Agar Asisten Rumah Tangga (ART) Awet

Posted: December 9, 2015 in Rupa-Rupi

Bagi saya yang suami istri bekerja, keberadaan ART sangat amat membantu. Dengan rendah hati dan ikhlas saya katakan bahwa profesi mereka ternyata begitu penting bagi saya. Walaupun profesi tersebut kebanyakan diisi oleh orang2 yang tingkat pendidikannya tidak begitu tinggi, tingkat ekonominya belum mapan, dll..tapi saya sangat menghargai profesi ini seperti saya menghargai seorang buruh bangunan, karyawan bank, penjahit, supir, rekan kerja saya, dan profesi apapun itu.

Jujur, dulu saya tidak begitu. Dulu saya sombong dan merasa ada di kasta yang lebih tinggi. Mungkin karena itulah yaa saya ditegur Allah (art rata2 awetnya cuma2 tahunan) :D.

Anyway, banyak yang bertanya kepada saya bagaimana cara mendapat ART yang baik dan awet. Seakan2 saya memiliki ART yang sudah bekerja belasan tahun lamanya heehehe padahal enggak. Selama 8 tahun sudah 4x ganti kok. Apakah itu termasuk awet atau tidak, itu relatif.

Saya tidak akan menyinggung bagaimana sifat ART yang lama karena sayapun merasa belum menjadi tuan rumah yang baik saat itu (*ngaku). Tapi sedikit banyak saya makin melunak dan memperlakukan mereka seperti saya diperlakukan di kantor. Agar mereka awet, yang penting hanya 2 hal saja kok. 1) Kita memberikan hak2 mereka, 2) Kita tidak bossy.

Hak apa saja? Karena bingung, saya juga samakan saja dengan kasus2 di kantor. Di kantor saya ada hak cuti 20 hari, hak kenaikan gaji, hak bonus, hak rest n relax, hak THR, maka saya samakan. Karena kalau saya sendiri jadi ART, pastinya saya ingin hak2 tersebut. Gajinya berapa sebulan? Disamakan saja dengan lingkungan sekitar yaa.

Lalu…tidak bossy. Dulu saya bossy sekali. Saya atasan, anda bawahan, kamu harus manut saya. Saya infokan abcdefghij (*saya detil dan cerewet), tolong kerjakan. Saya perfeksionis jadi anda jangan ini, jangan itu, jangan macam2. Makin berjalan waktu, makin saya malu dengan saya yang dulu. Sok bangetttttt!!! Sombongnyaaa ampun2an. Astaghfirullaah. Kalau sekarang, alhamdulillah karena kebetulan dapat ART yang “cepat mengerti” juga ya, jadi saya bicara sedikit saja. Andai salahpun, akan saya benarkan tapi seeecukupnya saja karena saya positive thinking ART saya pintar dan mengerti maksud saya.

Kalau sudah melakukan 2 hal itu, namun ART tetap tidak seperti yang diinginkan atau sudah sesuai keinginan namun tidak awet, maka itulah kasus no 3. REZEKI. ART memang rezeki2an kok. Tidak ada jaminan kita sudah baik setengah mati maka akan dapat ART yang baik juga.

Cuma sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah…pasti kita memikirkan “apa ya teknik yang harus aku benarkan agar ART-ku awet.” Namun kita sering sekali lupa bahwa memiliki ART yang baik itu adalah sebuah urusan yang juga diatur oleh Allah. Saya sering kali berpikir bahwa hidup saya alhamdulillah sampai saat ini selalu dilancarkan oleh Allah. Mungkinkah itu karena saya berupaya untuk selalu memudahkan semua orang yang berurusan dengan saya? Mungkin ga ya itu karena sering sholat dhuha? Kan sholat dhuha dikenal sebagai sholat penambah rezeki. Mungkin Allah membalasnya dalam bentuk itu? Mungkinkah ini salah satu balasan atas amal2 baik yang saya dan suami lakukan?

Wallahu ’alam, yang jelas apa2 yang sudah diterima kita syukuri saja, baik atau buruknya. Kalau bukan karena ART2 yang dulu mah saya tidak akan ketemu dengan ART sekarang yaa. Yang sekarangpun juga, yang udah membuat hati tenang ini, kalau Allah bilang “stop” mah pasti ia akan pergi juga. Jadi yaa..ikhlas saja apapun yang terjadi. Semoga kita selalu menjadi hamba yang bersyukur, aamiiiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s