Tanyakan Saja Ke Ustadz Masing2 :)

Posted: October 19, 2015 in Cerita Bisnisku

Masih ingat postingan ini, tentang halal tidaknya Oriflame menurut saya? Coba lihat kalimat terakhirnya yang bagian penutup. Atau saya copy pastekan di sini deh.

“Sayapun selalu berdoa kepada Allah. Agar kalau memang MLM ini haram mohon ditunjukkan tanda sejelas2nya, dalam mimpi juga tak mengapa. Bila itu terjadi, saya akan keluar dari bisnis ini.”

Maka, tersebutlah pada suatu hari, setelah 2 tahun Oriflamean saya akhirnya meragukan kehalalannya. Apa pasal? Karena saya merasa menerima gaji 5-7jt/bulan dengan bermodalkan ketak ketik HP itu rasanya kok ga seperti kerjaan beneran. Benarkah ini pekerjaan yang diakui? Kok rasanya terlalu mudah?

Telat memang ya, udah 2 tahun nyemplung baru galau. Saya suka dengan gajinya tapi KALAU DENGAN GAJI INI SAYA JADI MASUK NERAKA, naudzubillah yaa. Saya kan juga ingin menjadi muslim yang taat dan masuk surga. Saya kan sudah mulai nih menjauhi riba sebisa saya.

Singkat cerita, saya galau. Saya mulai googling2 semua situs di internet. Masukkan keyword “MLM haram”, beuuh keluar banyak banget sumber referensi. Semakin dibaca kepala saya semakin pusing. Tidak ada yang bilang MLM itu halal, kecuali blognya para Oriflamers sendiri! Yah, kalau yang posting bukan situs resmi melainkan hanya pendapat dan opini seseorang, janganlah dijadikan landasan.

Lalu saya tanyakan ke bunda Dency Loiciana. Beliau bilang Oriflame itu Halal, bahkan menunjukkan foto Halal Assurance Oriflame. Tapi setahu saya sertifikat Halal Assurance adalah prosedur standar suatu perusahan untuk mendapatkan label Halal di produk2 miliknya. Jadi itu adalah prosedur, bukan HALAL itu sendiri. Dan itu untuk produk, bukan untuk sistem marketing. Oriflamers tentu saja bilang Oriflame halal, karena ada konflik kepentingan, ya ga siii? Jadi kalau saya tanya ke mereka yaaaa sudah pastilah pada jawab HALAL.

Saya akhirnya bilang ke bunda Dency. Saya akan tanyakan ke ustadz. Kalau ustadz bilang HARAM maka saya akan berhenti. Bunda bilang, “Ya Mba, tanyakanlah. Nanti kalau sudah ada jawabannya, infokan ke aku yaa :)”.

Masalahnya sekarang, mau tanya ke ustadzah mana? :D. Pergi pengajian aja jarang bok hehehe. Akhirnya saya bertanya ke Mbak Mia, senior cewek yang saya tahu bijaksana. Kemana nih kira2 saya bisa bertanya tentang ini? Mbak Mia mengajukan 2 nama ustadzah yang sering mengisi pengajian di Medco. Namanya Ustadzah H*alimah Alaydr*s dan Ustadzah A*ini (sengaja mau nanya ke 2 ustadzah biar saling mengkonfirmasi).

Pertama saya tanya ke Ustadzah H*alimah. Mungkin ustadzah sedang sibuk atau apa, atau mungkin pertanyan saya kebanyakan :p, jadi beliau jawabnya pendek2 padahal saya sedang kepo berat. Tapi sepintas sih intinya bilang “Oriflame itu Halal.”

Pertanyaannya panjang banget, soal sudah disiapkan malam sebelumnya. Maklum, benar2 butuh info. Jangan sampai ada yang kelupaan ditanya :D.

Pertanyaannya panjang banget, soal sudah disiapkan malam sebelumnya. Maklum, benar2 butuh info. Jangan sampai ada yang kelupaan ditanya :D.

Cuma saya ga puas dapat jawaban gitu doang, jadi saya tanyakan pertanyaan yang sama ke Ustadzah Aini. Jawaban Ustz Aini lebih meneduhkan bahkan beliau berkenan menyediakan waktu untuk mendiskusikan hal tersebut dengan saya. Tentu saja saya mau, kapan lagii bisa nanya puas2?

aini

Pas hari H-nya, saya temui Ustadzah Aini sebelum pengajian (*takut nanti kalau habis pengajian malah ga ada waktunya). Saya beringsut2 ke depan beliau, perkenalan dan langsung to the point aja mengingatkan beliau tentang saya yang ingin bertanya mengenai MLM terutama Oriflame. Begini kira2 diskusinya.

A: Mba…memang MLMnya apa? Oriflame? Grupnya dBC N*twork bukan?

F: Iya Oriflame ustadzah. Loh kok ustadzah tau dBC N*twork?

A: Iya…banyak teman2 saya yang ikutan dan sering diskusi dengan saya juga Mba.

F: Oooo….

A: Jadi mba mengenai halal tidaknya MLM akan saya jelaskan yaa. Nanti Mba yang cocokkan dengan MLM Mba itu sendiri, dan putuskan apakah ia halal atau haram. Saya jawab pertanyaan yang kemarin yaa.

  1. Kalau dari pendaftarannya yang hanya segitu, bisnisnya tidak haram ya Mbak. Yang haram adalah ketika untuk mendaftar saja kita sudah diwajibkan membeli barangnya. Misalnya nih..Untuk pendaftaran kamu harus bayar sekian2, dan bersama pendaftaran itu kamu akan mendapatkan produk ABC –> nah itu haram Mba, karena kita dipaksa untuk membeli. Iya kalau barang itu laku kita jual, atau kita pakai dengan ikhlas. Kalau tidak kan akhirnya uang terbuang sia2 dan jatuhnya ke mubazir. Selain itu haram juga karena transaksi tadi langsung 2 akad. Alias uang pendaftaran digunakan untuk mendaftar juga langsung untuk membeli produknya (*tetiba jadi ingat MLM saya yang lama).
  2. Kalau dari poin kedua juga tidak haram. Sepanjang yang di bawah gajinya bisa melebihi yang di atas, maka jatuhnya halal. Sebenarnya intinya itu adalah bisnis itu tidak boleh zulm. Zulm itu artinya zolim (jahat terhadap orang lain).
  3. Untuk barang, kalau kita ini penjual sebenarnya kita bebas mba mau jual berapapun. Misal nih yaa..saya punya radio. Mau saya jual 100rb atau 1 milyar itu sebenarnya terserah saya. Masalahnya, ada yang mau beli gaa? Selama tidak ada pemaksaan bahwa itu harus dibeli lewat kita maka jatuhnya halal.

Wah kalau dari penjelasan ustadzah yang hanya 3 poin itu saja, maka Oriflame saya termasuk halal pastinya. Tapi saya belum puas jadi saya tanya lagi.

F: Bagaimana kalau misalnya saya bekerja mati2an sekarang. Lalu gaji saya naik dengan cepat. Lalu saya akhirnya ga kerja sama sekali tapi tetap menerima gaji. Maka itu halal atau haram? Saya mikirnya itu halal karena saya analogikan dengan saya yang punya usaha, lalu saya franchisekan, lalu saya ga kerja lagi tinggal menerima uang dari franchise. Benar ga Ustz?

A: Mbak, franchise gak bisa disamakan dengan MLM ya. Beda. Kalau misalnya si pemilik franchise memilih tidak kerja dan hanya menerima uang dari hasil franchisenya maka itu Halal saja karena usaha itu miliknya. Ia yang punya modal, ia yang dulu menjalankannya. Tapi kalau MLM kan engga. MLM itu yang punya barang kan perusahaan, nah mbanya adalah konsultan yang bertugas menjualkan. Jadi kalau Mba kerja mati2an, dapat gaji banyak, lalu habis itu stop tinggal kipas2 terima gaji maka jatuhnya Haram.

F: Baik Ustz. Di MLM saya pekerjaan itu ada 3 yaitu tupo dan rekrut dan bina. Tupo ini kalau misalnya saya tidak berjualan alias hanya membeli maka tidak terhitung bekerja saya rasa. Tapi yang namanya BINA itu harus terus kami lakukan, kalau tidak pasti lama2 kondisi jaringan akan turun. Masalahnya apakah membina ini dapat dihitung sebagai pekerjaan sehingga gaji MLM saya menjadi halal?

A: Membina itu maksudnya apa dulu Mba?

F: Membina itu artinya mengajar Mbak. Memotivasi. Mengisi training. Membuat buku. dll.

A: Kalau begitu HALAL karena memotivasi sekalipun adalah sebuah pekerjaan.

Dan….seketika itu juga dada saya menjadi lapang 😀 :D. Ternyata Oriflame beneran halal nih, alhamdulillaaah. Ternyata memang orang selama ini banyak yang salah yaa, mereka menganggap MLM sama dengan Money Game (mendapat komisi dengan merekrut). Diskusi saya dengan ustadzah hanya membahas tentang MLM saya, dan tidak berniat untuk mencari tahu MLM yang lain. Cukuplah bagi saya mengetahui bahwa bisnis yang saya tekuni ini halal.

Nah sekarang, bagaimana caranya yaa meyakinkan orang yang bisik2 di belakang bahwa saya menjalankan bisnis haram? Jawabannya adalah: andai saja mereka mau mencari kebenaran dengan bertanya pada ustadz masing2 ketimbang menghakimi hanya berdasarkan opini. Tapi mereka mau bertanyapun ke ustadz ya susah juga wong mereka gatahu sistem di Oriflame seperti apa. Bisanya kan hanya mengira2 ya. Maka jadinya ya sudahlah :D, cuekin saja. Cukup Allah yang tahu.

*sebenarnya masih panjang lagi penjelasannya, namun saya hanya ingat poin2nya. Menjadi pelajaran bahwa kalau ada hal2 penting seperti ini sebaiknya memang direkam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s