Seminar Juga Gw

Posted: June 19, 2013 in Kuliah oh Kuliah

#liat2 draft posting e ternyata ada postingan zaman kapan…lupa dipublish. Udah basi tapi gpp lah ya, demi dokumentasi :D.

Dari 39 peserta kuliah S2 ITB Geologi Minyak Kelas Jakarta, hampir semuanya mengimpikan bisa wisuda bulan April. Tapi sebelum mencapai masa wisuda, tentu harus seminar dahulu. Seminar bertujuan untuk menginformasikan kepada hadirin, sejauh apa progress tesis kita. Yang menghadiri seminar bisa siapa aj. Untuk jurusan gw ini, alhamdulillah seminar cukup 1x, revisi draft, langsung bisa sidang (gw pernah denger ada kampus yang mewajibkan seminarnya perlu berkali2, hiiiy)

Walo bapak2 pembimbing sudah menyatakan bahwa yang namanya seminar ga kudu perfect, ga kudu final, ga kan ada sesi bantai-membantai, tetep aj kita2 jiper. Walhasil sekarang udah bulan April 2013, bulannya wisuda, eeeh yang seminar baru 5 orang booo.

Ga usah jauh2, gw kasih contoh diri gw sendiri deh. Jauh hari Pak Eddy, pembimbing gw udah berpesan, “Feb, nanti kalau sudah selesai 60-70%, udah boleh seminar ya. Seminar itu yang penting ada dasar teori, ada analisis, dan ada kesimpulan sementara. Ga perlu buat draft, yang penting ada slide.”

Nggih, Pak (*yang penting jawab dulu).

“Loh, bener loh ini. Seminar itu tidak ada SKS-nya. Tidak ada nilainya. Seminar itu dibuat dengan tujuan agar dosen pembimbing mengetahui progress tesis mahasiswa sudah sampai mana. Karena kalian kan semua bekerja, tidak setiap saat bisa bimbingan. Tidak setiap saat kami bisa memantau perkembangan tesis kalian. Sering kali mahasiswa tiba2 ingin maju karena mengejar kelulusan, mereka membawa draft tesis yang sudah final, laah padahal setelah pembimbing cek kok isi tesisnya banyak yang ga bener. Nah itu karena kurang bimbingan. Untuk meminimalisasi hal itu, makanya ada seminar.”

Oooo…

“Nah masalahnya adalah, kebanyakan mahasiswa itu saya lihat terlalu takut dengan seminar sehingga mereka menyiapkan begitu rupanya. Saking ingin yang terbaik, eh kok tiba2 sudah dekat bulan kelulusan. Akhirnya mereka seminar di waktu yang mepet. Lah yang repot kan juga dosennya. Belum tentu kami waktunya available pada saat itu, kan kasihan juga mahasiswanya.”

Nggih, Pak (*kali ini beneran nancap).

Akhirnya beneran, gw kebut aj semua dah. Ga pake perfek-perfekan. Nyang penting saya mengerti alur kerjanya, saya menguasai metode penyelesaiannya, dan saya dapatkan kesimpulan sementaranya. Salah dikit sana-sini, cuekin aj. Tampilan slide cupu-cupu, e ge pe. Nyang penting 3 poin tadi gw dapat. Maka seminarlah gw di bulan Maret 2013.

Pas banget di hari itu kampus lagi sepi. Hadirin dikiiit banget, ga sampai 15 orang, tapi toh saya juga tidak peduli. Prinsip gw saat itu, 1) seminar ini untuk dosen pembimbing saya, maka merekalah yang sebenarnya wajib hadir. 2) ini adalah sesi sharing, bukan suatu ujian. Para pembimbing dan hadirin akan memberikan input untuk membuat tesis saya menjadi lebih baik lagi, bukan untuk menguji dan menjatuhkan saya atas apa yang telah saya kerjakan.

Berkat 2 prinsip yang gw rapal dalam hati itu, akhirnya gw bisa seminar dengan mulus2 saja, alhamdulillah. Dan beneran deh, aroma seminar itu bukan bau pembantaian, tapi wangi penyaranan. Para hadirin benar2 memberikan masukan yang sebelumnya ga pernah kepikiran oleh gw. Ember ya, ga usah sok sempurna, toh kita seminar untuk perbaikan juga. Melakukan yang terbaik memang wajib, tapi harus ada batasnya juga. Lah kalau terus yang terbaik dan terbaik, kapan selesainyaaaaa? Manusia kan makhluk yang tak sempurna, tempat berlumurnya salah dan dosa. Di tiap2 yang kita kerjakan, memang pasti ada aj kekurangan yang terjadi.

Ayok ah temans seperjuanganku. Tau gini gw seminar lebih cepat, iiiihhhh jadi demen deh eke sama seminar (*mulai sok, hahaha).

*cara di atas tidak mempan untuk dosen2 yang “sulit” :p

Habis seminar langsung makan doonk. At Siete, Bandung with Fanny, temen seperjuangan.

Habis seminar langsung makan doonk. At Siete, Bandung with Fanny, temen seperjuangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s