Posts Tagged ‘review istana baso pagaruyung’

Hari pertama di Maninjau sudah kelar. Kami masuk ke hari kedua. Tujuan kami hari ini adalah Istana Baso Pagaruyung dan Danau Singkarak lalu bermalam di penginapan yang belum ditentukan apakah itu.

Kelar dari Puncak Lawang kami melanjutkan perjalanan ke Batu Sangkar yang lumayan juga ya jauhnya. Ditambah lagi ternyata ada macet di Padang Panjang. Macetnya itu macettt banget. Kok bisa macet ya padahal Lebaran udah selesai. Akhirnya kami ambil jalur memutar. Menuju Batu Sangkar tidak ada restaurant yang bisa direview. Adanya rumah makan yang kecil2 maka kami pun singgah disana. Lumayan juga makanannya, walau menu terbatas tapi kami lahap bangettt saking laparnya :D. Kalau pemandangan jangan ditanya ya. Kiri kanan indah semualah pokoknya.

Perjalanan kami lanjutkan, nah sekitar jam 12an, di tengah teriknya matahari, sampailah kami di Batu Sangkar. Panasss banget, keringat langsung meleleh tapi melihat ada rumah gadang yang begitu besarnya berdiri di tengah2 sawah yang hijau itu rasanya takjub gitu ya. Cuma mau foto2 kok ya terik amaaat, akhirnya kami cepat saja masuk ke dalamnya. Sampai disana, kami ke lantai dasar dulu. Ternyata disana banyak disewakan baju adat Padang yang bagus2 kualitasnya untuk digunakan berfoto. Waaahahahha, siapa yang mau melewatkan kesempatan ini wkwkwk. Bahkan Alif pun sangat bersemangat karena merasa dirinya berbusana ala raja Padang hahaha. Berapa ya sewa bajunya? Eym, mungkin 50rb kali yaaa sementara fotonya…mungkin 25rb. Saya lupa juga. Suntingnya imitasi kok jadi ga berat tapi dipakai rada lama ya pegal juga. Tadinya pengen foto di lantai 1 sampai 3, apa daya ternyata panas juga pake baju ini, udah gitu sunting saya saking tingginya suka nyangkut di pintu kalo lagi lewat :D, akhirnya hanya foto di lantai 1 saja. Kalau istana ini dipasang AC tampak menyenangkan tapi mungkin jadi berkurang nilai seninya yaa.

Istana besar ini ada di tengah sawah hijau, di belakangnya ada bukit2. Bagus banget ^^

Istana besar ini ada di tengah sawah hijau, di belakangnya ada bukit2. Bagus banget ^^

Alif senang banget disini, kayak

Alif senang banget disini, kayak “raja” katanya. Terus itu ayah ibunya kenapa jadi foto nikah gituu hahahah. Dicobain ajalah semua yang ada disini, ketawa2 sendiri lihat fotonya šŸ˜€

Ya marilah kita lanjuuuuttt. Tak terasa sudah jam 4 sore. Menuju Danau Singkarak menurut waze memakan waktu 1 jam. Wah bisa2 kesorean doong padahal…saya sudah janji ke bocil2 kalau mereka akan berenang di Danau Singkarak. Mama soalnya udah cerita bahwa di danau ada tempat yang kita bisa duduk sambil membenamkan kaki, dangkal, lalu ikannya berenang2 di antara kaki kita. Airnya jerniiih sekaliii. Tentulah anak2 senang mendengarkan cerita itu jadi mereka sudah membayang2kan bisa berenang di danau sejernih itu, bukan? Mereka sudah banyak bersabar di perjalanan panjang dalam mobil ini demi mengejar berenang di danau yang jernih.

Demi mengejar waktu, kemudi akhirnya diambil oleh papa. Papa kan supir travel wkwkwk jadi pasti nyetirnya lebih cepat ketimbang suami saya yang safety, dengan resiko yang duduk di belakang siap2 aja bakal mual. Eh beneranjadinya bisa nih sampai dalam 45 menit saja. Tapi mana siiih tempat yang airnya jernih dan ikan menari2 di antara kaki kita itu? Mama lupaaaa T-T. Jadilah kami telusuri saja ke kiri. Luruuuusss udah 5 menit berlalu, tiada tanda2 muncul lokasi itu. Lalu mama bilang, “Ehhh, kayaknya bukan ke arah sini deh. Kita berlawanan arah, harusnya tuh ke arah sanaaa.” Haaah? Apaaaa? Oke, kita mutar lagii, buruaaan udah jam segini nanti airnya dingin. Maka kami pun putar haluan 180 derajat dan menelusuri ke arah yang berlawanan.

Selang 10 menit kami berjalan, dengan kecepatan 60km/jam, tidak juga muncul tanda2 lokasi yang dikatakan mama itu. Lalu mama bilang, “Maaaf, kayaknya memang benar jalan yang sebelumnya deh. Kita putar balik saja, mungkin tadi kita kurang jauh makanya ga ketemu.” —- Hedeeeeeh, ini yang benar kemana siii arahnya Ma? Kasian anak2 udah nanya2 terus, kita udah janji ke mereka (*saya mulai ga sabar). Iya, kayaknya yang tadi. Ayo kita putar balik! Maka kami pun putar balik, jadi perhatikan sudah berapa menit tuh kami bolak balik seperti setrikaan disana.

Ternyata setelah ditelusuri 5 menit tetap saja ga ketemuuu. Akhirnya kami mengambil pantai apapun yang terlihat dan kami turun karena 2 anak ini sudah cuap2 ingin berenang. Kasian kalau ga dituruti. Kami pun lalu berhenti dan turun ke pantai namun pantai yang saya lihat sungguh menyedihkan. Hilaaaang sudah semua bayangan pantai jernih pasir putih dan dangkal dengan ikan yang menari2 di antara kaki kami. Pantai yang kami lihat penuh sampah, di airnya itulah sampah mengambang, agak bau, pasirnya hitam, namun yang lebih menyedihkan adalah…Alif tetap ingin berenang T-T. Sudah saya katakan bahwa pantai ini kotor, tapi dia ga mau mendengarkan. Katanya Alif sudah menunggu terlalu lama, Alif bahkan maksa ambil baju renangnya dan mau tetap berenang.

Bagus yaa. Di belakang danau ada perbukitan. Cuacanya sejuk. Tapi gambar kanan bawah, itu pantainya ada sampah. Itu baru 1 foto dan kebetulan bukan yang sampahnya banyak. Sedih deh :(

Bagus yaa. Di belakang danau ada perbukitan. Cuacanya sejuk. Tapi gambar kanan bawah, itu pantainya ada sampah. Itu baru 1 foto dan kebetulan bukan yang buanyakk sampahnya. Di air danaunya juga banyak sampah mengambang. Sedih deh šŸ˜¦

Saya sediiiih banget :(. Sedih kenapa kami ga menemukan tempatĀ itu. Sedih kenapa banyak orang yang tidak peduli dengan kebersihan dan sedih karena harus melihat Alif main disana. Ga ikhlas rasanya. Tapi untunglah karena sudah sore, anginnya dingin, Alif hanya sebentar saja disana. Alhamdulillaaah. Saya langsung menjanjikan bahwa malam ini kami akan menginap di hotel yang ada kolam renangnya, dan Alif serta Nayla bisa berenang sepuas hati disana. Jadi jangan sedih yaaa Nak. Iyaaa, kata Alif. Oooh, anakku. Sabar yaaa sayang.

Danau Singkarak

Papa dan mama ikutĀ menemani Alif di pantai. Alhamdulillah cuma sebentar mainnya karena dingin..

Kami lalu segera tancap gas menuju Padang Panjang. Kami sempatkan makan di Sate Mak Syukur yang terkenal itu. Review saya tentang sate ini adalah…1 porsinya banyak banget bo dan saat bayar saya baru tau kalau ternyata bisa beli setengah porsi eaaa. Saran saya nih, beli setengah porsi aja. Asli kalau 1 porsi kekenyangaan. Seporsi kalau ga salah harganya 35rb apa ya. Isinya daging semua, kotak2, lalu kerupuk jangeknya besar banget tapi rasa sate ini menurut saya sebenarnya biasa saja, maaf :p. Walau bagaimanapun, makan disini tetap puasss. Taulaaah sekarang yang namanya Sate Mak Syukuuurr ^^.

Lalu dimanakah kami menginap malam ini? Ga disangka, penginapan yang saya pilih dengan spontan ternyata menjadi penginapan paling recommended selama kami liburan di Sumatra Barat iniiii. Lihat reviewnya di link yang ini yaaa.