Dari Kinderfield Pindah Ke Darul Abidin, Depok

Posted: October 29, 2015 in Tumbuh Kembang Anak
Tags: ,

Sebelumnya Alif kan sekolah disini untuk Play Group. Ternyata setelah ditekuni, Alif tidak terlalu bersemangat sekolah disana. Terbukti dari tingkah anaknya yang suka malas2an :D. Udah tahu bentar lagi jam sekolah, kadang memilih untuk tidur siang saja. Pun saya dapat laporan dari omanya Alif yang baik hati kadang mau menjemput, Alif kalau keluar dari sekolah itu jarang senyum.

Tentu saya tidak berburuk sangka, yah mungkin saja metode belajarnya kurang cocok dengan anak saya. Berhubung kebetulan juga ini sudah timing masuk TK, saya berpikir…apa Alif pindah sekolah saja yaa. Tapi kemanaaa? Kalau bisa yang udah ada SDnya biar nanti ga repot2 lagi daftar2. Di Jabodetabek sini slot kursi sekolah mudah banget habis ya, heran. Di Pekanbaru dulu perasaan kursi banyak nyisanya.

Ipar menyarankan sekolah Darul Abidin. Tapi saya sendiri punya 2 kandidat yaitu Ummul Quro dan Avicenna. Avicenna disarankan oleh sepupu saya. Waktu saya datangi, gedungnya bersih dan bagus. Hanya lokasinya di Jagakarsa dan tidak ada antar jemputnya. Berhubung ayah ibunya Alif bekerja, jadi fasilitas antar jemput sangat penting bagi kami. Kalau metode belajarnya belum nanya2, kita langsung black list begitu tahu tidak ada fasilitas antar jemput. Kemudian kita ke Ummul Quro. Waktu saya datang, eym…bangunan sekolahnya tidak secihuy SD saya di Pekanbaru dulu. Bayangan saya, untuk sekolah yang seharga itu (*menurut saya mahal) harusnya gedungnya lebih baik. Posisinya pun di jalan yang tidak begitu besar. Saya jadi heran, apakah memang sekolah di Jabodetabek untuk semahal itu dapatnya yang begini ya gedungnya? Ada antar jemputnya hanya lokasinya lebih jauh dari rumah.

Lalu saya datangi Darul Abidin. Gedungnya 11-12 dengan Ummul Quro, ciut juga nih hati hehehe. Ada kolam renangnya, kolam mini begitu deh, tapi kebetulan saat itu kotoooor sangat, mungkin karena lagi musim liburan. Apa bukannya malah banyak nyamuk ya disana…eymmm.. Lamaa saya merenung. Kenapa saya tidak menemukan sekolah yang seperti saya kecil dulu yaa disini? Padahal mahal2 tapi kok begitu bangunannya. Saya sampaikan hal ini kepada ipar. Lalu ipar berkata bahwa memilih sekolah jangan dilihat dari bangunannya tapi lihatlah dari metode pendidikan dan guru-gurunya. Saya berusaha mendengarkan.

Akhirnya saya putuskan Alif mencoba trial dulu di TK Darul Abidin karena sekolah ini (*yang katanya termasuk bagus dan saingan dengan Ummul Quro) hanya berjarak 5 menit naik kendaraan saja dari rumah hehehe. Tentulah saya pilih yang dekat kaan? Karena kami bekerja, jadi Mama yang mengantarkan Alif. Hasil trialnya biasa saja namun dengan mengucap basmalah, saya masukkan juga Alif kesana dengan pertimbangan sepupunya sudah masuk kesana jadi bisa bantu lihat2 kondisi Alif.

TERNYATAAAAAAA…!!!

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, Alif sukaaaaakkkkkk banget sama sekolah ini. Jauh jauh jauhhhh lebih suka dibanding Kinderfield yang bangunannya lebih bagus. Terbukti dia tidak pernah malas masuk sekolah (*walau sering saya ajak bolos wkwkwkwk) dan setiap sampai ke rumah, selalu saja ada ceritanya. Dari TK A, berlanjut ke TK B, berlanjut ke SD, tidak pernah sekalipun Alif bilang ingin keluar dari sekolah ini :D.

Darul Abidin adalah sekolah IT(Islam Terpadu). 1 kelas diajarkan oleh 2 guru. 1 kelas terdiri maksimal 20 murid. Lalu 1 lating maksimal hanya 3 kelas. Iya, bangunannya menurut saya tidak sesempurna yang saya impikan, namun sekolah ini sering sekali mengadakan kegiatan yang seakan ga habis2nya hehehe. Bunda2nya ramah dan selalu membantu. Go green, jadi semua pengumuman kecil bakal selalu memakai kertas bekas hehehe (*yang mana waktu pertama2 saya agak aneh menerimanya soal berasa kurang sopan tapi belakangan jadi oke2 saja), semua prakarya2 juga memakai barang2 bekas.

Walau hanya 5 menit, Alif tetap saya ikutkan antar jemput agar lebih berbaur dengan teman2nya. Jauh dekatnya sekolah dengan rumah menurut saya adalah syarat wajib yang perlu diperhatikan. Oiyaa di sekolah ini anak2 diajarkan untuk memiliki karakter yang baik, bukan mengejar kepandaian otak. Saya pernah menanyakan ke bundanya, apakah Alif perlu dimasukkan ke les2 agar bisa lebih maju dari teman2nya, bundanya menjawab agar anak dididik sesuai dengan umurnya saja. Jangan terlalu memaksakan agar anak pandai, yang penting sholeh dan bermanfaat.

Alhamdulillah…jawaban yang menenangkan. Semoga bisa bertahan dengan baik nih sampai SD kelas 6 yaa Alif yaa.

Home visit, acara rutin sebulan sekali. Berkunjung ke rumah teman2 sekelas untuk coba2 mainan teman, kenalan sama orang tua teman, dan tahu dimana rumah teman2nya.

Home visit, acara rutin sebulan sekali. Berkunjung ke rumah teman2 sekelas untuk coba2 mainan teman, kenalan sama orang tua teman, dan tahu dimana rumah teman2nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s