OOM Pertamaaaa!! Apa tuh OOM? Oriflame Opportunity Meeting, artinya meeting yang menjelaskan kepada khalayak umum tentang peluang bisnis Oriflame. OOM Keluarga Manfaat Tasniem Fauzia ini adalah yang pertama bagi saya, jadi ga mau tanggung2, saya mengajukan diri jadi MC booo. Yalah, bukan saya namanya kalo ga exist!! Wkwkwk.

OOM ini juga digabung dengan training leadership bukan levelship yang akan dibawakan langsung oleh Tasniem Fauzia Rais. Waah, ini eyang saya, dari dulu saya hanya tau namanya saja. Hooo anaknya Pak Amien Rais tooh. Hoo kok berkecimpungnya di dunia Oriflame tooh? Hooo saya nyangkutnya di jaringan beliau tooh? Sekarang udah ga kan hooo hooo lagi, kali ini bisa ketemuan langsung dah ah, bisa tanya2 gimanaa caranya bisa sukses seperti beliau.

Nah untuk acaranya sendiri, kita sudah siapkan seat untuk 100 orang, yang daftar 110 orang, yang hadir 95 kalo ga salah, jadiiii iyaaa, jadii rameee deeeh. Sukseslah pokoknya walo saya sempat jadi Mbak Ijah sebelum acara dimulai. Gimana engga, saya termasuk panitia. Acara mulai jam 9 pagi, saya sudah disana dari jam 7. Mulai buat2 kotak snack barengan panitia yang lain. Terus pintu dibuka jam 8, yang terrrnyataa ruangannya sangat kotoor sodaraa sodaraaa. Cari sapu eh ya gatau kemanaa, adanya kok pel, akhirnya gatau deh saya itu ngepel apa nyapu huhuhu. Hectic banget. Semua panitia juga hectic karena harus persiapkan segalanya tempo hanya sejam.

Tapi hectic itu tiada apa2nya laah ketika Mba Tasniem datang dengan langkah cepatnya, sregep langsung buka koper dan mengeluarkan perlengkapan perangnya, testing suara dan musik sedikit lalu cusss mulaiii acaranya. Selama beliau bicara tentang pengalamannya di Oriflame, saya memperhatikan semua dengan teliti mulai dari caranya berbicara, caranya bermakeup, isi dan susunan slidenya, cara berpakaiannya, caranya menjawab pertanyaan. Duuuh eyangkuuu, aku yang dulu bahkan ngetag namamu saja malu, sekarang ini bisa berdiri berbarengan denganmu di depan. Sungguh terharuuuu.

Mba Tasniem pun mulai bercerita bahwa join Oriflame 4 tahun yang lalu itu karena diajak oleh iparnya. Ga langsung fokus. Butuh lebih dari setahun untuk mencapai level Senior Manager. Sempat lamaa juga di level Gold Director karena mba Tasniem merasa gaji 8 juta saat itu untuk kehidupan di Jogja sudah sangat lumayan sekali. Apalagi beliau juga mengelola butik, kalo ga salah. Namun kondisi mulai berubah ketika salah satu anaknya minta dibantu untuk naik level menuju Director. Disanalah Mba Tasniem baru menyadari bahwa di Oriflame itu memang ga bisa sukses sendirian. Sukses itu yaa harus bareng2. Sukses itu yaa harus dengan  menyukseskan orang  lain. Saya pribadi dulu ga ngerti sih dengan maksud “sukses dengan menyukseskan orang lain” padahal itu kan sebenarnya masuk dalam kategori quote yang cukup terkenal yaa. Di Oriflamelah saya baru memahami arti sebenarnya dari quote tersebut.

Mba Tasniem juga menceritakan bahwa tiap anak punya karakter yang berbeda2. Bahwa yang namanya coreteam itu harus dicari dan butuh waktu bagi mereka untuk mendapatkan hidayah. Bahwa kita membantu acucit yang benar2 mau dibantu. Fokus dengan yang mau fokus. Dari sana transferan Mba Niem merangkak naik. Dulu gaji pertamanya 23rb. Lalu mandeg lama di 8 juta. Sekarang sudah 23 juta dan insya Allah 3 bulan lagi akan mendapatkan CRV gratis dari Oriflame, tinggal pilih warna hihihihi.

Duuuh, kalo datang dan mendengarkan sendiri ceritanya itu, pasti deh kita merasa bahwa kita pun bisa. Mba Tasniem yang dulunya ga fokus pun akhirnya bisaaa setelah fokus. Dulu saya mengagumi orang2 yang bisa naik level dengan cepat. Namun sekarang kekaguman saya juga muncul pada orang2 yang mau berusaha untuk kembali fokus, menapaki lagi anak tangga satu demi satu untuk menuju impiannya. Salut sekali!

Selesai OOM, acara disambung dengan training leadership bukan levelship. Again, rusuh deeeh ruangan kotor, ga sempat lagi bersihin terus kursi2 entah kemanaaa. Oke deh jadi pelajaran banget ternyata persiapan ruangan itu harus ada panitia sendiri nih keknya hahhaha. Akhirnya kami mengemper sajalah di lantai dingin itu. Mba Tasniem (padahal lebih mudah 3 tahun dari saya wkwkwkw) butuh proyektor karena mau memperlihatkan video motivasi, tapi ntahlah proyektor ada dimana. Akhirnya 40 orang memandangi laptopnya yang kecil itu.

Video Brocks. Video yang sangat menggugah. Video yang memperlihatkan bahwa kita sebenarnya bisa jika mengeluarkan kemampuan terbaik kita. Jujur ngelihat video itu ni mata udah berkaca2 saking terharu dan ga nyangkanya, lirik2 teman eee keknya bukan saya sendiri yang mewek :D. Inspiratif sekali, menunjukkan betapa selama ini action kita banyak ditentukan oleh pandangan kita terhadap diri sendiri. Ketika kita merasa ga bisa, maka tidak bisalah kita.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan tanya jawab tentang kondisi jaringan dan alhamdulillah saya mendapat banyak masukan dari beliau. Ga nyesal deh mengajukan pertanyaan, kapan lagi yaak bisa menimba ilmu offline begini secara beliau 2 minggu lagi bakal cuss ke Belanda dan stay disana selama 4 tahun.

Pengalaman hari itu, 15 Des 2013 sangat bermanfaat sekali. Ketemu downline, ketemu crossline. Ketemu kakak2ku yang selama ini hanya teguran di fb. Langsung akraaabbb serasa udah kenal lama. Memanglah dunia maya itu yaaa, bisa mengikat orang tanpa batas jarak dan waktu. Hari itu juga saya berterima kasih sekali pada suamiku tercinta yang menemani saya selama OOM, masuk ke ruangan dan ikut menyaksikan OOM Mba Tasniem secara langsung. Bawa Alif, bawa mama, bawa tetangga2. Semoga dengan ini, perjuanganku ke depannya sekmakin mendapatkan dukungan dari semua pihak.

*terima kasih tak terhingga untuk tim panitia: Endah Henarih, Ressa Zulfika, Mba Marissa, Erawati Adji, Rita Komalasari, Pipit Arie, Denta Ananda, mba Dyah Susilowati dan Wahyuni Sundari. Senang sekali semua bisa sukses padahal diskusinya banyakan online yaaa tapi bisa jalan juga semuanya. Alhamdulillah.

Ki-ka: Kakak ke-1 Endah Henarih, eyang Tasniem Fauzia, saya, kakak ke-2 Ressa Zulfika. Ressa itu waktu foto keknya jempolku keinjek deh ma kamuu, jadi saya ketularan hamil ahahaha. Makasih ya Saaa.

Ki-ka: Kakak ke-1 Endah Henarih, eyang Tasniem Fauzia, saya, kakak ke-2 Ressa Zulfika. Langsung ikribbb padahal baru pertama x ketemu ^^

Foto buru2 hiihihi. Secukupnya lensa mengcapture. Hanya sebagian kecil dari yang hadir di OOM :-)

Foto buru2 hiihihi. Secukupnya lensa mengcapture. Hanya sebagian kecil dari yang hadir di OOM 🙂

Panitia inti super rempong. Ki-ka: Erawati Adji, Ressa Zulfika, Rita Komalasari, Wahyuni Sundari, Pipit Arie, saya, Dyah Susilowati, dan Denta Ananda. Sayang sekali Endah tidak ada karena lagi melepas kepulangan acucitnya.

Panitia inti super rempong. Ki-ka: Erawati Adji, Ressa Zulfika, Rita Komalasari, Wahyuni Sundari, Pipit Arie, saya, Dyah Susilowati, dan Denta Ananda. Sayang sekali mbak Endah dan Mariska tidak ada disini.

*mana ini foto2 rempongnya kok ga ada yaak? Padahal asli rusuh banget waktu itu sampe ga sempat foto2. Pelajaran ke depan nih agar sie dokumentasi tersebar dimana2.

Demikian sharenya. Penasaran deh dengan OOM lainnya. Pasti akan beda tema juga beda susunan acaranyaa. Interesting!!

Regards,

Febrie Ekaninggarani (SM-2)

Email febrie_eka14@yahoo.com I WA 0812-911-82-771 I BB 751FC118 I fb febrieeka@yahoo.com I Web http://www.febrie14.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s