yang berenang disini memang hanya keluarga yang bawa anak kecil. Terbukti kolamnya masih sangat lowong. Keempat, kami berenang dikelilingi dengan pohon2, bukit2, dan tumbuhan2 tinggi berwarna hijau, serasa mandi di alam terbuka gitu. Senaaaaaaang banget. Yang dewasa aja happy apalagi yang anak2. Sayang tempat bilasnya kurang banyak.

Kelar berenang, masih ada lagiiii. Yaitu ke penangkaran rusa ^^. Jadi di sebelah area waterbom ada semacam stepa buatan, di dalamnya ada rusa, mungkin jumlahnya sekitar 10 buah. Kita bisa tuh turun ke rumput2nya ย (*ah apa sih nama lapangannya ini?), memberi makan langsung dikelilingi oleh rusa2. Wortelnya bisa dibeli disana, sekantong Rp 5000,- namun ternyata tidak semua wortel disukai oleh rusa yak. Sayangnya ada beberapa rusa yang sakit, tapi sisanya sih pada lincah2 :D. Menginjak stepanya sendiri saja sudah mengasyikkan bagi saya, apalagi anak2. Saya itu tipikal yang dikit2 kagum, dikit2 kagum. Nah padang rumput mini ini saja sudah membuat saya kagum ๐Ÿ˜€ :D.

ranca upas

Intinya HIGHLY RECOMMENDEDlah Kemping di Ranca Upas ini untuk keluarga dan teman2. Hemat ^^, kemarin kami berdelapan itu totalnya hanyaaa…..*lupaaaak. Tapi kalau pengen lebih hemat lagi, gampaang. Bawa kuali, panci, aqua gallon, dan tenda sendiri lalu masakkk. Dijamin bakal hemat banget, banyak kok yang melakukan itu. Pengen deh balik kesini lagi bersama teman2, pasti bakal seru.

Cobain yaaa teman2. Aku ajaa pengen pulangnya minggu depaan (*kata Alif) :D

Cobain yaaa teman2. Aku ajaa pengen pulangnya minggu depaan (*kata Alif) ๐Ÿ˜€

See you in the next posts yaaa.

*Untuk perbaikan ke depannya saya menyarankan Ranca Upas membuat toilet dan kamar mandi di tiap area camping ground dengan jumlah yang memadai dan bersih. Bayar 2000 sekali masuk pun tak mengapa, asal bersih. Udah, itu aja :D.

Advertisements

Seperti biasa, kalau ortu datang ke Depok maka jadwal liburan harus segera disusun. Kali ini kami ingin mencoba liburan yang berbeda dari biasanya. Sepertinya kemping sekeluarga oke tuuh ๐Ÿ˜€ :D. Dimanaaa gitu yaa kemping yang menarik tapi ga semahal Tanakita, Sukabumi yang dulu pernah saya inapi. Terpilihlah Ranca Upas Ciwidey, Bandung :D. Dilihat dari ulasan blogger lainnya, tampak sangat menarik. Saya utarakan opsi ini ke keluarga dan semuanya setuju.

Karena cuti tahun ini udah habis (malah minus), akhirnya liburan kali ini memakai hari weekend. Yang berangkat ada 8 orang yaitu saya, suami, Alif, papa, mama, dan ipar beserta 2 anaknya. Tadinya mau ajak adik saya dan suami tapi ga jadi berhubung pas2an dengan Hari ABRI. Sudah saya koar2kan kalau kemping kali ini benar2 menenda loooh, jadi harus lengkap persiapannya. Maka kami pun membawa banyak baju, bantal, bedcover, makanan sampai mobil rasanya sesak banget ๐Ÿ˜€

Efek kepagian. Muka masih kaku.

Efek kepagian. Muka masih kaku.

Contact person di Ranca Upas sendiri ada beberapa orang. Beda orang beda pula harganya. Karena tidak punya tenda, kami bermaksud untuk booking tenda sewaan. CP pertama yang saya kontak menginfokan bahwa tenda kecil (kapasitas 4-5 orang) harganya 350rb. Tenda besar (kapasitas 10 orang) juga harganya 350rb. Heeeh?? Ukurannya beda kok harganya samaa? Akhirnya doi revisi deh —> tenda kecil harganya 250rb. Karena kurang sreg dengan plin plannya, akhirnya saya hubungi CP kedua yang bernama Pak Ecep. Pak Ecep bilang, tenda besar 350rb belum termasuk matras dan sleeping bag. Sementara tenda kecil harganya 200rb tapi sudah termasuk matras dan sleeping bag. Tung itung itung, kami putuskan untuk menyewa 3 tenda kecil.

Besoknya kami berangkat jam 7 pagi. Menuju Ciwidey itu akan melewati Soreang dan itu onde mandeeeh, rancak banaa macetnya! Kami sampai di Ranca Upas jam 11-an. Udaranya panas, pun saya lihat Ranca Upas tidaklah seindah yang di foto2 google. Iiikh, sedih deh rasanya. Jadi merasa tertipu karena terlanjur percaya dengan foto T-T. Jadi ceritanya saya kecewa :(. Udah gitu, bayangan saya danaunya seluas yang di Bedugul, Bali. Ternyata kecil saja :D. Mungkin juga saya yang terlalu over expected yaa. Tambahan, ada yang mengadakan acara dangdutan pula. Musiknya keras :O, saya makin ilfil huhuhu. Pada hari itu juga disana ada mahasiswa2 OSPEK entah dari Universitas mana. Jadi musholanya rame banget. Lokasi tenda ada beberapa. Bisa di danau, di dekat mushola, di dekat pusat informasi dan yang jauh di belakaaang. Kami memilih yang di dekat danau.

Danau di Ranca Upas, Ciwidey (no edit, no filter :p)

Danau di Ranca Upas, Ciwidey (no edit, no filter :p). Yang edit dan filter bisa dicari di mbah google. Kesan pertama ketemu danau ini? Sedih :(. Kesan berikutnya? Lanjut baca yaaa.

Untuk tenda, dipasangkan oleh tim Ranca Upas. Selagi memasang tenda, kami keluar dan pergi ke Kawah Putih yang kebetulan berseberangan persis dengan Ranca Upas. Papa dan ipar belum pernah nih ke Kawah Putih ๐Ÿ˜€ jadi saya mau memperlihatkan betapa indahnya tempat ini. Maka naik mobillah kami ke sana dan betapa kagetnya kami mendapati kenyataan bahwa untuk masuk mobil sampai ke atas saja bayarnya 150rb looh. Ditambah penumpang 8 orang, total biayanya hampir 250rb (mungkin juga karena ini wiken). Mahalnyaaaa, dulu tahun 2010 berdelapan cuma 96rb *_*. Bisa sih kalau mobilnya parkir di bawah tapi untuk jalan kaki ke atas itu jauhnya 5km. Bisa juga pakai angkot sih tapi 1 orang kena 30rb. Loh kok mahaaalll yaa dan memangnya sejauh 5 km yaa? Sudah 5 tahun saya ga kesana, jadi agak lupa juga. Akhirnya kami tetap memutuskan bawa mobil ke atas.

Nah maka naiklah mobil ke atas. Ternyataaa…jalannya sekarang udah bagus banget. Dibuat melingkar2 bukit, di kanan kiri ada pohon minyak kayu putih yang bentuknya seperti tiang listrik. Indah sekali deh, udaranya juga segaarrrr banget. Bayangkan yaa, sementara di Sumatra saudara kita harus menghirup asap yang sudah berlangsung selama 2 bulan (masa ini adalah kabut asap terparah di Sumatra dalam kurun 17 tahun), di sini nih, udaranya begitu segar dan bersih. Sungguh kita harus bersyukur. Sampai di atas, tempat parkirannya luas dan bagus. Sudah ada mushola dan kantor pusat informasi. Warung2 yang dulu mangkal sudah ga ada lagi. Istilahnya lebih rapi dan terawatlah :D. Sudah ada orang2 yang menjual masker juga. Tapi tetep, 150rb menurut saya kemahalan hahahaha.

Hari itu cuaca cerah sekali. Kawah Putih benar2 bersih dari kabut dan asap. Bau belerang pun tidak kentara, Kalau melihat kawah ini rasanya seperti berada di dunia lain yaa, karena benar2 cantik. Banyak tukang fotonya. Papa dan Mama mengabadikan beberapa foto postwed :D. Di dekat Kawah kan ada hutan tuh, yang batangnya warna hitam pekat. Itu namanya Pohon Cantigi. Nah di Hutan itu sudah ada jalan setapak walau tidak panjang, agar wisatawan bisa jalan2 dan berfoto disana. Benar2 makin tertata deh. Juga ada saung, di dalamnya ada seorang Kakek yang memainkan kecapi. Betah banget disana lama2. Beda banget kerapiannya dengan dulu yaa.

Turunan menuju Kawah Putih

Turunan menuju Kawah Putih. Foto Kawah Putihnya sendiri seperti apa, monggo digoogling. Semua gambar di Google yang cantik2 itu, yang cakep2 itu, yang edit dan filter itu kali ini beneran nyata memang seperti itu indahnya. Saya malas upload foto saya soalnya ga seperti aslinya ahahaha

Kami keluar dari sana karena cuaca makin gelap (padahal masih jam setengah 3 sore). Kami turun untuk mencari makan siang. Pas keluar dari gerbang Kawah Putih, kita lihat papan bertuliskan EmTe Highland Resort. Baru keknya nih, tahun 2011 dulu gak ada deh perasaan. Ada cottage, restaurant, camp ground, pemandian air panas, dll. Tapi RESTAURANTnya itu loh yang menarik mata :D. Akhirnya kami masuk deh kesana. Naaaah, resort ini kalau dari mata saya yang numpang makan, amat sangat bersih dan rapi. Ga rame, musholanya bersih dan cukup besar, kamar mandinya bersih, rumput2nya juga hijau dan rapih, pemandian air panasnya gatau deh kenapa kok airnya warna coklat (tapi bersih kok), dan restaurantnya menghadap danau dan sawah ^^. Sukaaakkkkk banget makan disini.

Makan sambil lihat pemandangan begini ^^. Udaranya sejuk. Subhanallah bangettt

Makan sambil lihat pemandangan begini ^^. Udaranya sejuk. Subhanallah bangettt

Makanannya pun enak2, kisaran 20-30 ribuan. Nah untuk yang makan disini, sambalnya itu sambel strawberry loh yaa jadi rasanya manis. Kalau ga suka, minta aja sambel yang pedas. Makan ber 8, total damagenya 450rb (udah termasuk 20 buah otak-otak). Setelah makan, anak2 main perahu angsaย di danau. Juga ayunan dan jungkat jungkit. Enak bangetlah tempatnya. Bagi yang ingin menginap di Ciwidey namun bukan kemping, sepertinya resort ini patut dicoba :D.

emte2

Selesai makan sekitar jam 5 sore, kami pun segera kembali ke Ranca Upas.

——-bersambung——–