Posts Tagged ‘objek wisata di bukit tinggi’

Hari ketiga kami ke Bukit Tinggi. Ayah ingin menginap di The Hills, sebuah hotel lama yang katanya bisa melihat gunung langsung dari jendelanya. Kami pun akhirnya memesan 2 kamar disana. Saya review hotelnya dulu yaaa.

Hotelnya memang bangunan zaman Belanda. Ada poolnya juga, sayang waktu itu sedang dibersihkan jadi anak2 hanya sebentar memanfaatkan fasilitas ini. Sarapannya buffet dengan menu yang cukup lengkap, namun variasinya bila dibandingkan dengan hotel di Jakarta untuk harga serupa, akan lebih lengkap di Jakarta. Saat field trip tahun 2013, saya menginap di hotel sebelahnya, bernama Grand Rocky. Saya merasa hotel itu lebih cocok dengan saya, mungkin karena bangunan baru. Bahkan saya masih terbayang2 dengan menyenangkannya Aie Angek Cottage loh padahal ratenya bisa setengahnya hotel ini. Gagal move on tampaknya saya :D. Singkat kata, The Hills bagus kok, sayanya saja mungkin yang belum maksimal mereview.

the hills

Buka jendela, pemandangannya adalah gunung itu. Jangan tanya saya nama gunungnya yaa.

Jujur saja, liburan ini sudah mulai menguras tenaga saya. Mungkin karena selama ini kami liburan maksimal 2 malam 3 hari, sementara ini 3 malam 4 hari. Ditambah lagi full menggunakan mobil, jadi kondisi fisik saya mulai menurun. Selera makan saya juga mulai layu (*yang lain tampaknya sih masih lahap2 saja). Saya mulai mencari lauk dengan kuah2 bening dan banyak sayuran, namun agak sulit menemukannya disini.

Objek wisata yang kami kunjungi disini adalah Jam Gadang :D. Tapi mungkin karena habis Lebaran, komplek Jam Gadang kotor sekali. Banyak sampah, bahkan di beberapa tempat saya mencium bau pesing yang membuat kami ogah berlama2 disana. Suami mengabadikan foto Jam Gadang di malam hari sementara saya sudah pewe meluruskan punggung di kamar. Katanya sampai malampun banyak yang berjualan disana ^^.

Jam gadang di malam hari. Ramee.

Jam gadang di malam hari. Ramee.

Lalu esoknya kami makan Nasi Kapau di Pasar Ateh, di Uni Lies tepatnya. Kami jalan masuk ke dalam pasar, nah di tengah2 itu ada kumpulan penjual nasi kapau. Saya sukaaaa nih makan nasi kapau. Apa bedanya nasi kapau dengan nasi ramas? Nasi kapau ituu sepertinya kuahnya lebih asam dibanding nasi ramas ya. Ada yang cocok dengan rasanya, ada yang engga. Kalau saya sih suka2 saja. Sudah gitu yang unik adalah cara berjualannya. Si penjual berdiri di atas meja, memegang sendok extra panjang, lalu mengambilkan kami lauk2 dari berbagai macam panci2 besar yang mengelilinginya. Wajib coba nih Nasi Kapau kalau kesini.

Ha! Lauk yang melingkar besar tu namanya tembusu alias usus sapi isi telur. Itulah yang kami makan :D. Alif pun sukaaa, tandas sepiring.

Ha! Lauk yang melingkar besar tu namanya tembusu alias usus sapi isi telur. Itulah yang kami makan :D. Alif pun sukaaa, tandas sepiring.

Kelar itu kami mengunjungi Lembah Harau yaitu lembah yang terletak di antara 2 bukit. Wah panjang ceritanya kalau dijelaskan secara geologi. Eniwei, saya sudah pernah melihat Lembah Harau dari atas, saya baru tau ternyata bisa turun ke bawah pakai mobil. Maka kami turun ke lembahnya. Di lembahnya, ada kumpulan orang yang latihan trailing dengan motor. Sekelilingnya…lagi2 banyak sampah. Komplitlah sudah jengkelnya saya ini :p. Kami putuskan untuk pulang dan bermain di hotel saja.

Lembah Harau, dilihat dari atas. Baguuus.

Lembah Harau, dilihat dari atas. Baguuus.

Lembah Harau dari bawah. Banyak sampahnya... :(

Lembah Harau dari bawah. Banyak sampahnya… 😦

Besok paginya kami pulang kembali ke Pekanbaru. Singkat cerita, liburan ini yang berkesan bagi saya hanya di Maninjau dan Aie Angek Cottage. Sisanya yaa gitu deh. Kelihatannya salah timing hehehe jadi ketemu banyak sampah. Moga2 kali lain berkunjung ke Sumatra Barat, sudah bersih kembali ^^. Sampai jumpa di liburan berikutnyaaa.

Advertisements