Posts Tagged ‘liburan ke hongkong’

Berikut adalalah rincian pengeluaran perjalanan Macau-HongKong-Shenzen, dari tanggal 4 – 7 Oct 2010.

Kurs saat itu : 1 MOP = Rp 1.100,00 lalu 1 HKD = Rp 1.060,00 dan  1 Yuan = Rp 1.200,00. Pengeluaran tidak termasuk tiket karena harga tiket bervariasi. Kebetulan waktu gw, perginya rada mendadak sehingga dapat tiket lumayan mahal T-T

Sekedar info tambahan, gw membeli Octopus Card seharga 500 HKD yang rencananya akan digunakan untuk 2 hari tapi kenyataannya tidak perlu sebanyak itu. 250 HKD juga udah cukup kok karena Octopus ini hanya gw gunakan untuk transportasi via MTR dan beli makanan di 7-11.

Di bawah adalah itung2annya.

Pengeluaran di Macau (Senin, 4 Oct 2010)

Pengeluaran di Lantau Island (Selasa, 5 Oct 2010)

Pengeluaran di Shenzen (Rabu, 6 Oct, 2010)

Pengeluaran di Hong Kong Island (7-8 Oct 2010)

Total habisnya (tidak termasuk tiket) adalah Rp 4.513.109,-…bokek lagi dehhh :p

Advertisements

Aktivitas pagi ini diawali dengan sarapan di 7 Eleven dan membeli Octopus Card. Octopus Card adalah kartu semacam kartu Flash di Indonesia yang bisa digunakan untuk membayar tiket MTR (kereta Hongkong), belanja2 di minimart seperti Circle K dan 7 Eleven, bahkan untuk membeli tiket2 wisata di Hongkong. Octopus Card sangat amat membantu membuat segalanya menjadi lebih efektif karena itu gw sarankan barang ini adalah item yang kudu dibeli selama stay disana. Isi ulang Octopus Card bisa dilakukan di semua stasiun MTR dan minimart. Namun pembelian pertama dan penjualan kembali hanya bisa dilakukan di stasiun MTR bagian informasi.

Minimum pembelian Octopus Card adalah 150 HKD (udah termasuk deposit sebesar 50 HKD), namun waktu itu gw beli 500 HKD karena berasa bakal butuh banyak banget dan malas melakukan isi ulang. Target kita hari ini adalah mengunjungi objek wisata di Lantau Island, yaitu Ngong Ping Village – Tian Tan Budha dan Disneyland. Jam 10 baru kami berangkat dari City Econo Hostel ke Stasiun Tsim Tsa Tsui untuk naik MTR  ke Tung Chung.

Setelah sampai di loket Ngong Ping kami segera kasak-kusuk berempat berdiskusi mau naik apa. Jadi, pilihan untuk ke Ngong Ping Village itu ada beberapa macam. Bisa naik cable car atau naik bus. Cable carnya bisa yang kabin biasa atau kabin yang full kaca. Karena pengen nyobain semua, akhirnya kita memilih paket pergi naik kabin biasa dan pulang naik kabin full kaca, total kena 142 HKD. Antrian cukup lama, bisa 45 menit padahal ini hari Selasa loh! Palagi kalo wiken yaaak?

Akhirnya cable car kami datang dan sebelum berangkat kami dipotret dulu oleh petugasnya (sudah tentu nanti kalo mau ambil foto harus bayar), cheese..ee!! Eniwei untuk mengambil foto ini kita harus merogoh kocek sebesar 88 HKD T-T. Ini dia hasilnyaaaaa…!!

Ngong Ping Village, Hong Kong

Cable car pun berjalan melintasi bukit dan lembah, tinggiiiii sekali. Dan perjalanannya juga tidak hanya lurus mendatar saja tapi mendaki dan menurun. Hahahah kayaknya bagi yang phobia ketinggian bisa dag dig dug juga tuh. Dari cable car, Tian Tan Budha yaitu patung Budha duduk terbesar di dunia sudah bisa dilihat. Udaranya dingin berhembus waah jadi makin semangat nih!

Sampai di Ngong Ping Village kami langsung menuju ke loket Tian Tan Budha. Ternyata harus bayar tiket masuk lagi sodara2 seharga 23 HKD (ini bayar itu bayar L ). Udah gitu untuk ke Tian Tan Budha harus menapaki anak tangga sebanyak ratusan steps. Lumayan bikin pegel dan sesak napas apalagi buat gw yang ga pernah olahraga :p. Dari puncak Tian Tan Budha kita bisa melihat Lantau Island. Waah suasanya bener2 mirip Bedugul kecintaanku. Awan rasanya dekat, dingin2 adem, ada hujan rintik sedikit, patung dimana2, tinggal tambah naga beterbangan kayaknya klop banget tuh!!

Puas berfoto kami segera turun. Turun jelas lebih menyenangkan daripada naik, heheh. Ternyata 23 HKD tiket masuk tadi udah termasuk makan siang fried noodles, dimsum, dan 1 softdrink. Iyaooo ga jadi sebel deh :D. Kami segera menuju Po Lin Monestary, kantin tempat lunch disediakan. Dimsumnya enak euy palagi yang isi nenas tapi fried noodlesnya bener2 ga bikin selera L. Makanan yang dihidangkan semuanya vegetarian soalnya ini lokasinya para biksu. Menuju pulang kami kembali melewati Ngong Ping Village yang di kiri kanannya penuh dengan kios2 menarik. Sayang waktu kami terbatas dan hanya bisa singgah di kios sumpit. Disana dipajang sumpit yang harganya perbiji bisa sampai 200 rebu (heh!) dan bagaimana cara mengetahui jenis sumpit yang berkualitas. Rasanya Ngong Ping ini harusnya dijelajahi seharian, bukan hanya 3-4 jam karena begitu banyak tempat menarik dan cuacanya yang mendukung.

 

Terlena2 dengan Ngong Ping, kami segera tersadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 3 sore!! Wah pa kabar Disneyland neeh? Berlari2 pulang, kami segera naik cable car lagi tapi kali ini yang full kaca. Wah cable car ini benar2 lebih worth it soal kaki kita tampak seperti melayang2 di atas lembah. Langsung deh kita foto2 narsis di lantai kacanya. Yeee kapan lagi nyoba naik cable car begonoan? Turun dari  sana kami langsung ke stasiun untuk naik MTR ke Disneyland. Untungnya tiket Disneyland sudah dibeli di City Econo. Dari yang harganya 350 HKD dapat diskon 10 HKD, udah gitu jadi ga perlu ngantri beli tiket lagi deh di Disneylandnya.

Namun sayang beribu sayang, kenyataannya gw jauh lebih menyenangi berada di Ngong Ping daripada Disneyland. Itu karena- sekali lagi- gw adalah penggemar wahana yang mendebarkan sementara wahana yang berada disana kan model2 komidi putar, poci putar, gajah putar, omigosh itu bukan gw bangeet. Dan gw juga ga gitu2 demen foto sama anggota kartun Walt Disney. Tapi itu gw loh ya. Temen gw si Elsa..wah kayak ketemu ma artis idola aj kelakuannya :p. Foto sama Minnie, foto sama Mickey, foto sama Pluto, foto juga sama si Gufi. Memanglah lain orang lain kesukaannya :p.

Satu2nya wahana mendebarkan yang gw temuin disini adalah Space Mountain-Ghost Galaxy di Tomorrow Land yaitu jetcoaster yang dijalankan di ruangan yang gelap. Lumayan bikin kepala pusing tapi serulaaah hehehe. Selain itu kami juga menyempatkan pergi ke Demon Jungle, semacam rumah hantu gitu. Sejak dulu gw emang paling takut ma yang namanya hantu jadi sukses gw memilih barisan paling belakang, mencengkram bahu Elsa kuat2 dan berteriak2 histeris, hehehe noraak. Tepat jam 8 malam ada kembang api di depan Castle Fantasy Land. Atraksi ini lumayan seru tapi menurut gw tidak perlu ditunggu begitu rupa. Misal nih jam 5 sore udah puas main2 di Disneyland dan mau bela2in nunggu 3 jam buat nonton kembang apinya? Pilihan itu tampak kurang begitu bijaksana.

Secara umum, gw lebih menyukai Dunia Fantasi Jakarta daripada Disneyland tapi Disneyland tetap memiliki kelebihan tersendiri. Konsep Disneyland ini jelas, semuanya dihias ala Walt Disney. Mpe MTR yang ke arah Disneyland aj udah so Disney banget. Selain itu souvenir shopnya sangat menarik. Ada begitu banyak barang lucu juga magnet kulkas kesukaan gw nongol disana. Kami pulang sekitar jam 10 malam dan ini adalah kepulangan kami yang paling cepat dibandingkan hari2 lainnya J.

Lesson and Learn :

Bila ingin menghabiskan waktu seharian untuk mengunjungi Ngong Ping Village dan Disneyland, berangkatlah sejak jam 7 pagi.

*Foto diambil dari kamera Febrie, Elsa, dan Dika

Related posts : Apa Saja Persiapannya?, Macau-Pesona Kota Judi (Senin, 4 Oct 2010), Shenzen-Wanna Stay Longeer!! (Rabu, 6 Oct 2010), Hong Kong : So Much Fun and Memorable (Kamis, 7 Oct 2010), Rincian Pengeluaran Macau-HK-Shenzen Trip (Oct, 2010)

Perjalanan ini gw tempuh bersama 3 orang teman lainnya, yg sebelumnya gw rayu2, gw bujuk2, mpe sedikit intimidasi, hahahah soal ga bakal diijinin pergi ma suami kalo cuma sendiri. Walhasil terkumpul 4 orang yaitu gw, Elsa si maniak foto dan si kaki cepat, Dika si Non Panik dan Terencana, serta Agung-satu2nya cowok yang kita andalin buat melindungi ce2 centil ini :p

Untuk penginapan, Dika sudah memesan lebih dulu secara online. Pilihan penginapan merujuk pada buku panduan dan resume dari para blogger. Kita juga sibuk tanya teman2 yang baru pulang liburan dari sana, dengan maksud jangan sampai tersesat. Kan sayang waktu disana cuma sedikit :D.

Barang2 yang kudu dipersiapkan standar aj sebenarnya yaitu paspor, VISA ke China (bisa urus sbelumnya disini atau langsung urus pas tiba di Shenzen, China), tiket PP, uang dalam berbagai mata uang (atau bawa USD aj kalo ga mau ribet, ntar tukar disana), pakaian2, tas2 buat oleh2 (wkwkwkwk), HP-carger-dan adaptor (secara disana colokannya 3 lubang, bukan 2 lubang kayak di Indonesia), kamera dan cargernya, buku panduan perjalanan, peta Macau or Peta HongKong, dan tas selempang ukuran kecil (membantu buat taruh dompet, HP, kamera-jadi ga perlu gotong ransel kemana2).

Sebelum berangkat kita udah buat schedule sih selama 4 hari itu mau ngapain aj dan Alhamdulillah 95% terpenuhi, heheeh. Jadi liburan kali ini berasa puaaas banget soal bisa ngunjungi semua kecuali Splendid China di Shenzen itu T-T.

Apa aj sih buku panduan yang bisa digunakan? Ada 2 buku yang gw pakai. Yang pertama adalah “Rp 2 Juta Keliling Macau-HongKong-Shenzen”. Kenyataannya 2 juta ini kayaknya sudahlah tercapai. Bisa sih tapi ya ga bisa ke banyak tempat wisata. Oleh2 juga hanya seadanya. Tapi buku ini menurut gw recommended J. Yang kedua adalah “Budget Traveling : Hong Kong”. Buku ini sangat membantu pas di Hong Kongnya karena uraiannya sangat lengkap. Petunjuk menggunakan MTR juga ada disana. Kedua buku ini dapat ditemukan dengan mudah di Gramedia atau internet.

Ini adalah info tempat wisata di HongKong dan Shenzen. Untuk info tempat wisata Macau, silakan lihat di posting Macau – Pesona Kota Judi.

Info Tempat Wisata di HongKong dan Shenzen

So..happy traveling, guys 😀

Macau-HK-Shenzen Trip

Elsa yang memakai jilbab, Agung sudah jelas yang mana, Dika yang berambut pendek, dan sisanya adalah Febrie (gw)

Related posts : Macau-Pesona Kota Judi (Senin, 4 Oct 2010), Lantau Island yang Menawan (Selasa, 5 oct 2010), Shenzen-Wanna Stay Longeer!! (Rabu, 6 Oct 2010), Hong Kong : So Much Fun and Memorable (Kamis, 7 Oct 2010), Rincian Pengeluaran Macau-HongKong-Shenzen (Oct, 2010)

*Foto diambil dari kamera Febrie, Elsa, dan Dika.

Pagi ini, dari Moslem Hotel kita segera menuju Luo Hu station menggunakan taksi. Hari ini kita akan ke Hong Kong Island, namun harus singgah dulu ke Jordan, Kowloon sebentar buat ambil titipan tas di City Econo Guest House. Duh, untuuung aj bisa nitipin tas yak, ga kebayang deh kalo mesti manggul baju dan seabreg oleh2 itu, bisa2 perjalanan yang menyenangkan akan berubah muram, wkwkwk. Setelah mengambil tas, kita pun segera tancap ke Fortress Hill, menuju Yes Inn Hostel – tempat kita menginap malam ini. Kamar di Yes Inn cukup nyaman dan emang lebih lucu secara warna, tapi harganya lebih mahaaal, dan juga lebih suempiit. Bisa2nya pemilih hostel memancangkan tali buat gantung baju di atas ranjang tidur :(.

Setelah cek-in kita segera cabcus. Tujuan berikut kita adalah ke Victoria Peak, mau naik Peak Tram dan mengunjungi si Nenek Tussaud, heheheh. Tidak seperti City Econo yang deket banget ma stasiun MTR, Yes Inn lokasinya agak jauh dari stasiun jadi lumayan ngebut juga nih kaki. Kita segera naik MTR ke Central. Sampai di Central, kita pun jalan kaki sekitar 10 menit bagi si kaki cepat atau 15 menit bagi si kaki standard, ke loket Peak Tramnya. Ada mendaki juga 5 menitan tapi kalo hati udah senang mah jabanin aj :D.

Sampai di loket, kita pun membeli tiket Combo yaitu tiket naik Peak Tram dan Madam Tussaud, bayarnya mesti cash atau by credit card. Jadi Octopus ga diterima disini. Naik Peak Tram lumayan menyenangkan, miringnya mpe 30º, seperti naik perahunya Niagara Dufan yang pas pendakian. Jadi badan kita agak2 doyong ke belakang gitu. Pantes aj posisi duduknya ga ada yang hadap2an, lah kalo hadap2an mesti ambrol ke depan, hahahaha. Sampai di sana kita jalan2. Fiuuuh udara dingin berhembus and I like this very much. Gedung2 di Hong Kong Island terlihat jelas, indah deh, apalagi waktu malam yaaa mesti lampunya bersinar2.

Walo indah, perut tetap lebih penting. Jam udah menunjukkan pukul 1 siang jadi kita segera menuju ke Burger King dilanjutkan ke Madam Tussaud. Ada lebih dari 200 patung tersebar di Madam Tussaud mulai dari artis Cina, artis dunia, tokoh politik, olahragawan, dll. Terus terang bagi gw yang ga gitu addict nonton TV, hanya secuil dari patung2 disini yang gw kenali. Palagi artis Cina, weuee…have no idea!! Tapi patungnya sendiri emang bagus, mirip dengan aslinya jadi gw ambil foto2 juga deegh, heheheheh.

Keluar dari sana, kita otomatis akan melewati Souvenir Shop, ohoooy…ada banyak barang2 lucu khas Madam Tussaud disini. Dan ternyata di lantai bawah juga banyak kios2 yang menjual oleh2 khas Cina, yaitu baju Cina, kaos Hong Kong, magnet, gantungan kunci, dll. Bagi yang tidak sempat belanja oleh2 di Mongkok, bisa beli disini karena setelah gw bandingkan harganya sama2 aj, plus kualitas magnetnya juga lebih bagus :D.

Selesai dari Victoria Peak kita segera menuju ke Tsim Tsa Tsui by MTR, tepatnya ke Avenue of The Star, namun sebelumnya kita mampir dulu di Causeway Bay untuk membeli barang titipan teman. Di Avenue of The Star ini kita bisa melihat Sympony of Light (SoL) yang dipertunjukkan setiap jam 8 malam. Apa itu SoL? SoL adalah permainan cahaya lampu laser dari gedung2 tinggi di Hong Kong, tentu saja disertai dengam musik yang membahana. Lama acara ini sekitar 15 menit, kereeen, jangan sampai terlewatkan soalnya gretongan, wkwkwk. Sungguh deh, Hong Kong benar2 memikirkan cara apa saja yang bisa menghibur penduduk dan para wisatawannya.

Begitu SoL selesai, para wisatawan termasuk gw sibuk ambil2 foto dengan background cahaya lampu gedung2 tinggi di Hong Kong. Namun sekeras apapun kamera berusaha dan secanggih apapun gaya si pengambil foto, hasilnya tetep aj ga maksimal. Selidik punya selidik, ternyata cukup berjalan sekitar 3 menit saja dari sana sudah ada kameramen yang bisa dibayar untuk mengambil foto kita, mulai dari ukuran 2R sampai 10R. Weleeh, emang hasil fotonya beda yaaa :p. Berkat tangannya, kemunculan gw disini bisa terabadikan dengan baik, giyahahaha :D.

Jam udah menunjukkan hampir pukul setengah 10 malam, kita pun segera cabut untuk mengunjungi Ladies Market di Mongkok. Kenapa sih kok ngebet banget pengen ke tempat ini? Karena tempat ini dikenal sebagai pasar yang menjual oleh2 dengan harga yang murah, namun harus pandai nawar. Agak telat sebenarnya kita datang kesana, tapi daripada ga?? Dengan MTR kita pun segera menuju Mongkok. Jalan sedikit, sampai deh ke Ladies Market. Keliling sana sini, gw menemukan bahwa untuk oleh2 seperti gantungan kunci dan magnet, kualitasnya lebih bagus di kios2 Madam Tussaud. Kalau untuk baju2 dan sepatu boot, lebih murah di Dongmen Pedestrian. Tapi disini gw menemukan kaos Hong Kong dengan kualitas rada bagusan, karena bordiran dan kainnya rada tebel. Harganya 50 HKD/buah (kaos biasa kan harganya 100 HKD per 3 buah) dan sepanjang gw liat2 mungkin hanya kios ini yang jual :D. Kita berada disana mpe Ladies Marketnya tutup, yaitu jam 11 malam, baru balik ke hostel.

Besoknya, dengan menumpang bus double decker gw pun pulang ke Jakarta via Mandala. 4 hari full gw bersama 3 orang teman lainnya berada di sini. Capek iya, kangen keluarga iya, kangen kerjaan kantor….jelas enggak!, tapi rasa puas jalan2 dan semua pengalaman baru yang gw dapatkan benar2 berharga. Ntar kalo Alif dah gedean, gw ajak kesini ah 😀

Related posts : Apa Saja Persiapannya?, Macau-Pesona Kota Judi (Senin, 4 Oct 2010), Lantau Island yang Menawan (Selasa, 5 Oct 2010), Shenzen-Wanna Stay Longeer!! (Rabu, 6 Oct 2010), Rincian Pengeluaran Macau-HK-Shenzen Trip (Oct, 2010)