Posts Tagged ‘S2 Kelas Pegawai’

Siapa sih yang bilang momen kebersamaan terakhir itu pas saat ekskursi besar? Gw yaaa? Eymmm, ya udah gw ceritakan aj kenyataannya dah.

Ekskursi ini akhirnya yah, akhirnyaaa (*akhirnya diputuskan juga) dijadikan ke Ombilin Basin, Sumatra Barat. Biayanya 8.9 juta, tidaaaakkk. Gedelah ini ya untuk ukuran 5 hari. E tapi kan lo dibayarin kantor, Feb. Yaaa, tapi gada salahnya juga kan gw ikut empati sama  yang bayar sendiri….

Jalurnya begini sodara2. Dari Jakarta kami ke Pekanbaru naik pesawat, dari Pekanbaru menuju ke Padang naik bus sambil menyanyi lagu disini senang disana senang, kemudian dari Padang menuju Bukit Tinggi, terus balik lagi ke Padang, pulang lagi deh ke Jakarta. Jalur singkapannya gimana, Feb? Ah sudyahlah tak usah dibahasnya ituuuu, percuma tak kan ada yg tertarik mendengarnyaa. Gw pun tak tertarik untuk menuliskannya.

Di lapangan hari pertama, gw compare nih dengan lapangan pas masa S1, memanglah jauh lebih bersahabat. Kebetulan juga cuaca tidak begitu panas. Kebetulan pula makanan Padang enak2. Situasi kondusif bangetlah menurut gw untuk jalan2. Tapi kita jadi kayak serubungan lalat yang ngiteeer aj di sumber makanan. Alias, kemana Pak Dosen pergi, kita ngekor aj gituh, nyatet penjelasan yang dilontarkan dosen. Saat Pak Dosen nyuruh ngeliat singkapan, sebagian kecil beneran getak getok batu dan deskripsi sampel, sebagian besar sih gw liat asyik masyuk poto2 aneka gaya, yah mirip gw bangetlah kelakuannya.

Ekskursi Ombilin2 R

Nah yang siksa itu adalah pas malam hari. Emang seeeh, hotelnya enak. Kasurnya empuk, bantalnya aduhai, air panasnya pas, kamarnya cozy tapi ga bisa dinikmatin maksimal mpoook. Secara kita sampe hotel aj jam 7. Makan, mandi, baring sekejap eeeeh musti ngumpul di ruang diskusi jam 9-an yang full dengan snack. Ngapain tuh rajin bener ngumpul diskusi? Ngerjain tugas baaang, hasil ekskursi tadi pageeee. Semua kudu dijelaskan beserta bab analisis n pembahasan, plus kasih gambar2 yang ciamik gitu deh. Kelarnya jam 1 or 2 pagi. Jam 5 udah bangun, sarapan, jam 7 berangkat lagii, oh nyoooo.

Ekskursi Ombilin R

Sampe pada suatu malam dosen2 negur kita, “Tolong ya kalian jangan seperti wartawan. Hanya mengikuti saya, mencatat apa yang saya katakan, menyimpulkan apa yang saya hipotesiskan tanpa ada pembuktian di lapangan. Justru hipotesis itu yang jawabannya harus kalian cari, bener ga apa yang saya bilang tentang geologinya.” Makaaaaa tersebutlah seorang kawan dengan kharismanya mengatakan, “Tanpa bermaksud tidak sopan, Pak. Sebenarnya kami sangat ingin sekali melakukan tugas lapangannya, namun karena waktu yang disediakan sangatlah sempit sementara informasi dari bapak2 sekalian juga demikian berharga sehingga kami putuskan untuk mendengarkan dulu info dari bapak2, kemudian dilanjutkan dengan pembuktian di lapangan. Akan tetapi, belum lengkap pembuktian kami lakukan, stop site sudah harus berpindah. Demikianlah yang terjadi” Asli, pokoknya gaya bicara si kawan keren bangetlah saat itu.

si kawan

si kawan

Jadi apa yang terjadi keesokan harinya? Kita 38 orang dilepas begitu aj book. Kita diantar ke sebuah perbukitan, dikasih kisi2 tugas untuk melakukan measured section, dikasih sedikit clue batuan2 apa yang akan ditemukan, kemudian dilepas dan ditunggu di tempat finish, di bawah bukit. Maka plongak plongoklah kami kebingungan (at least gw, yang ember bingung banget). Ini ya Formasi Sangkarewang? Bukan? Jadi ini formasi apa? Ooo Ombiliin. Apa? Bukan juga? Jadi formasi apa doonk. Ooo… (*preeeet). Pak Dosen, jangan salah faham dengan maksud kawan saya kemarin doonk.

source: Krypton Aprianto

source: Krypton Aprianto

Sumpah itu adalah hari lapangan paling siksa sedunia. Bukan siksa kecapekan ya tapi siksa kebingungan. Memang kebiasaan jelek gw adalah jadi wartawan sih, wkwkwk, jadi beneran gw gelap gulita disuruh beginian. Geofisis aj masih lebih jago dibanding gw ahahahah (*stop ah feb, ngerendahnya). Walo bingung, tapi eksis tetep doonk. Yey kapan lagi berfoto sama Formasi Brani? *bletak

Selain ketidaktaatan di lapangan, kecurangan juga terjadi di tugas malam. Sudah diamanatkan oleh bapak2 dosen bahwa yang namanya laporan walo sumber datanya sama, tapi harus dianalisa dan dibahas sendiri2. Lah mau tidur jam berape kalo model begitu caranya? Tetap aj deh kelompok gw yang terdiri atas 8 org durjana, melakukan tindak penyelamatan (*bahasa halus dari penipuan). Kita bagi2 tugas tuh. Tiap orang kebagian buat laporan satu stopsite, abis itu diputer dan dicontek ajya. Ngahaaaahahahah. Sukses, kita tidur jam 12 malam, alhamdulillah.

Paginya dapat pesan singkat kayak geledek. “Kami perhatikan ada banyak anak yang laporannya mirip sekali. Pas kita kumpulkan, ternyata mereka dapat dikelompokkan dalam grup yang sama. Sekali lagi kalian lakukan itu, nilai tidak akan keluar!!”

Oh inyoong, menderita sekalilah hidup disiniiii. Kelompok gw langsung cemas, 8.9 juta melayang sia2?, oh tidaaks. E tapi kok gw liat kelompok lain juga air mukanya kusut? Ternyata e ternyata, bukan hanya kelompok kami yang durhaka hahahhaha (*ngakak dalam kesedihan). Tapi sudahlah, biarkanlah yang sudah lewat. Tinggal 2 hari lagi nih, abis itu bebas.

Tak dinyana, siksa paling mantap justru ada pas malam terakhir. Kita diminta presentasi lengkap tentang Ombilin Basin berdasarkan analisis dan pembahasan dari hari pertama sampai terakhir, start presentasi jam 8 pagi. Maakjaaaanggg, mau pingsan rasanya. Badan udah akumulasi capek lapangan 4 hari, dendam kurang tidur 4 malam, sekarang buat tugas presentasi pula?? “Tenang, snack ada banyak” kata Pak Dosen. Kasur Paaaak, kami butuh kasuuuurr.

_DSC8172

Dosen cuma 6 padahal tapi tetap gahaaarrr

Sudah dapat dipastikan ruangan diskusi malam itu penuh orang2 melampar, orang2 ngelindur, wajah2 stres-kuyu-pucat masai. Mari saya perlihatkan foto kamar kami malam itu.

Hotel Mercure, Padang

Hotel Mercure, Padang

Bagus kan? Ini Hotel Mercure, kasurnya aj King Coil. Lalu dimanakah kami pada malam itu??

IMG-20121215-WA000

IMG-20121215-WA001

IMG-20121215-WA004

Itu kamar ratenya 850rb/malam, balikin duitnya balikiiiiinnnnn!!! Kan kami ga tidur disanaaa, kan kami ngungsi kesiniii. Lumayan buat beli baju Zara or Mango. Pengen kesel tapi presentasi menunggu, pasrah degh akhirnya. Sesi presentasi jam 8, gw mandi jam setengah 7 terus makan terus menghadiri presentasi. Cuma tidur 15 menit itu juga dengan kepala di atas meja, oh naseeebbb.

Untungnya sesi presentasi dan tanya jawab tak sengeri proses pengerjaannya. Semua serba mulus. Apa karena dosennya udah kasian ya liat kita pada kucel dan banyak yang ga mandi? Auk deh, gelap. Kemulusannya menyebabkan kita jadi PD nih bakal dapat nilai ekskursi bagus.

Pulang2 ke Jkt, penampilan gw ga cihuy bangetlah kalo dibandingkan dengan gaya hidup sehat Herbalife. Perut buncit akibat santan padang dan snack yang tak pernah putus, muka capek karena nafsu tidur yang tak tersalurkan, kulit kering, wajah jerawatan, rambut mulai bercabang tapi hati super duper senaaaaangggg!!! Tunggulah kedatanganku wahai Inan Salon!!

Dan sepertinya Pak Dosen emang seperti air tenang menghanyutkan. Dari 38 orang yang dapat A ga sampai sepertiganya, sisanya B bahkan ada yang BC. Oh sutrisno, eke dapat B bo. Sia2 berarti waktu di lapangan gw sok aksi tanya n diskusi, gegayaan bawa palu, ngitung2 jurus n perlapisan di depan dosen. Wahai 8.9 jutaaaa, pergilah kau dengan tenang, aamiiin..

hanya durianlah penghibur lara kami..

hanya durianlah penghibur lara kami..

Tersebutlah ada 4 mahasiswi yang pada hari Sabtu, tanggal 4 Nov 2012, dijadwalkan akan mendapat jatah bimbingan di kampus ITB. Namun Pak Dosen ternyata meeting. Katanya sih bakal selesai jam setengah 10 eh kok ya sampai jam 11 ga kelar2. Kita udah datang dari jam 9. Dari situasi yang kondisi udaranya masih sejuk.. sampai akhirnya mulai terasa panas. Mulai merasa mati gaya, maka diputuskanlah untuk menunggu notifikasi dari beliau saja.

Yasud, akhirnya yang satu pergi lunch bareng mantan temen SMA-nya, sementara yang 3 lagi pergi anjangsana ke FO yang sudah terkenal banyak syaitonnya. Walhasil, yang punya jadwal makan siang udah balik ke kampus, yang 3 lagi masih asyik masyuk ajya di FO, menunggu notifikasi. Engga sadar sama sekali kalo Pak Dosen udah kelar meeting tapi (sepertinya) lupa kasih pesan. Maka tersaliplah giliran kami oleh 2 mahasiswa lainnya.

Pas udah lengkap ngumpul lagi, kita ngobrol2 aj sembari isi waktu. “Iiih kamu belanja apa? Iiiih lucuk2 ya bajunya??” Pertamanya hebooh, terus mulai hening dan berasa kok lamaaa yaa…e terus mulai deh buka2 laptop…nemu fasilitas kamera yang kayaknya memaksa untuk dimanfaatkan. Terus kita saling lirak lirik…dan memutuskan “baiklah, kita isi waktu menunggu ini sambil poto2 ajjjaaaa. Kapan lagi ya book, 4 ce manis berkumpuul?”.

Sukseslah kita jeprat jepret disana. Berasa ruang tunggu kayak cuma punya kita berempat. Mulai dari gaya cutelah, gaya narsislah, gaya cueklah, gaya jeleklah, e buseeeeddd kayak masih abg ajjja. Padahal usia udah kisaran 25-30, status udah rentangan single-anak 2, tapi pada ga tau malu daaah.

Ternyata memang yah, kalo diisi sama kegiatan2 beginian, waktu itu tidak terassaaaah. Cekakak cekikik, rasanya bahagiaaaaa banget (*lupa sejenak ma riweuhnya tesis). Lumayan deh dapat 12 jepret, itu juga karena tiba2…..Pak Dosen nongol dan bilang,”Lagi ngapain? Ayo sekarang giliran kalian!”

Yah, moga2 nti wisudanya juga bareng kayak gini :).

Pemeran: Febrie Ekaninggarani, Tri Handayani, Titin Sumarni, Dwimara Tiffany.