Tampak Siring – Kintamani – Pura Besakih (Jumat, 21 Jan 2010)

Posted: February 21, 2011 in Bali, Liburan Dalam Negeri
Tags: , , , , ,

Pagi ini kami kurang begitu bersemangat karena kondisi Alif tidak fit. Alif memang masih tampak ceria, tapi sudah malas makan dan badannya pun hangat. Meninjau hari ini perjalanan tidak akan seberat kemarin, akhirnya kami pun berangkat juga.

Pertama, kita pergi ke Tirta Empul or Tampak Siring. Tampak Siring adalah istana presiden dulu. Silakan lihat sejarahnya disini. Di Tirta Empul ada banyak kolam yang airnya ngucur terus. Di tengah cuaca yang panas, rasanya gw pengen deh nyebur kesana dan minum air itu sepuasnya. Alif lumayan senang disini karena ada banyak ikan. Keluar dari Tirta Empul menuju ke parkiran, kita akan melewati berbagai macam kios tempat jualan. Barang yang didagangkan hampir sama dengan tempat wisata lainnya tapi harganya lebih murah bo, aseli lebih muraaah! Sayang waktu itu udah mau turun hujan, dan kapok dengan pengalaman di Uluwatu, kami pun tak bisa berlama2 disana. Padahal nyokap dan bou udah ngeces tu ilernya mau belanja 😀

 

Dari Tirta Empul, kami pergi ke Kintamani. Pemandangan di Kintamani emang ok punya tapi disana banyak penjual kaos dan gelang2 yang murah namun maksaaaa banget nawarinnya :(. Ampe dikejer2 ke mobil. Disini juga banyak resto yang sengaja dibangun untuk menikmati pemandangan Kintamani dari atas sambil makan atau ngopi. Semua restonya model buffet dan mahal2. Perorang makan bisa kena 80rb ke atas. Jadi bagi siapa yang tidak ingin makan disini, mending makan di daerah lain or bawa bekal karena di Kintamaninya sendiri susah nemuin tempat makan yang murah.

Setelah dari Kintamani, kami pergi ke Pura Besakih. Pura Besakih adalah pura terbesar di Bali, letaknya di lereng gunung. Tiket masuknya cuma 3rb/orang. Waktu kesana, kebetulan lagi ada upacara agama (tapi gatau upacara apaan). Sayangnya saat itu kondisi Alif sudah rada mengkhawatirkan sehingga gw en suami memilih stay tune di bawah sementara bokap-nyokap en bou naik ke atas. Menurut laporan mereka, Pura Besakih juga indah sekali J, dan saking luasnya sampai susah dijelajahi apalagi mendaki mulu. Menurut cerita Pak Tommy, jika kita naiiiik terus sampai ke atas, awan bisa berada di bawah kita. Aaah…masa sih? *Ga bisa ngebuktiin karena ga ikut naik, hiks.

Note :

  1. Disini Salak Bali dijual muraaaaaah  banget. Rp 5000/3 kg, gila! Padahal di Denpasar itu 15rb/kg. Dan salaknya ga nipu looh!
  2. Bagi yang muslim jangan meniatkan diri untuk makan di sini. Rumah makan ga ada, Cuma sebatas warung dan tidak satupun yang halal 😦.

Pulang dari sana, kami makan malam di Bebek Bengil, Ubud. Tempatnya recommended, masakannya juga. Harganya juga… T-T. Perorang akhirnya kena sekitar hampir 100 rebu tapi puaaas deh soal porsinya banyak. Malamnya Alif demam tinggi sampai 39 C, bahkan tengah malam dia terbangun dan ngajak bercanda. Gw ma suami cemas banget karena tangannya terus bergetar. Akhirnya jam 2 pagi kita panggil dokter lewat hotel, yang datang dalam waktu 10 menit, menyuntikkan obat lewat dubur Alif, dan syuu..uuuut, dalam tempo 10 menit panas Alif langsung ilang dan diapun tidur nyenyaaaak sekali. Nyenyaaak banget seperti malaikat :D. Alhamdulillah..ini semua menjadi pelajaran berharga buat gw en suami. Besoknya waktu pulang, Alif udah cerah ceria, udah mulai makan, dan mewek2 minta dibelikan mainan. Oalah naaak, kowe ittu :D.

O iya, berikut adalah hasil wawancara gw ke moms and dad.

Gw : jadi bagaimana liburan kita kali ini menurut papa-mama dan bou? (sambil menyodorkan mik)

Papa : aaah…menurut Papa biasa2 saja, selama patung2 di GWK itu belum nyambung ya Bali itu masih biasa2 sajja (huuuu…, ga keren, huuuu…)

Mama :  waaah semuanya bagus2 kayak di surga (nyokap gw selalu bilang surga untuk semua tempat yg indah). Mama paling suka di Bedugul, terus di Kintamani, terus di Besakih, terus di Uluwatu, terus di… (stop2, itu mah semuanya Ma :p)

Bou : waaah bagus bagusss…Bolehlah kalo umur panjang kesini lagi, hahahahahah.

So Moms and Dad, see U in the next trip ;D

 

Comments
  1. perjalanan yang menarik.. 🙂 pura besakih emang luas banget, kalo yang ngerti di sana itu banyak ada di kelompokkan tempatnya, di atas sana ada juga tempat pemujaan untuk umat tionghoa di bali.. 🙂

    Like

  2. surya says:

    Ulasan yang disampaikan mba Febri sangat lugas, deskriptif dan kadang membuat tersenyum senyum sendiri. Memang dalam menyusun perjalanan di Bali mesti diperhatikan juga tempat untuk istirahat makan siang dan persiapan perjalanan selama di mobil.

    Cheers,
    Surya

    Like

  3. Anti perbedaan says:

    Nginjakan kaki di bali saja sudah tidak halal kenapa harus ada perbedaan ?

    Like

  4. najib husain says:

    Indah buageet

    Like

Leave a Reply to najib husain Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s