Tips dalam Membeli (Memilih) Rumah

Posted: June 7, 2010 in Rumah
Tags: , , , , , , ,

Siapa sih yang ga pengen punya rumah sendiri? Selain sebagai kebutuhan primer manusia yang pasti membutuhkan tempat tinggal, rumah dan tanah juga cocok banget dijadikan investasi. Kebanyakan dari kita membeli rumah untuk ditempati dalam kurun waktu puluhan tahun. Harganya juga mahal, ga kayak pisang goreng yang lima rebu bisa dapat 3. Dua faktor tadi membuat kita harus berhati2 dalam membeli dan memilih rumah. Berikut adalah beberapa tips dalam memilih rumah yang mungkin bisa membantu :).

  1. Kenaikan harga rumah melebihi kenaikan gaji. Karena itu, jika perusahaan anda menyediakan fasilitas pinjaman ringan untuk membeli rumah (sering disebut dengan HOAP/HAP/HOP, etc), segera manfaatkan. Itu akan sangat sangat membantu.
  2. Jika perusahaan anda tidak menyediakan pinjaman lunak seperti itu sementara anda punya penghasilan cukup untuk membayar cicilan rumah, segera gunakan fasilitas KPR. Untuk rumah, tidak apa-apa jika anda memilih cicilan terlama (10 tahun atau 15 tahun), toh harga tanah akan naik terus.
  3. Pastikan rumah anda memiliki sumber air yang bersih. Sekedar berbagi saja, saya mengenal satu developer rumah yang membangun rumah dekat sekali dengan kali pembuangan sampah. Lantas apa yang ia lakukan? Kali kecil tersebut ia timbun, sehingga kalo kita lihat keadaannya sekarang, akan tampak seperti tanah kebun biasa. Tapi tidak demikian dengan sumber airnya. Airnya berwarna kekuningan. Dan air itu akan digunakan untuk MCK selama bertahun2? Waspadailah.. :(.
  4. Pilihlah lokasi yang bebas banjir. Banjir bisa menyebabkan kendaraan anda rusak, rumah anda rusak, barang2 anda rusak, dan lingkungan yang tidak sehat. Info mengenai banjir bisa anda tanyakan pada calon tetangga.
  5. Pilihlah lokasi rumah yang tidak akan kena gusur oleh Pemda (bisa cek di kantor Pemda). Baik kena gusur karena pelebaran jalan, pembangunan jalan tol, pembangunan flyover, pembuatan SUTET, atau yang lain2. Kalau kena gusur, biasanya (biasanya loh ya) ganti ruginya tidak akan sesuai dengan NJOP. NJOP aj biasanya ga sesuai dengan harga pasar!! Di dekat kompleks saya dibangun flyover. Pembangunan flyover ini serta merta langsung mematikan bisnis ruko yang berada di sekitarnya. Bagi anda yang membeli ruko untuk investasi, ini bisa gaswat!! Jadi selalu dan selalu cek rencana Pemda agar jangan menyesal di kemudian hari.
  6. Pilih lokasi rumah yang berada dalam lingkungan sehat secara sosial, dalam artian di sekitarnya tidak ada rumah bordil, tempat kongkow anak2 yang suka berjudi dan maksiat, pos preman, dan lain2 yang mengerikan. Hal ini penting untuk kehidupan sosial buah hati anda.
  7. Saya pribadi lebih lebih menyarankan untuk membeli rumah seken yang dibangun sendiri daripada rumah baru bikinan developer. Alasannya banyak. Pertama, harganya jauh lebih murah sehingga anda akan mendapat luasan yang lebih besar. Kedua, rumah bangunan sendiri biasanya mutunya lebih bagus daripada bikinan developer. Kenapa? Rumah bangunan sendiri otomatis kan dibangun untuk pribadi, sedangkan rumah bangunan developer itu tujuannya adalah cari untung. Jadi kualitas bangunan tidak setara dengan harga rumahnya. Tapi ingat, ini tidak berlaku untuk semua developer. Anda dapat membeli rumah dari developer yang anda percaya :).
  8. Anda seorang karyawan? Bagi orang yang tinggal di Jakarta, dimana ke kantor saja bisa menghabiskan waktu 1–2 jam, akses menjadi hal yang wajib diperhatikan. Pilih rumah di lokasi yang gampang untuk mencapai tempat kerja anda.
  9. Pilih rumah yang statusnya jelas. SHM akan lebih tinggi harganya daripada HGB. Jangan membeli rumah yang sedang dalam status sengketa. Untuk mencegah hal ini, anda dapat menanyakannya pada notaris anda.
  10. Bila anda ingin membangun rumah sendiri dan mempercayakannya pada arsitek, selalu cek dan cek hasil kerja arsitek. Saya punya teman yang membangun rumah berdasarkan rancangan arsitek, namun hanya desain saja sedang untuk proses pembangunan dipercayakan seluruhnya pada kontraktor. Ternyata setelah diukur oleh kontraktor, tanah mereka bentuknya trapesium, tidak seperti rancangan arsitek yang persegi panjang. Otomatis, denah rumah mesti berubah lagi dan tentu saja ini berimpak pada dana. Saya juga punya pengalaman serupa. Arsitek datang, melihat2 rumah, tanya sekenanya, dan langsung memutuskan bahwa rumah saya ukuran 200m2 (10x20m). Ternyata setelah saya hitung dengan meteran, rumah saya luasnya hanya 195m2 (10×19.5 m). Kontan saya langsung minta ubah rancangannya saat itu juga agar tidak rugi di kemudian hari. Jadi selalu pastikan arsitek mengukur luas tanah anda dengan benar.
  11. Baru deh cek kondisi bangunan. Dan seabreg syarat sekunder lainnya seperti, apakah model rumah sesuai dengan impian anda? Apakah dekat dengan mall? Apakah dekat dengan sekolah bermutu? Dekatkah dengan sarana transportasi umum, dll.

Baiklah, selamat berburu rumah. Semoga rumah anda mendatangkan berkah. 😀

 

 

 

Advertisements
Comments
  1. pipit says:

    mbak, kalo misalnya lewat KPR, apakah DP akan juga ditanggung dari situ atau terpisah lagi?

    Like

  2. FEBRIE says:

    hohoho halo pipiiit..pa kabar nih. thanks ya udah berkunjung ke blogku, si littlebird ;).
    setahuku kalau kpr dipisah deh. jadi kita bisanya DP berapa..nah sisanya baru deh diKPRkan. semakin besar DPnya, semakin ringan deh cicilan KPRnya :D. bukannya pipit udah punya rumah juga?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s