Seminar STIFIn 1 (Sensing, Thinking, Insting, Feeling, Intuiting)

Posted: March 28, 2016 in Rupa-Rupi, Tumbuh Kembang Anak

Tersebutlah pada suatu hari saya melihat banner ini. Seminar STIFIN yang salah satu pembicaranya adalah Meuthia Rizki. Meuthia Rizki yang saya tahu adalah seorang Oriflamers  (upline saya paling atassss banget). Tapi berhubung ybs sudah sukses disana, sekarang ia mau mencoba profesi lain yaitu sebagai seorang motivator. Profesi ini dipilihnya karena ia menyadari ternyata dirinya adalah orang yang suka “tampil”, ndilalah pas dites STIFIn ternyata ybs masuk ketegori Sensing yang memang doyan tampil. Begitu katanya di FBnya. Jadi ceritanya saya kepo, apa sih STIFIn? Berguna ga ya bagi anak saya? :D.

FB_IMG_1457869601715

Langsung aja nih loncat cerita ke seminarnya ya. Sebelum seminar, peserta akan discan dulu 10 sidik jari tangannya. Lalu akan mengikuti seminar, baru deh dijelaskan hasil scan sidik jarinya. Secara umum seminarnya masuk kategori “cukup”, namapun juga ini seminar pertamanya terkait ilmu STIFIn. MCnya diambil dari aktor standing comedy Bandung yang kocaaaak banget. Dalam seminar ini, Meuthia bekerja sama dengan ASAN, anaknya Jamil Azzaini yang sudah lebih dulu terkenal sebagai motivator dengan ilmu “sukses mulia” nya. Kalau teman2 sering mengikuti acara motivasi, biasanya tahu nama tersebut :).

Baru muncul, Meuthia langsung bertanya. “Siapa disini yang pas waktu SMA dulu memilih jurusan, terus pas kuliah ambil jurusan yang sesuai dengan waktu SMA, lalu pas bekerja mengambil profesi yang sesuai saat kuliah dan sampai sekarang berasa cinta matiiiii sama pekerjaannya sampai mau mengerjakan itu sampai tua. Siapaa? Ayoo ngacuung!” (*e terus ga ada yang ngacung bahahaha. Yah saya akui jurusan SMA-kuliah-profesi saya masih cocok sih sampai sekarang tapi kalau dibilang cinta mati, yaaaa enggak juga. Lebih tepat dibilang “menjalani saja” :p).

Lalu Meuthia bercerita bahwa dulu saat SMA ia memilih jurusan IPA (*padahal harusnya Bahasa. Dia ga mau masuk Bahasa soal zaman dulu jurusan Bahasa terkenal dengan “bego”nya). Tapi ternyata otaknya ga sanggup. Di tiap praktikum belek2 hewan, Meuthia selalu bayar orang. Nilai Matematika 5. Didatangin guru les privatpun, mentok2 jadi nilai 6. Udah gitu lulus kerja jadi sekretaris. Asli menderita bawaannya pengen pulang. Lalu nyoba trading saham, e gak cocok juga. Sampai akhirnya nyemplung di Oriflame, eh lumayan cocok. Suksesss, bisa dapat gaji di atas 100jt, sekarang nyoba profesi sebagai motivator demi menyalurkan keinginannya yang suka tampil, sesuai hasil tes STIFInnya. Kesimpulan, setelah 12 tahun ganti2 profesi, Meuthia baru menemukan pekerjaan yang sesuai minat bakatnya di umur 34 tahun. Kenapa harus selama ituuu? “Coba kalau tahu minat bakat dari awal, kan gw langsung pilih Oriflame. Bisa sukses di usia muda karena ga menghabiskan 12 tahun nyoba2 profesi ini itu demi mencari yang sesuai passion” (*begitulah kira2 katanya).

Jadi apa sih STIFIn itu? STIFIn adalah metode yang ditemukan oleh orang Indonesia (*ternyata), untuk mengetahui bagian otak mana yang paling berkembang di diri kita. Otak itu kan terbagi 5 bagian: ada otak kiri, otak kanan, limbik kiri, limbik kanan, dan otak tengah. Tiap bagian dipercaya memiliki kecenderungan sifat yang berbeda. Sejujurnya semua bagian otak manusia pastinya berkembang, namun bagian mana yang paling berkembang, itulah yang akan mendrive sifat  kita. Sifat kita sendiri sebenarnya 20% berasal dari genotif (yang bisa dilihat dari tes STIFIn) dan 80% berasal dari fenotif (lingkungan). Betul, 80% berasal dari lingkungan namun 20% itu tidak akan pernah hilang. Sebagai manusia yang cerdas, kita dapat memilih lingkungan yang sesuai dengan genotif kita. Dengan demikian saat dewasa, kita akan menjadi pribadi yang benar2 berkembang maksimal sesuai gen sehingga bisa menjadi manusia sukses. STIFIn percaya bahwa semua manusia bisa sukses, asal berkembang sesuai MESIN KECERDASAN-nya (MK). MK ini akan berkaitan erat dengan personality bawaan, minat dan bakat. Lalu kalau memang minat dan bakat itu dilihat dari bagian otak mana yang berkembang, kenapa tesnya pakai sidik jari tangan yaa? Katanya, karena pusat syaraf berkumpul di tangan, jadi sidik jari bisa dipakai untuk menggambarkan kondisi otak. Namun bila alat sudah berkembang lebih jauh, tes DNA harusnya bisa menggambarkan konsep STIFIn ini.

Karena otak terbagi atas 5 bagian, maka MK manusiapun secara garis besar terbagi menjadi 5 bagian. Sensing, Thinking, Insting, Intuiting, dan Feeling. Seperti apa ciri masing2 MK itu? Lanjut ke postingan yang ini ya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s