Posts Tagged ‘itinerary belitung’

Pada akhir April, gw en suami berencana untuk menjajal tanah Belitung. Tadinya gw sempat ga semangat karena kami cuma berdua dan wisatanya pun kebanyakan wisata pantai. Takut bosan di tempat, tapi ternyata syak wasangka gw salah sama sekali. Belitung itu cocok dikunjungi oleh pasangan, untuk bareng sama teman-teman, maupun sendirian.

Berhubung cuma berdua, untuk menghemat pengeluaran kita ga menggunakan jasa tour & travel. Kita putuskan untuk menyewa mobil saja lengkap ma drivernya. Driver ini menjadi penting bukan karena kita malas nyetir ya..(Belitung gitu loh, bukan Jakarta) tapi lebih kepada peran gandanya nanti sebagai guide. Yah, apalah artinya mengunjungi tempat indah kalau tidak tahu apa maknanya? Seperti kata pepatah ciptaan gw sendiri : The beauty of a journey is what you see outside and what you know inside.

Info tentang guide sekaligus driver kami peroleh dari teman kantor. Tersebutlah nama Pak Buyung, seorang berdarah Padang namun tinggal lama di Belitung. Tak dinyana, ternyata beliau adalah pemilik dari tour & travel Pantai Timah sekaligus hotel Pantai Timah yang sedang dibangun. Itinerary rancangan gw yang gw pikir udah lumayan padat, ditambahin lagi olehnya sehingga semakin banyak saja tempat2 yang bisa kami kunjungi. And lucky us, selama di-guide oleh Pak Buyung kami mendapat banyak diskon. Loh kok bisaaa, gimana ceritanya?

Sudah menjadi rahasia umum kalau pihak travel menjalin kerja sama dengan hotel/tempat wisata/souvenir dan oleh2. Sebut saja nama travelnya adalah travel A. Jika travel A membawa tamunya menginap di hotel X, maka harga kamar yang berlaku di hotel X akan didiskon (sebut saja) 20% dimana uang tamu sebesar 20% itu akan menjadi komisi bagi si travel A. Namun oleh Pak Buyung, komisi berupa potongan harga itu tidak diambilnya tetapi dikembalikan lagi kepada tamunya. Kalau tamunya cuma 2 orang mah ga gitu ngefek ya 20%-nya. Tapi kalau tamunya rombongan company gathering sebanyak 50 orang? Silakan itung sendiri. Bagi para backpacker yang kesulitan keuangan, Pak Buyung juga ikhlas bila rumahnya ditumpangi. Jangan takut rumahnya ga nyaman karena rumah beliau lebih buesaaar dari rumah gw sendiri (jadi malu eke). Yang berminat silakan hubungi Pak Buyung (081-36-7799-714), moga2 no-nya masih sama :p.

Singkat cerita, inilah itinerary dari perjalanan kami.

Bandara di Pulau Belitung ada di kota Tanjung Pandan. Ada 2 maskapai yang melayani rute ini dari Jakarta yaitu Sriwijaya dan Batavia. Batavia hanya 1x penerbangan sementara Sriwijaya 3x penerbangan. Harga tiket di hari kerja berkisar dari 300-450 rbu untuk 1x penerbangan. Jika weekend menjadi 500-600rb. Jika sudah musim liburan atau hari besar bisa lebih dari 1 juta. Termasuk mahal karena lama perjalanan hanya 45 menit. Bandingkan dengan tiket Jakarta-Jogja dengan waktu tempuh yang sama. Semoga saja tahun depan semakin banyak maskapai yang melayani rute ini sehinggai harganya akan lebih bersaing. Belitung Selatan belum sempat kami kunjungi padahal konon keelokannya sama dengan Belitung Barat. Bila ingin mengeliling pulau ini dengan lengkap, datanglah dengan penerbangan pagi, dan minimal pulanglah lusanya dengan penerbangan malam.

Ada lumayan banyak penginapan disini mulai dari homestay sampai hotel bintang 4. Untuk hotel kebanyakan pemiliknya adalah Chinese dan pengusaha dari Jakarta. Waktu datang, hotel Aston setinggi 8 lantai sedang dalam tahap pembangunan. Kebanyakan hotel ga punya website jadi susah kalo mau liat fasilitas dan rate kamarnya, harus telvon langsung. Untuk info no telv penginapan di Belitung, silakan lihat di blog ini.

Kami sendiri menginap di Jl Pattimura tepatnya di Hotel Pondok Impian 2, Executive Room. Luas kamarnya sekitar 30 m2, AC, TV, kamar mandi dalam dengan air panas dan sarapan pagi 1x untuk 2 orang. Fasilitas lainnya adalah karaoke, meja bilyar, dan laundry juga dengan harga yang tidak mahal. Tidak ada kolam renang. Untuk semua itu rate-nya adalah 375 rbu namun kami cukup membayar 300 rbu saja karena diskon yang saya sebut di atas tadi :D. Menu sarapan tidak banyak, opsinya hanya mie rebus instan/mie goreng instan/nasi goreng. Hotel ini menghadap ke pantai walaupun pantainya tidak terlalu bagus tapi karena suasananya enak jadi tidak begitu ngefek. Hotel yang lain juga tidak kalah bagusnya. Di sepanjang jalan ini ada hotel Grand Pelangi, Hotel Bahamas, Hotel Pondok Impian 1, dan hotel2 lain yang sedang dalam tahap pembangunan.

*wah, kebanyakan masang foto hotel, ntar disangka promosi lagi :p.

Jalanan di Belitung tidak ramai, hingga nyaman saja rasanya jika kita matikan AC dan menikmati anginnya. Penduduknya sekitar 200 ribuan orang dan kriminalitas mendekati 0. Tampak banyak pembangunan di sana sini, sepertinya Laskar Pelangi membuat kota ini semakin berbenah :). Sampah?? Tidak ada, dan bagi kamu yang datang kesini, jangan sampai membuat sampah ya! Orang2nya ramah dan sopan. Belitung paling nyaman didatangi di bulan Mei – Oktober. Selain itu adalah musim hujan, apalagi kalau sudah dekat Imlek. Must bring item? KAMERA, SUNBLOCK, dan KACAMATA HITAM BUAT GEGAYAAN :p.

Di bawah ini garis besar pengeluaran kami. Karena cuma berdua jadi jatuhnya rada mahal. Jika anda datang berombongan, gw sarankan memakai travel karena jatuhnya bisa lebih murah. Tapi kalau kurang dari 5 orang, sewa mobil+driver aj biar lebih nyaman. Motor bisa digunakan untuk keliling kota Tanjung Pandan. Tapi jangan gunakan motor untuk datang ke pantai2 tersebut karena percayalah, itu…sangat…jauh…

  • Tiket pesawat PP Sriwijaya Air untuk 2 orang : Rp 1.880.000,-. Karena kami berangkat di hari kerja jadi jatuhnya lebih murah deh.
  • Penginapan di Pondok Impian 2 selama 2 malam+laundry = Rp 635.000,-. Harga asli per malam sebenarnya 375 rb tapi karena ada diskon dari Pak Buyung menjadi hanya 300rb. Terus kita ngelaundry disana, lumayan banyak juga, ada 6-7 pieces. Kena 35rb.
  • Sewa mobil Avanza+driver selama 2.5 hari : Rp 700.000,-. Sebenarnya harga sewa mobil+driver 350rb/hari. Kebetulan pas hari kepulangan, pesawatnya jam 11 siang jadi kami minta diantar wisata kuliner dan beli oleh2, baru deh ke bandara. Kami pikir kenanya menjadi (350rb x 2.5 hari)+tips tapi ternyata Pak Buyung hanya mau menerima Rp 700.000,- saja. Sisa uang kami dikembalikan deh. Katanya,”Kalau anak buah saya yang antar gpp, Mas Mbak. Tapi ini saya sendiri yang antar, jadi tidak usahlah dilebih2kan begini. Tidak enak saya.” Hiiiiih..tengsin!! Tengsin tapi lucky. Lucky tapi tengsin :p. Terima kasih ya Pak Buyung, semoga usahanya makin maju jaya!.
  • Bensin : Rp 200.000,-. Di Belitung kalau ga salah bensin dipasok 2x yaitu pagi dan sore. Kadang di Tanjung Pandan, bensin cepat sekali habis. Mobil2 pada mengantri di pom bensin. Jadi kebanyakan kami beli ketengan. Lalu lintas Belitung termasuk sepi, dalam jarak pandang sepertinya hanya mobil kami yang lewat (apa krn work-days ya?) sehingga kecepatan mobil stabil di 80 km/jam.
  • Sewa perahu untuk hopping island : Rp 350.000,- Sebenarnya ada biaya sewa peralatan snorkeling juga tapi kami digratisin oleh Pak Buyung. Again.. *mesem2
  • Sisanya adalah wisata kuliner dan beli oleh2. Wisata kuliner akan dibahas sendiri sementara oleh2 yang bukan makanan bisa dibeli di Galeri KUMKM. Galeri ini mengumpulkan semua kerajinan dari Belitung. Lumayanlah *wink

So? Let’s visit Belitung!

Advertisements