Berhubung ada libur Paskah di bulan April ini, kami sekeluarga memutuskan untuk jalan2. Tujuan wisata kami kali ini adalah Ciater. Yang berangkat ada 9 orang dengan detail 4 orang dewasa, 1 remaja tanggung, dan 4 anak kecil (apa pentingnya info ini T-T). Sebelumnya gw udah nyari2 penginapan tuh. Nah karena yang gw tau cuma Sari Ater, yaud..gw telvon deh buat booking. Taunya full-booked semua, untuk tanggal merahnya. Yang tersisa hanya untuk hari Kamis, bungalow dengan kapasitas 6 orang.

*Lesson-learnt : kalau mau menginap di Sari Ater amannya booking sebulan sebelumnya soal ni tempat rame bgt. Tenang, ga harus langsung bayar kok 😀

Dari Depok, Ciater bisa dicapai dengan melewati Tol Cipularang, ke arah Tangkuban Perahu, Lembang. Lama perjalanan sekitar 4 jam. Tadinya kita mau makan di arah Ciater sono..ternyata tempat makan disana jumlahnya terbatas. Beda dengan Bandung yang sangat bervariasi, lucuk2, dan dimana2 ada. Karena perut udah melilit, kita akhirnya memilih makan di Saung Balibu. Tempatnya lapang, lega, dan terbuka. Enak kalo lagi cuaca panas tapi dingin kalo lagi hujan. Perorang makan disana kira2 bisa kena 35 ribuan. Maaf yak ga sempat difoto abis itu si krucil2 pada lasak, pan ibunya jadi ribet ngejar sana sini.

Dari Saung Balibu, kami meneruskan perjalanan. Setelah pendakian panjang, ada plang Sari Ater ke arah kanan, dilanjutkan dengan penurunan yang benar2 melulu turun. 10 menit namun di kiri kanan sudah ada hamparan kebun teh. Sambil turun, gw melongok kiri kanan apakah ada penginapan selain Sari Ater ya? Ada banyak sih orang2 yang megang plang bertuliskan villa gitu, tapi agak kurang yakin aj :D. Sampai di Sari Ater, kami langsung ke bagian registrasi. Kami menginap di Rumah Adat Kabayan C, nomor 204, dekat dengan Kimannis Restaurant.

Bungalow ini punya 2 tempat parkir, 3 kamar tidur, 1 ruang TV lesehan, dan 1 kamar mandi. Begitu masuk gw rada kecewa sih. Dengan harga 1.8 juta, gw rasa harusnya gw bisa mendapatkan fasilitas yang lebih baik dari ini. Pertama, tinggi ranjangnya di bawah lutut. Kedua, kasurnya tipis, demikian juga dengan bantalnya. Ketiga, flush di toilet kami rusak bo..jadi terpaksa mengember. Keempat, emang sih kamar mandinya gede namun isinya hanya bathtub, toilet dan wastafel. Gada lemari buat nyimpen peralatan mandi gitu. Akhirnya kami letakkan peralatan mandi kami di tatakan kaca wastafel yang miring dan sudah penuh dengan toiletries Sari Ater. Pendek kata, akhirnya peralatan mandi kami tergeletak tidak karuan. Kelima, air panasnya tidak panas. Keenam, memang sih gw pesen bungalow tanpa dapur. Tapi selama kami memesan makanan disana, jarang sekali pelayannya mau menjemput piring kotor kami. Udah ga ada dapur, yang nempatin bungalow rame, piring kotor bergeletakan dimana2, riweh banget. Gw kebanyakan complain? Aseli, gw sebenarnya ga suka complain (sila cek di postingan2 lainnya), artinya, kekecewaan gw emang udah keterlaluan..oookkh.. (mulai lebay).

Mungkin gw dapat bungalow yang lagi ga oke kali ya, sehingga daftar ngedumelnya jadi panjang :p. Tapi kan gw pengennya pas ngajak sodara jalan, penginapannya menyenangkan. Well, cukup curhatnya. Nah karena malas keluar, kami akhirnya memesan makan dari Kimannis Restaurant. Harga nasi goreng dan mie gorengnya mencapai 40 ribu rupiah. Terlalu mahal menurut gw, jadi silakan bagi yang sempat ya makan diluar aj :D. Kami juga mencoba berendam di air panasnya. Aslinya, kami diberi tiket untuk masuk ke kolam pemandian sesuai dengan jumlah kapasitas kamar yang dipesan. Berarti gw cuma dapat 6 tiket, padahal total personel ada 9 orang tuh. Tapi ternyata tiketnya ga guna, karena waktu kami mandi ga dicek sama sekali tuh :p.

Ada 4 kolam sebenarnya, yang tersebar dari depan sampai belakang. Kolam yang paling dekat dengan tempat kami namanya Jambu. Di Jambu, ada 3 kolam. Ada yang buat anak2 juga. Persis seperti kolam renang. Kalau berendam, kita bisa pakai baju biasa, ga wajib pake baju renang. Ini berendam ya, bukan berenang. Airnya adalah air belerang. Nyokap gw tanpa ragu berenang padahal pandai renang juga kagak. Walhasil jebar jebur ga jelas dan tiba2 saja kepalanya pusing. Ya iyalah..too much wasting energy sehingga akhirnya menghisap gas belerang. Wajar pusing :D. Eit, peringatan aj. Jangan sekali2 berendam pakai kaos warna putih or krem karena pasti akan tembus pandang, apalagi kalo pakaian dalamnya warna hitam. Itu kolam sebelahan ma restaurant jadi tamu restaurant makan sambil ngeliatin kita. Kebayang aj kan jadinya gimana :D.

Sebenarnya areanya masih sangat luas. Ada arena untuk outbound, ATV, berkuda, taman rekreasi, offroad, dll. Kami hanya bisa nyoba yang berkuda. Kalau dekat penginapan, untuk berkuda paling murah 20 ribu/orang, lumayan bisa sampai 10 menit. Ada juga yang 40 dan 70 rb dengan trayek lebih jauh. Tapi kalau kudanya ambil yang dari Taman Rekreasi, harganya cuma 15 ribu karena taman rekreasi itu untuk umum sehingga harganya bisa lebih murah. Anak2 senang sekali berkuda :D.

Kami juga menyempatkan diri ke taman rekreasi soalnya gratisan bagi yang nginap di Sari Ater. Hmm..tempat ini menyenangkan buat anak2 karena banyak permainan seperti sepda dayung, kereta2an, dan lain. Tapi bagi pandangan orang dewasa, pemandian disini tidak sebersih yang di kolam. Ramai sekali karena terbuka untuk umum. Di sepanjang jalan kita bisa melihat tikar2 yang dilamparkan untuk disewakan. Kalau mau mandi2, mending gunakan fasilitas di kolam khusus saja.

Yang tidak boleh dilewatkan sewaktu ke Ciater adalah tea walk. Tea walk adalah jalan2 mengelilingi perkebunan dan pabrik teh. Gw suka sekali nih yang begini2an soalnya bisa nambah ilmu juga. Pihak sari Ater dapat menghubungkan kita dengan orang dari pabrik teh. Kemarin untuk biayanya kita kena 25rb/orang tapi gw rasa bisa ditawar lagi. Minimum peserta adalah 10 orang. Kebetulan perkebunan teh yang berlokasi dekat sini adalah Teh Walini. Dari Sari Ater menuju ke perkebunan teh memakai mobil dengan lama perjalanan paling banter 10 menit. Nanti kita akan mendapat penjelasan mengenai berbagai macam kualitas teh, penyakit2 teh, berbagai cara memetik teh, proses produksi teh, sejarah teh tempo dulu dan lain2. Terakhir akan ditutup dengaaan..minum teh murni yang belum ditambah pewangi dan perasa. Inilah dia teeeh Walini murniiiii!! Ternyata teh murni itu rasanya ya kayak rasa daun, byekkk, gw langsung jadi ilfil karena berasa seperti ngunyah daun mentah :O. Mungkin karena udah terbiasa dengan aroma dan perasa tambahan kali yah. .

Oke sekian liputan jalan-jalan ke Ciater. Semoga infonya bisa membantu kamu2 yang mau liburan ke sana. Have a nice vacation!

Advertisements
Comments
  1. Vera says:

    Waahhh ternyataa ganti URL. Serunya jalan rame2 ya. Aku blom pernah nginep ke ciater. Trakhir ke ciater kayaknya jaman aku es de xixiixix….

    Like

  2. vvida says:

    Seneng baca postingnya, enak dibacanya

    Liked by 1 person

  3. nfo yang bermanfaat buat tamu tamu malaysia yang bandung dan lembang

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s