Sejak field trip S2 ke SumBar tahun 2013, saya selalu terkenang2 dengan propinsi itu saking indah pemandangannya. Udah minta2 ke ayah agar liburan keluarga berikutnya ya jangan Jawa lagi tapi sekali2 ke Sumatra gitu loh :D. Kampung aden..kampung aden wkwkwk. Permintaan itu baru terkabul tahun 2015 ini. Jadi di Lebaran tahun ini kami berdua sengaja cuti lebih panjang dari tahun2 biasanya. Kami sebentar saja di Pekanbaru, lalu akan liburan ke SumBar. Karena dekat, katanya katanya cuma  8 jam, maka moda transportasinya diputuskan pakai mobil. Kita pakai Innova, muat 8 orang dan dipepetin habis2an. Yang berangkat adalah saya, suami, Alif, bou (mertua), ipar, dan anaknya Nayla (2 tahun lebih tua dari Alif). Berangkat dengan hati riang 😀 :D.

20150726_065221

Yang nyetir suami. Kami berangkat jam 7 pagi. Perjalanan lancar jaya. Alhamdulillah, bocah2 walau dalam mobil yang sempit mampu untuk bertahan dan ga banyak ngomel. Kami membawa snack2 yang ternyata langsung habis dalam 3 jam perjalanan pertama, eaaa :(. Dari Pekanbaru menuju SumBar tak begitu banyak tempat makan yang bisa ditemukan jadi baiknya memang menyiapkan bekal. Satu2nya tempat pas yang kami temukan untuk istirahat sejenak adalah Bandrek House :D, setelah 5 jam perjalanan. Tempat peristirahatan ini lumayan luas, berisi kursi dan meja (jadi bukan ngemper), pemandangannya ke arah hutan. Makanannya lumayan banyak. Disini kami memesan makanan ringan seperti bakso, pisang goreng dan teh panas dan beristirahat lumayan lama. Sengaja ga makan berat soalnya pengennya nanti makan di Kelok 9 sambil liat pemandangan. Eniwei, toiletnya juga bersih kok, enaklaah buat santai2 sejenak.

Bandrek House. Hutan itu pemandangannya. Menu disini ga banyak, ga sampai 10 macam tapi cukuplaaah. Kisaran harganya? Lupaaa hahaha soal ini kan bulan Juli ya yang saya tulis postingannya bulan Oktober. Wajar kan kalo lupaa

Bandrek House. Hutan itu pemandangannya, segerrr yaa. Menu disini ga banyak, ga sampai 10 macam tapi cukuplaaah. Kisaran harganya sepertinya 20-25ribuan.

Setelah itu kami lanjutkan lagi perjalanan yang ternyata tak berapa lama sampai deh di Kelok 9 yang tersohor itu. Langsung ketemu banyak warung2 yang berjualan di pinggir jembatan Kelok 9. Ini dia stopsite kami untuk makan siang. Kami turunkan rantang2 kami gyahahaha dan makan di warung itu. Jadi disana kami hanya pesan teh panas saja dan jagung bakar (*hemat). Sembari makan mulailah saya sibuk memperhatikan sekeliling. Kelok 9 ga bisa dipungkirilah bagusnya. Bersyukur banget ya ada jembatan ini, dibangun oleh putra Indonesia. Kuat kokoh, baguslah pokoknya. Yang bikin benci itu adalah orang2 yang makan di warung ini membuang sampah ke lembahnya. Jadinya kotoorrrr banget, ih sebelll. Bagaimana Indonesia mau maju kalau buang sampah aja masih ngasal. Warung2 disini tidak bisa saya katakan bersih bahkan ada bau sedikit masam dari sampah yang terkena hujan. Jadi saya pribadi paling kalau kesini lagi hanya akan makan jagung bakar deh, ga bisa lama2. Kebetulan juga warung ini hanya bertahan seminggu ke depan. Berikutnya akan dipindah ke Kelok 9 yang lama. Semoga ke depannya pengelolaannya semakin bersih.

Alhamdulillah bocil2 makannya tetap banyak. Di warung bahkan tetap bisa main silat2an hahaha.

Alhamdulillah bocil2 makannya tetap banyak. Di warung bahkan tetap bisa main silat2an hahaha. Bagus banget ya jembatannyaa. Sampahnya sengaja ga difoto biar ga ilfil.

Kamipun lalu melanjutkan perjalanan ke Danau Maninjau sekitar 2.5 jam. Nuansa Maninjau Resort saya pilih sebagai tempat menginap di hari pertama :D. Saya sudah googling2 niih apa penginapan paling oke di sana. Berdasarkan blog yang saya baca (*lupa pula linknya), ada penginapan bernama Maninjau Resort yang caem banget deh. Jadi kalau jalan2 di area hotelnya, tanpa sadar saat kabut menipis (*maklum disana dingin berkabut), kita akan melihat Danau Maninjau terhampar begitu dekat dan itu begituuu indahnyaaa. Ooooh membaca ulasan blognya saya langsung terpikat dan membayangkan kira2 mungkin beginilah kenampakannya.

Bahwa ada semacam area misalnya jembatan atau restaurant terbuka dimana kita bisa langsung melihat danau Maninjau dengan kabutnya yang semakin menipis (*di blog itu dia bilang begituuu)

Inilah yang saya bayangkan. Bahwa ada semacam area misalnya jembatan atau restaurant terbuka dimana kita bisa langsung melihat danau Maninjau dengan kabutnya yang semakin menipis (*di blog itu dia bilang begituuu)

Tapi ternyata setelah saya sampai ke resortnya jam 4.30 sore T-T, lokasi Maninjau Resort itu masih sekitaaar 40km (cmiiw) lagi kakakkk ke danaunya. Jadi ternyata resortnya bukanlah berada tepat di atas danau seperti ulasan blog itu, tapi ada di bukit yang salah satu viewnya menghadap ke danau, masih terhalang sedikit hutan (gini nih kalau malas nyari info). Pun saya cari2 best view menghadap danau, tetap juga ga dapaaat sehingga pusing juga saya dimana sebenarnya pemandangan yang doi bilang di blog itu. Tak menyerah, dirikupun bertanya kepada penjaga resort, dimana best view untuk melihat danau disini. Penjaganya mengatakan area restaurant saat sarapan, dan area di sebelah resort. Waktu itu kami ga bisa masuk restaurant maka kami segera ke area sebelah resort yang ia katakan. Dan tetap saja bukan view yang bagus yang kami dapatkan. Jadi intinya saya kecewa. Bisa jadi ini bukan salah si blog, bisa jadi saya yang misinterpretasi hohihohi, tapi sudah keburu koar2 nih ke papa mama dan bou bahwa di resort ini bisa lihat pemandangan luar biasa indah. Eeeeh, taunya ga dapett hikksss .

Itu tentang pemandangannya. Bagaimana resortnya sendiri? Cakepppp. Saya memesan villa dengan 2 kamar (1 kamar double bed, 1 kamar lagi twin bed), 1 kamar mandi, dapur dan ruang tamu. Lalu memesan extra bed. Ratenya semalam bisa dilihat di link Maninjau Resort di atas ya. Bisa minta diskon2 corporate gitu :D. Lalu udah dapat makan malam dan sarapan untuk 5 orang karena kami juga pesan extra bed kan. Nuansa Maninjau Resort sendiri luas banget, taman2nya rapi dan bagus. Ada permainannya, ada poolnya. Anak2 seperti biasa di cuaca sedingin itu tetap pergi berenang. Kita sibuk menurunkan muatan, eh itu bocil berdua udah buka baju dan pasang baju renang terus cuinggg!!! Ilang dan tiba2 teriak jebar jebur di pool. Heran deh, padahal dingin loh jam segitu.

Villanya sendiri saya lumayan sukaaa. Ga perlu AC lah disini yaaa. Cuma karena kamar mandi hanya 1 sementara kami berdelapan, masya Allah ya ngantrinya hahhaha terutama pas subuh tuh disaat semua orang rasanya ingin pup. Eniweiiiii, untuk makan malamnya nih. Kami sudah ke resto, nuansanya agak gelap dikarenakan lampunya kuning dan tak begitu banyak, Makanannya prasmanan dengan lauk ayam, daging, sayur, lalap, buah. Standar saja, tidak seperti hotel2 di Jakarta yang banyak pilihannya tapi menurut saya cukup kok. Nah yang tidak mendapatkan tiket makan gratis sebaiknya memesan menu perorangan karena harganya sekitar 30-40rb sementara kalau ikut nebeng prasmanan nanti ditagihnya 80rb/orang padahal menurut saya kenyangnya sama aja.

Alhamdulillah, villanya sesuai dengan harapan :)

Alhamdulillah, villanya sesuai dengan harapan 🙂

Esok paginya kan sarapan. Kami udah ga sabar tuh segera sarapan di resto demi melihat pemandangan yang sudah dijanjikan. Nyatanya saat kami datang, danau tertutup kabut, olalalaaaaa sedihnya. Jauh2 menginap disini, sedetikpun ga bisa liat pemandangan yang diimpikan. Bener loh, menginap di Maninjau itu sebenarnya anti mainstream, biasanya orang2 kan menginap di Bukit Tinggi atau di kota Padang. Nah kami sudah sengaja nih kesini demi danau hahaha. Untuk sarapannya, variasinya lebih banyak ketimbang makan malam. Ada roti, nasi goreng, mie goreng, dll. Karena hari ini kami mau check out jadi kami membawa banyak roti dan selai (*ups).

2 anak berdua ini akuuur banget. Main apa2 bareng. Apa nanti kalau udah dewasa bakal seakur ini juga ya :D

2 anak berdua ini akuuur banget. Main apa2 bareng. Apa nanti kalau udah dewasa bakal seakur ini juga ya 😀

Banyak2 pajang foto keluarga buat dokumentasi :D

Banyak2 pajang foto keluarga buat dokumentasi 😀

Selama di Maninjau Resort kami senang karena resortnya yang bagus, apalagi anak2. Tapi kalau sengaja menginap disini karena ingin melihat danau dari atas, rasanya kurang tepat. Itu saja. Pengen banget nih kami turun ke Maninjaunya tapi bila melihat petanya yang ternyata keloknya berjumlah 44 (*omaigod, peta di waze menunjukkan ada jalan keriting seperti cacing panjang uget2…nah itulah si Kelok 44) dengan jarak puluhan km, mmmm…kasian anak2. Nanti pada muntah, terus kayaknya waktunya ga ngejar juga. Jadilah Maninjau kami tinggalkan dengan rasa gimanaa gitu. Tapi Mama kemudian maksa nih minta ke Puncak Lawang, sekitar 15 menit dari sana. Katanya bagus banget, jadi kami ikuti saja.

Ternyata Puncak Lawang memang bagus bangeeeet. Disinilah seharusnya tempat yang cocok untuk memandang Danau Maninjau dari atas. Sayangnya waktu itu masih lumayan berkabut tapi pemandangan ini jauuuh jauuuh lebih bagus ketimbang dari resort tadi. Ada hutan2nya juga dan kalau ga salah ada outbondnya apa ya. Sayang kami ga bisa lama disana soalnya next target kami adalah Istana Pagaruyung, harus sampai di penginapan maksimal jam 5 sorelah. Jadi kelar foto2 kita langsung cuss. Tapi tempat ini recommended yaa untuk didatangi apalagi kalau cuacanya cerah, pasti spektakuler banget ^^.

Jadi :D. Ini karena waktunya sedikit, jadi memilih untuk mengabadikan orang2 ketimbang pemandangannya. Walhasil tiba2 danaunya sudah ketutup kabut saja. Puncak Lawang itu adalah tinggian, dibawahnya lembah, nah lembah itu adalah Danau Maninjau yang luas banget. Sayang aja belum sempat terfoto. Kalau cuacanya cerah, pasti cantik bangettt.

Jadi :D. Ini karena waktunya sedikit, jadi memilih untuk mengabadikan orang2 ketimbang pemandangannya. Walhasil tiba2 danaunya sudah ketutup kabut (yang seperti asap putih2 itu adalah kabut). Puncak Lawang itu adalah tinggian, dibawahnya lembah, nah lembah itu adalah Danau Maninjau yang luas banget. Sayang aja belum sempat terfoto. Kalau cuacanya cerah, pasti cantik bangettt.

Lanjut ke hari kedua yaaa, Istana Baso Pagaruyung ^^ ^^ ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s