Posts Tagged ‘pantai belitung’

Belitung dikenal dengan wisata pantainya. Pantai disini sangat bersih, airnya jernih. Pasirnya halus dengan ukuran lempung-lanau (bahasa apa ini?), mirip bedak tapi lebih kasar dikit (makin ga jelas). Yang bikin pantainya unik adalah adanya batu-batu granit berukuran raksasa dengan berbagai bentuk di pantainya. Ukurannya bisa sampai 1 rumah. Batu-batu itu juga nongol dari dalam lautnya. Darimana datangnya batu2 ini? Dari mata turun ke hati? Well, ada yang bilang ini berasal dari letusan Gunung Krakatau zaman purba. Ada juga yang bilang bahwa batu2 ini adalah basement dari pulau Belitung itu sendirii yang sekarang tersingkap. Pusing kan? Cuekin aj, nyok kita lihat apa aj yang patut dikunjungi di Belitung.

Tanjung Tinggi

Pernah nonton Laskar Pelangi? Kan ada tuh adegan Laskar Pelangi duduk di batu2 tepi pantai sambil nunjuk-nunjuk. Naaah lokasi syuting itu ada di Tanjung Tinggi. Biasanya di hari pertama orang akan mengunjungi Tanjung Tinggi karena selain paling dekat dengan Tanjung Pandan, kayaknya Tanjung Tinggi ini sudah jadi icon pintu gerbang wisata Belitung :p. Begitu sampai, nih mulut otomatis membuka sambil bilang, “Waaaah….”. Pantainya sepi dan airnya yang jernih bikin kita pengen nyebur dan berenang. Langitnya biru dengan laut yang tak kalah birunya. Panjatlah batu tertinggi disana, maka anda bisa menyaksikan pemandangan ke laut lepas yang luar biasa indah dengan timbulan batu di sana sini. Abadikan moment dengan berfoto ala Laskar Pelangi disini, wkwkkwk :D. Di sepanjang pantai juga banyak tempat makan. So habis berenang, cape, terus makan gangan kuliner Belitung, pasti sedap banget.

Hopping Island

Apaan tuh Hopping Island? Hopping Island adalah kegiatan mengunjungi pulau2 kecil di sekitar Belitung dengan menggunakan perahu. Jangan sampai melewatkan kesempatan ini karena inilah inti dari traveling Belitung. Startnya bisa dari Tanjung Tinggi. Disana disewakan perahu. Ada yang pakai atap ada juga yang ga pakai atap. Yang pakai atap full seperahu harga sewanya kisaran 350 rb. Yang ga pake atap…ga tau, eheheh. Saya sarankan untuk Hopping Island start di jam 8 karena langit masih cerah dan terang. Panas? Biarin, wisata pantai kok takut panas. Kan ada sunblock ma kacamata item. Buat cewek, jangan pakai kaos warna terang ntar kalo masuk air keliatan pakaian dalamnya. Bawa snack dan air putih ke perahu karena tidak ada makanan dan minuman yang dijual disana. Pulau yang dikunjungi biasanya ada 4 yaitu Pulau Pasir, Pulau Lengkuas, Pulau Burung, dan Pulau Babi. Lama wisata ini bisa seharian.

Dinamakan Pulau Pasir karena ia belum resmi menjadi pulau. Pulau Pasir hanya terlihat kalau laut belum pasang. Luasnya mungkin kurang dari 200m2. Di tempat ini kita bisa menemukan banyak bintang laut. Bukan berarti bintang laut banyak tergeletak begitu saja di pasirnya ya tapi kita bisa minta ke mamang perahu agar dicarikan bintang laut. Kemarin si mamang dapat 3 buah, lumenjen buat foto2. Tidak lama kami berada di sini karena air yang pasang menyebabkan luasnya tinggal 20m2 saja. Kami pun cabut.

Kenapa dinamakan Pulau Lengkuas? Tidak ada seorangpun yang tau jawaban pastinya. Pulau ini menarik dikunjungi karena ada mercusuar disana. Mercusuar ini didirikan tahun 1882, jadi usianya udah 130 tahun tapi sangat terawat dan bersih. Di tengah pulau ia berdiri layaknya sebuah pion putih di tengah papan catur. Tinggi mercusuar ini 18 lantai tapi jangan karena takut cape kamu jadi malas menaikinya. Karena rasa lelahmu (lagian ga gitu capek kok sebenarnya) akan terbayar dengan bagusnya pemandangan yang bisa kamu saksikan. Di atas sana kamu bisa melihat Jakarta loh (hoax). Btw, demi menjaga kebersihan mercusuar, gw sampai disiramin sama air oleh penjaganya karena baju gw penuh pasir pantai. Biasalah, eke kalau motret sampai gulang guling padahal hasilnya biasa aj :D. Tapi keliatan banget kan pentingnya arti kebersihan disini? Tarif masuknya 5ribu/orang. Disana juga ada penangkaran penyu. Bayi2 penyu itu begitu lucuk-lucuknya sampai pingin kumakan saja rasanya, grauk! Pulau Lengkuas nyaman untuk snorkeling karena terumbunya lumayan banyak. Berhubung gw agak panik sama air, jadi ya gw mengambang sajalah menatap langit. Ternyata mengambang doang tetap enak karena bisa menyaksikan langit, pulau plus mercusuar putih itu diiringi suara ombak di telinga. Sungguh perpaduan yang syahdu, gw hampir ketiduran saking nyamannya.

Disebut Pulau Burung karena bentuk batunya yang seperti burung yang mau mengepakkan sayapnya. Tapi gw perhatikan dengan saksama sampai keliling2 pulau, masih ga nemu juga dimana kemiripan si batu dengan burung. Mata gw picek kali yee..Selain Lengkuas, Pulau Burung adalah pulau favorit gw karena ada spot disini yang sangat indah. Ada batu besar yang menonjol dari dalam lautan yang terletak di dekat pantai. Laut di antara pantai dan batu tersebut cukup dangkal sehingga kita bisa berenang disana. Jika air surut, kita bahkan bisa mencapai batu raksasa tersebut hanya dengan berjalan kaki. Enak kali ya terjun dari atas batu itu, langsung ke laut (eh..aman ga ya :p). Mercusuarnya Pulau Lengkuas masih terlihat dari sini.

Apakah dinamakan Pulau Babi karena ada batu yang menyerupai babi disini? Tettooot…anda salah! Dinamakan Pulau Babi karena dulu di pulau ini banyak terdapat babi. Sekarang sih udah ga ada. Pulau ini kepunyaan pribadi. Mungkin karena namanya yang kurang komersil, akhirnya diubah menjadi Pulau Kepayang. Sayang kami sampai disana mendekati sunset time jadi udah gelap. Di Pulau Babi terdapat cottage yang dinamakan Kepayang Cottage. Ratenya sekitar 200-300 ribuan. Cottagenya bernuansa alami, dari kayu gitu. Pemandangan depan cottage langsung ke laut lepas. Nuansa sekitarnya adalah nuansa hutan. Biasanya bule suka nih suasana kayak gini, hutani..Bagi kamu yang suka nuansa hutan, boleh dicoba. Lampu2 dihidupkan mulai jam setengah 5 sore. Ada outboundnya juga loh dan bisa ngadain acara api unggun juga. Waktu kesana, ada 2 cottage besar yang sedang dibangun dengan teras luas dan kamar mandi yang juga luas. Karena belum kelar jadi rate-nya belum dipublish tapi menurut penerawangan gw sekitar 500rb-an (sotoy ala Mama Loren). Katanya sih snorkeling disini juga bagus tapi kami ga bisa nyoba karena kadung gelap. (*maaf ga ada foto karena kamera sudah habis baterai T-T)

Sekian wisata kami yang edisi pantai. Sekedar info, toilet hanya ada di Tanjung Tinggi, Pulau Lengkuas, dan Pulau Babi. Waktu datang, fasilitas di Pulau Burung masih dalam tahap pembangunan. Berhubung gw ga ke Belitung Selatan, jadi ga bisa cerita apa2 tentang panorama disana T-T.