Edit Edit Taman Rumah Mahoni (2015) :D

Posted: November 7, 2015 in Rumah

Taman dan teras kami diperbaiki lagiii ^^, setelah 2 tahun berselang dari yang terakhir lalu. Setiap perubahan rumah, insya Allah akan didokumentasikan biar pas tua nanti jadi kenangan lucu.

Pertama, ganti dulu warna cat rumah. Bosan yaa warna krem terus. Istri maksa minta ganti ke warna coklat dan hijau. Udah beli cat di Mitra 10 kalo ga salah, oplosan looo bukan cat langsung jadi, ga taunya setelah diaplikasikan….eh ga cocooook wkwkwkw. Ayah sebel, istri mah kalem aja. Ga cocok ya ganti lagi :p. Akhirnya pilihan jatuh ke warna….coklat muda dan coklat tua. Eaaaaaa, balik lagi deh rona coklat. Tapi lumayanlaaah ada 2 tone untuk fasad, kalau dulu kan hanya 1 tone. Lalu istri maksa semua kusen dan pintu dicat ke putih! Kan pengen vintageeeee. Ingat banget waktu itu ayah ngomel2 hahaha, nanya…kenapa harus dicat putih? Ntar ga cocok lageeee, eh ganti lageee. Tapi ini kan bukan masalah penting dan ga penting, melainkan istri suka atau ga suka. Jadi ya tetap maksa ganti warna. Nyatanya begitu jadi, ternyata ayah suka juga tuuuh.

Laluuuu teras dan kursi teras tetap pake yang lama, karena masih bagus seperti waktu awal dibeli. Cuma eheheh lagi2 istri maksa. Terasnya kudu dikelilingi oleh pagar warna putih. “Haah, buat apa?”, kata ayah. Yaaaa, dari dulu impianku memang pengen punya teras rumah ada pagar putih kecilnya Yah (*it’s so true). Pasti bagus koook, dijamin beda dengan yang lain. Ga ada tetangga disini yang terasnya ada pagar pendek yaah (*membujuk). Akhirnya ayah setuju, yihaaa. Pagarnya dipesan khusus, dari kayu, dan bisa dibongkar pasang in case kalau ada acara keluarga, biar ga sempit. Di dekat pintu dipasang welcome board ^^. Suka banget sama warna hijaunya, belinya di Ace Hardware.

Lalu sekarang taman. Batu2 lampung warna hitam dan putih tidak dipakai lagi karena makin lama makin kusam akibat bercampur dengan tanah dan air hujan. Pohon mangga sekarang dipapas, ga boleh terlalu lebat. Baru tahu saya kenapa bunga2 tidak bermekaran, ialah karena cahaya matahari terhalang rimbunnya pohon mangga. Bunga2 lama yang masih bagus dipertahankan. Beberapa tanaman baru ditambahkan. Tidak banyak jenisnya karena saya tetap ingin tamannya didominasi oleh rumput. Lalu ditambahkan batu2 injak menuju tempat sampah. Bentuknya kotak, pasangnya diagonal biar ga umum. Lalu saya tambahkan bunga ungu (entah apa namanya, tapi cinta banget sama ungunya) yang saya beli dari tetangga di rumah De Casa.

Terakhir, pasang deeh 2 kolecer yang dulu dibeli di Floating Market, Lembang. Tadaaaa. Taman sederhana namun manis banget menurut saya. Tiap pulang ke rumah, atau keluar rumah, selalu saya pandang2i. Walau ga doyan menanam dan seputarannya, tapi saya tetap lebih suka halaman rumah itu ijo2 dibandingkan tegel semua. Tinggal ditambahkan air mancur kecil nih dekat teras agar pas duduk di kursi jadi terasa seger sejuukk tapi…nantilah, 2 tahun lagi aja wkwkwk.

No need to rush. Belajar merasa cukup 😉

taman baru

Ini doang sih penambahannya, tapi saya sukaaa saya sukaaa (*logat Memey)

 

taman

Kolecernya lom dipasang. Saking sukanya, kolecernya tiap sore dicabut dan dibawa masuk biar awet, besok paginya saat siram tanaman baru ditancepin. Soal kalo cepet rusak, kudu ke Floating Market lagi buat beli? Eyuw….macettt.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s