Posts Tagged ‘Oriflame beneran ga; gaji di Oriflame beneran’

Beberapa minggu yang lalu saya kena teror deeh oleh someone yang menggunakan akun FB palsu dan foto palsu untuk mengkritik saya. Kalau berusaha untuk positive thinking, saya rasa someone berbuat begitu karena tidak mengerti apa yang saya kerjakan..juga tidak mengerti apa itu bisnis Oriflame sehingga men-judge hanya berdasarkan penilaian pribadinya.

Dan mungkin juga bukan hanya someone. Mungkin juga banyak yang seperti someone :D. Jadi demi itikad baik maka saya akan menjelaskan beberapa kesalahpahaman yang sering dilontarkan ke saya.

 

“Mba, gajimu di kantor kan sudah gede? Ga maruk tuh, masih cari tambahan lain? Memang kenapa dengan kantormu?”

Maaf, kantor saya baik2 saja koook, beneerrrr. Kantor saya juga baik ke saya. Saya terawat dan diperhatikan kok disini. Saya tidak merasa kekurangan kok dengan gajinya. Malah cukup banget. Tapi kalau mau cari tambahan lain juga ga salah kaan. Ada banyak sebab mengapa saya ingin tambahan.

1. Karena passion saya memang di bisnis. Ga usah Oriflame juga dari dulu saya sering mencoba untuk berbisnis kok. Kebetulan saja sekarang lagi nyantol di Oriflame dan ternyata eeeh cocoook. Nek cocok mosok ditinggal, kan eman2 hehheh.

2. Jujur saja. Dengan penghasilan yang lebih banyak bukankah hidup menjadi lebih nyaman? Bersedekah ga perlu itung2an. Memberi orang tua kita hadiah juga ga perlu irit2. Mau liburan kemana bisa lebih leluasa, ga di rumaaah mulu. Termasuk untuk berinvestasi. Kalau dulu cuma cukup untuk jenis investasi A dan B, mungkin sekarang bisa ke C dan D.

3. Kalau keinginan seseorang untuk mencari penghasilan tambahan dikaitkan dengan maruk, kayaknya “jauh panggang dari api” hehehe. Setiap orang berhak untuk semakin mensejahterakan dirinya sepanjang itu dilakukan dengan cara yang halal dan tujuannya pun baik. Kalau masih ada yang ga senang juga, terus terang saya bingung kenapa. Wong saya aja kalo dengar teman2 saya dikirim tugas ke luar negeri, senang2 aja looh. Lah kalo memang performancenya bagus dan dengan itu dia menjadi lebih sejahtera, mengapa tidak? Bahagia dengan kebahagiaan orang lain itu baik. Kalau sirik dengan kebahagiaan orang lain, itu baru kenapa2 :p.

 

“Itu kenapa sih kamu sering buat status facebook ga penting gitu? Bahasanya aneh2 begitu? Mendingan kerja yang benerr, cari aktivitas yang lebih berguna.”

Naah ini masuk kategori sok tahu sebenarnya :D. Status fb penting ga penting itu dilihat dari mananya? Bagi saya, status ga penting itu adalah status caci maki, status alay, status porno, dan status SARA. Status saya, saya berani jamin, bebas dari unsur2 yang sebelumnya saya sebutkan tadi. Dan status saya itu sangat penting untuk menjalankan bisnis saya. Bagi anda mungkin tidak penting karena anda kan tidak menjalankan bisnisnya..anda tidak mengerti bisnis Oriflame itu apa. Anda pasti tidak tahu bahwa dengan status2 itulah saya merekrut orang lain, mengajarkan mereka tentang bisnis ini sehingga mereka pun memperoleh penghasilan tambahan dari sana. Bukankah itu bermanfaat? Saya berikan contoh saja untuk gampangnya. Kepada orang yang ga mampu anda bisa berikan ikan, tapi mau sampai kapan? Yang saya berikan ini pancing loh, dan saya ajarkan ybs untuk memancing agar dia bisa mandiri dan bisa mendapatkan ikan tanpa bantuan saya lagi. Sama dengan bisnis ini. Sip ya?

 

“Doyan banget sih pamer2 gaji di fb, di bb, buat apaa sih? Biar orang tahu ya kamu gajinya berapa?”

Bukan…bukan untuk pamer, terus terang. Tapi untuk promosi. Saya juga seorang karyawan kantor looh, dan saya ga pernah pajang2 gaji saya di fb atau bb. Habis buat apa.. Andai ada yang tergiur ingin melamar jadi pegawai di kantor saya, apa efeknya buat saya? Gak ada. Soalnya yang punya kantor kan bukan saya :D. Tapi kalau di Oriflame kan beda. Kalau saya pajang gaji baik di fb, di wa, atau di bb, somehow seseorang entah siapa dan dimana mungkin akan tergerak untuk join dengan saya. Ingin bergabung dengan jaringan saya karena berharap mampu mendapatkan penghasilan yang sama. Orang inilah yang akan saya rekrut dan saya ajarkan untuk sukses. Bila dia sukses, maka saya akan sukses. Gitu saja kok penjelasannya. Lagian, dijamin deh. Kalau anda bertemu saya, saya pastikan saya orangnya tidak sombong. Malah lebih culun dan cupu, diajak ngomong tentang brand terkenal banyak ga ngertinya :p. Ga gaullaah. So dont judge a book by its cover yaa.

 

“Tapi bisnis Oriflame itu kan bisnis piramida. Wajar gajimu tinggi soalnya kan kamu udah di atas. Udah duluan join. Jadi kerja keras downlinemu itu tuh yang kamu nikmatin.”

Astaghfirullah..mba mas sini deh. Kamu coba join dulu nanti kalau sudah akan saya tunjukkan berapa banyak orang2 yang sudah join Oriflame lebih dulu daripada saya tapi GAGAL. Sekarang ga mungkin saya sebutkan, soal kamu pasti ga kenal :D. Lagipula bisnis apapun pasti ada yang sukses, ada juga yang gagal. Tapi yang lebih terdengar gongnya tentu yang sukses. Lah wong gagal ngapain di”gong”kan segala? Dimana2 juga judul buku itu adalah “Kisah Sukses si A”, bukan “Kisah Gagal si A”. Di bisnis ini sama juga. Ada yang sukses, tapi banyak juga yang gagal. Di kantor saya aja oriflamersnya ga semuanya sukses kok. Ah kamu tuuuh, bikin gemes deh :).

 

“Tapi join Oriflame juga sekarang kayaknya percuma. Dimana2 sudah ada Oriflamers. Coba pikirkan, kalau  mereka terus merekrut lama2 penduduk Indonesia bisa jadi Oriflamers semua doong”

Iya bakal begitu kejadiannya sih kalo pertumbuhan Oriflamers sama cepatnya dengan pertumbuhan rakyat Indonesia wkwkwkwk. Jangan lupa bahwa disini parameternya ada banyak. Ada kecepatan pertumbuhan. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang sampai 300 jutaan dibandingkan dengan Oriflamers yang masih lom sampe 700 ribuan, keknya jauh banget yaa bedanya. Dengan kecepatan penambahan penduduk sekitar 10 ribu bayi per hari dibandingkan dengan Oriflamers yang sekian ratus per hari juga susah kekejar tuh sepertinya. Terus dari yang udah join aja biasanya lebih dari 50% bakal rontok setahun ke depan. Makin jauh ketinggalan toh? Jadi jangan lebay :p.

 

“Gaji segituan aja pake dipampang di fb, di bb. Cuma 50rb dipampang. Cuma 500rb pake diumumkan di fb.”

Gaji besar atau kecil itu relatif. Bagi anda kecil, belum tentu bagi yang lain juga kecil. Bagi anda, mungkin 300rb akan habis untuk makan 4 hari. Tapi jangan salah, bagi orang yang tinggal di pedalaman, 300rb itu besar sekali artinya. Bagi anda, gaji 1jt itu gak ada apa2nya dengan gaji kantor anda. Tapi kan tidak semua orang sekaya dan seberuntung anda.. Banyak loh ibu rumah tangga (IRT yaa, alias bukan wanita karir) yang seumur hidup tidak pernah merasakan memiliki penghasilan sendiri. Hanya bergantung dari yang dikasih suami. Jadi kita jangan sombong..

Lalu kenapa gaji kecil aja harus dipajang? Karena proses lebih penting ketimbang jumlah. Biar deh semua orang melihat perkembangan gaji saya dari bulan ke bulan. Dulu waktu gaji saya masih 157rb, saya yakin banget kok pasti ada yang menertawakan hehehe. Kalau sekarang sudah 7.5 jt, mungkin mereka sudah ga tertawa lagi. Atau mungkin masih menertawakan juga, ga tau deh saya, kebetulan cuek :p. Usaha yang dilakukan secara konsisten akan membuah hasil. Itu hikmah yang kami harapkan untuk dipetik oleh para pengamat. Tapi kalo para pengamat malah mengambil pesan moral yang berbeda yaa apa boleh buat. Yang penting tujuan kita bukan kesana. Tujuan kami selalu yang baik2 saja.

Mmm kayaknya sekian dulu deh, soalnya udah habis jam istirahat siang. Sampai ketemu di lain waktu yaa đŸ™‚

 

Advertisements