Posts Tagged ‘kemping di ranca upas’

Seperti biasa, kalau ortu datang ke Depok maka jadwal liburan harus segera disusun. Kali ini kami ingin mencoba liburan yang berbeda dari biasanya. Sepertinya kemping sekeluarga oke tuuh ๐Ÿ˜€ :D. Dimanaaa gitu yaa kemping yang menarik tapi ga semahal Tanakita, Sukabumi yang dulu pernah saya inapi. Terpilihlah Ranca Upas Ciwidey, Bandung :D. Dilihat dari ulasan blogger lainnya, tampak sangat menarik. Saya utarakan opsi ini ke keluarga dan semuanya setuju.

Karena cuti tahun ini udah habis (malah minus), akhirnya liburan kali ini memakai hari weekend. Yang berangkat ada 8 orang yaitu saya, suami, Alif, papa, mama, dan ipar beserta 2 anaknya. Tadinya mau ajak adik saya dan suami tapi ga jadi berhubung pas2an dengan Hari ABRI. Sudah saya koar2kan kalau kemping kali ini benar2 menenda loooh, jadi harus lengkap persiapannya. Maka kami pun membawa banyak baju, bantal, bedcover, makanan sampai mobil rasanya sesak banget ๐Ÿ˜€

Efek kepagian. Muka masih kaku.

Efek kepagian. Muka masih kaku.

Contact person di Ranca Upas sendiri ada beberapa orang. Beda orang beda pula harganya. Karena tidak punya tenda, kami bermaksud untuk booking tenda sewaan. CP pertama yang saya kontak menginfokan bahwa tenda kecil (kapasitas 4-5 orang) harganya 350rb. Tenda besar (kapasitas 10 orang) juga harganya 350rb. Heeeh?? Ukurannya beda kok harganya samaa? Akhirnya doi revisi deh —> tenda kecil harganya 250rb. Karena kurang sreg dengan plin plannya, akhirnya saya hubungi CP kedua yang bernama Pak Ecep. Pak Ecep bilang, tenda besar 350rb belum termasuk matras dan sleeping bag. Sementara tenda kecil harganya 200rb tapi sudah termasuk matras dan sleeping bag. Tung itung itung, kami putuskan untuk menyewa 3 tenda kecil.

Besoknya kami berangkat jam 7 pagi. Menuju Ciwidey itu akan melewati Soreang dan itu onde mandeeeh, rancak banaa macetnya! Kami sampai di Ranca Upas jam 11-an. Udaranya panas, pun saya lihat Ranca Upas tidaklah seindah yang di foto2 google. Iiikh, sedih deh rasanya. Jadi merasa tertipu karena terlanjur percaya dengan foto T-T. Jadi ceritanya saya kecewa :(. Udah gitu, bayangan saya danaunya seluas yang di Bedugul, Bali. Ternyata kecil saja :D. Mungkin juga saya yang terlalu over expected yaa. Tambahan, ada yang mengadakan acara dangdutan pula. Musiknya keras :O, saya makin ilfil huhuhu. Pada hari itu juga disana ada mahasiswa2 OSPEK entah dari Universitas mana. Jadi musholanya rame banget. Lokasi tenda ada beberapa. Bisa di danau, di dekat mushola, di dekat pusat informasi dan yang jauh di belakaaang. Kami memilih yang di dekat danau.

Danau di Ranca Upas, Ciwidey (no edit, no filter :p)

Danau di Ranca Upas, Ciwidey (no edit, no filter :p). Yang edit dan filter bisa dicari di mbah google. Kesan pertama ketemu danau ini? Sedih :(. Kesan berikutnya? Lanjut baca yaaa.

Untuk tenda, dipasangkan oleh tim Ranca Upas. Selagi memasang tenda, kami keluar dan pergi ke Kawah Putih yang kebetulan berseberangan persis dengan Ranca Upas. Papa dan ipar belum pernah nih ke Kawah Putih ๐Ÿ˜€ jadi saya mau memperlihatkan betapa indahnya tempat ini. Maka naik mobillah kami ke sana dan betapa kagetnya kami mendapati kenyataan bahwa untuk masuk mobil sampai ke atas saja bayarnya 150rb looh. Ditambah penumpang 8 orang, total biayanya hampir 250rb (mungkin juga karena ini wiken). Mahalnyaaaa, dulu tahun 2010 berdelapan cuma 96rb *_*. Bisa sih kalau mobilnya parkir di bawah tapi untuk jalan kaki ke atas itu jauhnya 5km. Bisa juga pakai angkot sih tapi 1 orang kena 30rb. Loh kok mahaaalll yaa dan memangnya sejauh 5 km yaa? Sudah 5 tahun saya ga kesana, jadi agak lupa juga. Akhirnya kami tetap memutuskan bawa mobil ke atas.

Nah maka naiklah mobil ke atas. Ternyataaa…jalannya sekarang udah bagus banget. Dibuat melingkar2 bukit, di kanan kiri ada pohon minyak kayu putih yang bentuknya seperti tiang listrik. Indah sekali deh, udaranya juga segaarrrr banget. Bayangkan yaa, sementara di Sumatra saudara kita harus menghirup asap yang sudah berlangsung selama 2 bulan (masa ini adalah kabut asap terparah di Sumatra dalam kurun 17 tahun), di sini nih, udaranya begitu segar dan bersih. Sungguh kita harus bersyukur. Sampai di atas, tempat parkirannya luas dan bagus. Sudah ada mushola dan kantor pusat informasi. Warung2 yang dulu mangkal sudah ga ada lagi. Istilahnya lebih rapi dan terawatlah :D. Sudah ada orang2 yang menjual masker juga. Tapi tetep, 150rb menurut saya kemahalan hahahaha.

Hari itu cuaca cerah sekali. Kawah Putih benar2 bersih dari kabut dan asap. Bau belerang pun tidak kentara, Kalau melihat kawah ini rasanya seperti berada di dunia lain yaa, karena benar2 cantik. Banyak tukang fotonya. Papa dan Mama mengabadikan beberapa foto postwed :D. Di dekat Kawah kan ada hutan tuh, yang batangnya warna hitam pekat. Itu namanya Pohon Cantigi. Nah di Hutan itu sudah ada jalan setapak walau tidak panjang, agar wisatawan bisa jalan2 dan berfoto disana. Benar2 makin tertata deh. Juga ada saung, di dalamnya ada seorang Kakek yang memainkan kecapi. Betah banget disana lama2. Beda banget kerapiannya dengan dulu yaa.

Turunan menuju Kawah Putih

Turunan menuju Kawah Putih. Foto Kawah Putihnya sendiri seperti apa, monggo digoogling. Semua gambar di Google yang cantik2 itu, yang cakep2 itu, yang edit dan filter itu kali ini beneran nyata memang seperti itu indahnya. Saya malas upload foto saya soalnya ga seperti aslinya ahahaha

Kami keluar dari sana karena cuaca makin gelap (padahal masih jam setengah 3 sore). Kami turun untuk mencari makan siang. Pas keluar dari gerbang Kawah Putih, kita lihat papan bertuliskan EmTe Highland Resort. Baru keknya nih, tahun 2011 dulu gak ada deh perasaan. Ada cottage, restaurant, camp ground, pemandian air panas, dll. Tapi RESTAURANTnya itu loh yang menarik mata :D. Akhirnya kami masuk deh kesana. Naaaah, resort ini kalau dari mata saya yang numpang makan, amat sangat bersih dan rapi. Ga rame, musholanya bersih dan cukup besar, kamar mandinya bersih, rumput2nya juga hijau dan rapih, pemandian air panasnya gatau deh kenapa kok airnya warna coklat (tapi bersih kok), dan restaurantnya menghadap danau dan sawah ^^. Sukaaakkkkk banget makan disini.

Makan sambil lihat pemandangan begini ^^. Udaranya sejuk. Subhanallah bangettt

Makan sambil lihat pemandangan begini ^^. Udaranya sejuk. Subhanallah bangettt

Makanannya pun enak2, kisaran 20-30 ribuan. Nah untuk yang makan disini, sambalnya itu sambel strawberry loh yaa jadi rasanya manis. Kalau ga suka, minta aja sambel yang pedas. Makan ber 8, total damagenya 450rb (udah termasuk 20 buah otak-otak). Setelah makan, anak2 main perahu angsaย di danau. Juga ayunan dan jungkat jungkit. Enak bangetlah tempatnya. Bagi yang ingin menginap di Ciwidey namun bukan kemping, sepertinya resort ini patut dicoba :D.

emte2

Selesai makan sekitar jam 5 sore, kami pun segera kembali ke Ranca Upas.

——-bersambung——–