Posts Tagged ‘pohon adas’

Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah savana. Savana biasanya menjadi titik terakhir dari tur 4 poin tadi karena lokasinya paling jauh namun karena kami start mulai dari siang, savana dijadikan paling awal dengan tujuan menghindari hujan yang biasanya datang sore hari.

Menuju savana saja pemandangannya sudah bukan main. Kompleks pegunungan terlihat begitu dekat, begitu jelas sampai guratan lereng gunungnya saja kentara sekali. Subhanallah, ada ya tempat seindah ini di Indonesia :D. Begitu dekatnya sampai rasanya aku bisa deeeh memegang gunung itu dengan tanganku hahahah. Kalau orang geologi bakal bilang, triangular facet ada dimana2. Opo iku triangular facet, wislah ga usah dijelasin disini nti berasa sekolah lagi.

Sayangnya driver kami ga mau stop waktu kami minta berhenti sejenak untuk foto2. Katanya ngejar cuaca terang, takut kehujanan. Jalan naik turun mlungker2, untungnya jeep 4300 cc ya, jadi aluuss ga pake ngadat. Bensinnya aj yang ga kuat, 1:5 ahaay.

Komplek pegunungan di Bromo ini awalnya kan bermula dari satu gunung api purba yang amat sangat besar sekali. Namanya Gunung Tengger. Gunung ini kemudian meletus sehingga sebagian tubuhnya hancur. Di bekas letusannya itu muncul deh gunung2 baru, diantaranya adalah Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Widodaren namun cuma Gunung Bromo yang aktif. Tempat letusannya Gunung Tengger itu alias kaldera, itu adalah lautan pasir yang sekarang jadi objek wisata. Bayangpun betapa luas si kaldera itu. Ada berkilo-kilometer persegi luasnya. Bayangpun lagi kalau kalderanya aj seluas itu, laaah seberapa besar Gunung Tenggernya dulu? Hiiy serem aku.

Dari pic di atas, yang ditutupi kabut itu adalah lautan pasir alias kaldera Gunung Tengger (gunung purba). Gunung paling depan adalah Gunung Batok. Di belakangnya yang rada kecil dan mengeluarkan asap putih itu adalah Gunung Bromo, kawahnya disebut Kawah Bromo. Di belakang Gunung Batok ada juga gunung yang berukuran lebih besar, namanya adalah Gunung Widodaren. Sementara gunung paling belakang sono nooh, yang nyembul sendirian dan paling tinggi, itu adalah Gunung Semeru. Udah pernah nonton film 5cm? Jadi makin pengen kesana kan yaak? *belagu, padahal ga kuat trakking :p. Yaaa andaikan kita bisa ke puncak Semeru menggunakan jeep seperti di Bromo ini, oh alangkah indahnya.

Untuk menuju savana, kami harus melewati lautan pasir yang luaas seperti pic di atas itu. Kemudian baru sampai di savana. Savana terletak di sebaliknya Gunung Widodaren. Memang lautan pasir dan savana itu terletak bersebelahan persis, namun peralihan dari lautan pasir ke savana sangat jelas.

Padang ini dikelilingi oleh perbukitan warna hijau, persis seperti rumah teletubbies, makanya dinamakan Bukit Teletubbies. Kami pun turun dari jeep dan berjalan di jalur setapaknya. Tempat ini menurut kami indah sekali. Angin bertiup sejuk, udaranya terasa segar. Kemanapun mata memandang, adanya tumbuhan seperti ilalang yang kalau cuma sebiji tidak indahlaah kelihatannya. Tapi karena disini banyak sekali, jadinya bagus.

ebelah kanan adalah ilalang yang mendominasi tumbuhan di savana. Kanan atas itu adalah pohon adas, terdapat cukup banyak di savana. Bunganya wrana kuning. Daunnya lembut warna hijau. Daun adas adalah bahan baku minyak kayu putih. Kebetulan bokap lagi masuk angin pas di sana. Daun adas tinggal diremes2 tempelin ke perut, langsung anget :D

Sebelah kanan adalah ilalang yang mendominasi tumbuhan di savana. Kanan atas itu adalah pohon adas, terdapat cukup banyak di savana. Bunganya wrana kuning. Daunnya lembut warna hijau. Daun adas adalah bahan baku minyak kayu putih. Kebetulan bokap lagi masuk angin pas di sana. Daun adas tinggal diremes2 tempelin ke perut, langsung anget 😀

Bukit teletubbies

Bukit teletubbies

Jadi dari awal gw udah bilang ke Alif, “Aliiif..nti disana banyak rumah teletubbies loo”. Jelas saja Alif girang. Dia pun jadi berharap bisa ketemu sama idolanya si Po (*lah, salah bilang kan gw. Maksud ati cuma mau liatin rumahnya, si kecil jadinya minta penghuninya sekalian). Dan walaupun gw udah bilang kalo Po lagi bobok, anak ini tetap ngeak, keras kepala pengen ketemu beneraaan. Ngikut keras kepalanya siapa sii? *nunjuk diri sendiri.

Daripada ngeak ngowek terus ya sudahlah kami tunjuk satu bukit teletubbies terdekat yang akan dikunjungi. Alif semangat banget, lari2 menuju kesana. Namun si bukit yang kelihatan dekat itu, ternyata jauh book (*aaah kena ilusi mata nih gw) rasanya kok ga sampe2..hosh2. Alif masih semangat, emaknya udah ngos2an. Tapi biar anak senang, apa sih yang engga? Driver jeepnya doang kali yang garing, nunggu 6 orang penumpang pada ilang semua wkwkwk.

Itu bukit teletubbies yang paling make sense untuk dikunjungi. Keknya deket ya, tapi jalan udah ngos2an kok ga sampe2, heu..

Itu bukit teletubbies yang paling make sense untuk dikunjungi. Jauh ternyata baaang.

Sayangnya kami tetap juga ga bisa kesana karena ada parit besar yang tidak bisa dilewati. Kalo maksa liwat juga, bisa2 seharian kami disini wkwkwk. Akhirnya Alif mengalah waktu kita bilang “nanti kita cari rumah teletubbies yang lain yaa. Po kan rumahnya disini, Lala rumahnya disanaaa…” (*ini ortunya kok malah ngasi harapan kosong -_-). Nurut deh dia. Kami pun balik ke jeep sambil menikmati savana. It was so much fun :D.

my beloved ones

my beloved ones

Padang hijau di balik gunung yang tinggi

Berhiaskan pelangi setelah hujan pergi

Kuterdampar di tempat seindah ini

Seperti hati sedang, sedang jatuh cinta

Sungai mengalir sebebas aku berpikir

Hembusan angin dingin membawaku berlari

Mensyukuri semua yang telah Kau beri

Hati yang rapuh ini Kau kuatkan lagi

Kubahagia merasakannya

Andaikan aku bisa disini selamanya menikmatinya

(Pelangi dan Matahari-BIP)

We love this place.

Kata suami, banyak orang yang cinta sunrise di Penanjakan, tapi aku lebih suka ini. I agree with him.

Advertisements